Saturday, December 1, 2018

[Review] Fantastic Beasts the Crimes of Grindelwald



"Mas, kalau mau ke XXI lewat mana, ya?" tanya saya siang itu pada salah satu petugas yang berada di lantai 4 Duta Mall Banjarmasin.

Bukan tanpa alasan kenapa saya sampai harus bertanya perihal lokasi ini. Karena meski jaraknya hanya selemparan batu dari kantor, saya terbilang jarang mengunjungi satu-satunya mall di Banjarmasin ini. Tambahan lagi studio XXI rupanya sudah pindah lokasi di lantai 5, jadi wajar dong kalau saya agak bingung.

"Naik tangga belok kanan, Mbak," jawab petugas tersebut pada saya. Tanpa banyak bertanya saya langsung menuju tangga eskalator yang dimaksud. Begitu tiba di lokasi teater XXI, saya sukses dibuat terpana. Keren banget euy sekarang tempatnya. Lebih luas dan lebih bagus interiornya. Mungkin itu alasan kenapa XXI lagi-lagi menaikkan harga tiket nontonnya dari Rp. 55.000 menjadi Rp. 60.000 di weekdays. Harga yang terbilang mahal namun tetap harus diterima penonton karena mereka satu-satunya bioskop di Banjarmasin.

"Nanti ulun temui di depan, Kak," kata salah satu rekan kerja ketika saya menanyakan lokasi mereka. Ya, hari itu saya dan beberapa rekan kerja janjian untuk nonton Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald. Bagi para pecinta Harry Potter, pastinya tidak asing dengan judul Fantastic Beasts ini. Bisa dibilang kehadiran film Fantastic Beasts and Where to Find Them di tahun 2016 merupakan obat rindu yang cukup mujarab usai kisah Harry Potter berakhir. Melalui film tersebut kita diajak kembali ke dunia sihir ala Harry Potter dengan setting tahun 20-an dengan tokoh Newt Scamander.

Nah, sebelum menonton filmnya sendiri, saya sempat membaca reaksi singkat orang-orang yang sudah menonton film ini. Dan agak kaget sih ternyata banyak juga yang kecewa dengan seri kedua Fantastic Beasts ini. Ceritanya nggak fokus dan plot amburadul menjadi sorotan utama yang dibahas para reviewer ini. Saya jadi penasaran dong karena yang bikin cerita tante J.K Rowling sendiri. Apa benar sejelek itu filmnya? Berikut review saya tentang film ini.

Plot


Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald dimulai dengan cerita kaburnya Grindelwald saat akan dipindahkan dari Amerika ke London. Ia kemudian mengumpulkan pengikutnya dan membangun basecamp di Paris. Di London sendiri, Newt yang mendapat larangan pergi ke luar negeri pasca kepergiannya ke Amerika diminta Dumbledore untuk menemukan Credence yang dikira sudah meninggal. Dumbledore kemudian memberikan alamat seorang temannya yang tinggal di Paris seandainya Newt memerlukan tempat persembunyian.

Mulanya Newt menolak untuk mencari Credence karena tidak ingin terlibat dengan urusan Credence. Namun begitu mengetahui kalau Tina Goldstein juga sedang berada di Paris untuk mencari Credence, Newt akhirnya berubah pikiran. Ditemani Jacob yang kini berpacaran dengan Queenie, Newt pun pergi menuju Paris.

Di Paris sendiri Credence tinggal di sebuah arena sirkus dan berteman dengan Nagini, seorang wanita yang bisa berubah menjadi ular saat tidur. Credence yang penasaran dengan jati dirinya kemudian melarikan diri dari sirkus dan menemui wanita yang diduga sebagai pengasuhnya saat bayi. Sayangnya sebelum berhasil mendapatkan petunjuk tentang orang tuanya, si pengasuh sudah dibunuh oleh anak buah Grindelwald.

Di tengah kebingungan Credence (dan tentunya juga penonton), petunjuk baru pun ditemukan. Asal-usul Credence akan diketahui di sebuah pemakaman di Paris. Namun bukannya menemui titik terang, urusan malah tambah rumit karena ternyata petunjuk itu adalah jebakan dari Grindelwald yang sedang mengumpulkan orang-orang yang ingin bergabung dengannya, termasuk juga Credence. Lalu siapakah sebenarnya Credence? Dan kenapa Grindelwald begitu menginginkan dirinya?

Pendapat tentang film


Sebagai penonton awam, sebenarnya saya masih cukup bisa menikmati film ini baik itu alur cerita maupun visual efeknya yang memang keren. Mungkin satu-satunya masalah dari film ini adalah ketidakjelasan tokoh utama cerita dan apa yang mau diceritakan. Apakah ini kisah tentang Newt Scamander, Grindelwald, Dumbledore, atau malah Credence si Obscurus?

Jika dibandingkan dengan film pertamanya, memang kehadiran Newt di film ini seolah tersisihkan. Tidak seperti di film pertama yang memang berisi tentang petualangan Newt, film Fantastic Beasts The Crimes of Grindelwald ini terbilang kompleks dan memiliki banyak cerita yang pada akhirnya menimbulkan banyak pertanyaan baru. Tambahan lagi kita  juga tidak memiliki panduan layaknya film Harry Potter yang terbagi menjadi 7 buku.

Oya, bicara tentang sosok Dumbledore yang diperankan oleh Jude Law. Asli deh saya masih susah percaya kalau Dumbledore muda seganteng dan se-stylish itu. Hihi. Maklumlah ya selama ini kan sosoknya identik sebagai kakek tua dengan kacamata bulan sabit dan jubah. Lalu tentang akting sendiri, menurut saya Jude Law cukup berhasil membawakan sosok Dumbledore muda.


Sebagai sebuah film yang katanya akan dibuat sebanyak 5 (atau 7?) seri, saya cukup yakin kalau tante Rowling akan membuat cerita yang tak kalah bagus dari Harry Potter. Dan berhubung ending film kedua ini sungguh mengejutkan, mari menunggu dengan sabar untuk seri selanjutnya. Hehe.

No comments:

Post a Comment