Friday, September 28, 2018

Huwaei Nova 3i, Smartphone Idaman Tukang Ledeng

September 28, 2018 66
Huwaei Nova 3i, Smartphone Idaman


"Hari ini temani aku survei ke perumahan ini ya," kata seorang rekan kerja saya beberapa tahun lalu. Saat itu kami masih berada di bawah 1 divisi sebagai staf perencana di perusahaan tempat kami bekerja. Saya sendiri saat itu terhitung baru 2 tahun menjadi karyawan di perusahaan tersebut. 

"Dimana tuh?" tanya saya yang sedang mengerjakan pekerjaan saya.

"Daerah Jahri Saleh. Di situ katanya airnya nggak ngalir. Ini mau kubuat rencana pipa baru," kata teman saya lagi."

"Oke deh," kata saya akhirnya. Kami pun bersiap. Menyiapkan peta lokasi, membawa meteran, dan tentunya kamera dan ponsel untuk mengambil foto. 

Setelah berkendara kurang lebih 10 menit, tibalah kami di lokasi perumahan yang dituju. Hari lumayan panas dan perumahan tersebut terlihat sepi. Saat itu memang sedang musim kemarau yang berlangsung cukup panjang di kota kami. Akibatnya perusahaan kami kesulitan memproduksi air minum karena sungainya terintrusi air laut hingga akhirnya distribusi air sangat dibatasi. Beberapa wilayah hanya mendapatkan air di malam hari bahkan ada wilayah yang airnya tidak mengalir sama sekali.

Saat kami berdua sibuk dengan pekerjaan mengukur dan mengecek air di beberapa rumah, seorang pria datang.

"Kalian dari P*AM, ya?" tanya beliau tanpa basa-basi.

"Iya, Pak," jawab kami pendek.

Mengetahui kebenaran pertanyaannya, pria itu pun langsung bercerocos bagaimana di komplek perumahannya air tak mengalir berhari-hari. Beliau juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan kami yang katanya sangat tidak memuaskan. Sebagai karyawan, mau tak mau kami hanya mendengarkan keluhan dari pelanggan tersebut sambil berusaha menjelaskan kondisi air yang memang sangat terbatas.

Untungnya pria setelah puas menumpahkan kekesalannya pria itu berlalu meninggalkan kami. Musim kemarau dan air yang tidak mengalir kadang memang membuat orang-orang cepat frustrasi. 

Suka Duka Bekerja di Perusahaan Air

Saya diterima di perusahaan ini setelah mengikuti seleksi yang diadakan beberapa tahun lalu. Awalnya saya hanya masuk di bangku cadangan. Namun karena salah satu calon pegawai belum memenuhi syarat di tes kesehatan, saya pun dipanggil untuk menjadi karyawan. 

Sesuai dengan latar belakang pendidikan, saya pun ditempatkan di bagian teknik. Sebagai salah satu staf perencana, saya memiliki job desk membuat perencanaan perpipaan di wilayah-wilayah yang belum memiliki jaringan pipa. Biasanya berupa perumahan baru atau perumahan lama yang akan dibenahi perpipaannya. Selain itu, kadang saya juga membuat perencanaan bangunan infrastruktur di kantor. 

Meski kuliah di jurusan teknik, nyatanya ilmu yang saya miliki jauh sekali dari urusan pipa dan perencanaan air. Karena itulah mau tak mau saya belajar dari awal. Saya mulai berkenalan dengan nama-nama-nama seperti pipa HDPE, Steel dan berbagai aksesoris yang digunakan dalam membuat perencanaan jaringan. Saya juga turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi daerah yang akan direncanakan. Apakah jalannya sudah diurug, apakah ada jembatan. Kadang saya dan teman-teman juga melakukan analisa apakah pipa

Bekerja di bidang penyediaan air bersih tentunya memiliki ceritanya masing-masing. Bagi saya yang bekerja di bagian teknik dan kerap turun ke lapangan, membuat saya jadi lebih mengenal wilayah kota kelahiran saya. Beberapa wilayah yang dulunya masih sepi perlahan tapi pasti mulai dibangun. Hal menarik lainnya, survey lapangan juga kadang menjadi ajang survey rumah bagi mereka yang ingin memiliki rumah. Karena itulah kadang selain mengambil foto jalan, kami juga memotret rumah yang ada di perumahan yang baru dibangun. 


Salah satu lokasi perumahan yang disurvey

Smartphone Idaman 2018

Selain berprofesi sebagai karyawan di sebuah perusahaan daerah, saya juga menjalani aktivitas sebagai blogger. Nah, pertengahan bulan September lalu bisa dibilang hari yang nahas bagi ponsel saya. Ponsel yang sehari-hari saya gunakan mati total karena terbanting. Sedih sekali rasanya mengingat ada cukup banyak data di ponsel tersebut mulai dari catatan saat survey hingga foto-foto yang sudah saya abadikan. Apalagi sebagai blogger dan pengguna internet aktif, saya lebih banyak menggunakan ponsel dalam melakukan aktivitas ngeblog. Mati gaya banget lah jadinya.


Untuk membeli ponsel baru sendiri juga bukan perkara sepele. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan mulai dari dana hingga tipe ponsel yang ingin dibeli. Apalagi sekarang setiap hari bulan ada saja model terbaru muncul. Pastinya saya cukup bingung jika harus memilih satu di antara belasan ponsel yang dipasang di etalase toko/marketplace yang saya kunjungi. 

Nah, belakangan ini saya mengetahui kalau Huwaei mengeluarkan produk terbarunya yakni Huwaei Nova 3i. Ponsel dengan kisaran harga 4 jutaan ini memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya jadi “Smartphone Idaman 2018” bagi saya. Apa saja kelebihan itu? Yuk kita intip sama-sama :

Desain elegan dengan warna Iris Purple dan Hitam
Huwaei Nova 3i hadir dengan 2 warna yakni Black dan Iris Purple nan elegan dengan sentuhan glass pada bagian belakangnya. KBagi mereka yang ingin tampil beda, warna Iris Purple ini bisa jadi pilihan untuk dimiliki. Untuk besarnya sendiri, Huwaei Nova 3i memiliki ukuran layar 6.3" yang pastinya membuat kita cukup puas saat mengambil gambar atau menonton film lewat ponsel. 




Memiliki empat kamera dengan teknologi AI

Sekarang ini ponsel tak lagi cukup hanya dibekali dengan 2 kamera, tapi 4. Nah, bagi mereka yang suka selfie, Huwaei Nova 3i ini layak sekali dimiliki karena memiliki 4 kamera dengan resolusi 24 MP + 2 MP untuk kamera depan dan 16 MP + 2 MP untuk kamera belakang yang pastinya membuat foto bokeh yang keren. Tambahan lagi, ponsel ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi AI yang pastinya akan meningkatkan kualitas bidikan kameranya. 

Bagi yang suka dengan animasi, Huwaei Nova 3i juga dilengkapi dengan Qmoji yang siap mempelajari dan menganimasikan ekspresi wajah, gerakan, dan suara kita untuk menghasilkan Qmoji dengan format GIF atau video yang dipersonalisasi di Layar, menambahkan lebih banyak hal menarik pada pesan yang kita kirim. 

Storage 128 GB paling besar di kelas ponsel mid-end saat ini
Yuhuu, siapa yang suka menyimpan banyak foto dan file film atau drama korea di ponselnya? Bagi mereka yang berprofesi sebagai blogger, adanya storage yang besar pada sebuah ponsel sangat membantu mengingat banyaknya foto yang diambil entah itu untuk review produk, jalan-jalan hingga video liputan. 

Tak hanya itu, untuk urusan blog, kadang kita juga menginstal banyak aplikasi yang menunjang pekerjaan kita. Pasti bete kan ya kalau sebentar-sebentar harus hapus aplikasi karena memorinya kepenuhan. Nah, Huwaei Nova 3i hadir dengan storage 128 GB yang insyaAllah cukup banget buat menginstal banyak aplikasi dan menyimpan berbagai file yang kita miliki.

Dilengkapi dengan GPU Turbo untuk kemampuan gaming
Bagi penggemar game online, pasti mupeng banget nih dengan GPU Turbo yang dimiliki Huwaei 3i ini. Selain itu, Huwaei Nova 3i juga dilengkapi sistem operasi Android 8.0 dan  chipset Kirin 710 berteknologi 12 nm, yang memberikan hasil responsif yang halus, fitur foto AI dan pengalaman bermain yang imersif di Ponsel Android dengan ISP independen dan DSP. Untuk baterainya sendiri, Huwaei Nova 3i ini memiliki kapasitas baterai 3.340 mAh yang pastinya cukup tangguh dipakai seharian. 

Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkannya, pastinya saya berharap banget nih bisa memiliki ponsel terbaru Huwaei yang satu ini. Ponsel ini pastinya akan sangat membantu saya dalam menjalankan aktivitas sebagai tukang ledeng dan blogger dengan berbagai ide di kepala. Doakan saya bisa memilikinya ya, teman-teman. 

#HuaweiNova3i_ID #ChooseTheBest

Tulisan ini diikutsertakan dalam Huawei Nova 3i Blog Competition by Koh Huang

Wednesday, September 26, 2018

5 Alasan Orang Tidak Berkomentar di Blog Kita

September 26, 2018 61


Dalam dunia blog, kita mengenal yang namanya blogwalking. Blogwalking ini merupakan aktivitas mengunjungi sebuah blog untuk membaca postingannya. Zaman saya masih ngeblog di Multiply dulu, blogwalking ini merupakan kegiatan yang sangat seru karena biasanya komentarnya saling berbalas. Ini disebabkan sistem Multiply yang memberikan notifikasi untuk setiap balasan yang masuk di postingan tersebut. Sisi positifnya, ikatan pertemanan di Multiply bisa dibilang sangat akrab satu sama lainnya. 

Blogwalking sendiri memiliki cukup banyak manfaat. Pertama, membuat kita mendapat informasi baru dari postingan yang kita baca, entah itu dari review produk, catatan perjalanan, hingga pengalaman si penulis. Selain itu, blogwalking juga bisa menambah jaringan pertemanan kita di dunia maya. Nah, jika dikaitkan dengan dunia blog sendiri, blogwalking bisa meningkatkan nilai dari blog kita sendiri yang kerap kita sebut dengan Domain Authority (DA). Caranya cukup dengan menanamkan alamat blog kota di kolom komentar yang ada di blog yang kita kunjungi. Trus, apakah blogwalking juga bisa mendatangkan traffic? Bisa juga kalau blog yang kita kunjungi berkunjung balik.

Nah, satu hal yang perlu diketahui, blogwalking nyatanya tak selalu berakhir dengan memberi komentar. Ada tipe-tipe pembaca blog yang doyannya baca doang tanpa meninggalkan jejak alias silent reader. Hal-hal berbau teknis juga bisa menjadi alasan seorang pembaca tidak berkomentar di blog kita. Lalu kira-kira apa saja ya alasan seseorang tidak memberikan komentar setelah mengunjungi sebuah blog? Berikut beberapa yang bisa saya sebutkan :

Baca juga : Ngeblog serius, Jadi Bebankah? 

1. Bingung mau berkomentar apa

Ini mungkin terdengar klise. Namun kadang saya sendiri juga cukup sering meninggalkan begitu saja sebuah blog karena karena bingung mau memberi komentar apa. Entah karena bahasan yang saya baca terlalu rumit atau sayanya yang memang lagi blank. Bahkan kadang kalau sebuah blog komentarnya sudah terlalu banyak saya juga bisa keder buat ngasih komentar. Selain itu, ada beberapa blogger yang tidak menyukai komentar semacam nice post atau terima kasih. Nah, kalau sudah begini ya mending nggak usah komentar, begitu mungkin yang ada di pikiran pengunjung. 


2. Blog yang dikunjungi tidak mobile friendly

Memiliki blog dengan template yang mobile friendly bisa dibilang hal yang wajib di masa sekarang. Ini karena rata-rata pembaca blog sekarang mengakses blog lewat ponsel mereka masing-masing. Jujur saja, kalau blog yang dikunjungi ternyata tidak responsive dan mobile friendly, saya bisa langsung balik kanan karena malas baca tulisan yang kecil-kecil. Kecuali jika blog tersebut diikutkan dalam sharing list sebuah grup barulah saya akan benar-benar membacanya.

3. Lelah dengan captcha yang menyebalkan 

Bagi mereka yang mengunjungi blog dengan platform blogspot pasti pernah merasakan ini. Sudah nulis komentar panjang kali lebar, eh pas giliran mau publish ketemu Captcha untuk membuktikan kalau pengunjung bukanlah robot. Kalau ngekliknya sekali sih nggak masalah. Lah ini kadang sampai harus klik berkali-kali. Mulai dari gambar jembatan, mobil, mobil dan berbagai gambar lainnya yang harus diklik. Kalau sudah begini rasanya ingin langsung nutup artikelnya. Heu.


4. Tidak ada kolom komentar di bawah postingan

Perihal teknis lain yang bisa membuat pengunjung tidak meninggalkan komentar di blog seseorang adalah tidak adanya kolom komentar. Ini mungkin terjadi karena ada kesalahan pada css template yang digunakan. Untuk menyiasatinya sih seharusnya pemilik blog mencari cara agar kolom komentar tersebut bisa muncul lagi dengan menambahkan kode-kode tertentu. 

5. Terdistraksi kegiatan lain

Ini berlaku bagi mereka yang suka melakukan kegiatan multitasking. Saya, misalnya. Kadang sambil mengerjakan tugas kantor saya juga blogwalking. Nah, kadang setelah postingannya diklik eh saya malah nggak sempat baca karena sibuk dengan kerjaan. Tahu-tahu hari sudah sore dan saya harus pulang. Jadilah blog tersebut ditutup tanpa sempat dibaca apalagi dikomentari.

Itu dia 5 alasan kenapa orang tidak berkomentar di blog kita versi saya. Teman-teman mungkin ada yang bisa menambahkan?

Friday, September 21, 2018

Inilah Hotel Bintang 5 di Jakarta yang Direkomendasikan Terbaik Serta Exclusive

September 21, 2018 50




Jakarta merupakan salah satu ibukota terpadat yang mempunyai aktivitas banyak setiap harinya, bahkan bisa dikatakan ini merupakan kota yang tidak pernah tidur. Kemacetan setiap hari sudah menjadi makanan yang sangat biasa sekali. Meskipun demikian masih banyak sekali masyarakat yang mempunyai keinginan pergi ke Jakarta hanya untuk berlibur atau melakukan bisnis, termasuk saya pastinya. Nah, supaya kenyamanan kita selama berada di Jakarta tidak terganggu lebih baik memilih penginapan yang tepat. Ya, deretan nama hotel bintang 5 di Jakarta bisa menjadi pilihan terbaik untuk teman-teman.

Senyaman-nyamannya berada di Jakarta tetap nyaman berada diluar Jakarta yang tidak terlalu semrawut dengan kegiatan ataupun aktivitas lalu lintas setiap harinya. Tetapi rupanya kenyamanan berada di Ibukota masih tetap bisa dirasakan dengan memilih penginapan yang terbaik. Maksudnya terbaik disini adalah dari segi lokasi yang tentu strategis, fasilitas yang lengkap jadi bisa melakukan apa saja dalam hotel, makanan yang terbaik dan harga yang sesuai dengan kantong. Semuanya itu bisa kita dapatkan pada hotel standar bintang 5.

Tidak perlu bingung mencari hotel di Jakarta ketika liburan ataupun berbisnis karena kita akan dimudahkan dengan adanya situs booking hotel. Dengan adanya tren tersebut kita bisa langsung memilih penginapan seperti apa yang diinginkan sesuai dengan selera. Berikut ini ada beberapa rekomendasi hotel terbaik dengan fasilitas yang lengkap serta kemewahan, seperti:


1. Sunlake Hotel

Gambar : Sunlakehotel.com

Mempunyai lokasi yang ada di Jakarta Utara jenis hotel ini memang memberikan sajian fasilitas yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Mulai dari café, wifi, pelayanan hingga 24 jam, kolam renang, spa dan masih banyak lagi lainnya. Meskipun begitu teman-teman tidak perlu khawatir karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau sekali, mulai dari 500 ribuan saja.

2. Aryaduta Semanggi

Gambar : aryaduta.com

Jika teman-teman ingin menginap atau melakukan aktivitas sekitaran Jakarta Selatan bisa memilih penginapan yang satu ini. Direkomendasikannya hotel ini bukan tanpa alasan yang jelas, karena banyak sekali fasilitas yang ditawarkan. Tidak jarang hotel bintang 5 di Jakarta ini digunakan untuk beberapa acara. Harga yang ditawarkan untuk setiap malamnya memang masih standar yaitu mulai 1 jutaan.

 

3.    The Park Lane

Booking.com
Pilihan lain untuk mereka yang beraktivitas di Jakarta Selatan yaitu The Park Lane yang merupakan salah satu hotel terbaik Jakarta. Mempunyai berbagai fasilitas yang tentunya bisa memanjakan Anda sebagai pengunjung. Untuk harga yang ditawarkan sendiri cukup terjangkau yaitu mulai dari 1 jutaan rupiah.

4. Hotel Indonesia

 
Booking.com

Ini merupakan salah satu hotel yang cukup tua di Jakarta dengan beberapa fasilitas yang ditawarkan. Jika dibandingkan dengan yang sebelumnya memang hotel ini memberikan sajian yang lebih lengkap. Namun untuk harga yang ditawarkan memang tidak sembarangan, sedikit lebih tinggi dari pada yang sebelumnya.

5. Fraser Place

Gambar : setiabudi-jakarta.frasershospitality.com

 

Bagi teman-teman yang belum mendapatkan hotel nyaman di daerah Jakarta Selatan bisa memilih yang satu ini. Beberapa orang penting pernah melakukan kunjungi ke Jakarta dan menginap pada hotel berbintang 5 ini.

Itulah sedikit rekomendasi dari banyaknya hotel yang ada di Jakarta dan mempunyai standar bintang 5. Untuk mendapatkan informasi lebih lagi mengenai apa saja hotel bintang 5 di Jakarta yang direkomendasikan, teman-teman bisa buka melalui situs booking hotel online atau travel blog. Disana ada banyak sekali pilihan yang bisa disesuaikan dengan keinginan atau selera. Untuk harganya sendiri juga selalu up to date sesuai dengan kenyataannya.

Thursday, September 20, 2018

[Review] Aplikasi Blogger Pro untuk Ngeblog

September 20, 2018 72
Sebagai seorang blogger, sudah pastinya saya memiliki beberapa aplikasi di ponsel yang digunakan untuk menunjang kegiatan ngeblog saya. Entah itu aplikasi edit foto, penyimpan ide, hingga aplikasi ngeblog itu sendiri. Ya, jika beberapa blogger dengan platform blogspot merasa nyaman dengan membuat draft postingan lewat browser di ponsel, saya memilih menggunakan aplikasi.

Selama ini, saya menggunakan aplikasi Blogit! untuk menyimpan berbagai draft tulisan di ponsel saya. Aplikasi ini bagi saya sangat membantu karena selain bisa memposting tulisan saya juga bisa membalas komentar yang masuk tanpa harus membuka postingan tersebut.

Sayangnya, beberapa waktu terakhir aplikasi Blogit! yang saya gunakan mulai bermasalah. Loading-nya lambat sekali dan sering tertutup sendiri. Saya coba mengupdate aplikasi dengan yang versi terbaru. Sayangnya versi terbarunya memiliki masalah terkait sinkronisasi tulisan. Karena malas dengan urusan sinkronisasi ini, akhirnya saya putuskan mencari aplikasi baru untuk aktivitas ngeblog saya. 

Di playstore sendiri ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk ngeblog. Yang pertama tentu saja aplikasi Blogger yang sayangnya sangat jelek. Lalu ada Blogit!, Blogger Pro dan Blogaway. Keempat aplikasi yang saya sebutkan di atas merupakan aplikasi untuk blog dengan platform Blogspot. Kalau Wordpress mah sudah lengkap dengan aplikasi bawaannya. He.


Aplikasi Blogger Pro

Setelah uji coba berkali-kali, akhirnya saya putuskan menggunakan aplikasi Blogger Pro untuk menggantikan aplikasi Blogit! yang biasa saya gunakan. Aplikasi Blogger Pro ini dirilis oleh Carlos Ferreira dengan dominasi warna orange pada aplikasinya. 





Jika dibandingkan dengan aplikasi Blogit!, aplikasi Blogger Pro termasuk yang cukup rajin melakukan update terhadap aplikasinya. Menunya sendiri juga lebih lengkap mulai dari posting, halaman, statistik, hingga komentar. Selain itu, bagi yang memiliki beberapa blog juga bisa memilih blog mana yang ingin diisi kontennya lewat fitur beralih blog.


Fitur yang ada di aplikasi Blogger Pro


Tanpilan postingan di aplikasi Blogger Pro

Untuk pilihan posting tulisan sendiri, aplikasi Blogger Pro ini bisa terbilang memiliki fitur yang cukup lengkap. Di fitur ini kita bisa memasukkan gambar ke draft tulisan, memilih jenis tulisan yang ingin digunakan, membuat kutipan, hingga memasukkan link dan edit html. Bahkan untuk versi berbayarnya, ada juga fitur heading yang bisa membantu kita dalam membuat subheading tulisan. Selain itu, kita juga bisa menambahkan label serta membuat postingan terjadwal di menu pengaturan yang tersembunyi di balik simbol titik tiga di samping kanan atas.



Fitur pada postingan

Nah, sayangnya nih, untuk fitur komentar yang disediakan hanya bisa menampilkan komentar yang masuk saja entah itu yang dimoderasi atau tidak. Padahal saya berharap di fitur ini saya bisa membalas komentar yang masuk seperti di aplikasi Blogit!. Tambahan lagi, entah karena komentarnya yang terlalu banyak, fitur komentar yang ada di aplikasi ini malah tidak berhasil memunculkan komentar yang masuk ke blog saya. Kekurangan lainnya, ukuran hurufnya kadang bisa berubah sendiri jadi harus cek ricek lagi sebelum publish tulisan. 

Setelah menggunakan selama beberapa minggu, bisa dibilang saya cukup puas dengan aplikasi Blogger Pro ini. Terlepas dari kekurangannya, aplikasi ini tidak berat dan fiturnya cukup lengkap untuk bisa menghasilkan sebuah postingan. Harapan saya sih ke depannya fitur komentar yang ada di aplikasi ini bisa disempurnakan lagi. 

Itulah dia review singkat saya terkait aplikasi blog yang saya gunakan. Semoga bermanfaat buat semua :)

Wednesday, September 19, 2018

Matras Airtrack untuk Senam di Rumah

September 19, 2018 47

Matras Airtrack untuk Senam di Rumah

Setelah melahirkan Yumna akhir 2016 lalu, saya sempat dibuat bahagia dengan berat badan yang miliki. Bagaimana tidak? Saat itu berat badan saya turun 5 kilo dari sebelum hamil dan stabil selama berbulan-bulan. Dalam pikiran saya, faktor menyusui dan begadang pastinya menjadi penyebab utama turunnya berat badan ini. Di masa itu, saya bisa bebas makan sebanyak-banyaknya tanpa takut gemuk.

Namun memasuki usia Yumna yang pertama, perubahan mulai terjadi. Baju yang dulu longgar pelan tapi pasti mulai terasa sesak. Perut yang dulu terasa mengecil mulai membesar lagi. Apakah saya hamil lagi? Tidak. Berat badan sayalah yang meningkat secara perlahan. Hanya dalam waktu sekian bulan tubuh yang dulunya langsing mulai gemuk lagi. Duh, nyesek banget rasanya. Rupanya menyusui tak lagi membuat saya kurus. Atau bisa juga karena saya tak lagi melanjutkan KB suntik yang pernah saya lakukan selama 6 bulan.

Dengan berat badan yang semakin meningkat ini muncullah niat saya untuk melakukan diet dan olahraga. Dulu nih waktu masih saya masih belum punya anak cukup rajin mengikuti senam yang diadakan kantor seusai jam kerja. Nah, berhubung sekarang saya sudah punya anak, sepertinya pilihan saya adalah olahraga di rumah saja dengan fasilitas yang ada.

Baca juga : Pola Diet Sehat Untuk Wanita Berusia 30 Tahun

Melakukan olahraga di rumah sendiri sebenarnya bukan perkara sulit. Saya bisa lompat tali di pagi hari, melakukan pose plank yang kelihatannya gampang tapi bikin keringat seember, atau bisa juga mengikuti senam aerobik dengan panduan video youtube kesayangan. Saat ini juga cukup banyak video olahraga di youtube. Bahkan ada juga video olahraga ibu bersama bayinya yang kelihatannya sih menyenangkan. Yang saya perlukan cuma tekad dan disiplin yang kuat dalam menjalani olahraga di rumah ini. Hehe.



Matras Airtrack untuk  senam di rumah

Bicara tentang olahraga yang bisa dilakukan di rumah, selain olahraga yang saya sebutkan di atas ternyata ada lagi nih olahraga yang bisa kita lakukan di rumah, yakni gymnastic atau senam. Gymnastic sendiri berasal dari bahasa Yunani "Gymnos"  yang berarti "berpakaian minim atau telanjang". Nah dalam masa Yunani kuno, senam ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan.

Olahraga senam ini sendiri tak hanya bisa dilakukan orang dewasa, namun juga untuk anak-anak. Pas banget deh buat saya yang memiliki balita berusia 1,5 tahun. Untuk melakukan olahraga senam, tentunya kita memerlukan matras yang akan menjadi alas tubuh kita saat melakukan gerakan berguling atau salto.

Nah, bicara soal matras untuk senam ini, sekarang ada juga yang namanya matras airtrack gymnastic yang bisa digunakan untuk olahraga senam lantai. Matras airtrack ini bentuknya seperti kasur tiup dengan ketebalan 10 cm, 20 cm dan 30 cm dan panjang rata-rata 4 m. Dengan menggunakan matras ini, tentunya akan sangat memudahkan saat kita akan melakukan gerakan salto atau berguling. Tak hanya itu, matras airtrack mat ini juga bisa jadi tempat bermain yang menyenangkan untuk anak-anak.

Baca juga : Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajarkan Anak Mengendarai Motor



Bagi anak-anak sendiri, olahraga senam juga memiliki banyak manfaat yakni:
  • Mengembangkan kemampuan motorik 
  • Melatih keseimbangn dan koordinasi tubuh
  • Meningkatkan kekuatan anak
  • Mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke saat dewasa
  • Melatih ingatan.
Wah kalau sudah begini, saya jadi semangat mengajak anak ikut serta berolahraga di rumah nanti. Anak saya bisa loncat-loncat sementara saya mungkin melakukan beberapa gerakan senam dari youtube. Tinggal siapin matrasnya aja nih kayaknya :)


Monday, September 10, 2018

#FBBKolaborasi : Membaca di Era Digital

September 10, 2018 65

Membaca di Era Digital

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi bazaar buku murah yang diadakan di depan salah satu dinas di kota saya. Saat itu sore hari, sekitar pukul 4. Hanya ada saya, anak saya, 2 orang gadis yang mungkin sedang mengerjakan tugas, seorang tukang parkir, dan 2 penjaga stand. Sementara itu, buku-buku begitu banyak bertumpuk seolah memanggil-manggil saya untuk membelinya.

Saya melihat beberapa buku. Ah, kayaknya nggak bakalan dibaca, kata saya akhirnya setelah menimbang-nimbang. Saya ingat beberapa waktu terakhir saya mulai tak produktif lagi dalam hal membaca. Banyak buku sudah dibeli tergeletak begitu saja di rak entah karena tak sempat dibaca atau ternyata tak sesuai ekspektasi saya. Lagipula saat itu kondisi saya sedang tidak senggang untuk memilih sekian dari ratusan buku yang ada. Saat saya sibuk memilih buku, anak saya juga sibuk berlari-larian di halaman dinas tersebut.Tak fokuslah pastinya saya.

Akhirnya saya putuskan membeli beberapa buku untuk anak saya. Buku impor seharga 5000 rupiah satu bukunya. Saat akan membayar, saya bertanya kepada penjaga stand, kapan bazaar buku akan berakhir. "Masih lama, Bu. Sampai akhir September," jawabnya. Oke, semoga tanggal itu saya bisa ke sana lagi dan masih ada uang untuk membeli buku lagi, kata saya dalam hati.

Baca juga : 10 Kunci Agar Hidup Lebih Bahagia

Ketika tak produktif lagi membaca


Sejak kecil saya sudah hobi membaca. Hobi yang umum sekali sebenarnya. Masa itu, saya cukup beruntung bisaberlangganan majalah Bobo untuk memuaskan keinginan membaca. Saya juga cukup sering mengunjungi perpustakaan sekolah untuk mendapatkan aneka buku bacaan. Bahkan saat kuliah, saya sempat bekerja sampingan di sebuah rental buku. Sebuah pekerjaan yang menyenangkan karena selain bisa dapat uang tambahan saya juga bisa membaca banyak buku dan komik secara gratis. 

Setelah bekerja, saya mulai rajin mengoleksi buku. Bacaan saya sendiri sejujurnya tak jauh-jauh dari kisah romance, young adult dan sesekali fiksi sejarah. Itu adalah 3 genre yang paling saya suka hingga sekarang. Selain itu, belakangan saya juga mulai membaca buku bertema travelling yang pastinya membuat saya mupeng pengen jalan-jalan.

Sayangnya seperti yang saya tulis di atas, saat ini produktivitas membaca saya semakin menurun. Buku-buku yang saya beli teronggok begitu saja di rak menanti saatnya dibaca. Kebanyakan sih buku yang saya beli saat bazar atau buku diskon yang kadang penampilannya sudah kusam namun temanya saya suka. Sadar akan hal ini, saya akhirnya memutuskan untuk tak lagi membeli buku secara impulsif hanya karena harganya murah. Saya ingin membeli buku yang benar-benar saya baca. Atau untuk sekarang, buku untuk anak saya.


Tetap membaca meski tanpa buku


Berbagai aplikasi membaca di playstore


Memiliki hobi membaca namun tak memiliki koleksi buku memang agak hambar, ya kedengarannya. Namun nyatanya seiring dengan perkembangan jaman, tak sulit lagi bagi kita untuk bisa tetap membaca tanpa harus memiliki buku. Sejak beberapa tahun terakhir, bermunculan perangkat yang membuat kita bisa tetap membaca meski tanpa buku. Mulai dari ebook reader hingga sekarang berupa aplikasi membaca yang bisa diunduh gratis di playstore seperti. Tinggal pilih mau yang bukunya gratis atau berbayar. Saya sendiri memilih aplikasi Perpustakaan Digital sebagai sarana untuk tetap bisa membaca buku. 


Baca juga : 6 Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga

Nah, beberapa keuntungan yang bisa saya dapat dari membaca lewat Perpustakaan Digital ini antara lain:

Praktis, hanya dengan 1 perangkat untuk berbagai bacaan

Yup. Hanya dengan modal ponsel saya bisa membaca berbagai macam genre bacaan. Ipusnas, misalnya. Perpustakaan digital yang satu ini memiliki koleksi bacaan fiksi yang cukup lengkap. Mulai dari novel tahun 80-an milik Mira W hingga novel Tere Liye bisa didapatkan di sini. Stok yang disediakan juga biasanya cukup banyak jadi saya tak perlu takut ke kehabisan. Bagi penganut metode Konmari, membaca dengan perangkat ini juga sepertinya cocok diterapkan untuk mengurangi tumpukan barang di rumah. He. 

Minim biaya

Untuk saya yang termasuk golongan Mak Irit, adanya perpustakaan digital sangat membantu dalam menghemat pengeluaran. Hanya dengan modal kuota, saya bisa membaca sekian buku yang kalau dibeli fisiknya mungkin menghabiskan ratusan ribu. Untuk masalah royalti, saya juga tak perlu risau karena dalam sistem perpustakaan digital, buku yang disediakan merupakan versi ebook yang sudah dibeli oleh perpustakaan digital sehingga penulis tetap dapat royaltinya. 

Di luar beberapa keuntungan yang dimiliki, membaca dengan perangkat digital tentunya masih memiliki kekurangan. Kekurangan terbesarnya pasti terletak pada buku yang tidak bisa dikoleksi. Bagi mereka yang benar-benar mencintai buku dan wangi kertasnya, hal ini pastinya mengurangi kenikmatan saat membaca. Tak hanya itu, tanpa adanya bentuk fisik, kita mungkin akan kesulitan memberikan literatur untuk anak-anak kita nanti. Karena itulah tetap perlu bagi kita untuk memiliki buku-buku dalam bentuk fisik di tengah serangan era digital ini. 

Bulan September sendiri di Indonesia dicanangkan sebagai bulan Gemar Membaca. Tak hanya itu, di bulan ini juga ada 2 peringatan yang berkaitan dengan buku yakni Hari Kunjungan Perpustakaan dan Hari Literasi Internasional. Untuk memperingati hal ini, komunitas Female Blogger Banjarmasin mengadakan FBBKolaborasi dengan tema Hari Gemar Membaca. FBBKolaborasi ini sendiri merupakan kegiatan menulis bareng yang rutin diadakan setiap bulan oleh komunitas Female Bloggerof Banjarmasin.

Saturday, September 8, 2018

[Review] Wiro Sableng, Apakah Benar-Benar Sableng?

September 08, 2018 56


[Review] Wiro Sableng
sumber : cgv.id

Wiro Sableng merupakan salah satu serial televisi yang mewarnai kenangan masa kecil dan remaja saya. Saat itu, setiap hari Mimggu saya menyempatkan diri menonton serial ini di stasiun rajawali waktu tepat pukul 12 siang. Meski saat itu efek yang diberikan masih ala kadarnya dan ceritanya mungkin biasa disebut, namun sosok Kenken selaku pemeran Wiro Sableng cukup melekat di kepala. Sayang setelah sekian puluh episode, serial ini menghilang begitu saja tanpa saya tahu bagaimana kelanjutannya.

Belasan tahun kemudian, terdengar kabar kalau Wiro Sableng akan difilmkan. Tak tanggung-tanggung, yang akan menjadi pemerannya adalah putra sang penulis sendiri, yakni Vino G. Bastian. Tak hanya itu, film ini juga diproduksi oleh 20 Century Fox yang pastinya namanya sudah tak asing lagi bagi para penikmat film. Filmnya sendiri sudah tayang sejak akhir Agustus lalu dan saya menyempatkan diri menontonnya. Berikut adalah sedikit review saya akan film Wiro Sableng.

Baca juga : [Review] Si Doel The Movie 







Sinopsis Cerita


Kisah Wiro Sableng sendiri dimulai dari penyerangan sebuah desa oleh sekelompok penjahat. Salah satu penjahat kemudian mendatangi rumah keluarga Ranaweleng dan berniat membunuh keluarga tersebut. Beruntung, putra mereka yang bernama Wira berhasil diselamatkan oleh seorang nenek yang kemudian dikenal dengan nama Sinto Gendeng.

Tujuh belas tahun berlalu, Wira tumbuh menjadi pemuda dengan kemampuan silat yang cukup mumpuni. Ia kini dikenal dengan nama Wiro Sableng dan berhasil mewarisi kapak geni 212 milik sang guru. Setelah menurunkan seluruh ilmunya pada Wiro, Sinto Gendeng memerintahkan Wiro untuk turun gunung untuk menangkap mantan muridnya yang bernama Surayali atau yang kini dikenal dengan nama Mahesa Birawa.

Dalam perjalanannya mencari Mahesa Birawa, Wiro bertemu dengan Anggini dan Bujang Gila Tapak Sakti saat akan menyelamatkan pangeran dan adik raja Kamandaka dari serangan anak buah Mahesa Birawa. Ketiganya kemudian bahu-membahu membantu Raja Kamandaka menggagalkan penggulingan kerajaan oleh Mahesa Birawa dan komplotannya.

Kesan setelah menonton film Wiro Sableng


Beberapa kesan yang bisa saya tuliskan setelah menonton film Wiro Sableng antara lain:

Pemeran pendukungnya diisi aktor-aktor mumpuni

Selain menampilkan Vino Bastian, Sherina dan Fariz Alfarizi sebagai trio, film Wiro Sableng ini bisa dibilang dihiasi aktor papan atas di bagian pemeran pendukungnya. Sebut saja Dwi Sasono, Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, hingga Marcella Zalianty. Akting para aktor ini tentunya tak perlu diragukan lagi dong yaa. Kalaupun ada yang kurang mungkin cuma  kehadiran Reza Rahadian. Hihi. 


Filmnya cukup menghibur

Seperti yang diketahui, karakter Wiro Sableng ini digambarkan sebagai sosok yang lucu. Nah, untuk versi filmnya sendiri, bisa cukup menghibur dengan beberapa adegan komedi entah itu lewat adu mulut ataupun gerakan. Aksi-aksi pertarungan yang ditampilkan juga terbilang keren. 

Nah kalau untuk plot cerita sendiri saya sempat kecele mengira filmnya akan dipotong di tengah-tengah mengingat rasanya sudah cukup lama saya duduk di bioskop. Namun ternyata ada semacam masa tenang begitu untuk kemudian berlanjut ke adegan klimaks. 

Vino cukup berhasil membawakan sosok Wiro Sableng tapi masih kalah sama image Ken Ken yang lebih dulu menjadi Wiro Sableng

Sebagai tokoh sentral dalam film ini, tentunya semua orang akan menyoroti akting Vino dalam memerankan karakter Wiro Sableng. Nah, kalau di mata saya sendiri, meski aktingnya terbilang oke, entah kenapa saya merasa sosok Ken Ken lebih nempel di kepala ketimbang Vino. Maaf ya, bang Vino. 

Munculnya sosok Kenken si Wiro Sableng versi televisi

Bagi yang pernah menyaksikan versi serialnya, pastinya akan menantikan kapankah Ken Ken selaku pemeran Wiro Sableng versi TV akan muncul di film ini. Well, sebenarnya di trailer sudah diperlihatkan sih adegannya, tapi tetap saja saat menontonnya terasa lucu dan membawa nostalgia. Apalagi dengan latar soundtrack yang mengiringi adegan tersebut. 

Dialognya kekinian

Sebagai sebuah cerita dengan latar belakang tahun 1600-an, biasanya kita akan mendengar kata seperti "kisanak" atau "setan alas". Namun sepertinya untuk Wiro Sableng pihak penulis skenario memilih untuk menyesuaikan zaman dengan menggunakan dialog kekinian. Bahkan ada fraza macam Syahrini dan blusukan dalam film ini. Bagi sebagian orang ini mungkin tak masalah, tapi kalau untuk saya sih agak aneh saja mendengarnya. Heu. 

Sosok-sosok antagonis yang membuat penasaran

Kalau dihitung-hitung, dalam film Wiro Sableng ini ada sekitar 10 tokoh yang berperan sebagai penjahat alias antagonis. Nah, dari semua tokoh antagonis ini, ada 2 sosok yang sempat membuat saya penasaran, yakni penjahat dengan rambut panjang terurai dan satu lagi penjahat dengan jubah yang menutupi wajahnya. 

Belakangan akhirnya saya ketahui kalau penjahat dengan rambut panjang adalah Pendekar Pemetik Bunga yang diperankan oleh Hanata Rue, sedangkan penjahat dengan jubah tertutup merupakan sosok yang akan muncul di seri Wiro Sableng selanjutnya dan pastinya diperankan oleh salah satu aktor terbaik kita. 

Itulah dia review singkat saya akan film Wiro Sableng. Semoga bermanfaat buat semua :) 

Tuesday, September 4, 2018

6 Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga

September 04, 2018 80



Sewaktu pertama kali bekerja di kantor yang sekarang, saya sempat dibuat kaget. Apa pasal? Gaji yang saya terima ternyata nyaris tak mencukupi kebutuhan hidup sebulan. Padahal, meski masih berstatus honor gaji saya tak jauh berbeda dengan gaji di kantor lama. Nah, dengan gaji yang kurang lebih sama tersebut, saya malah merasa keteteran mengatur keuangan sebulan. Boro-boro buat menabung, baru pertengahan bulan saja uang saya sudah menipis. Sementara seingat saya dulu dengan gaji yang sama di kantor lama saya cukup bisa bersenang-senang setiap bulannya dengan berbelanja baju baru.

Usut punya usut, urusan perutlah yang lumayan berpengaruh pada pengeluaran saya kala itu. Namanya bekerja di perusahaan yang cukup besar, rupanya ada perubahan gaya hidup yang saya alami. Saya mulai mengenal namanya nongkrong dan mencicipi makan siang di mall. Hal yang jarang sekali saya lakukan di kantor lama mengingat makan siang kami sudah disiapkan kantor. Setelah dihitung, ternyata biaya makan ini lumayan besar setiap bulannya. Menyadari hal ini, akhirnya saya pun mulai lebih bijak dalam memilih tempat makan demi agar uang gaji tak menguap begitu saja.

Setelah menikah, tugas saya bertambah. Tak hanya mengelola gaji untuk diri sendiri, saya juga menjadi pengelola keuangan keluarga. Seperti kata mbak Nurul Fitri dalam tulisannya untuk KEBloggingCollab, kunci keuangan keluarga yang sehat itu ada pada sosok perempuan. Nah, dalam urusan keuangan keluarga ini, suami memberikan saya uang saku setiap bulannya pada saya. Uang saku ini kemudian saya gabung gaji saya sendiri setelah dipotong berbagai kewajiban untuk kemudian digunakan secara bijaksana. 

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Tua


Dalam hal mengelola keuangan keluarga ini, saya sendiri sebenarnya masih banyak sekali kurangnya. Masih tambal sana sini lah intinya. Namun pada intinya, selama ini saya menerapkan beberapa prinsip yang saya dapat dari membaca tulisan berbagai pakar finansial. Beberapa prinsip yang saya gunakan dalam mengelola keuangan bulanan antara lain:

Membayar segala tagihan dan kewajiban di awal bulan 

Seperti yang kerap dikatakan para pakar finansial, hal pertama yang saya lakukan setelah menerima gaji adalah membayar aneka tagihan dan kewajiban. Mulai dari listrik, air, telepon, termasuk juga membayar beberapa cicilan dan sedekah atau zakat. Dengan membayar tagihan di awal bulan ini tentunya akan menghindarkan kita dari risiko kena denda dan tertumpuknya tagihan karena uangnya terpakai untuk keperluan lain.

Disiplin menabung

Menabung masih menjadi andalan saya dalam hal mengamankan gaji yang didapat. Nah, agar bisa lebih disiplin dalam hal menabung ini, saya mengikuti arisan para ibu di kantor. Dengan ikut arisan ini saya dipaksa untuk menyisihkan uang dalam jumlah tertentu setiap bulannya tanpa ada alasan. Saya sendiri memiliki beberapa rekening yang memiliki fungsinya masing-masing. Satu rekening pribadi, lalu ada rekening yang rencananya untuk dana sekolah anak saya dan satu lagi rekening yang saya khususkan untuk belanja keluarga. 

Nah uang yang berhasil dikumpulkan dari arisan ini biasanya saya bagi ke rekening-rekening tersebut dan sebagian dibelanjakan untuk investasi atau memenuhi beberapa keperluan rumah tangga yang perlu biaya besar. Adapun untuk bonus kantor atau uang yang saya dapatkan dari blog, beberapa saya sisihkan ke tabungan pribadi dan kadang juga digunakan untuk keperluan keluarga.

Mencatat Pengeluaran Harian

Perihal mencatat pengeluaran harian ini sebenarnya baru saya lakukan awal tahun ini. Dulunya, saya selalu kebingungan dengan besarnya pengeluaran yang saya lakukan entah itu untuk makan atau keperluan bayi. Nah sejak rutin melakukan pencatatan ini saya jadi tahu berapa uang yang saya habiskan untuk belanja pribadi, untuk keperluan anak juga rumah tangga setiap bulannya. Ke depannya sih saya harap hal ini bisa menjadi parameter saya dalam membagi pos-pos pengeluaran bulanan.

Tidak Mudah Tergoda Saat Berbelanja

Menahan diri saat berbelanja bisa dibilang salah satu cara saya mengontrol agar pengeluaran bulanan tidak kebablasan. Tidak mudah sih sebenarnya. Mau itu belanja di pasar atau online, ada saja godaan untuk belanja di luar anggaran. Kadang nih saat saya belanja sayur di pasar, pulangnya bisa nambah baju buat anak. Atau kalau mampir ke toko kosmetik ada saja barang yang ingin dibeli. Hehe. Nah, agar tidak kebablasan, saya biasanya menetapkan batasan berapa maksimal uang yang harus dikeluarkan saat berbelanja keperluan di luar keperluan rutin. 

Baca juga : Perubahan Setelah Pindah Rumah


Menghindari Hutang/Kredit

Selain tak mudah tergoda dalam berbelanja, saya juga berusaha keras menghindari belanja dengan cara kredit atau berhutang. Memang sih saat belanja dengan cash itu berasa banget hilang uangnya tapi belakangnya kita jadi tenang karena tidak memikirkan tagihan. Lalu, kalau ada barang mahal yang pengen dibeli gimana? Biasanya saya akan menggunakan uang tabungan atau bonus dari kantor untuk membeli barang-barang mahal ini.

Investasi

Selain menabung, cara lain untuk menyimpan uang yang kita miliki adalah dengan cara investasi. Sekarang ini sih pakar keuangan lebih banyak menganjurkan sebagai bentuk persiapan dana masa depan kita. Ini karena investasi dinilai lebih banyak menghasilkan keuntungan karena sifatnya yang tumbuh. Investasi ini bisa berupa reksadana, main saham, atau berupa barang seperti rumah, tanah atau perhiasan. Saya sendiri baru mulai berinvestasi beberapa tahun terakhir. Telat banget ya kayaknya. Investasi-nya juga masih berupa emas dan nyicil beli tanah. Heu. Ada niat mau ikut reksadana tapi entah kapan terealisasi. 

Itulah dia 6 hal yang saya lakukan dalam mengelola keuangan keluarga. Semoga bermanfaat :)