Pengalaman Menggunakan Nipple Shield

Bisa memberi ASI langsung kepada buah hati sudah menjadi cita-cita saya sejak dulu. Ini mungkin karena saya beserta kedua adik berhasil diberi ASI hingga 2 tahun oleh ibu kami. Jadi ya ceritanya nggak mau kalah sama ibu. Sayangnya ternyata setelah melahirkan baru saya tahu kalau memberi ASI itu tidak semudah yang dikira. Layaknya ibu-ibu lain, saya pun sempat mengalami drama dalam pemberian ASI ini. Drama yang saya hadapi tersebut bernama puting datar.

"Waktu hamil kemarin nggak ditarik-tarik ya putingnya?" Tanya beberapa orang saat saya bercerita tentang kondisi payudara saya. Saat itu saya sedang berusaha mencari solusi untuk bisa segera memberi ASI kepada anak saya.

Saya hanya menggeleng. Selama hamil saya hanya berpegang teguh pada pedoman kalau bentuk puting tidak mempengaruhi pemberian ASI. Sekarang, kalau boleh jujur saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Karena, setelah tanya dan googling sana-sini, ternyata ibu-ibu yang memiliki puting datar atau tenggelam kebanyakan mengalami kesulitan dalam pemberian ASI. Ada yang berhasil dengan berbagai usaha, ada yang akhirnya memberikan ASIP pada anaknya, ada juga yang akhirnya memberikan susu formula pada anaknya. Jadi, mungkin seharusnya disebutkan saja kalau ada jenis puting yang perlu usaha ekstra dalam proses menyusuinya. Dengan begitu, ibu-ibu dengan puting datar bisa menyiapkan dirinya sebelum masa melahirkan nanti.

Saya sendiri tidak mau menyerah dengan keadaan dan berusaha mencari tahu cara agar bisa tetap memberikan ASI pada anak saya. Sumber informasi terdekat tentunya adik saya sendiri. Seperti saya, dia juga memiliki puting datar plus anaknya sempat minum ASI pakai dot di awal kelahirannya. Kondisi yang kemudian membuat dirinya sukses menjadi mama eping selama hampir setahun. Oke, ini bisa jadi pilihan, kata saya dalam hati saat itu. Namun kemudian setelah googling sana sini, saya mendapat sedikit pencerahan.

Cara paling utama agar ibu berputing datar bisa menyusui adalah dengan membuat si puting datar itu muncul. Caranya bisa dengan ditarik menggunakan nipple puller, rajin memompa dengan pompa ASI, atau juga menggunakan suntikan yang dipotong ujungnya. Selain itu, ada juga cara lain jika ibu ingin tetap menyusui anaknya meski memiliki puting datar, yakni dengan menggunakan media bernama nipple shield. Nipple shield ini pelindung puting yang digunakan bagi ibu yang putingnya lecet. Namun nipple shield ini juga bisa digunakan oleh ibu berputing datar.

Saya pun meminta suami membelikan nipple shield di toko bayi langganan kami. Sepulang kerja, suami menyerahkan nipple shield dari Pigeon yang dibelinya kurang lebih delapan puluh ribu rupiah. Saat membuka kotak, saya agak kaget dengan ukuran nipple shield tersebut. Berbahan membran isoprone, nipple shield Pigeon ini memiliki diameter bawah 7 cm, diameter puting 1,5 cm dan panjang puting 2 cm. Kalau kata saya sih ukuran puting ini agak terlalu panjang. Untuk menggunakannya, nipple shield tinggal dipasang di payudara ibu. Nah, karena ukuran si puting palsu ini lumayan panjang, saya sempat mengalami kesulitan untuk memasukkan nipple shield ini ke mulut anak saya. Yah, intinya tidak seperti video yang saya tonton di youtube.



Selama beberapa waktu, saya menyusui Yumna dengan menggunakan nipple shield ini. Agar lebih mudah, saya menyusui dengan gaya football hold. Tujuan saya menggunakan nipple shield ini sendiri semata agar anak saya tidak melulu menyusu dari botol yang mungkin akan membuat dia menolak payudara saya nantinya. Selain itu saya juga berharap penggunaan nipple shield ini bisa mempercepat munculnya puting saya selain dengan penggunaan pompa. Dari pemakaian selama kurang lebih satu bulan ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan terkait penggunaan nipple shield ini:
  • Agak repot. Hal ini karena selama digunakan, kita harus terus memegangi si nipple shield ini selama menyusui agar tidak lepas atau berubah posisi
  • Posisinya bisa berubah setelah terkena ASI dan kalau posisinya sudah berubah agak sulit untuk membetulkannya lagi karena nipple shield menjadi licin dan susah nempel di payudara
  • Bikin lecet. Ini kedengarannya ironis sekali, ya. Nipple shield kan seharusnya digunakan untuk melindungi puting ibu yang lecet. Eh, di saya malah bikin lecet. Ini mungkin karena anak saya pelekatannya belum benar dan adanya gesekan antara kulit dengan si nipple shield ini.
Setelah kurang lebih satu bulan, alhamdulillah saya sudah bisa menyusui langsung tanpa nipple shield. Kondisi puting yang lecet membuat saya akhirnya ngotot melepas nipple shield ini. Untungnya juga saat itu puting saya sudah mulai muncul. Meski di awal-awalnya anak saya sering ngamuk karena mulutnya susah nempel di aerola, namun pelan tapi pasti akhirnya kami bisa bekerja sama. Jadi, kalau ditanya apakah saya merekomendasikan penggunaan nipple shield ini, mungkin jawabannya tidak.

Trus gimana dong biar bisa tetap menyusui? Ya kalau menurut saya tetap berusaha memunculkan puting dulu dengan menggunakan pompa atau nipple puller. Selain itu jangan lupa paksa bayi biar mau menyusu ke badan kita. Insya Allah lama-lama bayi akan mau menyusu. Kalau ternyata masih gagal? Maka menjadi mama eping bisa menjadi pilihan.

19 comments:

  1. Alhamdulillah ya mba sudah bisa menyusui langsung. Semoga bisa 2 th. Saya juga lagi perjuangan mengatasi rasa malas untuk pumping.

    Si kecil karena giginya sudah numbuh dari 3 bulanan dan kadang gigit-gigit yang bikin meringis, suami saranin beli itu. Tapi sayanya ga mau. Ternyata memang kurang oke juga ya? Hehe...

    ReplyDelete
  2. Kalau di saya sih kurang puas makainya. Ada juga sih model lain yang putingnya lebih pendek dan bagian atasnya ada lengkungan gitu biar bibir bayi bisa nempel ke aerola. Bisa jadi model yang itu sedikit lebih baik

    ReplyDelete
  3. Saya juga beli ini kemarin pas puting saya lecet, tapi belum sempat dipakai karena barangnya terlambat datang, saya udah keburu sembuh... :D
    Habis baca ini saya jadi tahu kalau bisa juga buat ibu yg berputing datar ya, noted nih, TFS mba Antung :)

    ReplyDelete
  4. Awal menyusui aku juga pakai ini mbak, tepatnya 2 hari setelah melahirkan Aira. Dia kayak kesusahan menyusu. Tak belikan itu lumayan meski aering lepas2.
    Memakai ini gak sampai sebulan sih, soalnya pas sudah pulang lbh sering kususui langsung. Hanya saja pas umur 2 bulan baru ketahuan kalau Aira kena tongue tie.
    Semangat ASI mbak, sehat2 buat Yumna ya

    ReplyDelete
  5. pengalaman sama persis, pakai nipple shield justru bikin lecet. aku sampai bernanah :((

    ReplyDelete
  6. Hehe.. Lagi tak nikmatin aja mba :D

    ReplyDelete
  7. puting lecet kayaknya cepat aja sembuhnya kalau diolesin pakai asi hindmilk. he

    ReplyDelete
  8. sering lepasnya itu yang rada nyebelin ya, von. aamiin. doa yang sama buat mas aiman dan aira :)

    ReplyDelete
  9. Pernah beli nipple shield krn PD datar, ternyata anaknya gak suka krn dikira botol sus kyknya (dia botol susu jg gak suka). AKhirnya ya susuin langsung sama kalau ngrasa kurang kasi ASIP disendokin.

    ReplyDelete
  10. wah ngeri juga euy sampai bernanah. aku kemarin sempat berdarah pas anakku lagi ngisap langsung kucabut dan sejak saat itu nggak mau lagi pakai nipple shield

    ReplyDelete
  11. kemarin itu mungkin karena anaknya sudah kenal dot jadi dia mau pakai nipple shield, pril. tapi ya gitu deh masukin ke mulutnya susah banget

    ReplyDelete
  12. alhamdulillah akhirnya bisa nyusuin langsung ya.. tapi memang ternyata puting flat ttp bisa menyusui ya mba walau harus agak ekstra dengan memakai nipple shield

    ReplyDelete
  13. Iya, mbak. Pas awal-awal memang harus usaha biar putingnya bisa muncul

    ReplyDelete
  14. saya pakai nipple shield kok malah sakit ya mbak, dulu sempat beli akhirnya tapi gak dipakai

    ReplyDelete
  15. iya, saya juga sakit, mbak. apalagi pas putingnya lecet dan berdarah pas dipakai, langsung stop deh pakai itu

    ReplyDelete
  16. Wah saya baru tahu nih Mba, yang kayak gitu toh.. tfs ya

    ReplyDelete
  17. pengalaman memang guru yang paling berharga. aku juga anak pertama nyoba berbagai alat, akhirnya kembali pada kesimpulan bahwa yang terpenting adalah tetap berusaha dan bersabar, nanti juga ibu dan bayinya bisa makin pinter menjalani proses menyusui :)
    thx for sharing!

    ReplyDelete
  18. setuju, mbak. kuncinya ya nggak berhenti berusaha. soalnya anaknya juga sama-sama belajar buat bisa menyusu sama ibunya

    ReplyDelete