Beberapa bulan lalu, ibu saya sempat mengeluhkan matanya yang katanya semakin mengabur. "Mama sudah coba ke toko kacamata dan pakai kacamata tapi tetap kabur matanya," kata ibu saya waktu itu. Saya pun memperhatikan mata ibu saya. Dari pandangan saya yang awam ini bola mata ibu saya itu tampak seperti berkabut.
Sebagai anak yang juga seorang ibu bekerja, jujur saya sempat bimbang. Di satu sisi khawatir dengan kondisi ibu, di sisi lain saya tahu bahwa pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan agar tidak sekadar menebak-nebak. Saya pun menyarankan ibu untuk memeriksakan diri ke dokter mata melalui fasilitas BPJS agar mendapat penanganan yang lebih pasti.
"Coba ke dokter mata aja, Ma biar lebih pasti. Kan pakai BPJS bisa aja," kata saya pada ibu saya.
Tak lama setelah pembicaraan tersebut, adik saya mengabari kalau ibu saya sudah berhasil minta rujukan ke dokter mata dari dokter penyakit dalam yang selama ini menangani sakit ibu saya. Kenapa rujukannya dari dokter penyakit dalam bukan dari dokter umum atau puskemas? Ini karena ibu saya juga masih secara rutin berobat untuk penyakit hipertiroid yang beliau derita jadi rujukan harus dari dokter yang merawat beliau.
Diagnosis Katarak dan Keraguan yang Wajar
Setelah berhasil mendapat rujukan untuk pemeriksaan mata, ibu saya pun datang ke klinik sesuai jadwal yang diberikan. Kebetulan klinik dokter mata yang dirujukkan juga berada di lokasi yang sama dengan klinik penyakit dalam yang biasa ibu saya datangi jadi ibu saya tinggal datang dan mengikuti prosedur seperti biasanya beliau berobat.
"Mama sudah ke dokter mata. Katanya harus operasi katarak? Tapi mama nggak berani takut kenapa-kenapa," begitu cerita ibu saya lewat telepon setelah beliau memeriksakan mata ke dokter mata.
Ternyata memang benar dugaan saya kalau mata ibu saya terkena katarak dan harus menjalani operasi pengangkatan katarak.
Untuk menenangkan ibu, saya mencoba mencari informasi dari orang-orang terdekat. Saya bertanya pada beberapa rekan kerja yang orang tua atau anggota keluarganya pernah menjalani operasi katarak. Dari cerita mereka, saya mendapatkan gambaran bahwa operasi katarak umumnya memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, tentu dengan catatan kondisi kesehatan tiap pasien bisa berbeda.
Informasi ini kemudian saya sampaikan kembali kepada ibu, sambil tetap menekankan bahwa keputusan terbaik tetap berdasarkan penjelasan dokter yang menangani beliau.
Prosedur Operasi Katarak Berdasarkan Pengalaman Mendampingi
Sesuai dengan jadwal yang diberikan, ibu saya pun setuju untuk melakukan operasi katarak. Saya bersama adik perempuan ikut datang ke klinik untuk memberikan dukungan pada ibu saya. Operasi sendiri dilakukan di setelah salat Jum'at.
Kami datang sekitar pukul 2 siang dan ternyata sudah cukup banyak pasien dan keluarganya menunggu di depan klinik. Ibu saya sendiri karena datang terakhir pastinya mendapat giliran terakhir dong untuk dioperasi.
Prosedur operasi katarak sendiri tidak memakan waktu lama, yakni sekitar 15-20 menit. Berhubung bukan saya yang menjalani operasi katarak, maka untuk langkah-langkah yang dilakukan saat operasi katarak ini saya ambil dari internet yang meliputi:
- Dokter akan meneteskan obat khusus untuk memperlebar pupil
- Dokter kemudian akan memberikan anestesi lokal pada pasien agar tidak merasa sakit saat operasi berlangsung. Bagian sekitar mata juga akan dibersihkan agar lebih steril saat operasi
- Dokter membuat sayatan kecil pada kornea mata sehingga lensa mata yang buram akibat katarak akan terbuka
- Lensa yang keruh kemudian akan diangkat atau dihancurkan tergantung metode apa yang digunakan oleh dokter
- Selanjutnya, dokter akan mengganti lensa yang sudah diambil dengan lensa buatan yang sudah disiapkan
- Langkah terakhir, mata yang sudah dioperasi akan ditutup dengan perban
Setelah operasi selesai, ibu keluar dari ruang tindakan dengan mata tertutup perban. Sebelumnya, kami juga diminta menebus obat-obatan yang akan digunakan selama masa pemulihan, seperti obat tetes mata dan pereda nyeri. Ibu kemudian dijadwalkan kontrol keesokan harinya untuk membuka perban dan evaluasi awal.
Perawatan Mata Setelah Operasi Katarak
1. Menggunakan obat sesuai anjuran dokter
2. Menjaga mata agar tidak terkena air
3. Melindungi mata dari cahaya dan debu
4. Menghindari aktivitas berat
5. Melakukan kontrol ke dokter
“Dunia Terasa Lebih Terang”
Catatan Penting
Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi saya mendampingi ibu menjalani operasi katarak. Setiap kondisi kesehatan bisa berbeda, sehingga untuk keluhan penglihatan atau rencana tindakan medis, sebaiknya tetap berkonsultasi langsung dengan dokter atau tenaga medis profesional.





13 Komentar
Wah, keputusan buat langsung cek ke dokter mata itu tepat banget, apalagi kalau ada kondisi medis lain yang harus diperhatikan juga. Semoga ibu cepat mendapat penanganan yang pas dan penglihatannya kembali jelas, ya!
BalasHapusSemoga sehat selalu ibunya, pasca operasi katarak itu tidak boleh bekerja terlalu berat ya mba. Baru tahu saya, terimakasih infonya.
BalasHapusIbu saya juga karena diabetes akhirnya kena syaraf mata. Sekarang tidak bisa melihat jelas. Mau berobat tidak bisa secepatnya karena kadar gula masih tidak stabil.
BalasHapusBegitulah mata sebagai aset berharga baru terasa sangat dibutuhkan saya sudah mulai berkurang fungsinya ya
Mati kita jaga kesehatan kita
Terimakasih informasinya nambah wawasan buat saya dan ibu saya juga.
Sehat selalu untuk para orang tua kita
Penting banget nih edukasi bagi yang habis Operasi.katarak agar tidak menyepelekan kegiatan pasca operasi
BalasHapusIya tetangga saya operasi katarak juga sampai pakai kacamata hitam pas keluar rumah
BalasHapusWah ternyata operasi katarak tidak seseram yang dibayangkan ya. Mirip ibuku dulu pasangvring jantung kami taku kenapa napa. Alhamdulillah 7 tahun berlalu dan ibu tetap sehat.
BalasHapusPentingnya edukasi perawatan pasca operasi karena kadang kita sudah merasa sudah selesai permasalahan. Apalagi namanya mata itu sangat sensitif kalau tidak dirawat setelah operasi
BalasHapusAlhamdulillah operasi kataraknya Ibu sukses ya, sehat selalu untuk Ibu
BalasHapusDulu saya jaga Ibu Mertua operasi katarak juga. Tapi habis tindakan menginap sehari karena sudah lansia (80 tahun). Kedua mata juga selang beberapa bulan (karena Ibu belum mau waktunya berdekatan) Alhamdulillah hasilnya katanya jadi terang benderang matanya
Ibu saya juga senang sekali pasca operasi katarak, kira2 udah 10 tahun yang lalu. Dunia terang benderang kata beliau. Termasuk cepat koq pemulihannya.
BalasHapusKa Antuung.. syafahullah untuk mama tersayang.
BalasHapusSemoga lekas sehat kembali dan gak ada sakit atau keluhan apapun.
Ka Antung mashaAllaa~
Merawat Mama dengan tulus. Semoga Allah limpahkan keberkahan untuk ka Antung dan keluarga.
Btw, masku juga habis operasi katarak.
Memang gak tergantung usia yaa.. meski memang usia juga menentukan. Tapi kalau masku, karena kebiasaan buruknya yakni merokok.
Pasca operasi, uda disuruh stop sama sekali, gak boleh rokok.
Tapi sampai sekarang, masku belum dibolehin nyetir sama istrinya.
Uda ada setahun operasinya. Memang kudu recovery lebih lama lagi gitu yaa, ka Antung?
nah aku kurang tahu kalau nyetir, mbak. tapi kalau ibuku sudah beraktivitas kayak biasa sekarang paling kontrol ke dokter aja lagi
Hapuskebanyakan operasi katarak selalu berhasil kan ya. Tapi saya pribadi tetep saja takut masuh ruang operasi.Jaid kalau habis operasi lo wudlu nggak boleh kena air ya mbak, matanya.
BalasHapusibu mertua saya dulu pernah operasi katarak juga. setelah operasi pake kacamata hitam di rumah. beliau awalnya malu malu karena di rumah kok pake kacamata hitam. tp kami support supaya santai aja. alhamdulillah sampe sekarang mata beliau tetap sehat
BalasHapus