Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Pengasuh Anak untuk Ibu Bekerja

memilih pengasuh anak

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar kabar yang cukup memprihatinkan dari seorang ibu yang juga Influencer. Putrinya yang sehari-hari dititipkan pada Baby sitter ternyata mengalami kekerasan yang dilakukan oleh sang Baby sitter saat sang ibu sedang pergi ke luar kota. Hal ini tentunya langsung menyedot perhatian publik terutama para ibu. Ada yang bersimpati pada si ibu namun ada juga yang malah menyalahkan ibu karena menitipkan anaknya kepada orang lain.

Sebagai ibu bekerja, tentunya saya sangat mengerti dilema yang harus dihadapi influencer yang  kena musibah ini. Karena memilih bekerja di luar rumah, maka mau tak mau seorang ibu bekerja harus menitipkan anaknya kepada pihak ke tiga. Tentunya ada berbagai risiko yang harus siap dihadapi seorang ibu ketika menitipkan pengasuhan anaknya kepada orang lain. Ada yang ternyata lebih lengket dengan pengasuhnya dan yang bikin ngeri pastinya jika anak mendapat kekerasan dari pengasuh yang tak sabar menghadapi anak tersebut.

Saya sendiri selama bekerja pernah beberapa kali berganti pengasuh anak. Putri sulung saya ketika usianya masih bayi hingga 18 bulan diasuh oleh salah satu kerabat yang rumahnya kurang lebih 2 km dari rumah ibu saya. Jadi setiap pagi sebelum berangkat bekerja saya mengantarkannya terlebih dahulu ke rumah pengasuh tersebut dan dijemput ketika saya pulang kerja. Ketika saya akhirnya pindah ke rumah sendiri, putri saya akhirnya saya titipkan ke daycare yang lokasinya dekat kantor.

Untuk anak ke dua sendiri, karena saya tak mungkin membawanya ke daycare maka waktu itu pilihannya adalah mencari orang yang mau menjaga anak saya di rumah. Beruntung waktu itu saya menemukan 2 orang tetangga yang bersedia menjagakan kedua anak saya saat saya bekerja. Jadi si kakak dititip di rumah ibu A sementara si adik di rumah ibu B. Hingga usianya jelang 5 tahun, Yafiq masih saya titipkan kepada ibu B sementara Yumna sekarang ikut saya bersekolah di dekat kantor. 

Memilih Pengasuh Anak untuk Ibu Bekerja 

Tentunya sebagai ibu kita meyakini bahwa sebaik-baiknya pengasuh untuk anak adalah ibunya sendiri. Namun untuk seorang ibu bekerja, maka mau tidak mau memang harus menggunakan jasa orang lain untuk membantu menjaga anak saat ibu bekerja. Ada ibu bekerja yang memilih menitipkan anak pada orang tuanya, pengasuh yang dipanggil ke rumah hingga menitipkan ke daycare yang lokasinya tak jauh dari kantor atau rumah. Semua pilihan ini tentunya sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang baik oleh ibu maupun ayah.

Untuk memilih orang yang akan membantu menjaga anak saat ibu bekerja, setiap ibu pasti memiliki kriterianya masing-masing. Untuk saya pribadi, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum memilih orang lain untuk menjaga anak kita diantaranya:

Mengecek latar belakang dan track record

Hal pertama yang perlu diperhatikan tentunya latar belakang keluarga dari calon pengasuh anak. Jika ibu mendapat rekomendasi pengasuh dari teman atau keluarga maka bisa ditanyakan terkait kepribadian orang tersebut. Apakah sosoknya pernah menjaga anak-anak, apakah sabar dan telaten dan berbagai pertanyaan lainnya. Lalu jika ibu mendapat rekomendasi dari ibu lain yang pernah menggunakan jasa orang tersebut tentunya bisa ditanyakan bagaimana pengalaman dari ibu sebelumnya sehingga bisa menjadi pertimbangan apakah bisa memilih orang tersebut atau tidak. 

Pertimbangkan lokasi 

Jika ibu memilih menitipkan anak ke daycare atau mungkin rumah tetangga/rumah orang yang dipercaya tentunya juga perlu mempertimbangkan lokasi dari daycare atau rumah tetangga tersebut. Kalau saya pribadi tentunya akan memilih daycare yang searah dengan kantor atau daycare yang dekat rumah atau dekat kantor. Hal ini menjadi pertimbangan karena jika jarak daycare atau rumah tempat anak dititipkan terlalu jauh maka akan membuat anak harus berada di jalan dalam waktu yang lama. Kalau pakai mobil mungkin tidak masalah. Yang agak susah kalau ibu atau ayah menggunakan motor maka pastinya akan rentan sekali pada kesehatan anak.  

Melakukan survey terlebih dahulu jika memilih daycare

Jika ibu bekerja memilih daycare sebagai tempat menitipkan anak, maka tentunya hal yang harus dilakukan adalah melakukan survey terlebih dahulu ke daycare tersebut. Saat ini ada banyak lembaga yang membuka daycare untuk anak dari ibu bekerja. Ada daycare yang sudah menerima anak dari usia 3 bulan dan ada juga yang hanya menerima anak setelah usia 1 tahun. Survey sendiri dilakukan untuk mengetahui kecocokan antara visi misi daycare dengan prinsip ibu dalam merawat anak. Jadi pastikan ibu benar

Memperhatikan lingkungan tempat tinggal pengasuh anak

Lalu bagaimana jika anak dititipkan ke rumah orang lain? Maka hal yang perlu diperhatikan adalah lingkungan tempat tinggal pengasuh anak tersebut. Apakah di sekitar rumahnya termasuk lingkungan yang aman, apakah ada perokok di dalam rumah dan berbagai aspek lainnya yang perlu diperhatikan demi keamanan dan kenyamanan anak.


Mengecek kesehatan calon pengasuh anak

Kesehatan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih orang yang akan menjaga anak ibu saat bekerja. Tentunya ibu ingin anaknya dijaga oleh orang yang sehat dan tidak mengidap penyakit yang bisa menular kepada anak. Karena itu penting sekali mengecek kesehatan dari orang yang akan menjaga anak saat ibu bekerja. 

Meski Anak Dititipkan Saat Bekerja, Ibu Jangan Sampai Kehilangan Bonding dengan Anak

Salah satu risiko saat ibu bekerja menitipkan anaknya kepada orang lain adalah anak kadang jadi memiliki keterikatan dengan pengasuh anaknya. Sebenarnya ini bukan hal yang buruk karena artinya orang yang menjaga anak kita itu benar-benar mengasuh anak kita dengan baik sehingga bisa membuat anak juga sayang padanya. Namun memang kadang di sisi lain ada rasa sedih ya jika anak terlihat lebih sayang ibu yang mengasuhnya ketimbang ibunya sendiri.

Saya sendiri juga pernah mengalami hal seperti ini. Satu hari, Yafiq putra saya ngotot ingin menginap di rumah ibu yang mengasuhnya saat saya bekerja. Duh saya langsung mellow sendiri waktu itu. Bahkan sampai nangis-nangis karena merasa Yafiq tidak sayang pada saya. Momen itu sendiri menjadi momen introspeksi diri bagi saya karena dari pengakuan Yafiq dia merasa saya terlalu keras memarahinya sehingga membuatnya lebih senang berada di rumah ibu asuhnya. 

Sebagai ibu bekerja, memang sudah menjadi keharusan bagi kita untuk bisa terus menjaga bonding dengan anak. Jangan sampai kesibukan di kantor membuat ibu tak memiliki waktu untuk membersamai anak. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa tetap menjaga kelekatan antara ibu dengan anak terutama di saat ibu berada di rumah mulai dari bermain bersama, menyiapkan bekal untuk anak dan hal-hal kecil lainnya.

Demikian sedikit cerita dan pengalaman saya terkait memilih pengasuh untuk anak selama saya bekerja. Selanjutnya saya ingin berbagi cerita tentang menu makan siang ibu bekerja. Jangan lewatkan yaaa!



Baca Juga
Reactions

Post a Comment

4 Comments

  1. Jadi working mom emang banyak tantangannya ya Mbak. Terutama saat harus rela anak diasuh orang lain.

    Kalo aku dulu pernah jadi nanny di daycare jadi paham gimana perasaan ibu bekerja. Tapi sebenernya anak happy2 aja sih di daycare karena banyak temannya

    ReplyDelete
  2. mencari pengasuh anak untuk para ibu yang bekerja memang tidak bisa sembarangan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tips-tips di atas berguna banget dan bisa diaplikasikan.

    Tapi yang paling penting adalah tetap melakukan bonding dan quality time dengan anak kapan pun ibu berada di rumah.

    ReplyDelete
  3. Biasanya kalau soal menitipkan anak itu bagi mereka yg bekerja akan menitipkan anaknya kepada kerabat atau orang tua ya

    Selain karena faktor percaya juga faktor lainnya ya

    ReplyDelete
  4. Mencari pengasuh ini emmang cocok-cocokan ya Mbak. Bener banget harus cek dan ricek pakai filter segitu banyak demi keamanan sang buah hati. Semangat selalu para working mom!

    ReplyDelete