Dilema yang Kerap Dihadapi Ibu yang Bekerja di Luar Rumah

dilema ibu bekerja



Sebagai wanita, kita selalu saja menghadapi banyak dilema dan perdebatan terkait keputusan dalam hidup. Mulai dari keputusan bekerja di luar rumah atau menjadi ibu rumah tangga, melahirkan normal atau caesar, memberi ASI atau sufor dan sejumlah perdebatan lain yang rasanya tak pernah selesai dibahas. Padahal di balik setiap keputusan yang diambil seseorang tentunya ada alasan dan pertimbangan mengapa keputusan tersebut diambil. 

Saya sendiri sejak lulus kuliah hingga sekarang masih berstatus sebagai wanita yang bekerja di luar rumah. Meski saat kecil dulu saya sempat bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, kenyataannya saya ternyata lebih nyaman bekerja di luar rumah. Kenapa saya menuliskan bekerja di luar rumah? Karena di era sekarang sudah banyak wanita yang statusnya bekerja dari rumah dengan berbagai peluang yang semakin besar. 

Menjadi Ibu Bekerja, Pilihan atau Keharusan

Terkait profesi ibu bekerja sendiri, mungkin akan muncul sebuah pertanyaan apakah menjadi ibu bekerja ini sebuah pilihan atau malah keharusan? Dalam ajaran agama saya, setelah menikah seorang wanita akan menjadi tanggungan suaminya yang wajib menyediakan sandang, pangan dan papan yang layak untuk istrinya. Jadi untuk menjadi ibu bekerja bagi seorang istri bukanlah sebuah kewajiban dan biasanya untuk bisa bekerja seorang istri juga akan meminta izin terlebih dahulu pada suami.

Namun kadang juga ada kondisi di mana seorang wanita harus bekerja entah itu di luar rumah atau dari rumah. Alasan pertama mengapa ibu bekerja adalah untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga terutama jika misalnya gaji atau pendapatan suami tak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. Di masa seperti sekarang, kebutuhan hidup semakin hari rasanya semakin mahal baik itu untuk kebutuhan tersier ataupun lainnya. Ini belum ditambah dengan dana pendidikan anak yang juga harus dikumpulkan sejak dini agar saat anak sekolah orang tua tidak kelabakan mencari dananya. Untuk itulah kadang seorang istri akhirnya bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

Selain untuk membantu menambah pendapatan keluarga, kadang seorang wanita juga mau tak mau harus bekerja ketika suami yang sudah tidak bisa lagi mencari nafkah seperti ketika suami sakit dan tidak bisa bekerja karena sakitnya ini. Dalam kondisi ini, tentunya diperlukan keikhlasan bagi seorang wanita untuk bekerja menggantikan tugas suami. Selain itu seorang wanita juga mau tak mau harus bekerja ketika suami meninggal dan hanya dirinya yang menjadi tulang punggung keluarga.

Keuntungan Menjadi Ibu Bekerja 


Jika dilihat dari luar, memang menjadi seorang ibu bekerja memberikan banyak keuntungan bagi wanita seperti saya. Di luar dari nyinyiran dan pertanyaan tentang siapa yang mengurus anak, ada hal-hal yang memang hanya bisa dirasakan oleh ibu yang bekerja di luar rumah. Beberapa hal menyenangkan yang saya miliki selama menjadi ibu bekerja ini antara lain:

Memiliki uang untuk dibelanjakan sendiri

Ini jelas merupakan keuntungan pertama yang bisa dirasakan oleh seorang ibu yang bekerja. Bekerja bagi wanita akan membuatnya bisa menghasilkan uang dari keringatnya sendiri yang bisa digunakan tanpa perlu meminta izin suami. Wanita yang bekerja juga memiliki kebebasan untuk menggunakan uang miliknya itu untuk keperluan pribadi atau bisa juga untuk membantu keperluan rumah tangga. 

Memiliki lebih banyak waktu me time

Kelebihan lain yang bisa dirasakan ibu bekerja adalah mereka memiliki lebih banyak waktu me time saat berada di kantor. Memang tetap ada yang namanya beban kerja di kantor yang kadang membuat pusing namun setidaknya ibu bekerja bisa bersantai sejenak di warung kopi atau hang out bersama rekan kerja yang bisa mengurangi tekanan pekerjaan.

Bisa lebih dihargai oleh orang sekitar

Disadari atau tidak, status ibu bekerja bisa membuat seorang wanita lebih dihargai di lingkungannya. Ini mungkin tidak semua orang merasakan namun beberapa kenalan saya bercerita kalau status ibu rumah tangga yang tidak menghasilkan kerap membuat mereka diremehkan oleh orang lain. Padahal sejatinya ibu rumah tangga malah lebih berat bebannya ketimbang ibu yang bekerja. 


Dilema yang Dihadapi Ibu Bekerja

Meski memiliki beberapa keuntungan karena bekerja, ibu bekerja sejatinya juga harus menghadapi berbagai dilema terkait keputusannya untuk bekerja ini. Dilema ibu bekerja ini biasanya akan sangat terasa saat ibu bekerja sudah memiliki anak karena memang punya anak itu mengubah banyak hal dalam hidup seseorang. Apa saja dilema ibu bekerja yang kerap terjadi setelah memiliki anak ini? Berikut beberapa yang bisa saya tuliskan:

Dilema ibu saat menitipkan anak untuk bekerja

Salah satu dilema terbesar ibu bekerja setelah memiliki anak adalah tentang urusan menitipkan anak saat ibu bekerja. Peran sebagai ibu yang bekerja di luar rumah pastinya membuat ibu tidak bisa membersamai tumbuh kembang anak dengan maksimal terutama di awal-awal 1000 hari pertama kelahiran mereka. Karena itulah biasanya ibu akan mencari pertolongan pada orang yang bisa dipercaya untuk menjaga anaknya saat ibu bekerja. Ada yang menitipkan anak kepada neneknya, ada juga yang memilih mencari pengasuh yang bisa dipercaya hingga juga menitipkan anak ke daycare. Semuanya tentunya memerlukan pertimbangan benar-benar matang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada anak-anak kita.

Dilema ibu bekerja saat harus lembur

Ada kalanya beban pekerjaan membuat ibu yang bekerja di luar rumah harus menambah jam kerjanya alias lembur. Ini artinya ibu akan terlambat tiba di rumah dan pastinya jadwal di rumah juga akan berantakan. Apalagi jika anak dititipkan ke daycare atau pengasuh yang tidak menginap pastilah akan sangat membuat ibu pusing. Kecuali ibu memiliki ART di rumah yang bisa meng-handle anak dan pekerjaan rumah saat ibu tak ada maka dilema saat ibu harus lembur ini mungkin tidak terlalu menjadi masalah.

Dilema saat harus dinas ke luar kota

Dilema lain yang kerap menghinggapi seorang ibu bekerja adalah saat dirinya mendapat dinas ke luar kota. Kalau boleh jujur, sebenarnya dinas ke luar kota merupakan sebuah hal yang disukai para ibu bekerja karena bisa sekalian travelling. Namun ini hanya berlaku jika anak sudah cukup besar untuk ditinggal karena jika ibu bekerja harus dinas saat anak masih menyusu atau balita pastilah menjadi sebuah dilema. Jika anak masih ASI, maka ibu harus menyiapkan stok ASIP dan bahkan juga pumping saat traveling yang kadang cukup merepotkan saat penyimpanannya.


Dilema ibu bekerja saat anak sakit

Dilema terakhir yang pastinya membuat ibu bekerja pusing adalah saat anak sakit. Ibu mana yang takkan sedih jika melihat anak sakit namun tak bisa full menjaganya karena harus bekerja? Akan sangat bagus jika ibu bekerja di perusahaan yang bisa memberikan jatah cuti yang penuh untuk karyawannya. Namun bagaimana jika jatah cuti ibu sudah habis tentunya akan sangat sulit bagi ibu untuk bisa menjaga anak yang sedang sakit. 

Itulah dia beberapa dilema yang kerap dirasakan oleh ibu yang bekerja di luar rumah. Selanjutnya saya akan membahas tentang perlu tidaknya ibu bekerja menggunakan jasa ART. Ikuti terus tulisan di blog ini yaa!
Baca Juga
Reactions

Post a Comment

19 Comments

  1. Bisa dimengerti kalau ada keharusan ibu bekerja apalagi untuk keluarganya, meskipun ada dilema Insya Allah selalu ada jalan keluarnya ya. Ada plus minus tapi tetao harus disyukuri. Paling galau kalau anak sakit ya aku juga merasakan itu

    ReplyDelete
  2. Setiap hal dalam kehidupan itu pilihan, asal komunikasi baik dan tanggung jawab di rumah masih bisa dilakukan insha Allah ada jalan. Aku dulu team ibu rumah tangga yg di rumah. Setelah anak2 besar akhirnya mulai cari kegiatan untuk kerja dan menghasilkan uang sendiri. Dilema klo ada kendala dadakan kaya anak sakit dll.

    ReplyDelete
  3. Mantan rekan kerja daku dulu bikin ngenes memang, tatkala harus milih mau lembur atau cepet pulang karena anaknya masih kecil. Untungnya saat itu, ada keluarga dekat yang membantu jaga anaknya

    ReplyDelete
  4. Mamaku full career woman Kak dan daku paham bagaimana dilemanya ibu bekerja, drama gonta-ganti pengasuh, dll. Meski jadi wanita karir seorang ibu tetaplah ibu yg perhatian ke anaknya dan justru dia bekerja demi masa depan sang anak.

    ReplyDelete
  5. Menjadi Ibu, bekerja atau gak, pasti ada konsekuensinya. Mbakku tuh kalau mau kerja ya diskusi dulu sama Bocil, boleh gak. Terus kalau bisa yang dekat aja. Jadi tetap bisa ngontrol dan lihat Bocah. Yang penting sih, suami juga ridho. Jadi orang luar ngomong apa pun gak masalah

    ReplyDelete
  6. Ini tuh dilema yang pernah ku rasakan juga saat menjadi ibu bekerja, belum lagi kalau dinas dilemanya combo deh tuh. Memang balik lagi semua itu pilihan sih, endingnya sekarang aku memutuskan untuk kerja remote saja.

    ReplyDelete
  7. Aku jadi inget drama Wonderful World.
    Ketika sang Ibu yang tadinya ada schedule ke Jeju, pas dikabarin anaknya demam, langsung batalin semua skejulnya dan memilih untuk mendampingi anaknya.
    Eh, anaknya tetep aja mengalami kecelakaan.

    Jadi, semua orang menuding sang Ibu gak becus menjaga anak.
    Sedih sekali kalau lingkungan sekitar punya judgement yang berbeda ketika anak dijagain sama Ayah dan sama Ibu.

    Semoga dilemanya Ibu bekerja ataupun memilih untuk di rumah tidak memberikan sebuah "penilaian" terhadap bagaimana sebuah keluarga bisa terbentuk. Karena baik-buruknya tetap qodarullah wa masya fa'alaa..

    ReplyDelete
  8. Semua pilihan ya kan. Mau bekerja ataupun tidak bekerja. Tinggal tanggung jawab atas yang dipilih

    ReplyDelete
  9. jadi inget nih pas anak temenku sakit demam, wah dia pusing tujuh keliling. di kantor kepikiran terus, tapi tetep mesti kerja.

    ReplyDelete
  10. Istri bekerja di luar rumah meski ada izin suami biar mendapat ridho dan komunikasi dengan suami masalah anak dan cari mba yang terpercaya yang membantu kerjaan kita di rumah

    ReplyDelete
  11. Untuk single parents mungkin gak masalah banget ya kalau harus bekerja. Toh emang mau minta nafkah ke siapa...
    Yg banyak dilema kayanya yg masih punya suami tapi tetap milih bekerja.
    Kecuali memang udah ada kesepakatan dan komunikasi. Kalau harus menitipkan anak, pasti akan ada solusinya juga

    ReplyDelete
  12. Bener bnget kak..ninggalin kerja untuk anak itu dilema banget...Sampai akhirnya aku juga memutuskan setelah cuti 3.bulan habis melahirkan lanjut gak kerja lagi... Tapi sebagian besar yg ibu2 tetap kerja itu luar biasa sih ngatur emosi kangen anak dan kerjaannya harus bisa banget

    ReplyDelete
  13. Benar
    Jadi ibu bekerja itu berat
    Banyak dilema yang harus dihadapi ya mbak
    Semangat terus deh buat ibu bekerja

    ReplyDelete
  14. Ibu pekerja atau pun ibu rumah tangga semua ada konsekuensinya. Tapi memang untuk ibu yang bekerja diluar bisa bikin dilema menghadapi beberapa situasi di rumah. Terutama saat anak sakit.
    Semangat selalu untuk ibu pekerja di luar

    ReplyDelete
  15. Kenapa aku malah ngrasa lbh berat jadi IRT ya dibanding bekerja di luar rumah? Tapi memang tergantung kondisi anak2 nya jg dan kondisi pekerjaannya.
    Anak2ku terus terang aktif bgt jadi aq kewalahan kalau hrs urus rumah dan anak sendirian. Smntra ketika ada mbak, malah jadi byk waktu luang. Mknya akhrnya memilih bekerja lagi dg izin suami. Dan pekerjaannku trmsuk fleksibel. Ga bs masuk bisa ganti hari ngajar, tggl blg ke mahasiswa. Ga bs dtg praktikum bs nyari dosen lain nego2 tukeran hari, dll. Intinya Allah yg memudahkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Makanya kubilang aku lebih enjoy jadi ibu bekerja hehe

      Delete
  16. dilema ibu bekerja itu rasanya nano-nano banget ya Mbak, saya pun juga dulu gitu tapi ya tetap harus dijalani dengan sepenuh hati juga karena itu adalah pilihan kita ya.
    semoga semuanya dimudahkan ya Mbak :)

    ReplyDelete
  17. Aku ngalamin kerja atau ngator saat anakku bayi dan balita, memang semua ada positif dan negatifnya ya, gada yang sempurna. Semua tinggal bagaimana kita menjalani dan tujuannya. Semoga buat semua ibu yang bekerja dan hanya di rumah saja dimudahkan aamiin

    ReplyDelete
  18. Aku kerja selama kurleb 17 tahun. Pernah kepikiran di usia 40 mau pensiun dini, Alhamdulillah dikabulkan Allah. Jadi meski pada akhirnya di rumah, kita bekerja dulu Krn bisa mengubang mindset dan mempengaruhi pola asuh ke anak

    ReplyDelete