Asisten Rumah Tangga untuk Ibu Bekerja, Perlu atau Perlu Banget?

asisten rumah tangga untuk ibu bekerja


Jelang lebaran biasanya menjadi masa yang cukup menegangkan bagi para ibu, terutama yang memiliki ART atau asisten rumah tangga. Pasalnya, di momen lebaran ini bisa dipastikan para ART akan mudik dan meninggalkan pekerjaan mereka selama beberapa waktu. Ini membuat ibu yang sehari-harinya bergantung pada ART harus kembali melakukan berbagai pekerjaan rumah sendiri. Beruntung jika ibu memiliki suami yang terbiasa melakukan pekerjaan rumah seperti Yoga Arizona. Kalau tidak? Duh, bakalan capai sekali.

Support System bernama Asisten Rumah Tangga



Bagi para ibu, terutama ibu yang bekerja, kehadiran asisten rumah tangga atau ART merupakan salah satu support system yang sangat membantu dalam menjalani hari-harinya. Asisten Rumah Tangga ini memiliki tugas membantu dalam mengerjakan berbagai pekerjaan rumah baik itu semua pekerjaan rumah atau sebagian dari pekerjaan ibu di rumah. Biasanya, ada beberapa jenis asisten rumah tangga yang jasanya biasanya digunakan para ibu yakni:

Asisten Rumah Tangga setengah hari

Asisten rumah tangga setengah hari ini biasanya datang di pagi hari untuk membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah yang biasanya memang dilakukan di pagi hari seperti membersihkan rumah, mencuci piring, menyeterika dan pekerjaan rumah lainnya. Biasanya jasa asisten rumah tangga setengah hari ini digunakan ibu yang bekerja dari rumah atau ibu rumah tangga untuk membantu agar pekerjaan rumah cepat selesai. 

Asisten Rumah Tangga full day 

Sesuai dengan namanya, asisten rumah tangga full day pastinya bekerja di rumah seharian dan melakukan pekerjaan rutin di rumah termasuk juga memasak untuk keluarga. Biasanya jasa ART full day ini digunakan para ibu yang bekerja seharian di luar rumah dan kadang ART full day ini juga memiliki tugas menjaga anak dari ibu bekerja. 

Asisten Rumah Tangga menginap

Jika dirasa perlu, ada juga ibu bekerja yang menggunakan jasa Asisten Rumah Tangga yang sekalian menginap di rumah mereka. Tentunya jika menggunakan jasa ART yang menginap ini ibu harus menyiapkan kamar khusus untuk ART. Kelebihan menggunakan jasa ART menginap adalah ketika ibu harus dinas ke luar kota, ibu tak perlu khawatir karena ada yang menjaga anak-anak dan mengurus rumah selama ibu pergi.

Drama yang Kerap Muncul Saat Menggunakan Jasa ART

Menggunakan jasa asisten rumah tangga memang sangat membantu ibu dalam urusan beres-beres rumah terutama pada ibu bekerja. Bayangkan ibu bekerja seharia di luar rumah dan ketika pulang, harus membereskan rumah terlebih dahulu. Dengan adanya asisten rumah tangga ibu bekerja bisa pulang ke rumah dan mendapati rumah dalam keadaan bersih dan rapi. Pastinya membuat hati terasa lebih ringan dan nyaman. 

Tak hanya untuk ibu bekerja, menggunakan jasa ART juga sangat membantu bagi ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja di rumah sambil mengurus anak. Anak-anak dengan segala keaktifannya pastinya akan selalu membuat rumah jadi berantakan. Belum lagi deretan pekerjaan rumah yang seolah tak ada habisnya membuat ibu pasti sangat kerepotan. Dengan adanya asisten rumah tangga, ibu yang berada di rumah setidaknya bisa beristirahat sejenak atau fokus mengerjakan hal lain seperti mengurus anak.

Namun layaknya hubungan dengan manusia lainnya, hubungan ibu dengan asisten rumah tangga ini juga kadang diwarnai isu atau drama yang membuat ibu bekerja pusing dan dihantui dilema. Beberapa drama yang kerap terjadi antara asisten rumah tangga dan ibu ini diantaranya:

Drama asisten rumah tangga yang tidak balik setelah lebaran atau mengundurkan diri

Katanya, menemukan asisten rumah tangga yang cocok itu layaknya menemukan jodoh. Susah dan harus melalui berbagai seleksi. Makanya ketika asisten rumah tangga kepercayaan secara tiba-tiba mengajukan pengunduran diri pastilah ibu pusing sendiri. Dan biasanya drama ART yang berhenti ini terjadi pasca lebaran di mana para ART biasanya mudik. 

Drama asisten rumah tangga yang tidak sesuai ekspektasi

Drama lain dari menggunakan jasa ART adalah ketika pekerjaan yang dihasilkan oleh asisten rumah tangga ternyata tidak sesuai ekpektasi. Ngepel lantai tidak bersih, menyetrika tidak rapi dan berbagai kekurangan lainnya yang pastinya membuat ibu kecewa dan ingin segera mengganti asisten rumah tangganya dengan yang lain.

Drama asisten rumah tangga yang suka bergosip 

Salah satu risiko dari menggunakan jasa asisten rumah tangga adalah para ART ini kemungkinan akan mengetahui beberapa rahasia rumah tangga pemiliknya. Jika asisten rumah tangga yang dimiliki amanah, maka ibu tidak perlu khawatir karena biasanya mereka akan menjaga rahasia tuan rumahnya. Namun jika sosok ART yang dimiliki adalah tipe yang suka bergosip maka risikonya adalah asisten rumah tangga tersebut akan ber


Ibu Bekerja tanpa Asisten Rumah Tangga, Mungkinkah?



Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, apakah bisa ibu bekerja tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga? Jawabannya bisa! Selama hampir 8 tahun menikah, saya dan suami nyaris tidak pernah menggunakan jasa ART. Ada sih masa di mana kami memperkerjakan orang lain untuk membersihkan rumah di pagi hari saat saya bekerja. Namun hal tersebut hanya bertahan beberapa bulan dan pada akhirnya hingga sekarang kami belum menggunakan jasa asisten rumah tangga lagi.

Tentunya ada alasan mengapa ibu bekerja tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga. Alasan utamanya biasanya karena privasi. Tidak semua orang merasa nyaman ketika ada orang luar menyentuh barang-barang miliknya atau tinggal bersama mereka. Belum lagi kadang ada hal-hal bersifat rahasia yang tidak seharusnya diketahui orang luar. Jadi memang jika harus menggunakan jasa ART seorang ibu haruslah menemukan sosok yang bisa dipercaya. 

Lalu bagaimana caranya agar ibu bekerja bisa survive tanpa asisten rumah tangga? Kerja sama dan kompromi. Itulah jawabannya. Untuk bisa menjalani hari-hari tanpa asisten rumah tangga, maka diperlukan kerja sama antara suami dan istri dalam urusan pekerjaan rumah tangga. Ibu dan ayah bisa membagi pekerjaan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Misal ibu bagian memasak dan ayah bersih-bersih atau bisa juga sebaliknya. 

Selain itu sebaiknya juga tidak usah terlalu memaksakan rumah yang selalu rapi jika tidak memiliki asisten rumah tangga. Namun tentu saja ini bergantung pada standar kerapian masing-masing orang karena memang ada tipe-tipe orang yang standar kerapiannya sangat tingi sehinga tangannya pasti akan gatal jika melihat ada yang tidak rapi di rumah. 

Dan untuk bisa lebih mempermudah pekerjaan ibu bekerja yang tidak memiliki asisten rumah tangga, maka diperlukan juga peralatan-peralatan canggih dan yang bisa mempersingkat waktu beberes rumah. Jika ada dana lebih mungkin bisa dialokasikan untuk membeli robot vacuum yang bisa membantu dalam membersihkan rumah. Pakaian yang kotor bisa diserahkan ke laundry sehingga tidak perlu repot menyetrika. Lalu jika ibu terlalu malas memasak bisa menggunakan jasa catering untuk Keluarga. Dengan adanya bantuan dari peralatan canggih dan jasa tambahan akan membuat ibu bisa menjalani hari tanpa bantuan ART. 

Demikian sedikit sharing saya untuk perlu tidaknya asisten rumah tangga bagi ibu bekerja. Selanjutnya saya akan bercerita sedikit tentang keseharian saya sebagai ibu bekerja dan cara mengatur waktu sebagai ibu bekerja. Jangan lupa mampir yaaa! 



12 Comments

  1. Bener, selama suami gak tipe patriarki seharusnya masih bisa dihandle. Yang susah kalo suami tipe yang apa² butuh dilayani. Udahlah gak mau/mampu cari ART eh lagaknya bossy pula. Ngeri banget, ujung²nya berantem dan memicu KDRT.

    Di rumah kamu sendiri ada mbak yang bantu beres² sekian jam aja. Sangat ngebantu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang sudah nggak ada ya jadi ya bersih-bersihnya gantian kadang aku kadang suami

      Delete
  2. Aslinya kalau ada laundry, catering, dan vacuum cleaner yg bagus ga usah pake ART gakpapa. Soalnya udah pernah ngalamin (pas serumah ama mama) ART makin lama kerjanya makin gak bener dan suka marah2 padahal tiap tahun gajinya selalu dinaikin 100rb.

    ReplyDelete
  3. Buatku ART amat sangat penting. Dan ini hal yg kami serius discuss saat belum menikah. Aku minta ke suami ART dan babysitter wajib ada. Yg pertama dulu aku kerja. Kedua, mereka ini sangat membantu dalam menjaga kewarasan pikiran 😊. Liat rumah selalu rapi, makanan udah ada, ya buatku itu membantu juga utk fokus dalam hal2 lain yg lbh penting.

    Walaupun skr udah ga kerja, tapi aku tetap pakai jasa ART mba. Krn itu tadi, aada hal2 lebih penting yg aku mau fokus. Jadi drpd pusing dan stres krn msh harus urusin rumah, aku ttp pakai jasa mereka.

    Syukurnya semua asisten ku tipe yg lama dan setia. Kalopun ada yg resign biasanya krn menikah. Asisten skr untungnya rumah ga jauh.. Jadi dia ga menginap, tapi kerja dj pagi, pulang pas siang, lalu sore balik lagi utk turunin jemuran dan bersih2 sedikit.

    Aku anggab mereka itu kluarga sendiri, toh dlm hal ini aku yg butuh bantuan mereka. Jd perlakuan yg baik, gaji di atas rata2 rasanya jadi alasan kenapa selama ini asistenku selalu betah.

    ReplyDelete
  4. Salut banget sama suami istri yang semuanya bisa dikerjain bersama. Beruntungnya kalau ada partner seumur hidup yang bisa diajak kerja sama ngurus rumah, anak dan support keinginan istri serta mendidik jikalau istri terlampau dari jalurnya. MasyaAllah.

    Kalian keren banget, sama-sama kerja tapi tanpa ART selama hampir 8 tahun. Saat ini saya juga working mom, suami kadang keluar kota, tapi soal anak masih ngerepotin orang tua 😰 huhu

    ReplyDelete
  5. Plus minus ya menggunakan ART untuk ibu bekerja. Tapi kuncinya memang komunikasi antara suami dan istri, dan saling membagi tugas pekerjaan rumah tangga. Saya juga sepakat, kalaupun tidak rutin menggunakan ART, bisa dialokasikan ke peralatan rumah tangga yang lebih efektif dan efisien. Saya pernah beli pel yang udah gak perlu bulak-balik meras air pelnya. Lumayan ngebantu.

    ReplyDelete
  6. Mbak hebat banget bisa tanpa ART, Di rumah mama juga tanpa ART nih. memang ada plus minusnya juga. yang paling susah itu cari orang yang jujur dan rajin. beuhh.. dramanya banyak banget.

    ReplyDelete
  7. Aku milih ART yang beberapa hari sekali datang, ka Antung.
    Soalnya aku juga seneng punya temen ngobrol, hehhee.. kalau sama-sama bebersihnya, pasti lebih cepet selesai. Walau yaa, aku biasanya cuma ngintilin ajaaa.. hihihi, gak bener-bener ngerjain.

    ReplyDelete
  8. Dulu ibuku memilih ART yang datang seminggu 2-3 kali hanya untuk mencuci baju. Soalnya dengan 6 orang di rumah, kebayang lah ya tuh cuciannya sebanyak apa.
    Sering dengar dari teman-teman dan saudara, ada yang butuh ART, ada juga yang tidak perlu. Tergantung dari kesepakatan bersama pasangan dan bantuan dari orang terdekat. Tinggal ditimbang-timbang untung dan ruginya lebih besar yang mana.

    ReplyDelete
  9. waktu jadi Ibu Rumah Tangga sekaligus bekerja di luar, saya pernah punya ART, untuk bantu jagain Si Tengah waktu itu, kalau urusan pekerjaan rumah malah lebih sering saya yang handle, termasuk mencuci apalagi masak, si ART cuma sesekali bantu nyapu, tapi saya tidak pernah meninggalkan ART hanya berdua di rumah. Sebelum ke kantor, saya ngedrop anak dan si ART ke rumah Tante saya, karena saya parno gak berani ninggalin anak dengan ART, tau sendiri kan ya drama ART yang sakitin anak majikan, duuhh gak mau banget dah. Tapi ART kerja di saya cuma beberapa bulan saja, secara dia emang juga masih kuliah dan ada hal yang buat saya tak nyaman dengannya.
    tapi kalau dapat ART yang rajin dan bisa dipercaya, itu anugerah banget dah.

    ReplyDelete
  10. Kami sama-sama kerja di luar dan kami gak ada ART. Capeknya luar biasa emang, tapi ketika dikerjakan bareng ya bisa lah. Alhamdulillah.

    Selama bisa dikerjakan bersama suami, Insya Allah jadi ringan. Palingan yg suka terlewatkan itu cucian, jadi kami suka ke laundry-an aja.

    ReplyDelete
  11. Kalau aku pribadi memilih engga pakai ART meskipun bekerja di luar kak. Namun beberapa hal aku delegasikan ke yg lain, seperti mencuci aku pakai mesin, setrika aku bawa ke laundry, masak sesekali beli di luar, berhubung aku dan suami masih berdua jadi kupikir masih belum perlu memanggil ART, lalu untuk keadaan rumah, aku lebih berdamai jika rumah tak sllu rapi

    ReplyDelete
Previous Post Next Post