Perlukah Asisten Rumah Tangga bagi Ibu Bekerja? Plus Minus dan Pengalaman Nyata

Jelang lebaran biasanya menjadi masa yang cukup menegangkan bagi para ibu bekerja, terutama yang memiliki ART atau asisten rumah tangga. Pasalnya, di momen lebaran ini bisa dipastikan para ART akan mudik dan meninggalkan pekerjaan mereka selama beberapa waktu. 

Ini membuat ibu bekerja yang sehari-harinya bergantung pada ART harus kembali melakukan berbagai pekerjaan rumah sendiri. Beruntung jika ibu memiliki suami yang terbiasa melakukan pekerjaan rumah seperti Yoga Arizona. Kalau tidak? Duh, bakalan capai sekali.

Support System bernama Asisten Rumah Tangga



Bagi para ibu, terutama ibu yang bekerja, kehadiran asisten rumah tangga atau ART merupakan salah satu support system yang sangat membantu dalam menjalani hari-harinya. Asisten Rumah Tangga ini memiliki tugas membantu dalam mengerjakan berbagai pekerjaan rumah baik itu semua pekerjaan rumah atau sebagian dari pekerjaan ibu di rumah. Biasanya, ada beberapa jenis asisten rumah tangga yang jasanya biasanya digunakan para ibu yakni:

1. Asisten Rumah Tangga setengah hari

Asisten rumah tangga setengah hari ini biasanya datang di pagi hari untuk membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah yang biasanya memang dilakukan di pagi hari seperti membersihkan rumah, mencuci piring, menyeterika dan pekerjaan rumah lainnya. Biasanya jasa asisten rumah tangga setengah hari ini digunakan ibu yang bekerja dari rumah atau ibu rumah tangga untuk membantu agar pekerjaan rumah cepat selesai. 

2. Asisten Rumah Tangga full day 

Sesuai dengan namanya, asisten rumah tangga full day pastinya bekerja di rumah seharian dan melakukan pekerjaan rutin di rumah termasuk juga memasak untuk keluarga. Biasanya jasa ART full day ini digunakan para ibu yang bekerja seharian di luar rumah dan kadang ART full day ini juga memiliki tugas menjaga anak dari ibu bekerja. 

3. Asisten Rumah Tangga menginap

Jika dirasa perlu, ada juga ibu bekerja yang menggunakan jasa Asisten Rumah Tangga yang sekalian menginap di rumah mereka. Tentunya jika menggunakan jasa ART yang menginap ini ibu harus menyiapkan kamar khusus untuk ART. Kelebihan menggunakan jasa ART menginap adalah ketika ibu harus dinas ke luar kota, ibu tak perlu khawatir karena ada yang menjaga anak-anak dan mengurus rumah selama ibu pergi.

Drama yang Kerap Muncul Saat Menggunakan Jasa ART

Menggunakan jasa asisten rumah tangga memang sangat membantu ibu dalam urusan beres-beres rumah terutama pada ibu bekerja. Bayangkan ibu bekerja seharia di luar rumah dan ketika pulang, harus membereskan rumah terlebih dahulu. Dengan adanya asisten rumah tangga ibu bekerja bisa pulang ke rumah dan mendapati rumah dalam keadaan bersih dan rapi. Pastinya membuat hati terasa lebih ringan dan nyaman. 

Tak hanya untuk ibu bekerja, menggunakan jasa ART juga sangat membantu bagi ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja di rumah sambil mengurus anak. Anak-anak dengan segala keaktifannya pastinya akan selalu membuat rumah jadi berantakan. Belum lagi deretan pekerjaan rumah yang seolah tak ada habisnya membuat ibu pasti sangat kerepotan. Dengan adanya asisten rumah tangga, ibu yang berada di rumah setidaknya bisa beristirahat sejenak atau fokus mengerjakan hal lain seperti mengurus anak.

Namun layaknya hubungan dengan manusia lainnya, hubungan ibu dengan asisten rumah tangga ini juga kadang diwarnai isu atau drama yang membuat ibu bekerja pusing dan dihantui dilema. Beberapa drama yang kerap terjadi antara asisten rumah tangga dan ibu ini diantaranya:

1. ART tidak kembali setelah Lebaran atau mengundurkan diri

Katanya, menemukan asisten rumah tangga yang cocok itu layaknya menemukan jodoh. Susah dan harus melalui berbagai seleksi. Makanya ketika asisten rumah tangga kepercayaan secara tiba-tiba mengajukan pengunduran diri pastilah ibu pusing sendiri. Dan biasanya drama ART yang berhenti ini terjadi pasca lebaran di mana para ART biasanya mudik. 

2. Hasil kerja tidak sesuai ekspektasi

Drama lain dari menggunakan jasa ART adalah ketika pekerjaan yang dihasilkan oleh asisten rumah tangga ternyata tidak sesuai ekpektasi. Ngepel lantai tidak bersih, menyetrika tidak rapi dan berbagai kekurangan lainnya yang pastinya membuat ibu kecewa dan ingin segera mengganti asisten rumah tangganya dengan yang lain.

3. ART yang suka bergosip 

Salah satu risiko dari menggunakan jasa asisten rumah tangga adalah para ART ini kemungkinan akan mengetahui beberapa rahasia rumah tangga pemiliknya. Jika asisten rumah tangga yang dimiliki amanah, maka ibu tidak perlu khawatir karena biasanya mereka akan menjaga rahasia tuan rumahnya. Namun jika sosok ART yang dimiliki adalah tipe yang suka bergosip maka risikonya adalah asisten rumah tangga tersebut akan ber


Ibu Bekerja tanpa Asisten Rumah Tangga, Mungkinkah?



Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak banyak ibu bekerja, terutama di masa-masa tertentu seperti menjelang Lebaran saat asisten rumah tangga mudik. Apakah ibu bekerja benar-benar bisa menjalani keseharian tanpa bantuan ART?

Jawabannya: bisa, meski tentu dengan sejumlah penyesuaian.

Selama hampir 8 tahun menikah, saya dan suami nyaris tidak pernah menggunakan jasa ART. Ada sih masa di mana kami memperkerjakan orang lain untuk membersihkan rumah di pagi hari saat saya bekerja. Namun hal tersebut hanya bertahan beberapa bulan dan pada akhirnya hingga sekarang kami belum menggunakan jasa asisten rumah tangga lagi.

Alasan Ibu Bekerja Memilih Tanpa Asisten Rumah Tangga

Tentunya ada alasan mengapa ibu bekerja tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga. Alasan utamanya biasanya karena privasi. Tidak semua orang merasa nyaman ketika ada orang luar menyentuh barang-barang miliknya atau tinggal bersama mereka. Belum lagi kadang ada hal-hal bersifat rahasia yang tidak seharusnya diketahui orang luar. Jadi memang jika harus menggunakan jasa ART seorang ibu haruslah menemukan sosok yang bisa dipercaya. 

Kunci Bertahan tanpa ART: Kerja Sama Suami Istri

Lalu bagaimana caranya agar ibu bekerja bisa survive tanpa asisten rumah tangga? Kerja sama dan kompromi. Itulah jawabannya. Untuk bisa menjalani hari-hari tanpa asisten rumah tangga, maka diperlukan kerja sama antara suami dan istri dalam urusan pekerjaan rumah tangga. Ibu dan ayah bisa membagi pekerjaan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Misal ibu bagian memasak dan ayah bersih-bersih atau bisa juga sebaliknya. 

Selain itu sebaiknya juga tidak usah terlalu memaksakan rumah yang selalu rapi jika tidak memiliki asisten rumah tangga. Namun tentu saja ini bergantung pada standar kerapian masing-masing orang karena memang ada tipe-tipe orang yang standar kerapiannya sangat tingi sehinga tangannya pasti akan gatal jika melihat ada yang tidak rapi di rumah. 

Solusi Praktis agar Pekerjaan Rumah Lebih Ringan

Dan untuk bisa lebih mempermudah pekerjaan ibu bekerja yang tidak memiliki asisten rumah tangga, maka diperlukan juga peralatan-peralatan canggih dan yang bisa mempersingkat waktu beberes rumah. Jika ada dana lebih mungkin bisa dialokasikan untuk membeli robot vacuum yang bisa membantu dalam membersihkan rumah. 

Pakaian yang kotor bisa diserahkan ke laundry sehingga tidak perlu repot menyetrika. Lalu jika ibu terlalu malas memasak bisa menggunakan jasa catering untuk Keluarga. Dengan adanya bantuan dari peralatan canggih dan jasa tambahan akan membuat ibu bisa menjalani hari tanpa bantuan ART. 

Penutup

Setiap ibu memiliki kondisi dan pilihan masing-masing terkait penggunaan asisten rumah tangga. Tidak ada yang benar atau salah. Yang terpenting adalah menemukan ritme dan solusi yang paling nyaman bagi keluarga.

Demikian sedikit sharing saya tentang perlu atau tidaknya asisten rumah tangga bagi ibu bekerja. Di tulisan berikutnya, saya akan berbagi cerita tentang keseharian saya sebagai ibu bekerja dan bagaimana cara mengatur waktu. Jangan lupa mampir ya.





Baca Juga