Disadari atau tidak, media sosial sering kali membuat hidup kita terasa kurang sempurna. Melihat pencapaian orang lain yang tampak begitu gemilang di layar ponsel kadang membuat kita merasa insecure dan mempertanyakan kemampuan diri sendiri.

“Kenapa mereka bisa sukses sementara saya tidak?”

Pertanyaan seperti ini mungkin pernah terlintas di pikiran kita. Jika tidak dikelola dengan baik, rasa insecure tersebut bahkan bisa berubah menjadi iri hati dan membuat kita menjadi pribadi yang kurang menyenangkan.

Sebagai pribadi, saya tentunya juga pernah memiliki rasa iri dan kehilangan rasa percaya diri (kalau ini sering banget). Contoh sederhananya di dunia blog. Boleh dibilang saya berkenalan dengan dunia blog ini sudah cukup lama yakni 10 tahun lebih. Namun selama 10 tahun ngeblog itu, hampir tidak pernah saya mendapat prestasi yang benar-benar membanggakan. Menang lomba blog bisa dihitung dengan jari dan dari segi kepopuleran juga kayaknya blog saya sangat tidak populer. 

Lalu saya kemudian bertemu dengan blogger-blogger lain yang mulai ngeblog setahun dua tahun namun melesat dengan cepat. Mereka menang lomba blog, menjadi narasumber dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang jauh lebih besar dari saya. 

Ah, sungguh saya langung minder kalau ikut lomba dan melihat nama mereka terpampang sebagai peserta karena memang tulisan para blogger langganan juara ini benar-benar unik dan berbobot jika dibandingkan dengan tulisan saya.  

Itu baru di dunia blog. Dalam bidang lain terutama di dunia nyata juga banyak hal yang membuat saya merasa rendah diri. Mulai dari anak yang susah makan, karir yang gitu-gitu aja hingga ke berbagai pencapaian lainnya. Bahkan meski memiliki karakter plegmatis yang dikenal cinta damai dan tak memiliki banyak ambisi, ego dalam diri saya juga lama-kelamaan terusik saat melihat satu per satu orang yang saya kenal semakin maju. 

Munculnya rasa iri dalam diri sebenarnya adalah hal yang wajar dalam diri manusia. Namun tentunya sebaiknya kita bisa mengelola rasa iri dalam diri menjadi sebuah motivasi untuk meningkatkan kemampuan diri bukannya malah terbakar dalam rasa iti tersebut. Hal ini karena rasa iri yang hadir dalam diri kita berkaitan dengan self esteem yang kita miliki. 

Apa Itu Self Esteem?

Self esteem atau harga diri adalah cara seseorang memandang, menghargai, dan mencintai dirinya sendiri. Self esteem memengaruhi bagaimana kita menilai kemampuan diri, menghadapi kegagalan, hingga berinteraksi dengan orang lain.

Memiliki self esteem yang seimbang sangatlah penting.

Jika seseorang memiliki self esteem yang terlalu tinggi, ia bisa menjadi pribadi yang sombong dan merasa selalu benar. Sebaliknya, jika self esteem terlalu rendah, seseorang akan mudah merasa minder, tidak percaya diri, dan sering meragukan kemampuannya sendiri.

Karena itulah kita perlu belajar menjaga keseimbangan self esteem dalam diri. 

Cara Meningkatkan Self Esteem dalam Diri

Berikut adalah beberapa cara yang saya lakukan untuk meningkatkan self esteem dalam diri:

1. Menyadari bahwa setiap orang memiliki kehidupan yang berbeda

Rasa iri biasanya kerap muncul jika kita melihat orang lain yang mendapatkan lebih dari kita. Di masa kecil kita mungkin akan iri dengan saudara yang terlihat lebih disayang ibu atau pada teman sekolah yang dibelikan banyak mainan orang tuanya. Ketika dewasa rasa iri muncul ketika pencapaian kita nyatanya tidak sehebat pencapaian teman atau saingan kita. 

Untuk saya pribadi, ketika rasa iri itu muncul maka saya akan mengucapkan sebuah mantra. Saya lupa kalimat ini saya dapatkan dari mana namun setidaknya cukup efektif untuk menghalau pikiran negatif ketika iri dengan pencapaian atau kehidupan orang lain. 

Kalimat yang sering saya tanamkan tersebut adalah, "Tidak usah iri dengan orang lain. Siapa tahu orang lain juga iri dengan kehidupan kita." 

Ya, kadang kita tidak sadar saat kita iri dengan hidup orang lain eh ternyata ada orang lain juga yang iri dengan kehidupan kita. 

2. Fokus meningkatkan kualitas diri

Untuk bisa mencapai tujuan hidup tentunya saya tidak bisa berpuas diri dengan kemampuan yang dimiliki sekarang. Salah satu cara untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik adalah dengan cara meningkatkan kualitas diri entah itu lewat banyak membaca dan mengikuti kelas pengembangan diri atau juga mencoba berbagai hal baru sehingga kita bisa mengenali potensi baru dalam diri. 

Mungkin hasil yang didapat dari meningkatkan kualitas diri ini tidak terlihat secara instan namun setidaknya bisa memberikan rasa percaya diri pada saya kalau saya memiliki beberapa kemampuan yang bisa dimaksimalkan nantinya.
 

3. Beristirahat dari media sosial

Seperti yang sudah saya tuliskan di awal, media sosial merupakan salah satu pemicu hadirnya ketidakpuasan dalam hidup kita. Berbagai pencapaian yang ditampilkan di media sosial seseorang bisa membuat kita iri dan membandingkan dengan diri sendiri. Bisa juga sih pencapaian ini dijadikan sebagai motivasi untuk lebih semangat bekerja atau meningkatkan kemampuan diri. 

Namun jika dirasa sudah memberi efek negatif dalam diri ada baiknya kita untuk istirahat dari media sosial, berhenti mengecek story dan postingan teman sehingga bisa lebih menikmati dan fokus pada diri sendiri. 

4. Berpikir positif dengan teknik reframing

Cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan self esteem dalam diri adalah dengan berpikir positif dan berprasangka baik pada Allah. Ada sebuah istilah yang kerap digunakan saat kita melihat sisi positif dari sebuah kejadian yakni reframing. Reframing ini memiliki banyak manfaat dalam diri kita salah satunya adalah mengubah energi negatif menjadi energi positif. 

Dalam keseharian mungkin ada kejadian-kejadian yang membuat kita merasa tak nyaman atau kecewa. Misalnya pagi ini sepatu saya kena kotoran kucing yang membuat saya harus membersihkannya. Mana ketahuannya pas apel pagi pula. 

Jika dilihat dari sisi negatif pastilah hal ini membuat saya kesal dan bahkan bisa mempengaruhi mood dalam bekerja. Namun dengan teknik reframing saya bisa menganggapnya sebagai teguran untuk membersihkan sepatu yang mulai kotor.


Penutup

Meningkatkan self esteem memang bukan proses yang instan. Ada kalanya rasa minder atau iri tetap muncul dalam diri, terutama ketika kita melihat orang lain tampak lebih berhasil. Namun dengan belajar menerima diri sendiri, meningkatkan kualitas diri, serta mengelola pikiran dengan lebih positif, perlahan-lahan kita bisa memiliki self esteem yang lebih sehat.

Pada akhirnya, hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi lebih baik dari orang lain. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berusaha menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Bagaimana dengan teman-teman? Pernahkah merasa minder ketika melihat pencapaian orang lain? Dan apa yang biasanya teman-teman lakukan untuk meningkatkan self esteem dalam diri?



Baca Juga