Pertengahan Juni 2023 ini, salah satu wishlist saya akhirnya terwujud, yakni mengajak anak-anak liburan mengunjungi kakek nenek mereka di Pulau Jawa. Bermula dari ucapan anak-anak saya yang katanya kangen berat dengan kakek mereka (ayah mertua) yang memang pernah tinggal di rumah kami, akhirnya saya tancapkan niat untuk mengajak suami dan anak-anak liburan selepas lebaran. Kebetulan momennya juga pas dengan kelulusan Yumna dari TK sehingga ini bisa menjadi sebuah pengalaman berharga untuknya sebelum masuk SD. 

Ketika mengungkapkan keinginan untuk mengunjungi mertua di Pulau Jawa, suami pun langsung memberikan tanggapan. 

"Kalau bisa kita liburannya yang lama sekalian biar bisa mengunjungi keluarga di Kebumen juga," kata suami. Saya tentu saja setuju dengan usulnya tersebut karena memang sejak menikah saya belum pernah diajak ke kampung mertua. 

"Ya sudah nanti aku ambil cuti panjang biar kita bisa sekalian ke Kebumen," kata saya pada suami. 

Tiket Murah yang Mengubah Rencana


Mulanya saya mengincar bulan Mei sebagai waktu untuk kami mengunjungi keluarga di Pulau Jawa. Namun ketika di bulan Ramadan kemarin iseng mengecek aplikasi pemesanan tiket online, saya dibuat kaget dengan adanya promo tiket murah ke Jakarta yang hanya 750 ribu rupiah di bulan Juni. 

Tentu saja tanpa pikir panjang saya langsung membeli tiket penerbangan menuju Jakarta. Adapun untuk tiket penerbangan pulang tidak langsung saya beli karena rencananya kami akan pulang dengan menggunakan kapal dari Surabaya.

Satu hal yang baru saya sadari belakangan adalah saya lupa mengecek kalender tanggal merah. Ternyata dua hari sebelum keberangkatan kami merupakan tanggal merah dan cuti bersama. Lumayan sekali sebenarnya, karena bisa dimanfaatkan untuk menambah agenda liburan.

Perjalanan Banjarmasin-Jakarta



Perjalanan dari Banjarmasin menuju bandara Soekarno-Hatta sendiri cukup lancar meski pesawat sempat delay kurang lebih 1 jam. Begitu tiba di bandara kami langsung mencari taksi yang akan mengantarkan kami menuju rumah mertua di Tangerang Selatan. Kejutan buat saya ternyata perjalanan dari bandara menuju rumah mertua hanya memakan waktu kurang dari 1 jam. 

Padahal saya ingat betul bagaimana 6 tahun sebelumnya saya, suami dan putri sulung harus terjebak macet selama 3 jam lebih di sepanjang perjalanan menuju rumah mertua. Bahkan sopir taksi online yang kami tumpangi sampai adu mulut dengan sopir lainnya karena rebutan jalur yang sukses membuat kami jadi sport jantung. 

Nah, rupanya sejak beberapa tahun terakhir sudah ada jalan tol yang menghubungkan bandara Soekarno-Hatta menuju lokasi rumah mertua di daerah Pondok Cabe. Kehadiran jalur tol ini juga kemudian memberikan kejutan ke dua bagi kami karena ternyata jalur tol tersebut juga memotong akses menuju rumah mertua. 

Jadi begitu sopir taksi akan berbelok di jalan yang dulunya menuju rumah mertua eh ternyata jalannya ditutup. Setelah suami turun dan bertanya barulah diketahui kalau jalan tersebut sudah menjadi jalur tol dan tidak bisa dilalui. Akhirnya sekarang untuk menuju rumah mertua kami melewati jalan baru tepat di samping jembatan. 

Menghabiskan Waktu di Tangerang Selatan

Selama tiga hari dua malam di Tangerang Selatan, kami tidak terlalu banyak bepergian. Destinasi yang kami kunjungi antara lain Alun-alun Pamulang, Kebun Raya Bogor, dan Kebun Binatang Ragunan.

Di Alun-alun ini terdapat beberapa fasilitas bermain dan juga area untuk berfoto. Di depan Alun-alun ada masjid Agung Al Mujahidin Pamulang yang memiliki fasilitas lift untuk jamaah difabel karena aktivitas salat dilakukan di lantai 2.

Silaturahmi di Kebumen, Kampung Halaman Mertua





Setelah menghabiskan kurang lebih 3 hari 2 malam di Pondok Cabe, hari ke empat kami kemudian bertolak menuju Kebumen yang merupakan kampung halaman ayah dan ibu mertua. Untuk perjalanan menuju Kebumen ini kami menggunakan moda transportasi bus yang berangkat dari terminal Pondok Cabe dan memakan waktu hampir 15 jam. 

Jadi kami berangkat pukul 5 subuh dan baru tiba di Kecamatan Sruweng tempat keluarga suami tinggal sekitar pukul 7 malam. Selanjutnya kami kemudian naik sedikit ke rumah keluarga yang berada di atas bukit di Desa Kejawang.

Karena ceritanya ini adalah pulang kampung, maka selama di Kebumen kebanyakan waktu kami habiskan untuk mengunjungi para sesepuh baik dari pihak ayah mertua ataupun ibu mertua. Sebagian besar rumah keluarga berada di daerah perbukitan, sehingga perjalanan dari satu rumah ke rumah lainnya cukup menguras tenaga.

Menikmati Wisata Baru di Kebumen

Di hari terakhir barulah kami beserta paman keluarganya berkunjung ke tempat wisata baru di Kebumen yakni Pitris Ocean View yang baru dibuka akhir tahun 2022 lalu. Di Pitris Ocean View ini pengunjung bisa bisa menikmati pemandangan laut Pantai Menganti yang sangat indah dari atas perbukitan. 

Di sini pengunjung juga bisa berenang di kolam yang terletak di bagian bawah dan juga mencoba mountain slide dengan tarif 30 ribu/orang. Ada juga vila bagi mereka yang ingin menginap dengan tarif Rp. 700 ribu/malam. 

Sayangnya salah satu keinginan saya untuk bisa mengunjungi tempat wisata lain seperti benteng Van Der Wick dan Gua Jatijajar yang direkomendasikan suami tidak terpenuhi karena keterbatasan waktu. 




Singgah Singkat ke Yogyakarta



Sebenarnya dalam rencana awal saya, setelah dari Kebumen kami akan langsung menuju Surabaya untuk pulang dengan menggunakan transportasi kapal. Namun karena sudah sejak lama saya ingin sekali ke Yogyakarta maka kami menyempatkan diri untuk mampir ke Kota Gudeg ini sekaligus untuk bersua dengan salah satu teman kerja yang sudah 10 tahun lebih tak bertemu. Kami berangkat naik bus sekitar pukul 9 pagi dan tiba di stasiun Tugu pukul 12 siang.

Karena tidak ada persiapan sebelumnya, kami memilih hotel terdekat yang ada di depan mata. Hotel yang letaknya tepat di depan stasiun dan samping selasar Malioboro ini sepertinya dulu merupakan hotel yang cukup bagus namun kini sudah tak terawat lagi. 

Kami memesan 1 kamar untuk berlima dengan tarif Rp. 350.000 untuk 1 malam. Tidak ada layanan sarapan dan amenities juga hanya sabun mandi. Yah, namanya juga mesan tanpa riset dulu jadinya terima sajalah dapat penginapan yang seperti apa.



Menginap Semalam di Surabaya


Sempitnya waktu di Yogya membuat saya hanya sempat berjalan-jalan di sekitar Malioboro dan berbelanja oleh-oleh di sana. Keesokan harinya kami langsung berangkat ke stasiun Tugu untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan kereta api dan menginap semalam di sana. Di Surabaya kami menginap di sebuah homestay yang terletak di kawasan Prapen. 

Hotel yang kami tempati ini merupakan rumah yang disulap menjadi penginapan sekaligus kantor perwakilan kampus Malaysia. Kamarnya sangat luas dengan 2 tempat tidur ukuran queen size. Untuk tarif per malamnya, hotel ini mematok harga Rp. 210 ribu/malam. 




Perjalanan pulang ke Banjarmasin 

Perjalanan pulang ke Banjarmasin kami lakukan setelah menginap semalam di Surabaya. Awalnya rencana saya adalah pulang dengan naik kapal sehingga anak-anak bisa mencoba semua alat transportasi selama liburan mereka. Sayangnya setelah mengecek jadwal kapal di aplikasi, saya tak menemukan jadwal yang pas dengan tanggal kepulangan kami yang mepet sekali dengan tanggal perpisahan sekolah Yumna.

Akhirnya saya pun beralih ke aplikasi tiket pesawat dan menemukan kalau tiket penerbangan Surabaya-Banjarmasin di pertengahan bulan Juni ini turun menjadi 650 ribu rupiah. Akhirnya tanpa pikir panjang saya pun membeli tiket pesawat untuk kepulangan kami semua kembali ke pulau Kalimantan. Ini membuat kami memiliki waktu 1 malam dan 1 hari di Surabaya yang karena capai kami putuskan untuk dihabiskan di kamar hotel saja. 

Penutup

Demikian sedikit cerita saya tentang perjalanan 10 hari kami di Pulau Jawa. Satu hal yang saya syukuri dari perjalanan kemarin adalah selama perjalanan baik saya, suami, anak-anak hingga ibu saya semuanya diberikan kesehatan dalam perjalanan. 

Anak-anak meski kadang rewel namun tetap terlihat menikmati perjalanan panjang mereka. Saya juga sangat bersyukur karena bisa mendapat tiket yang cukup murah baik untuk perjalanan pergi dan juga pulang. Tentunya saya berharap ke depannya masih bisa melakukan perjalanan seperti ini lagi bersama keluarga. 

Jangan lupa juga baca cerita perjalanan dan liburan keluarga lainnya di blog ini untuk inspirasi liburan sederhana tapi bermakna.
Baca Juga