Pengalaman Menggunakan Menstrual Cup




Menggunakan menstrual cup sebagai ganti pembalut bisa dibilang telah menjadi trend selama beberapa tahun terakhir. Menstrual cup, sebuah benda berbentuk corong tertutup yang dimasukkan ke dalam area kewanitaan kita saat haid ini memang bisa dibilang sebuah terobosan baru yang sangat membantu bagi kaum hawa. Selain membantu mengurangi sampah akibat penggunaan pembalut, menggunakan menstual cup juga memberikan rasa nyaman selama haid. Saya sendiri sudah menggunakan produk ini selama kurang lebih 2 bulan dan tidak menyesal dengan keputusan yang saya buat. 

Perkenalan saya dengan menstrual cup ini bermula dari salah satu postingan dari blogger favorit saya Annisa St beberapa tahun yang lalu yang menceritakan pengalamannya menggunakan menstrual cup. Saat itu saya sebenarnya sudah tertarik dengan produk ini, namun karena harganya yang cukup mahal (300 ribu), saya maju mundur untuk membelinya. Apalagi kemudian saya juga hamil dan melahirkan dua anak saya dalam selang waktu 3 tahun. Jadilah rencana menggunakan menstrual cup tertunda selama beberapa waktu. 

Setelah melahirkan anak kedua saya menggunakan KB suntik 3 bulan selama 1 tahun dan berganti ke KB IUD selama kurang lebih 1 tahun berikutnya. Jika saat menggunakan KB suntik 3 bulan saya tidak mengalami haid selama setahun, maka selama menggunakan KB IUD ini, haid saya kembali normal seperti saat belum hamil dulu. Karena itulah setelah menggunakan KB IUD saya kembali akrab dengan pembalut sekali pakai yang memang sudah biasa digunakan saat sedang haid. 

Setelah harus berurusan kembali dengan darah haid, saya pun mulai merasa tak nyaman. Rasa tak nyaman pertama tentu saja ada pada saat saya harus mengganti pembalut dan membersihkannya. Duh baunya itu lho yang bikin nggak tahan. Lalu rasa tak nyaman berikutnya ada pada sampah yang dihasilkan dari pembalut sekali pakai ini. Bayangkan dalam sehari kita berganti pembalut 5 kali, pastinya banyak sekali bukan sampah yang dihasilkan? 

Memutuskan membeli menstrual cup 

Saya pun mulai melirik kembali opsi penggunaan menstrual cup selama haid. Apalagi saya lihat beberapa teman blogger juga sudah menggunakannya dan harganya juga tidak semahal dulu! Sekarang sudah ada beberapa merk menstrual cup yang harganya seratus ribuan dengan kualitas yang sepertinya tak jauh berbeda dengan menstrual cup berharga mahal. 

Saya pun memutuskan membeli satu menstrual cup di salah satu marketplace yang memang peduli dengan sustainable living. Menstrual cup yang saya beli berukuran M dengan daya tampung 23 ml. Dalam memilih menstrual cup ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:
 

Menghitung tinggi rahim dan ukuran vagina 

Untuk mengetahui ukuran vagina ini, kita perlu mengukur panjang rahim terlebih dahulu. Caranya adalah dengan memasukkan jari tengah ke dalam vagina hingga menyentuh mulut rahim. Panjang jari yang menyentuh rahim akan. Jika jari masuk sepertiganya, itu artinya ukuran vagina kecil dan disarankan memilih ukuran kecil dengan wadah pendek atau menstrual cup berbentuk bell shape. Sementara jika setengah jari yang masuk, maka vagina termasuk berukuran sedang dan bisa menggunakan menstrual cup berbentuk bell shape atau V.  Nah jika hampir seluruh jari masuk, maka itu artinya ukuran vagina besar dan bisa menggunakan menstrual cup berbentuk V.
 

 Volume darah haid 

Setiap wanita tentunya memiliki volume darah haid yang berbeda-beda di setiap siklusnya. Ada yang volumenya sangat banyak sehingga harus sangat sering berganti pembalut dan ada juga yang volume darah haidnya sedikit sehingga hari ke empat haid mungkin sudah bisa menggunakan pembalut tipis. Jika kamu memiliki volume haid yang banyak di setiap siklusnya, maka sebaiknya memilih menstrual cup dengan kapasitas besar untuk menghindari kebocoran.
 

Riwayat melahirkan 

Riwayat melahirkan juga menjadi salah satu faktor dalam menentukan menstrual cup yang akan digunakan. Jika seorang ibu melahirkan lewat vagina, maka disarankan menggunakan menstrual cup berukuran M karena dinding vagina telah meregang saat proses melahirkan.


Pengalaman menggunakan menstrual cup

Setelah menstrual cup yang dinantikan tiba, saya tentunya tak sabar ingin segera menggunakannya. Begitu haid saya datang, dengan penuh semangat saya mengeluarkan menstrual cup dari kotak dan mensterilkannya dengan cara dimasukkan ke air mendidih. Tentunya ada rasa gugup saat pertama kali menggunakan menstrual cup ini apalagi ukurannya juga cukup besar dengan diameter kurang lebih 5 cm. Namun karena sudah melakukan berbagai riset terkait cara penggunaan menstrual cup dan membaca pengalaman orang lain saya cukup yakin akan berhasil menggunakan produk ini. 

Berdasarkan hasil riset saya, ada 8 metode yang bisa digunakan untuk memasukkan menstrual cup ke dalam Miss V. Namun di antara 8 metode tersebut, hanya 3 metode yang akan saya bahas, yakni:

Metode C fold atau U fold


metode C fold

Pada metode ini, menstrual cup ditekan pada sisi cangkirnya hingga membentu oval. Kemudian bibir cangkir ditekan lagi 2 hingga membentuk huruf C atau U. Selanjutnya tinggal masukkan menstrual cup ke dalam miss V kita.

Metode punch down fold


metode punch down fold

Caranya adalah dengan dorong salah satu sisi cangkir ke dalam hingga berbentuk segitiga/runcing, kemudian masukkan ke dalam miss V.

Metode 7 fold 


metode 7 fold

Pada metode ini, yang perlu dilakukan adalah tekan bibir cangkir hingga berbentuk oval, kemudian lipat satu sisih ke bawah secara diagonal sehingga terlihat seperti angka 7. Langkah selanjutnya tinggal masukkan ujung yang lancip ke dalam Miss V.

Saya sendiri memilih menggunakan metode Punch down fold saat memasukkan menstrual cup ke dalam Miss V. Saya memilih metode ini karena saya merasa dengan bentuknya yang meruncing akan lebih memudahkan dalam memasukkan menstrual cup tersebut. Dan ternyata dalam proses memasukkan ke dalam Miss V ini saya tidak menemukan masalah karena menstrual cup tersebut masuk dengan sangat lancar ke dalam Miss V. Setelah menstrual cup masuk kita tinggal menyesuaikan posisinya sehingga merasa nyaman dan benar-benar masuk sepenuhnya ke dalam Miss V kita.

Selama menggunakan menstrual cup saat haid ini jujur saya sangat puas karena benar-benar merasa nyaman bahkan saya merasa seperti tidak sedang haid selama menggunakan menstrual cup ini. Seperti juga penggunaan pembalut, saat kita menggunakan menstrual cup sebaiknya kita mengosongkannya setiap 4 atau 5 jam sekali. Alhamdulillah selama menggunakan menstrual cup ini saya belum pernah mengalami yang namanya kebocoran karena menstrual cup-nya kepenuhan atau mungkin bergeser.

Nah jika dalam proses memasukkan menstrual.cup tidak ada masalah, maka agak berbeda dengan proses mengeluarkan menstrual cup saat akan mengosongkan isinya. Untuk mengeluarkan menstrual cup dari Miss V teknik yang bisa dilakukan adalah dengan mengambil posisi jongkok. Kemudian pegang ujung dari tangkai menstrual cup yang ada di mulut vagina kita dan tarik perlahan hingga menstrual cup keluar. Tentunya kita harus hati-hati saat mengeluarkan menstrual cup ini agar tidak tumpah. 

Bagi saya sendiri, hal yang membuat proses melepas atau mengeluarkan menstrual cup ini jadi agak tidak nyaman adalah karena saat menstrual cup keluar dari Miss V kita, secara otomatis akan membuka vagina dan itu membuat ada sedikit rasa nyeri. Selain itu, perlu diperhatikan juga jika posisi menstrual cup bisa berubah atau turun saat kita mengeden ketika BAB dan bisa keluar sebagian dari vagina kita jadi pastinya akan membuat tak nyaman. Untuk mengantisipasi hal ini, bisa saja kita lepaskan dulu menstrual cup selama BAB sekalian mengosongkan isinya kemudian dipasang kembali setelah selesai BAB.

Selama 2 bulan menggunakan menstrual cup untuk haid, pastinya tidak menyesal mengambil keputusan ini. Menggunakan menstrual cup membuat saya selalu merasa nyaman selama haid karena tidak perlu lagi menggunakan pembalut. Tidak ada rasa lembap dan juga iritasi yang kadang muncul saat menggunakan pembalut. Selain itu, saat membuang darah haid saya juga tidak harus terganggu dengan bau amis darah yang tercampur bakteri di pembalut.

Bagi mereka yang suka travelling, menggunakan menstrual cup juga akan sangat menenangkan. Pengalaman saat saya dan keluarga berwisata saat lebaran lalu, saya yang sedang haid hari ke dua tak perlu repot-repot bawa pembalut cadangan dan hanya perlu mampir ke toilet untuk mengosongkan menstrual cup beberapa jam sekali. Nyaman dan nggak ribet lah pokoknya. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan menstrual cup

Sebagai produk yang digunakan di area kewanitaan, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait penggunaan menstrual cup ini. Beberapa hal tersebut antara lain:

  • Jangan lupa untuk melakukan sterilisasi produk saat akan digunakan dan setelah haid berakhir. Untuk penggunaan selama masa haid, menstrual cup cukup dicuci saja setelah dikosongkan isinya
  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih saat akan memasang atau melepas menstrual cup
  • Pastikan posisi menstrual cup sudah benar dalam vagina kita untuk menghindari kebocoran atau rasa tak nyaman selama penggunaan
  • Kosongkan menstrual cup setiap 5-6 jam sekali agar tidak kepenuhan terutama saat volume darah haid banyak-banyaknya
  • Jika ingin mencuci menggunakan sabun, gunakan produk yang ringan, water based dan juga tidak mengandung parfum serta oil free.
Demikian sharing saya seputar pengalaman menggunakan menstrual cup selama beberapa bulan terakhir. Semoga bermanfaat bagi teman-teman sekalian!
Baca Juga
Reactions

Post a Comment

37 Comments

  1. Mba, aku udah penasaran banget sejak produk kaya gini hits, baru niat mau cobain ternyata aku hamil, 40 hari setelah lahiran aku pake KB implan, dan baru mens lagi 2 tahun setelahnya, ini baru mens pertama setelah hampir 3 th ga mens hahaha.

    Udah kepo lagi ama menstrual cup, tapi masih belum berani buat coba mba, pas ngukur tinggi rahim itu sakit nggak sih mba? aku ga brani masukin jari ke miss v hihihi.

    ReplyDelete
  2. membayangkan saja kok sudah ngeri ya

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah, sudah sering dengar atau baca review dari penggunaannya. Tapi membaca detail tentang menstrual cup ini, rasanya agak ngeri membayangkannya, Mbak

    ReplyDelete
  4. Aku...aku juga bulan depan mau ikutan menggunakan menstrual cup.
    Alasannya, agar lebih hemat dan menjaga lingkungan sih yaa.. Soalnya suka merasa bersalah setiap buang pembalut saat mens. Rasanya ada cara yang lebih baik untuk jaga kelestarian bumi.

    Doakan semoga lancar kaya kak Antung yaa..
    Aku ikutin semua tips kak Antung nih.. Alhamdulillah sudah ada panduan memasang menstrual cup agar nyaman.

    ReplyDelete
  5. Menggunakan menstruasi cup membantu melestarikan lingkungan juga ya mbak. Selain itu lebih ekonomis juga. Saya pribadi masih berusaha memberanikan diri menggunakannya

    ReplyDelete
  6. Lumayan banyak ya...untuk daya tampungnya.
    Biasanya aku kalau lagi banyak-banyaknya, setiap 3-4 jam sekali uda ganti. Kalau pakai mens cup bisa lebih lama. Aah~
    Jatuh cinta sekaliii..

    Gak sabar sama paketku yang in syaa Allah sampe minggu depan.
    Ikutan mencoba mens cup untuk pertama kali.

    ReplyDelete
  7. Aku sudah lama tidak pakai pembalut instan klo di rymah saja, aku gunakan kain agar mengurangi limbah. Tapi belum berani paksi cup..hiks

    ReplyDelete
  8. Saya tuh kalau baca pengalaman pengguna menstrual cup kayak pengen pakai juga, tapi bayanginnya kok serem gitu, hahaha. Tapi pengalaman adik2 saya juga enak gitu katanya, ternyata ada teknik penggunaannya juga ya

    ReplyDelete
  9. Aku pernah pakai ini setahunan mba, selama punya anak pertama. Tapi setelah punya anak kembar (kedua dan ketiga), aku jadi repot sekali. Bisa membersihkan clodi mereka saja udah syukur. Jadinya aku belum pake lagi ni menstrual cup. Hehehe. Tapi anak-anakku semua pakai clodi yg juga ramah lingkungan.

    ReplyDelete
  10. Masih maju mundur nih mau pakai mens cup. Jadi terpikir pakai pembalut kain juga. Semuanya pengen dicoba. Baca2 review kaya gini aja dulu.

    ReplyDelete
  11. Ada keinginan untuk mencoba hehe. Kayanya lumayan praktis & higienis ya. Mantap nih menstrual cup.

    ReplyDelete
  12. Tahun 2020 aku pernah pakai menscup mba, Ta[pi memutuskan untuk berhenti karena saat itu aku salah pilih size (terlalu besar) dan malah bikin trauma. Sekarang sih balik ke menspad, dan ternyata ada lho produk panties untuk mens, jd ttp ramah lingkungan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sakit ya mbak kalau terlalu besar? Alhamdulillah ya sekarang makin banyak produk ramah lingkungan buat haid

      Delete
    2. Oh, salah memilih size ini bisa jadi gak nyaman juga ternyata ya..
      Aku sedang memperhatikan banyak kemungkinan dan tips karena mau ikutan pakau mens cup.

      Delete
  13. Aku masih pertimbangan pake ini karena aku belum pernah melahirkan normal, jadi bingung mau pake ukuran apa. Mau pake ukuran S juga tapi kalo lagi banyak apakah hrs sering2 cuci, entah kapan nanti aku akan membelinya hehehe

    ReplyDelete
  14. Sudah banyak teman-teman blogger yang membahas menstrual cup nih. Saya pun terniat ingin mencoba. Mungkin belum terbiasa aja, jadinya masih ngilu-ngilu aja ngebayanginnya. Tapi untuk mendukung pembalut yang ramah lingkungan ini mesti dicoba sepertinya :)

    ReplyDelete
  15. aku bayangin pada saat pengaplikasiannya, karena kan pasti pasang sendiri ya, khawatir ngilu gitu, ah memang dasar belum terbiasa

    ReplyDelete
  16. Mom, ini bisa menimbulkan iritasi pada kulit gak? karena kulitku termasuk sensitve. Sudah dijual bebaskah?

    ReplyDelete
  17. Aku masih maju mundur pakai menstrual cup ini, Mbak. Tapi sejak awal pandemi lalu, aku udah hampir sepenuhnya pakai pembalut kain. Masih beli pembalut sekali pakai tapi hanya saat pergi jika deras haidnya
    Review ini lengkap sekali, ternyata gitu cara pakainya, jadi tertarik pakai juga saya

    ReplyDelete
  18. Molly pingin pake menstrual cup. Tapi rada2 ngeri cara pakenya. Plus takut kalo salah masuk wkwk..

    ReplyDelete
  19. Karena aku masih gadis, ngomongin menstrual cup tuh masih nguing-nguing di kepala. Ngeri-ngeri sedap gitu, hahaha. Gak tahu ya nanti kalau udah berumah tangga atau jadi Ibu. Mungkin ini bakal jadi pilihan biar ngurangi sampah

    ReplyDelete
  20. Beberapa kali membaca tentang menstrual cup ini aku kok nyerii dan linu ya maak...

    Belum beranii menggunakannya masih ngeri ngeri sedap.

    Tapi teman dekat sudah menggunakannya dia sukaa sih.

    ReplyDelete
  21. Pengin nyoba tapi masih maju mundur. Haha. Salah satunya karena pernah baca post ttg kesulitan saat mau lepas menstrual cupnya ini. Hihi... Sebab lain, krn pernah diperingatkan dokter kandunganku untuk sangat hati-hati terhadap penggunaan benda-benda yg terkait organ reproduksi (krn riwayat penyakit tertentu). Mungkin kalau nyaliku udah muncul, aku perlu konsul kembali ke dokter kali ya?

    ReplyDelete
  22. Makasih sharingnya mbak, kalau saya masih maju mundur nih mau pakai mesntrual cup. Saya simpan dulu deh infonya ini, sambil mengumpulkan keberanian hehehe...

    ReplyDelete
  23. Masih ngeri bayangin cara makenya, saya lebih memilih pembalut kain untuk saat ini. Memang agak repot nyucinya, tapi paling tidak ikut berkontribusi mengurangi sampah di bumi :)

    ReplyDelete
  24. Keren mbak berani pakai mens cup. Aku masih maju mundur. Selama ini udah beralih ke mens pas yang cuci pakai jadi ga nyampah. Cuma kalau bepergian misal menginap ya jadi mayan repot krn hrs nunggu kering br bs dibawa pulang kan. Meskipun aku punya sekitar 5-6 mens pad. Seneng deh baca artikel ini lengkap jadi tahu cara pilih ukuran mens cup kalau nanti aku udah berani

    ReplyDelete
  25. Aku belum pernah pakai menstrual cup, agak takut masukinnya. Tapi lihat reviewnya di youtube banyak juga yang menyarankan. Jadi pingin cobain saat haid untuk dipakai olahraga suapaya gak tembus2

    ReplyDelete
  26. Ngeri mbak. Gak mau bayangin. Apalagi pakai. Saya disuruh pakai kb spiral yang dimasukkan lewat miss v aja gak berani, apalagi menstruasi cup yang dimasukkan ke miss v. Aduh gak dulu deh. Takut

    ReplyDelete
  27. Aku juga baca pengalamannya Annisast soal menstrual cup dan mau coba Mbak. Tapi aku kok rasanya masih takut, ya, dengan cara memasukkannya. Takut salah, takut nggak nyaman. Tapi kalau nggak dicoba mana pernah tahu, ya. Padahal aku juga sudah lelah dengan pembalut dan proses membersihkannya itu. Huhu. Semoga aku bisa pakai menstrual cup juga.

    ReplyDelete
  28. Aku udah pakai menscup juga mba. Udah hampir dua tahun ini pakai menscup dan memang rasanya jauuh lebih nyaman. No bau aneh, no iritasi, no sampah dan no ribet ribet nyuci pembalut juga. Praktis banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak. benar-benar nyaman pakai menstrua cup ini

      Delete
  29. Bener juga yaaa.. sampah pembalut sekali pakai tuh banyak banget, terutama ketika sedang mens hari-hari awal. Pengin juga nih nyobain menggunakan menstrual cup. Yang recomended merk apa mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang saya tahu itu organic cup, g cup, moon cup. kalau yang saya pakai ini dari soul for earth mbak

      Delete
  30. Tahu menstrual cup udah lama, sering baca review di blog ataupun dalam bentuk video di sosmed,tapi masih belum berani. Aku ngebayangin pas ngeluarinnya. Padahal kan kalau pakai menstrual cup jadi mengurangi sampah, huhu

    ReplyDelete
  31. Aku udah tiga tahun lebih pake menscup mak. Dan cocok banget. Ga kepikiran pake pembalut lagi. Udah merasa nyaman banget.

    ReplyDelete
  32. kalau baca pengalaman orang gini kayak enak aja makainya tapi membayangkan sendiri masih ngeri pakai menscup mbk. salut deh sama yang sudah berani ambil keputusan memakai produk ini

    ReplyDelete