Friday, December 7, 2018

Pengalaman KB Suntik 3 Bulan dan Kehamilan Kedua



Setelah melahirkan, umumnya wanita mengalami masa nifas selama kurang lebih 40 hari. Anehnya, untuk saya, setelah masa 40 hari usai, tiba-tiba muncul lagi flek darah. Mulanya saya mengira itu darah haid. Namun saya lihat darah yang keluar sedikit dan berincit-rincit kalau kata orang Banjar. Kadang hari ini muncul, besoknya tidak, lalu lusa muncul lagi. Penasaran, saya pun mencari referensi lain seputar darah nifas. Dari hasil bertanya pada om Google, saya jadi tahu rupanya nifas bisa berlangsung hingga lebih dari 40 hari.

Anehnya, hingga hampir 3 bulan setelah melahirkan, lagi-lagi saya mendapati flek darah yang hanya berlangsung selama 1 hari atau juga berselang hari. Pikiran jelek mulai menghantui saya. Apa jahitannya terbuka ya? tanya saya dalam hati. Tak ingin penasaran, akhirnya saya putuskan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan saya saat hamil dulu perihal keluarnya darah ini. Bersama suami, saya pun menyambangi rumah sakit tempat dokter sepulang jam kerja.

"Rahim kamu kayaknya tipis makanya pendarahan," begitu kata dokter tersebut setelah mendengar keluhan saya. Saya agak bingung dengan penjelasan beliau. Melihat kebingungan saya, beliau pun meminta saya pindah ke ranjang periksa untuk dilakukan USG transvaginal.

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Tua


"Tuh, lihat itu rahim kamu. Karena kamu menyusui dia jadi pendarahan," Dokter memberi penjelasan pada saya.

"Ada hubungannya ya, Dok, menyusui dengan pendarahan itu?"

"Iya dong."

"Trus gimana caranya biar saya nggak pendarahan lagi?" tanya saya akhirnya.

"KB. Kamu belum KB kan?" dokter balik bertanya pada saya.

Saya  menggelengkan kepala. Memang kala itu saya masih galau untuk ber-KB meski sejak setelah melahirkan ibu saya sudah menyarankannya. Alasannya apalagi kalau bukan takut berpengaruh pada hormon.

"Nah, saran saya kamu mulai KB. Terserah aja KB-nya mau yang mana. Tapi kalau kamu menyusui sebaiknya pilih yang tidak mengganggu produksi ASI. Bisa spiral atau KB 3 bulan."

Saya diam sejenak, masih ragu apakah akan langsung ber-KB sesuai saran dokter atau menunda kembali hingga beberapa waktu. Pada akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang dulu ke rumah.

Memilih suntik KB 3 bulan

Setelah beberapa waktu berpikir, akhirnya saya putuskan untuk mengambil KB suntik 3 bulan. Saat itu, usia Yumna sudah memasuki 6 bulan dan saya masih belum memdapat haid. Suntik KB sendiri adalah kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progestogen (progestin) yang serupa dengan hormon alami wanita, yaitu progesteron, yang nantinya bisa menghentikan proses ovulasi. Untuk mendapatkan suntik KB ini saya hanya perlu mendatangi bidan untuk disuntik dengan biaya Rp. 30.000,- saja. Kenapa saya akhirnya memilih suntik KB? Ya karena saya masih ngeri kalau harus pasang spiral sedangkan untuk disiplin mengonsumsi pil KB juga rasanya sulit.

Nah, menurut situs alodokter.com sendiri, beberapa kelebihan dari suntik KB 3 bulan antara lain:
  • Pengguna tidak perlu berinteraksi dengan obat-obatan lain.
  • KB suntik 3 bulan relatif aman untuk ibu menyusui
  • Bermanfaat bagi wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen.
  • Tidak perlu repot mengingat untuk mengonsumsi pil kontrasepsi setiap hari.
  • Tidak perlu berhitung lebih dulu saat berhubungan seksual. Bergantung jenisnya, suntikan dapat bertahan hingga 8–13 minggu.
  • Jika ingin berhenti, tidak perlu repot harus ke dokter. Cukup hentikan saja pemakaiannya.
  • Dapat mengurangi risiko timbulnya kanker ovarium dan kanker rahim.
Setelah disuntik, bidan kemudian memberi tahu beberapa efek samping yang mungkin akan saya rasakan setelah menggunakan KB Suntik ini. Mulai dari pusing, mual dan kemungkinan perubahan siklus haid. Saya sendiri sebelum memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan sempat bertanya kepada beberapa teman yang menggunakannya. Ada yang haid terus-menerus, sakit kepala dan berat badannya bertambah. Lalu bagaimana dengan saya?

Baca juga : 4 Tanda Si Kecil Siap Toilet Training


Alhamdulillah selama menggunakan KB suntik 3 bulan saya tidak merasakan keluhan seperti mual, pusing ataupun kenaikan berat badan. Namun, untuk siklus haid ternyata mengalami perubahan. Jadi beberapa waktu setelah suntik KB ternyata saya haid. Kaget dong karena saya mulanya mengira kalau sudah suntik KB saya tidak akan mendapat haid. Logika saya tidak ovulasi = tidak haid. Saya pun bertanya kepada bidan dan ternyata kata beliau hal tersebut normal saja.

Haid yang saya alami sendiri pasca suntik KB termasuk normal yakni 5-7 hari. Hanya saja jadwal haidnya ini agak tidak teratur. Kadang 1 bulan sekali kadang 2 bulan baru haid lagi dan jujur ini agak membuat saya khawatir. Meski begitu, saya tetap melanjutkan suntik KB 3 bulan ini hingga usia Yumna 1 tahun.

Berhenti Suntik KB dan Hamil lagi

Setelah kurang lebih 6 bulan berlangganan dengan suntik KB, akhirnya setelah ulang tahun Yumna yang pertama saya putuskan untuk berhenti ber-KB. Ada 2 alasan kenapa saya akhirnya memutuskan untuk berhenti ini. Pertama, karena saya mau program anak kedua dan katanya kalau KB suntik itu nunggu masa subur kembali lumayan lama. Alasan kedua, saya agak takut jika terlalu lama tidak haid setelah suntik KB akan menimbulkan penyakit di tubuh saya.

Nah awalnya saya mengira perlu waktu 1 tahun untuk saya bisa haid kembali secara normal. Nyatanya hanya selang 4 bulan saya mendapat haid lagi. Karena sudah tidak menggunakan KB, otomatis sistem kalender menjadi andalan saya dan suami. Sebenarnya sih teman saya sempat menyarankan menggunakan pil yang bisa digunakan setelah berhubungan yang bisa mencegah kehamilan. Namun entah kenapa saya selalu urung membeli pil tersebut.

Namanya sistem kalender, kadang ada khilaf-khilaf sedikit pastinya. Dan akhirnya 4 bulan setelah mendapat haid saya mendapati haid saya telat. Satu dua hari saya biarkan saja. Memasuki hari ke tujuh telat, saya akhirnya memutuskan membeli 2 buah test pack. Dan benar saja. Dua garis merah langsung muncul begitu saya melakukan tes.

Saat ini, kehamilan saya sudah memasuki trimester kedua. Alhamdulillah selama awal masa kehamilan saya tidak mengalami keluhan berarti selain mual-mual setelah makan. Kalau tidak ada halangan, insyaAllah bayinya akan lahir sekitar akhir Mei 2019. Mohon doanya ya teman-teman semoga kehamilan kedua saya ini berjalan lancar.

19 comments:

  1. Semoga kehamilannya sehat selalu ya Mba

    ReplyDelete
  2. Semoga lancar sampe kelahiran ya mba.

    Aku skr ini kb spiral. Ga berani pake yg suntik krn aku takut jarum suntik hahahaaha. Pasang spirll ini pas selesai lahiran cesar anak kedua, lgs dipasang dokterku sblm kluar dr kamar bersalin. Jd jujur aku ga ngerasain apapun :D. So far sih g ada kendala apa2. Yg ptg aku ga boleh lupa cek setahun sekali ke dr kandungan, utk tahu masih terpasang bagus ato ga.

    ReplyDelete
  3. Semoga Alloh beri kemudahan dan kelancaran dalam persaliann nanti ya mom.
    Saya malah pakai KB suntik badan jadi melebar, hahaaa, akhirnya ganti pakai spiral mom.

    ReplyDelete
  4. Suntik tiga bulan , gampang mengigatnya. Yang penting bisa terjaga jarak kelahiran.

    Kondisi bunda sehat walau pakai suntikan

    ReplyDelete
  5. Wah barakallah Mom. Sehat sellu ya mom n debay. Aku pribadi blm pernah pakai KB tp jadi ada bayangan pasca naca postingan ini. Tp aku orgnya takut disuntik XD

    ReplyDelete
  6. Mbaaakkkk, gak berani bacaaaa, udah ngilu duluan hahaha
    Saya juga abis melahirkan kedua ini beda ama yang pertama.
    Kalau pertama masa nifas saya ga lama, abis itu kering dan ga dapat mens berbulan-bulan.
    Sedang yang kedua nifasnya ga beraturan, sampai 3 bulan masih sering keluar darah dikit2.
    Sayangnya saya gak kontrol ke dokter, bsia jadi rahim saya deh, soalnya emang setelahs esar kedua ini, rahim terasa sakit meski lukanya yang luar udah sembuh total.

    Ya ampuuunnnn, saya ngilu bacanya, nulis ini juga sambil megang perut saking ngilunya.
    Mba Antung maahhh bikin kepikiran hiks wkwkwk

    Saya gak mau KB mba, dan akhirnya was-was juga takut hamil.
    Secaraaaa... dua saja saya mau pengsan, apalagi nambah, emang butuh dikemplang nih saya wkkwkwkw

    ReplyDelete
  7. Alhamdulilah ya, Mbak. Semoga sehat selalu untuk Mbak dan si adek yang masih di dalam perut. Kalau emakku dulu cuma pernah minum pil KB aja.

    ReplyDelete
  8. Kalau saya disarankan dokter KB nya yang tidak mengandung hormon gtu kayak KB pasang atau kondom. Karena saya punya gangguan hormon bun. Jadi kalau haid ga teratur. Doakan ya saya juga udah mulai lepas kb karena berencana mau program hamil anak ke dua heheh. Doain ya Bun semoga segera di kasih amanah

    ReplyDelete
  9. Semoga kehamilannya lancar jaya, Bunda dan calon debay juga sehat semua hingga saat bersalin dan sampai nanti...Aamiin

    Aku cuma pernah spiral saja,Mbak. Sejak lahiran anak kedua terus pasang dan dah 1 kali ganti. Alhamdulillah enggak ada keluhan berarti.
    Memang masalah KB ini individual, cocok-cocokan..

    ReplyDelete
  10. Mbak aku masih bingung hubungan menyusui dengan pendarahan. soalnya dokternya gak jelasin detail ya?
    Wah selamat ya atas kehamilan kedua, moga sehat terus ibu dan baby :D

    ReplyDelete
  11. oh aku baru tau loh kalo menyusui bisa bikin pendarahan. terkaget-kaget loh bacanya. tapi aku juga KB suntik 3 bulan dan memang suklis menstruasi jadi berantakan.

    ReplyDelete
  12. mom, pas banget baca ini. aku lagi bimbang mau kb sebulan atau 3 bulan. memang maunya juga yang gak mengganggu produksi asi. siap aku pilih yang 3 bulan aja.

    ReplyDelete
  13. Wah mba lagi hamil yaa smoga sehat dan lancar lancar ya. . Aku dari anak pertama sekarang kedua ga pernah pake KB hehe trik manual aja. Haha tapi pas aku baca kayaknya aman aman aja ya si KB 3 bulan ini

    ReplyDelete
  14. Saya juga menyusui anak dan masih keluar darah sampe lebih 40 hari. Tapi juga kurang paham, maksudnya pendarahan karena rahim tipis dan belum kb itu gimana ya? Saya belum kb juga karena masih takut. Maunya kalender aja hehe

    ReplyDelete
  15. Wah, ceritany lengkap banget mbak. Semoga kehamilannya lancar hingga persalinan ya mbak.

    ReplyDelete
  16. Semoga selalu diberi kesehatan untuk ibu dan bayi di dalam kandungan. Dilancarkan nanti proses melahirkannya. Aamiin

    ReplyDelete
  17. Duh, ini nih. Aku masih maju mundur syantik mau pasang KB. Sampai sekarang masih pakai KB alami (baca: menyusui) aja. Masih ngumpulin keberanian sama pilih pilih yang terbaik.

    ReplyDelete
  18. sya blm pernah ber KB
    selama ini KB alami aja
    alhamdulillah aman
    btw semoga kehamilannya sehat terus ya
    dan dedek bayinya juga sehat terus

    ReplyDelete
  19. Aku sebenernya pling males berurusan sama KB, karena aku pelupa jadi gak mungkin pake Pil, takut jarum suntik juga. Jadi paling memungkinkan pake spiral yg cuma perlu cek setahun sekali hehee

    ReplyDelete