[Review film] Toko Barang Mantan, Saat Cinta Perlu Diungkapkan




Selamat datang di Toko Barang Mantan! Di sini kamu bisa menjual barang pemberian mantanmu. Apakah itu kalung bahkan tiket nonton yang kamu kumpulkan saat masih pacaran dulu. Jangan lupa ceritakan sejarah dari barang tersebut. Toko Barang Mantan akan membeli barang pemberian mantanmu dengan harga pantas dan menjualnya kembali pada mereka yang berminat.

Pemilik Toko Barang Mantan adalah seorang pemuda bernama Tristan, mahasiswa Fakultas Hukum yang memiliki rambut panjang, gaya urakan tapi cukup ganteng buat dipacari. Di Toko Barang Mantan ini Tristan dibantu 2 orang pegawai yakni Amel, adik tingkatnya dan Robi, anak yang entah kenapa mau bekerja di Toko Barang Mantan. Sayangnya, karena terlalu asyik mengurus Toko Barang Mantan, Tristan sampai lupa menyelesaikan kuliahnya.

Satu hari Toko Barang Mantan kedatangan seorang tamu istimewa. Dia adalah Laras, gadis cantik yang dulu pernah mengisi hati Tristan. Laras datang membawa undangan pernikahan untuk Tristan. Dari reaksi yang diperlihatkan, sih, jelas banget kalau Tristan masih menyimpan perasaan buat Laras. Apalagi Laras nyatanya juga tak hanya datang satu kali ke Toko Barang Mantan. Besoknya dia datang lagi untuk meminta masukan terkait acara pernikahannya dan kali berikutnya Laras datang malah mau menjual cincin pertunangannya. Katanya tunangannya memberikan kejutan yang tidak dia sukai.

Merasa mendapat kesempatan, Tristan pun melakukan berbagai upaya untuk memenangkan hati Laras kembali. Mulai dari menyelesaikan skripsi yang tertunda bertahun-tahun hingga menjadikan Toko Barang Mantan lebih komersil dengan membuka penjualan online. Pada Laras, Tristan ingin membuktikan kalau dia bisa sukses dan cukup berharga untuk dicintai lagi.

Sayangnya usaha yang dilakukan Tristan tak berbuah manis. Alih-alih membuat Laras terkesan. Keduanya malah terjebak dalam pertengkaran terkait kisah cinta masa lalu keduanya. Ternyata selama ini Laras hanya menginginkan sebuah hal sederhana. Pengakuan cinta dari Tristan. 

Selama mereka berpacaran, Laras merasa Tristan tak pernah mengatakan cinta padanya. Bagi Laras, Tristan adalah sosok yang tidak mengerti arti cinta. Sebaliknya Tristan merasa cinta tak perlu diungkapkan karena sudah terlihat dari perlakuannya pada Laras saat mereka pacaran dulu. Masih adakah kesempatan bagi Tristan untuk mendapatkan cinta Laras kembali?

Kesan dan pesan yang didapat dari film Toko Barang Mantan

Jika membaca nama Reza Rahadian dalam daftar pemain di sebuah film, pastinya kita akan mendapat jaminan sebuah akting yang mumpuni, ya?Karena itulah saat melihat trailer Toko Barang Mantan ini saya langsung tertarik untuk menontonnya. Apalagi judulnya juga lumayan bikin penasaran.

Cerita Toko Barang Mantan sendiri bagi saya merupakan jembatan atas kisah cinta belum selesai antara Tristan dan Laras. Meski mungkin Reza dan Marsha agak sedikit ketuaan memerankan tokoh di usia pertengahan dua puluhan, namun hal itu tertutup dengan kemampuan akting mereka yang ciamik. Beberapa selipan kisah tentang orang-orang yang menjual barang dari mantan mereka cukup seru untuk diikuti.

Adapun beberapa pesan moral yang bisa diambil dari film ini antara lain:

Cinta itu perlu diungkapkan

Ya, salah satu pesan utama dari film Toko Barang Mantan adalah cinta itu perlu diungkapkan. Bukan sekadar lewat perhatian namun lewat ucapan. Dengan begitu pasangan kita benar-benar tahu kalau kita mencintainya. Apalagi kalau hubungannya nggak ada kejelasan atau friendzone. Bisa-bisa ada pihak yanb jadi korban PHP atau kena tikung di sepertiga malam. Hihi.


Berhati-hatilah dengan kehadiran mantan dalam hidupmu

Mantan itu adalah sosok masa lalu yang sangat membahayakan. Sedetik saja kehadirannya di masa kini kita bisa mengacaukan banyak hal. Apalagi kalau yang ditinggal belum benar-benar move on. Sudah banyak kita lihat bagaimana kehadiran mantan ini berakibat besar di kehidupan pribadi seseorang. Mulai dari pengantin yang menangis karena mantannya datang di pernikahan hingga rumah tangga yang berantakan karena pertemuan kembali dengan mantan. So, sebaiknya kalau kisah dan perasaan kamu belum benar-benar selesai ke mantan jangan pernah coba-coba ketemu mantan, ya. 


Orang tua memiliki banyak cara untuk menunjukkan dukungan pada anaknya

Dalam film Toko Barang Mantan diceritakan kalau Tristan mengalami kesulitan dalam membayar sewa toko yang dimilikinya. Wajar sih menurut saya mengingat Toko Barang Mantan menjual barang-barang yang mungkin tak banyak peminatnya. Nah, oleh para pegawaibya, Tristan disarankan untuk meminta bantuan ayahnya. Namun Tristan yang keras kepala menolak. Siapa sangka sebenarnya selama ini ayahnya sudah membantu Tristan dalam menjalankan Toko Barang Mantan lewat Tante Lani, salah satu pelanggan tetap yang selalu memborong belanjaan di tokonya. 

Meski sibuk berbisnis, selesaikanlah kuliahmu

Dalam film Toko Barang Mantan, Tristan digambarkan sebagai seorang mahasiswa Fakultas Hukum yang tidak lulus-lulus karena sibuk mengelola toko miliknya dan sebagai protes karena ayahnya menikah lagi dengan wanita yang usianya tak jauh darinya. Pada akhirnya, dengan sedikit sentilan, Tristan mau berusaha lagi menyelesaikan kuliahnya. 

Dunia kuliah sendiri adalah sebuah dunia yang banyak membentuk karakter dan pola pikir kita. Di kampus inilah kita merasakan jatuh bangun saat menyelesaikan skripsi. 
Bagi saya pribadi, menyelesaikan kuliah adalah sebuah hal sangat penting. Selain karena sayang uangnya, setidaknya dengan adanya titel di belakang nama kita akan lebih memudahkan kita dalam mencari kerja.

Demikian review saya untuk film Toko Barang Mantan. Ada sudah nonton film ini juga? 
Baca Juga
Reactions

Post a Comment

24 Comments

  1. sudah nonton, bagus ceritanya hanya lambat jalan ceriatnya di filmnya

    ReplyDelete
  2. Sudah nonton. Iya meski baik baik saja, namun kita tetap harus berhati-hati kalau ketemu mantan ya. Paling tidak jaga hati. Hahaha...

    ReplyDelete
  3. Saya udah lama pengen nonton, tapi lupa terus, sepertinya abis ini saya bakal langsung nonton 😁

    ReplyDelete
  4. Wahh saya belum nonton film ini. Hehe. Banyak yg review seperti'y bagus ya mba, liat dr pemain'y juga oke2 nih..

    ReplyDelete
  5. Wah jadi penasaran juga sama cerita nya. tristan bakal dapat Laras lagi nggak ya. Huhuhu. Btw ayah nya Tristan baik banget, sampai nyuruh orang buat borong barang tokonya haha

    ReplyDelete
  6. Edndingnya toko barang mantannya jadi tutup gak mba? Boleh dong spoiler hehee

    ReplyDelete
  7. Andaikan toko kayak ini ada di dunia nyata apakah sepi peminat atau sebaliknya? Kan biasanya barang yang diberikan pada orang terkasih pasti bagus. So prelovenya mungkin nggak jelek-jelek banget ya.

    ReplyDelete
  8. Mbak Antung ((kena tikung disepertiga malam)) Hahaha aku auto ngakak pas baca bagian itu.

    Kalau aku sendiri, kadang menganut cinta tak perlu diungkapkan kadang ya perlu juga, kek semacam ada moment tertentu aja begitu ga yg melulu begitu terus. Eh tp tetao ada ungkapan ya. hihi

    ReplyDelete
  9. Heuuu, hanya karena cinta tak diungkapkan, perempuan bisa pergi meninggalkan cowok ya. Nah para cowok, jangan lupa untuk ungkapkan cinta dengan kata2 pada cewekmu. Haha

    ReplyDelete
  10. Saya belum nonton Mbak, jadi pengen nonton juga. Lucu ya.. Toko anti mainstream ��

    Cinta harus diungkapkan dan dibuktikan ya pastinya.

    Setuju, Jangan coba-coba ketemu mantan yang belum move on. Bahaya.

    ReplyDelete
  11. Duh sejak corona gak pernah merhatiin film-film bagus lagi karena gak bisa ke bioskop. Tapi selalu kepo sih sama reza rahadian ini. Filmnya belum pernah failed

    ReplyDelete
  12. nah betul banget tuh, jangan sampe putus kuliah di tengah jalan. nanggung. hehe. biar pun bisnis sukses tapi tetep berguna kok ilmu yang didapat di perguruan tinggi. well, setidakya menyandang gelar sarjana lah.

    ReplyDelete
  13. Saya belum nonton. Walau Reza rahadian itu jaminan akting bagus, tapi jenuh juga nih dia selalu ada di layar bioskop :) tapi jadi mau nonton juga deh film nya

    ReplyDelete
  14. Kapan hari itu pengen nonton krn liat di recomend netflix. Maunya nonton sm suami tp dia gak doyan. Heu

    ReplyDelete
  15. Film ini sepertinya menarik ya mbak, banyak yg mereview soalnya...
    Wah jadi pengen nonton

    ReplyDelete
  16. Setuju bgt sm poin meski sibuk bisnis selesaikan kuliah :)
    Btw, berarti pelajaran bgt nih bwt jomlo kakau menjalin hubungan dekat jgn ngasih2 atau nerima2 biar gak ada kesempatan jual beli barang mantan pas putus wkk

    ReplyDelete
  17. Pertama tau judulnya jadi pengen ketawa. Ada aja ide si penulis naskahnya nih. Masih masuk waiting list tontonan saya, nih.
    Hmm... Reza Rahadian memang 'penguasa' layar lebar kita, ya. Kalau dari ulasan Mbak, iya sih seharusnya untuk memerankan mahasiswa (walaupun abadi) ya yang agak mudaan, gitu. Adipati Dolken masih bisa lah. Atau Maxim Bouttier? Hehe kok saya jadi ngatur, sih :D

    ReplyDelete
  18. Mantan, meski nyakiti, ada aja bumbu sayangnya di hati. Jadi, jauhin aja deh lebih baik. Dari pada CLBK atau disakiti kedua kalinya.

    ReplyDelete
  19. wah banyak pesan ya dari film toko barang mantan ini, nah bener banget mba kuliah itu harus segera diselesaikan. biasanya kalo udah tau cari duit suka susah nih buat menyelesaikannya, ya.

    ReplyDelete
  20. Terima kasih atas ulasannya. Setuju dengan pesan perihal kuliah tetap harus diutamakan.

    Karena menuntut ilmu sebagian besar adalah amanah dari orang tua sehingga harus kita jalan dan selesaikan dengan baik terlebih dahulu

    ReplyDelete
  21. Belum nonton mbak... sepertinya bagus ya ceritanya. Kalau yang main Reza Rahardian biasanya ceritanya bagus atau at least bakal terkesan sama aktingnya Reza. Bisa jadi wishlist tontonan nanti kalau lagi santai,hehe

    ReplyDelete
  22. Berhati-hatilah dengan mantan. Hihihi. Seperti musuh yang harus dilawan termasuk juga keinginan untuk sekedar mengingat mantan.

    ReplyDelete
  23. Mantan ini emang bahaya ya. Nggak usah diingat dan diungkit lagi. Bikin mimpi buruk saja.

    ReplyDelete
  24. Comedy nya dpt, tapi endingnya rada maksa. Saya akan buat film cinta lebih bagus dari ini

    ReplyDelete