Atasi Kekurangan Zat Besi dengan Maltofer, Suplemen Zat Besi yang Aman bagi Lambung




"Mas, aku pusing banget nih. Kamu jagain Yumna dulu, ya, aku mau istirahat," kata saya pada suami malam itu. Sebelumnya, dengan penuh perjuangan saya menyiapkan menu makan malam. Rasa pusing dan lemas yang melanda sejak sore hari tak kunjung hilang. Bahkan meski saya sudah mengganjal perut dengan beberapa suap makanan tak cukup berhasil mengurangi lemas yang saya rasakan. Akibatnya saya memasak dengan tubuh serasa melayang. Akhirnya setelah masakan siap saya putuskan untuk merebahkan diri sejenak. 

Alhamdulillah keesokan harinya rasa pusing yang melanda sudah menghilang. Waktu itu saya berpikir rasa pusing yang saya rasakan karena hari itu adalah hari pertama haid. Namun anehnya meski haid sudah selesai rasa pusing dan lemas tetap melanda terutama saat perut kosong. Tambahan lagi saya jadi sering mengantuk saat di kantor. Berbagai spekulasi pun bermunculan. Mulai dari efek dari KB suntik yang saya gunakan, tekanan darah rendah, kurang asupan gula, kurang darah, hingga hamil lagi. Heu.

Kepastian dari rasa pusing yang kerap saya alami akhirnya terjawab saat mengikuti acara dari Maltofer Woman Community pada Sabtu, 26 Oktober 2019 lalu di Hotel Golden Tulip Banjarmasin. Hari itu, saya dan beberapa rekan blogger dari Female Blogger of Banjarmasin serta ibu-ibu dari komunitas Institut Ibu Profesional Kalimantan Selatan berkesempatan mengikuti acara seminar kesehatan yang bertajuk "Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan."

Baca juga : [Materi Kulwap] Melatih Kecerdasan Emosional Anak untuk Mendukung Daya Pikirnya


Saya tiba di hotel sekitar pukul 09.15. Saat tiba di depan ruangan tampak para peserta sudah mulai berkumpul. Ada yang sibuk berfoto di depan banner Maltofer, ada yang melakukan cek darah dan juga yang sudah berada di dalam ruangan. Saya pun melakukan registrasi dan langsung masuk ke ruangan dan menduduki kursi yang sudah disediakan untuk para peserta.

Sambil menunggu acara dimulai saya putuskan untuk melakukan pemeriksaan darah yang pos-nya ada di depan pintu masuk. Tampak masih ada beberapa rekan blogger yang melakukan pemeriksaan darah.

Tak lama, tibalah giliran saya. Perawat menusuk jari saya dengan jarum. Awalnya gagal karena darah yang keluar sangat sedikit. Akhirnya pengambilan darah dilakukan kembali di jari sebelah kiri.



"Wah HB-nya cuma 10, Mbak," kata perawat yang mengambil sampel darah saya.

"Oh, ya? Memang normalnya berapa?" tanya saya

"Dua belas," kata perawat lagi

"Wah berarti aku kurang darah dong, ya? Pantas nih dari tadi pagi kepala pusing melulu," jawab saya lagi.

Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Kehidupan Pertama 



Setelah selesai melakukan pemeriksaan darah, saya kembali masuk ke ruangan karena acara akan segera dimulai. MC memulai acara dengan memperkenalkan narasumber yang hadir hari itu yakni dr. Gladys Gunawan yang merupakan salah satu dokter anak senior di Banjarmasin serta dr. Carlinda Nekawati yang merupakan Medical Junior Manager Combiphar. 

Sesi pertama dari acara hari itu diisi oleh dr. Gladys Gunawan. Sesuai dengan profesinya beliau memaparkan pentingnya nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan anak. Sebagai seorang ibu saya pastinya familiar  dong dengan istilah ini. 1000 Hari pertama kehidupan ini merupakan fase kehidupan yang dihitung mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Di masa ini, pertumbuhan

Nah, karena periode emasnya ini, sudah selayaknya jika selama masa kehamilan dan setelah melahirkan ibu menjaga nutrisi makanan yang masuk ke tubuhnya dengan baik. Selama masa ini, status nutrisi ibu berperan penting pada tumbuh kembang anak. Tambahan lagi kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan tidak dapat diperbaiki di kehidupan selanjutnya.

Salah satu mineral penting yang harus tercukupi kebutuhannya saat hamil dan menyusui adalah zat besi. Dalam tubuh kita, zat besi mempunyai peranan penting sebagai transportasi oksigen ke seluruh tubuh yang kemudian menghasilkan energi. Selama proses kehamilan sendiri, kebutuhan penyerapan besi akan meningkat secara signifikan terutama pada trimester tiga yang mencapai 10x lipat sementara defisiensi zat besi terjadi hingga 40% pada ibu hamil di trimester ketiga.

Baca juga : Grow Happy : Tak Hanya Sehat dan Tercukupi Nutrisinya, Anak Juga Perlu Tumbuh Bahagia untuk Masa Depannya


Berdasarkan usianya sendiri, zat besi memiliki beberapa fungsi, antara lain: 

Janin : Saat masih berbentuk janin, zat besi berfungsi untum pertumbuhan dan perkembangan janin serta perkembangan otak

Bayi : Pada bayi, zat besi berguna untuk meningkatkan massa SDM secara cepat, perkembangan postnatal dan pertumbuhan

Prasekolah dan sekolah :Perkembangan dan pertumbuhan

Remaja : Bagi remaja, zat besi diperlukan saat menstruasi, penambahan volume darah, meningkatkan massa otot

Kekurangan zat besi pastinya memberikan efek yang tidak baik untuk tubuh kita. Pada ibu hamil, misalnya, kekurangan zat besi bisa meningkatkan resiko bayi lahir prematur dan berat lahir rendah (BBLR). 

Sedangkan untuk bayi, jika terjadi kekurangan zat besi bisa memberikan efek pada kinerja kognitif jangka pendek dan jangka panjang, perilaku sosio-emosional dan perkembangan motorik. 

Mengenal Anemia dan gejalanya



Sesi kedua dari acara hari itu diisi oleh dr. Carlinda Nekawati. Sebelum dr. Carlinda bertanya kepada audience pengertian dari anemia. Apakah kurang darah atau darah rendah? Alhamdulillah ternyata hari itu banyak yang memberi jawaban kurang darah. 

Memang kalau dilihat dari gejalanya, darah rendah dan kurang darah memiliki gejala yang sama, yakni sama-sama pusing dan lemas. Namun pastinya ada perbedaan antara 2 kondisi ini. Tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. 

Sedangkan anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen, sehingga membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah. Seseorang bisa dikatakan anemia jika kadar hemoglobil dalam darahnya berada di bawah standar berikut:
  • Anak-anak: 11-13 gram per desilite
  • Ibu hamil: 11 gram per desiliter
  • Laki-laki: 14-18 gram per desiliter
  • Perempuan: 12-16 gram per desiliter
Beberapa gejala dari anemia antara lain : 
  • Lemas dan cepat lelah
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Napas pendek
  • Nyeri dada
  • Dingin di tangan dan kaki
Untuk mengatasi anemia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni: 

1. Mengkonsumsi makanan dengan zat besi tinggi


Beberapa makanan yang memiliki kandungan zat gizi tinggi antara lain:
- daging sapi
- daging ayam
- kacang-kacangan
- sayuran hijau

2. Mengkonsumsi vitamin C


Vitamin C memiliki fungsi meningkatkan penyerapan zat besi untuk membantu tubuh memproduksi hemoglobin. 

3. Menambah vitamin B12

Anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 bisa diatasi dengan menyuntikkan vitamin B12 atau minum pil asam folat. Selain itu, vitamin B12 juga bisa didapatkan dari daging sapi, susu, telur lur dan ikan. Sedangkan asam folay bisa didapatkan pada makanan seperti :

  • Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, brokoli, dan kangkung
  • Kacang-kacangan
  • Alpukat
  • Pepaya
  • Pisang
  • Kiwi

4. Mengkonsumsi suplemen penambah zat besi

Mengkonsumsi suplemen penambah zat besi juga bisa menjadi cara yang ampuh untuk meningkatkan zat besi dalam tubuh. 


Berkenalan dengan Maltofer, suplemen zat besi untuk mengatasi kurang darah 



Seperti yang saya tulis sebelumnya, salah satu cara ampuh untuk mengatasi kekurangan zat besi adalah dengan mengkonsumsi suplemen zat besi. Salah satu produk yang bisa konsumsi adalah Maltofer dari Combiphar. Maltofer adalah suplemen dengan kandungan zat besi jenis Iron Polymaltose Complex, melepaskan kandungan zat besi secara aktif dan terkontrol sesuai kebutuhan ke dalam tubuh sehingga tidak terjadi penumpukan zat besi. 

Beberapa kelebihan Maltofer dibanding suplemen zat besi yang lain antara lain:

1. Besi tablet kunyah dalam Iron (III) - Hydroxide Complex (IPC) 

Dimana setiap partikel-partikel terbungkus dalam sebuah gugus polimer karbohidrat (polymaltose). Hal ini mencegah bahaya yang ditimbulkan besi pada sistem pencernaan. Proteksi ini juga mencegah interaksi besi dengan makanan. 

2. Efektif dan ditoleransi dengan baik untuk ibu hamil maupun anak-anak dengan Anemia Defisiensi zat besi

Maltofer efektif meningkatkan Hb level dibandingkan dengan Ferrous (Fe2+) dan memberikan toleransi yang baik terhadap efek mual dan muntah, konstipasi dan terbukti lebih signifikan dibandingkan dengan Ferrous. 

3. Maltofer dapat diberikan bersamaan dengan makanan maupun obat. 

Maltofer merupakan merupakan suplemen dengan body friendly iron yang dapat diberikan bersamaan dengan makanan maupun obat. Selain itu, Maltofer tidak memberikan interaksi yang merugikan dan tidak menimbulkan stress oksidatif. 

4. Tidak melukai lambung

Biasanya jika kita mengkonsumsi zat besi, bisa menyebabkan luka pada lambung yang serius dan menyebabkan erosi pada area yang cukup luas. Nah, Maltofer mempunyai toleransibilitas yang lebih baik dan tidak melukai lambung dibandingkan dengan Ferrous (Fe2+). 

5. Memiliki rasa coklat yang enak

Jika mendengar nama suplemen zat besi, biasanya yang terpikir di benak kita adalah suplemen yang rasanya seperti darah. Nah, Maltofer ini memiliki rasa coklat yang enak sehingga tidak membuat kita merasa mual saat mengkonsumsinya. 

Saya sendiri karena kemarin baru tahu kalau sedang kekurangan zat besi, langsung deh membeli Maltofer ini sebagai suplemen tambahan. Untuk variannya, Maltofer memiliki 4 macam varian yang bisa dikonsumsi sesuai kebutuhan, yakni:
  1. Maltofer Fol yang diperkaya asam folat untuk ibu hamil
  2. Maltofer Chew yang merupakan zat besi dalam bentuk tablet kunyah pertama di Indonesia 
  3. Maltofer syrup isi 150 ml dengan kandungan 1 ml = 10 mg Fe untuk anak-anak dan dewasa 
  4. Maltofer drops, kemasan tetes isi 30 ml untuk bayi dan anak
Sekian dulu sharing dari saya seputar acara #maltoferwomancommunity yang saya ikuti beberapa waktu yang lalu. Untuk informasi lebih lanjut tentang Maltofer, teman-teman bisa langsung mengaksesnya di website www.maltofer.combiphar.com.

Semoga bermanfaat :)

 


#maltofer
#maltoferindonesia
#combiphar

Post a Comment

24 Comments

  1. Saya suka pusing jika bangun tidur tiba-tiba. Apa itu juga pertanda anemia ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mau yakin bagusnya periksa aja, mbak HB sama tekanan darahnya. soalnya gejala anemia sama darah rendah itu mirip

      Delete
  2. Wah Obgyn sy jg menyarankan sy untuk konsumsi maltofer fol ini mbak... Pas pertama minum kaget kok rasanya coklat kaya makan permen hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak. aku juga kaget pas makan pertama kalinya. hihi

      Delete
  3. Ternyata 1000 hari pertama anak itu mesti dijaga kondisi zak besinya ya mbak. Kalau hamil kemarin memang aku rajin minum vitamin dari dokter. tapi setelah melahirakan sudah gak lagi. kayaknya perlu nih beli maltofer untuk keluarga kami.

    ReplyDelete
  4. sebagai orang tua kita harus jaga anak yang baru lahir hingga 1000 hari pertama jangan lewatkan momen ini, karena dalam 1000 hari kecerdasan otak dan mental perlu perhatian asupan gizi

    ReplyDelete
  5. Jangan sampai deh kekurangan zat besi mba. Ankku pernah ngerasain dan ini nggak nyaman buat dia

    ReplyDelete
  6. Dulu waktu bungsu masih 6 bulan, dia sempat mengalami ADB dan akhirnya harus konsumsi suplemen besi. Zat besi ini emang penting banget ya, Mbak...Dan nggak boleh dianggap remeh...

    ReplyDelete
  7. betul sekali mba, 1000 Hari Pertama Kehidupan itu penting banget buat sang anak, makanya pemenuhan nutrisi zat besi harus banget

    ReplyDelete
  8. Ah iya, saya jadi ingat mau beli ini. Soalnya kadang-kadang saya mengkonsumsi zat besi

    ReplyDelete
  9. Waktu hamil Aku sempet sering jeram dan kesumutan juga tangan ku baal ( kt org Sunda) ternyata kurang kalsium .. pnting bngt itu ternyata

    ReplyDelete
  10. Kekurangan zat besi memang banyak faktorny ya mba, salah satunya dari asupan makanan yang dikonsumsi kurang.
    Tetapi untung ada suplement tersebut y mba, untuk memenuhi asupan zat besi.
    Agar tubuh selalu fit dan selalu bersemangat

    ReplyDelete
  11. bagus nih info nya mbak. kalau mau konsumsi maltofer ini harus pakai resep dokter dulu gak sih mbak? apa harus tes HB dulu untuk memastikan?

    ReplyDelete
  12. Katanya Maltofer ini enak jadi pas dikonsumsi ga enek ya, kadang males minum vit zat besi tuh karena ga enak rasanya,

    ReplyDelete
  13. Rendah juga ya HB nya mbak antung. Saya aja Hb 11 masih dibilang belum normal juga sih karena harus minimal 12. Kuy lah tingkatkan zat besi tubuh

    ReplyDelete
  14. Kalau untuk busui aman nggak ya? HB saya memang kadang rendah, pernah konsul karena gara-gara sering begadang.

    ReplyDelete
  15. Pas banget saya memang butuh zat besi kemarin2 minum calc perut mual bngt ternyata ada yang nyaman dilambung perlu bngt buat mencobanya

    ReplyDelete
  16. Bagus banget infonya dan bermanfaat banget jadi pas nanti aku hamil baca infonya

    ReplyDelete
  17. Ingat-ingat zaman hamil dulu....selalu diberi tablet penambah zat besi yang rasanya kaann...
    Andaikan sudah ada Maltofer, yang rasanya enaakk...

    ReplyDelete
  18. Zat besi memang sangat penting ya mbak..
    Apalagi untuk ibu hamil..
    Tapi meski tidak hamil, terkadang aku juga minum lho

    ReplyDelete
  19. Cerita yang disampaikan mbak ana persis sama dengan apa yang dialami istri saya.. istri saya sering sekali merasakan pusing dengan intensitas tidak terus menerus.. sudah diminumi obat penambah darah tetapi juga tidak kunjung sembuh..

    ReplyDelete
  20. Mbak ini udah bisa dibeli bebas di apotek gtu ya? Kebetulan nih punya riwayat anemia, blm cek hB lagi. Tapi suka ngrasa abis duduk trus bangun dah berkunang2 lg hehe. Mau coba ah konsumsi maltofer ini TFS

    ReplyDelete