Monday, October 29, 2018

Pentingnya Public Speaking untuk Semua Orang


Seberapa besar keberanianmu untuk bicara di depan umum?

Jika pertanyaan ini diajukan kepada saya, mungkin jawaban saya adalah sekitar 50% saja. Apalagi jika perintah berbicara di depan umum ini dilakukan secara spontan. Duh, maaf banget saya angkat tangan duluan. Jujur nih, meski telah menempuh jenjang pendidikan hingga sarjana, tak menjamin saya jago cuap-cuap di depan khalayak ramai. Perlu latihan dan keberanian besar untuk itu kalau kata saya.

Saya jadi ingat di kantor setiap kamis pagi ada sesi pemaparan visi misi kantor oleh salah satu staf. Saat itu, mereka yang ditunjuk oleh manajer wajib berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan visi misi perusahaan dan pekerjaan yang dilakoninya. Beberapa ada yang lancar namun ada juga yang tergagap-gagap karena gugup dan kurang persiapan.

Dengan alasan tak cukup pandai berbicara di depan umum inilah saya akhirnya mengikuti sebuah training public speaking yang berjudul "Training Mahir Public Speaking 2018, Hebat Bicaranya Sukses Karirnya" yang diadakan pada 21 Oktober lalu di salah satu gedung di kota Banjarmasin. Bersama dengan beberapa anggota komunitas Female Blogger of Banjarmasin dan berbagai kalangan lainnya, kami menimba ilmu seputar public speaking bersama 2 narasumber bapak Agus Suprapto dan Hj. Ananda.

Baca juga : Bijak Bermedia Sosial, Flashblogging bersama Kemkominfo

Satu Jam Jago Membawakan Acara



Sesi pertama dari acara training public speaking hari itu diisi oleh bapak Agus Suprapto, seorang MC yang memiliki jam terbang tinggi di kota Banjarmasin. Dalam sesinya ini, pak Agus membagikan berbagai tips seputar dunia Mastering Ceremony yang sudah beliau geluti selama puluhan tahun. Oya, pak Agus ini latar pendidikannya Sarjana Ekonomi namun ternyata rezekinya datang dari kemampuannya berbicara di depan umum. 

Menurut pak Agus sendiri, menjadi MC itu tugasnya hanya 3, yakni membuka acara, mempersilakan nara sumber berbicara, dan menutup acara. Kesannya mudah sekali ya, namun pastinya memerlukan ilmu dan keluwesan untuk menjadikan kita MC yang baik. Nah, beberapa hal yang harus kita ketahui seputar dunia public speaking ini menurut pak Agus adalah:

1. Berbicara jujur dengan hati

Bicara di depan umum bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Bahkan bisa dibilang perlu keberanian besar untuk melakukannya. Nah, hal pertama yang sebaiknya diketahui adalah seorang MC atau siapapun yang berbicara di depan umum sebaiknya berbicara jujur dengan hati mereka. 

2. Eye contact

Kadang kita kerap menghindari kontak mata dengan audience saat berbicara di depan umum. Padahal eye contact ini ternyata sangat diperlukan untuk membuat kita bisa menguasai acara. Bahkan kata pak Agus nih, saat berbicara pandangilah orang paling berpengaruh di ruangan tersebut untuk menghilangkan kegugupan kita. 

3. Gunakan intonasi yang baik

Intonasi yang baik juga diperlukan saat berbicara di depan umum. Kita harus tahu kapan menekankan sebuah kalimat atau memberi jeda dalam pernyataan yang kita buat. Dengan intonasi yang baik pastinya akan membuat acara yang kita pandu terasa lebih hidup. 

4. Artikulasi yang jelas

Artkulasi juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan saat berbicara di depan umum.Jangan sampai saat kita berbicara di depan umum suara yang terdengar seperti orang yang sedang berkumur-kumur. Karena itulah penting bagi seorang MC untuk terus melatih pengucapan kata yang akan digunakannya saat akan tampil di depan umum. 

5. Lugas jelas dan tidak bertele-tele

Kadang kita kerap bertemu dengan mereka yang berbicara ngalor-ngidul saat berada di depan banyak orang. Entah itu karena gugup atau untuk menutupi kegugupannya itu. Nah, seorang MC yang baik sebaiknya menghindari dari hal ini karena pasti akan membuat penonton merasa bosan dengan kalimat yang bertele-tele. 

6. Berbicara sambil tersenyum

Senyum. Ya, jangan lupakan hal ini saat berbucara di depan umum. Pastinya audience lebih senang ya dengan MC yang murah senyum ketimbang yang datar aja mukanya sepanjang acara. 

7. Perkaya dengan bahasa tubuh 

Bahasa tubuh juga menjadi salah satu bagian penting saat membawakan acara. Apalagi kalau acara yang dipandu adalah acara non formal. Nggak mungkin kan kita diam saja di satu tempat selama acara. Nah, salah satu contoh dari bahasa tubuh ini adalah kemampuan pembawa acara mengurangi kebosanan dengan adanya ice breaking

8. Perluas pengetahuan

Menjadi MC juga menuntut kita memiliki pengetahuan yang luas. Entah itu seputar materi yang akan dibawakan juga materi umum lain yang berguna dalam meningkatkan skill memandu acara. 

The Power of Public Speaking



Materi kedua training hari itu disampaikan oleh Hj. Ananda, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin yang juga pernah menjadi kebanggaan warga Kalimantan Selatan karena berhasil menjadi Runner Up 1 Putri Indonesia 2006. Jika di sesi sebelumnya pak Agus membagikan ilmu seputar teknik membawakan acara, maka di sesinya ini Hj. Ananda lebih banyak bercerita bagaimana kemampuan public speaking menghantarkannya menuju kesusksesan sejak usia muda. Nah, berhubung usiaya tak jauh beda dengan saya, boleh dong selanjutnya saya menyebut beliau dengan Nanda saja.

Sebagai salah satu tokoh penting di kota Banjarmasin, Nanda yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar kota Banjarmasin bercerita bagaimana awal mula kiprahnya di dunia public speaking. Tentunya semua tidak didapat dengan cara yang instan. Sejak masih berseragam putih biru, Nanda sudah aktif di ekskul di sekolahnya. Tak hanya itu, Nanda juga sangat rajin mengikuti berbagai kompetisi entah itu skala lokal maupun nasional. Karena itu nggak heran dong ya kalau list prestasinya bejibun mulai dari Paskibraka Nasional hingga menjadi Runner Up 1 Putri Indonesia. 

Nah, menurut Nanda, nih public speaking penting sekali dikuasai setiap orang. Bahkan, kata Nanda lagi, semua pekerjaan di dunia ini memerlukan public speaking, tak terkecuali emak-emak rempong. Ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari public speaking ini, yakni:
1. Membantu meningkatkan percaya diri
2. Meningkatkan kualitas diri
3. Membuat diri lebih berpikir kritis
4. Meningkatkan kemampuan dalam memimpin

Nanda sendiri memulai karir public speaking-nya dari menjadi MC di acara Dies Natalis di kampusnya. Sosoknya yang dikenal doyan cuap-cuap (bore kalau kata orang Banjar) menjadi pilihan saat panitia kebingungan mencari MC untuk acara mereka. Dari sinilah kemudian Nanda kerap menerima tawaran menjadi MC di berbagai acara. Di awal karirnya ini, Nanda bahkan rela tak mendapat honor dari tugasnya sebagai MC. Tujuannya hanya 1, menjajal berbagai kesempatan dan menemukan panggung untuk dirinya. 

Sekian tahun melintang di dunia public speaking, tentunya Nanda memiliki tips yang menunjang kesuksesan karirnya. Adapun 4 tips sukses dalam public speaking versi Nanda antara lain:

1. Doa
2. 3L (Latihan, Latihan Lagi, Latihan Terus) 
3. Attitude
4. Doa

Lalu bagaimana jika sebagai seorang MC, kita memiliki merasa memiliki fisik yang biasa saja? Nah, untuk pertanyaan ini, Nanda memberikan jawaban jitu. Kuncinya ada pada attitude yang baik dan bagaimana kita menonjolkan kelebihan kita. Nanda memberi contoh bagaimana saat menjadi finalis Putri Indonesia dulu dirinya termasuk dalam peserta dengan tinggi yang biasa saja. Namun dengan attitude yang baik dan kelebihan yang ditonjolkannya, Nanda berhasil menyabet gelar Putri Persahabatan yang dipilih oleh para finalis Putri Indonesia. Jangan lupa juga terus berdoa sebelum dan sesudah menjalankan pekerjaan kita. Karena kekuatan doa itu bisa mengubah takdir, begitu tutup Nanda di sesi acaranya tersebut. 

Acara training public speaking hari itu berakhir sekitar pukul 1 siang. Alhamdulillah melalui acara ini saya mendapatkan ilmu baru serta motivasi untuk lebih berani berbicara di depan umum. Buat teman-teman sendiri, seberapa besar keberanian kalian untuk berbicara di depan umum? 




13 comments:

  1. pengen ikutan kalau ada acara serupa lagi. Berharap semoga acara kmrn memperluas wawasan dan keberanian berbicara depa umum, cuman tetap perlu praktiknya nih hehehhe..semangatt

    salam,

    www.ennyratnawati.com

    ReplyDelete
  2. Kalo aku berani tidaknya, tergantung audience kayanya. Hahaha.. Makin asing, makin gugup, tapi kalau bukan orang yang baru di kenal, biasanya gak terlalu gugup

    ReplyDelete
  3. Saat ini kemampuan public speaking memang sangat diperlukan, apalagi bagi seorang caleg atau jurkam, selain seorang yg berprofesi sbg PR ataupun Humas. Tapi materi komfek (komunikasi efektif) dan psykologi masa juga perlu dipelajari.
    Betewe...ini blogger Banjarmasin ya?...wah gwe koq jd kangen sama kota seribu sungai :)...kemarin pernah tinggal di Banjarbaru..di belakang Rindam :)

    ReplyDelete
  4. Pengendeh bisa bicara di depan umum. Selama ini masih gerogi kalo misalkan di minta untuk bicara di depan umum. Mungkin hal ini bisa teratasi jika kita lebih sering melakukannya ya

    ReplyDelete
  5. Saya dulu paling nervous kalo diminta bicara di depan umum. Bahkan ketika berbicara di depan teman-teman sekantor. Trusss.. akhirnya berani bicara di depan umum (ratusan audiens) gegara masuk ke dalam komunitas bisnis.

    ReplyDelete
  6. Akutuuuh masih pemaluuu untuk bicara di depan umum

    ReplyDelete
  7. Saya tipe kalo didepan banyak org bisa salah ngomong kya apa yg dimaksud beda sama yg disebut saking nggak pedenya. Membuka pikiran juga klo semua perlu latihan dan pembiasaan.

    ReplyDelete
  8. Hj. Ananda ini salutnya ak dia berani mencoba segala tantangan. Ak msh PR banget dulu itu bs begitu.

    ReplyDelete
  9. Gara-gara jadi penyiar radio dan sering ngemsi, jadi lebih mudah bicara di publik. Apalagi sering mentorin kelas blogging offline ... Insha Allah ngomongnya jadi lebih terarah hehehe.

    ReplyDelete
  10. Bicara di depan umum, kalau cuma presentasi tentang bidang atau pekerjaan kita, masih oke lah ya. Tapi jadi MC itu sungguh memerlukan kemampuan ekstra. Bukan cuma pengetahuan luas, update info terbaru, tapi juga harus peka terhadap para peserta kegiatan. Selain itu harus bisa melucu, sabar, nggak mudah terpancing emosi, dan helpful. Makanya saya selalu kagum dengan para MC.

    ReplyDelete
  11. Duh, ulun supan bila bapander di muka umum. Gugup, artikulasi kada jelas. Tapi kadang memberanikan diri bertanya bila ada acara, itu gen mik ulun gengam erat2 karena gemetaran. Wkwkwk... Hj. Nanda ini ingat ulun waktu final Putri Indonesia, finalis lain memang lebih tinggi-tinggi daripada sidin.

    ReplyDelete
  12. Dari dulu saya pun tertarik untuk ikut kelas public speaking, karena rasanya butuh. Tapi belum juga terealisasi karena waktu.

    Senangnya malah dapat sedikit bocoran di artikel ini. Terima kasih banyak.

    ReplyDelete
  13. Bagiku ikut acara / pelatihan public speaking itu menyenangkan sekali emang mbak. Dulu waktu SMA sampe lulus kuliah aku sering ikutan training public speaking karna dulu aku aktif diberbagai kegiatan. Setelah lulus kuliah merantau ke Jkt malah jd anak rumahan, uah ga pernah aktif kegiatan sm sekali, kemampuan public speaking juga udah menurun drastis, sedih haha

    ReplyDelete