Sewaktu pertama kali bekerja di kantor yang sekarang, saya sempat dibuat kaget. Apa pasal? Gaji yang saya terima ternyata nyaris tak mencukupi kebutuhan hidup sebulan. Padahal, meski masih berstatus honor gaji saya tak jauh berbeda dengan gaji di kantor lama.
Nah, dengan gaji yang kurang lebih sama tersebut, saya malah merasa keteteran mengatur keuangan sebulan. Boro-boro buat menabung, baru pertengahan bulan saja uang saya sudah menipis. Sementara seingat saya dulu dengan gaji yang sama di kantor lama saya cukup bisa bersenang-senang setiap bulannya dengan berbelanja baju baru.
Usut punya usut, urusan perutlah yang lumayan berpengaruh pada pengeluaran saya kala itu. Namanya bekerja di perusahaan yang cukup besar, rupanya ada perubahan gaya hidup yang saya alami. Saya mulai mengenal namanya nongkrong dan mencicipi makan siang di mall.
Hal ini jarang sekali saya lakukan di kantor lama mengingat makan siang kami sudah disiapkan kantor. Setelah dihitung, ternyata biaya makan ini lumayan besar setiap bulannya. Menyadari hal ini, akhirnya saya pun mulai lebih bijak dalam memilih tempat makan demi agar uang gaji tak menguap begitu saja.
Mengelola Keuangan Keluarga Setelah Menikah
Setiap bulan, suami memberikan uang saku yang kemudian saya gabungkan dengan gaji pribadi setelah dipotong berbagai kewajiban. Dari sinilah saya belajar menyusun strategi agar seluruh kebutuhan keluarga terpenuhi tanpa harus merasa kekurangan di akhir bulan.
Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga
Dalam hal mengelola keuangan keluarga ini, saya sendiri sebenarnya masih banyak sekali kurangnya. Masih tambal sana sini lah intinya. Namun pada intinya, selama ini saya menerapkan beberapa prinsip yang saya dapat dari membaca tulisan berbagai pakar finansial. Beberapa prinsip yang saya gunakan dalam mengelola keuangan bulanan antara lain:
1. Membayar Tagihan di Awal Bulan
Begitu menerima gaji, hal pertama yang saya lakukan adalah melunasi seluruh tagihan dan kewajiban: listrik, air, internet, cicilan, hingga zakat dan sedekah.
Strategi ini membuat saya:
- Terhindar dari denda keterlambatan
- Lebih tenang secara mental
- Tidak tergoda memakai uang tagihan untuk kebutuhan lain
Dengan menyelesaikan kewajiban di awal, saya bisa lebih fokus mengatur sisa uang untuk kebutuhan harian.
2. Disiplin Menabung
Menabung merupakan salah satu ilmu dasar dalam pengelolaan keuangan. Dulunya saya memilih menabung dalam bentuk arisan yang disetorkan segera setelah mendapat gaji. Uang hasil arisan ini kemudian saya pindahkan ke rekening tabungan baik tabungan reguler maupun dana darurat. Namun untuk sekarang saya lebih memilih menabung di reksadana atau tabungan rencana yang nominalnya juga langsung dipotong dari gaji yang masuk ke rekening.
3. Mencatat Pengeluaran Harian
Perihal mencatat pengeluaran harian ini sebenarnya baru saya lakukan awal tahun ini. Dulunya, saya selalu kebingungan dengan besarnya pengeluaran yang saya lakukan entah itu untuk makan atau keperluan bayi. Nah sejak rutin melakukan pencatatan ini saya jadi tahu berapa uang yang saya habiskan untuk belanja pribadi, untuk keperluan anak juga rumah tangga setiap bulannya. Ke depannya sih saya harap hal ini bisa menjadi parameter saya dalam membagi pos-pos pengeluaran bulanan.
4. Tidak Mudah Tergoda Saat Berbelanja
Menahan diri saat berbelanja bisa dibilang salah satu cara saya mengontrol agar pengeluaran bulanan tidak kebablasan. Tidak mudah sih sebenarnya. Mau itu belanja di pasar atau online, ada saja godaan untuk belanja di luar anggaran. Kadang nih saat saya belanja sayur di pasar, pulangnya bisa nambah baju buat anak. Atau kalau mampir ke toko kosmetik ada saja barang yang ingin dibeli. Hehe. Nah, agar tidak kebablasan, saya biasanya menetapkan batasan berapa maksimal uang yang harus dikeluarkan saat berbelanja keperluan di luar keperluan rutin.
5. Menghindari Hutang atau Kredit
Selain tak mudah tergoda dalam berbelanja, saya juga berusaha keras
menghindari belanja dengan cara kredit atau berhutang. Memang sih saat
belanja dengan cash itu berasa banget hilang uangnya tapi belakangnya kita jadi tenang karena tidak memikirkan tagihan. Lalu, kalau ada barang mahal yang pengen dibeli gimana? Biasanya saya akan menggunakan uang tabungan atau bonus dari kantor untuk membeli barang-barang mahal ini.
6. Mulai Berinvestasi
Selain menabung, cara lain untuk menyimpan uang yang kita miliki adalah dengan cara investasi. Sekarang ini sih pakar keuangan lebih banyak menganjurkan sebagai bentuk persiapan dana masa depan kita. Ini karena investasi dinilai lebih banyak menghasilkan keuntungan karena sifatnya yang tumbuh. Investasi ini bisa berupa reksadana, saham, atau berupa barang seperti rumah, tanah atau logam mulia.
Penutup
Mengelola keuangan keluarga sebagai ibu bekerja memang penuh tantangan. Namun dengan sistem yang tepat, niat yang kuat, serta komitmen bersama pasangan, semua bisa dijalani secara bertahap.
Semoga pengalaman sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi para ibu bekerja lainnya untuk mulai lebih peduli dan sadar dalam mengatur keuangan keluarga. Karena keuangan yang sehat bukan hanya tentang angka, tetapi tentang rasa aman, tenang, dan masa depan yang lebih terencana.
Baca Juga
80 Komentar
saya setuju banget untuk investasi, terutama investasi untuk pendidikan anak.
BalasHapusBetul banget. Secara biaya pendidikan anak makin lama makin mahal. Yaa
HapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapussaya masih single mbak, tapi sudah belajar bagaimana mengelola keuangan pribadi
BalasHapusuntuk mencatat pengeluaran itu memang penting banget, jadi bisa tau ternyata biaya paling bengkak di makanan hahaa
kalau investasi belum ada nih mbak, masih belum berani hehehe
Keren nih. Memang sejak masih single kita harus belajar mengelola keuangan
HapusSaya merasa masih tetep cukup sulit mba��.padahal sudah 3tahun berumah tangga, ego nya masih seperti masih gadis, sering tergoda belanja... Dan sering tergoda ngopi ngopi cantik. Terima kasih shraing nya mba, saya akan mencoba menerapkannya
BalasHapusSaya juga masih belajar, mbak. Masih sering kecolongan belanja
HapusSetuju banget ama tipsnya.
BalasHapusSaya sejak awal menikah suka mencatat pengeluaran.
Jadi tau borosnya di mana, meskipun akhirnya kadang tetep aja diulang borosnya, tapi ada sesekali pas mau boros jadi mikir berkali2 ingat catatan hahaha
Aku juga masih gitu. Hihu
HapusWah, terima kasih Mbak sharingnya. Aku baru menikah 6 bulan, tapi emang lagi belajar untuk mengatur keuangan. Justru setelah diteliti, perintilan-perintilan yang kadang ngabisin budget ya.
BalasHapusIya. Belanja yang kadang karena dorongan impulsif aja. He
HapusDisiplin itu yang susah mba. Apalagi urusan jajan, beeeh sulit dikontrol. Tapi demi keutuhan ekonomi negara dan rumah tangga maka harus dibiasakan :D
BalasHapusIya. Apalagi jajan make up. Heuheu
HapusTipsnya bagus mba. Kalo saya lebih suka mencari uang tambahan daripada melakukan pengiritan jajan wkwkwk
BalasHapusNah itu bisa juga, mbak. Hehe
HapusKok sama kayak aku sih mbak. Susah kontrol pengeluaran kalau sudah di mall. Jadi ibu rumah tangga memang kudu pinter mengatur keuangan ya mbak.
BalasHapusIya. Biasanya suami tahu beres aja. Heu
HapusMengelola keuangan memang gampang gampang susah, saya jadi agak kesulitan menabung karena setiap bulan harus membayar berbagai macam tagihan ditambah saya juga harus membayar gaji Karyawan
BalasHapusIya, mas. Intinya sih kayaknya disiplin
HapusTerima kasih sharingnya
BalasHapusSama-sama
HapusTidak mudah tergoda untuk belanja, eum, sulit ini :D
BalasHapusHihi. Harus kekep dompet erat-erat ya
Hapussemua tips diatas udah aku jalani mbak, tapi godaan belanja itu yang kadang membuatku hancur lebur dan berkeping-keping
BalasHapusSama, mbak. Apalagi pas bulan muda. Berasa banyak duit. Heu
HapusAku kalo nahan diri dari belanja sih bisa bangeeet. Yang susah itu menahan diri dari godaan tiket traveling, hehehe..
BalasHapusHihi. Soal sudah jadi passioannya ya, mbak
HapusSedetil apa yaa...pencatatan pengeluaran harian?
BalasHapusKarena aku nyatet, tapi bocor alus juga.
Hahha...akhirnya desperate.
Ya sebisa mungkin semua dicatat, mbak. Sama saya juga masih sering bocornya. Heu
HapusYes..perempuan adalah menteri keuangan di keluarga ya mbak :)
BalasHapusIya, mbak. Rata-rata begitu
Hapusintinya memang disiplin yaaa mba
BalasHapusIya, mbak :)
HapusMencatat keuangan itu yang kadang suka males, harus disiplin sih. Tapi setuju bahwa nabung ga cukup dan perlu investasi juga. Biasanya disisihkan di awal, jadi mau ga mau harus siap bertahan dengan 'uang sisa' untuk sebulan
BalasHapusIya, betul mbak. Kalau nabung memang harus di awal
Hapusoverall setuju dengan tips di atas. Kerjakan yang wajib seperti bayar zakat, utang, dan kebutuhan sehari-hari setelah itu habiskan buat lifestyle :D
BalasHapusTapi kadang sekarang orang malah kebalik ya. Lifestyle lebih diutamakan
HapusSemua tips udah praktik..
BalasHapusAku g mudaH tergoda belanja.. Kecuali buku.. Huhuhu g bisa nahan kl ada buku bagus..
Pecinta buku banget dong ya :)
HapusNomor 4 tuh cobaan terberat mak..haha
BalasHapusSamaa. Hihi
HapusSaya Alhamdulillah bukan tipe manusia yg hedon, ga peduli temen makan di mall atau beli baju mewah ga pernah tertarik buat gabung krn gengsi, tiap hari bisa nabung 40-60rb dr uang belanja
BalasHapusMantap nih disiplinnya :)
HapusInvestasi untuk tabungan jangaka panjang 😊😊 tapi belum aku terapin 😊😊
BalasHapusAyo belajar investasi dari sekarang :)
HapusWah.. terima kasih mbak sharingnya. Penting banget nih buat aku mengetahui cara mengelola keuangan keluarga. Bekal untuk menikah nanti...
BalasHapusSemoga bermanfaat ya
HapusIya biaya makan yang paling gede ya hiks
BalasHapusIya, mbak. Apalagi kalau makannya di mall melulu. He
HapusDizaman sekarang mau investasi apa, ya?
BalasHapusBisa investasi tanah, dinar dan reksadana
HapusKalo uang ga dikelolah yg adanya kurang melulu.apalagi harga skrg pada mahal semua. Nyempil aja itu uang
BalasHapusIya, mbak. Kenaikan harga kadang nggak sebanding sama pendapatan dan gaya hidup. He
HapusYang paling penting dalam pengelolaan keuangan keluarga menurutku adalah menghindari utang komsumtif. Kalau ada utang, hidup rasanya berat. Tanpa utang, seberapapun penghasilan pasti masih cukup.
BalasHapusBener banget. Kalau ada hutang tu tiap bulan kepikiran
Hapusmasih belum bisa tertib mencatat pengeluaran harian. Di awal-awal bulan semangat mencatat, makin ke pertengahan makin malas
BalasHapusMemang kadang harus rajin banget, mbak nyata ini. Saya juga kadang malas dan ada yang nggak ditulis. He
HapusAku ga pernah mengelola full, semua dilakukan bersama, jadi dompetku sering kosong, yang penuh uang di laci bersama,jadi transparan. Dan untuk sementara ini kami fokus lunasin kpr syariah, krn walaupun namanya syariah tetap yg namanya utang itu bikin ga enal tidur, jadi belum bisa mikir invest macam2
BalasHapusWah jadi suami istri sama-sama bertanggung jawab ya soal pengeluaran keluarga
HapusDari kesemuanya itu sudah pernah aku lakukan. Cuma yang mencatat pengeluaran harian itu yang sering lupa. Sejak punya anak 3, punya pulpen aja rasanya susah banget, *alasan wkwkwk
BalasHapusHihi aku nyatatnya di hape ruli
HapusWajib menabung untuk masa depan nanti yes..
BalasHapusIyaa :)
HapusIni aku jg sma kaya mba antung mulai investasinya dri perhiasan wkwk mau ikut reksadana tp msh ragu2.. Bdw di tokopedia skrg ad investasi reksa dana mbaa hehe
BalasHapusIya. Aku tertarik juga sih yang di tokopedia itu tapi masih belum action nih
HapusKayanya uang aku juga habis karena urusan perut deh, apalagi ngekos tambah abis uangnya huhu
BalasHapusMbak coba pake model tabungan kaya Tapenas dari BNI atau Jenius yg dream apa gitu, itu lumayan banget buat nabung. soalnya jangka waktu pengambilan sesuai komitmen kita :)
Salam kenal,
simatakodok.blogspot.com
bener kaata emak, investasi itu penting. aku mencoba tapi gagal mulu wkwkwk
BalasHapusDan point nomer 6 selalu di bilang sama kaka ulun. Kalo mau mengelola keungan baik pribadi maupun kelompok mending di investasikan. Kamu nya gak perlu ribet dan gak buang banyakkkk tenaga heheh
BalasHapusIya. Punya pengetahuan investasi itu memang penting banget sekarang
HapusAku paling susah itu adalah disiplin nabung, aseli susyah syekali terus juga mencatat pengeluaran harian, bukan aku banget, anaknya males gt makanya susah banget neh mencatat pengeluaran gitu. Huhu :( Jelek banget kebiasaan gini padahal ih.
BalasHapusIyaa. Jadi nabung aja nggak cukup yaa
BalasHapusTipsnya juga setujus smuanya mbak, JAdi lebih bijak saat dapat gaji dan sugesti diri jika uang tsb bisa dan cukup utk kebutuhan dalam 1 bulan kedepan. Meski demikian tantangannya cukup besar sekali, apalagi soal kepincut barang2 yg sbnernya ga perlu ehheee
BalasHapusMakaish utk sharingnya ya mbak ^_^
Iya, mbak. Apalagi kalau sudah ke toko kosmetik. Heu
HapusMakasih tipsnya, semoga nanti bisa dipraktekkan hehehe
BalasHapusAamiin
Hapusyg terakhir itu susah banget mbak...suka tergoda
BalasHapusSaya juga gitu, mbak. Hehe
Hapusngantornya bawa bekel aja heheh..dulu jg kantor deket mall..rasanya boros banget-.-'
BalasHapusIya. Sejak nikah aku selalu berusaha bawa bekal ke kantor
HapusTipsny aku bangets nih mb hehehe
BalasHapusAlhamdulillah udah mempraktikkanny sejak beliaa