"Maaf, Bu. Untuk makanan beratnya baru siap setelah pukul dua siang," begitu kata kasir Moetiara Sebelas Cafe ketika saya tiba di depan mejanya untuk memesan makanan.
Hari itu saya dan kedua anak memutuskan untuk mampir ke kafe tersembunyi yang lokasinya tak jauh dari rumah ibu saya. Saya cukup memahami ucapan kasir tersebut karena kami datang pukul dua belas siang di hari Jum'at. Pastinya barista dan koki yang memasak juga sedang bersiap-siap untuk menuju masjid dan menunaikan salat Jum'at.
"Oh, ya sudah. Aku nanti balik lagi aja setelah jam dua siang," kata saya akhirnya yang sebenarnya ditentang oleh kedua anak saya karena keduanya katanya ingin menunggu saja di kafe. Saya sendiri jelas memilih datang lagi nanti karena pastinya lebih nyaman menunggu di rumah ibu saya.
Akhirnya kami pun keluar dari kafe dan melajukan motor menuju rumah ibu di gang sebelah. Kebetulan hari itu ibu saya juga ada jadwal fisioterapi untuk bahu dan kakinya dan rupanya adik perempuan yang rencananya mengantar ibu tidak bisa datang karena motornya masih diservis. Akhirnya sebelum saya kembali ke kafe kami menyempatkan diri untuk mengantar ibu fisioterapi terlebih dahulu sambil menunggu adik saya datang ke tempat fisioterapi.
Setelah adik saya datang, saya dan anak-anak pun langsung melaju kembali ke Moetiara Sebelas Cafe. Kafe ini sendiri berlokasi di Jl. Sutoyo S. Komplek Mutiara Banjarmasin. Lokasinya ada di dalam sebuah gang kecil tepat di bagian pertigaan jalan. Bisa dibilang, tempat ini termasuk hidden gem, istilah yang sekarang sering digunakan untuk menyebut tempat tersembunyi yang menarik untuk dikunjungi.
Alasan utama saya datang ke sini sebenarnya karena penasaran dengan menu ramen yang ditawarkan. Seperti apa suasana kafenya dan bagaimana rasa makanan serta minumannya? Yuk, simak pengalaman saya berkunjung ke Moetiara Sebelas Cafe berikut ini.
Interior Moetiara Sebelas Cafe
Setelah puas melihat-lihat interior kafe, saya dan anak-anak memilih salah satu meja di dekat dinding yang dilengkapi stopkontak. Kebetulan, baterai ponsel saya sudah hampir habis sehingga keberadaan colokan ini cukup membantu.
Sebelumnya, terlebih dahulu saya meminjam buku menu dari meja barMenu Pilihan di Moetiara Sebelas Cafe
Tak berapa lama, menu yang kami pesan pun datang. Setelah difoto, saya dan anak-anak langsung menyantap semua menu yang dipesan.
Mencicipi Montblanc dan Es Kopi Nostalgia
Menu pertama yang saya coba tentunya adalah Montblanc yang tiba lebih dulu. Montblanc di Moetiara Sebelas Cafe ini merupakan menu olahan kopi biji kopi robusta, sari buah jeruk, vanilla, whiped cream dipadu menjadi satu menghasilkan minuman yang berkualitas dengan topping parutan kulit buah jeruk yang segar dan disajikan di gelas kaca lebar dan pendek. Melihat tampilan dari kopi ini benar-benar membuat saya tergiur untuk langsung mencobanya.
Mulanya saya agak bingung nih bagaimana menikmati kopi ini. Apakah diaduk dulu atau saya icip dulu whiped cream di atasnya baru diaduk dan minum kopinya? Akhirnya saya pilih mencoba whiped creamnya terlebih dahulu baru mengaduk semua campuran kopinya.
Begitu whiped cream menyentuh lidah, bisa saya rasakan rasa manis vanila dan aroma jeruk. Lalu ketika kopinya sudah tercampur semua, yang saya rasakan adalah kopi dengan cita rasa jeruk dan vanilla yang rasanya cukup seimbang. Ah, suka sekali saya dengan olahan kopi ini.
Setelah menikmati montblanc, saya pun melirik es kopi nostalgia milik Yafiq.
Es kopi nostalgia ini merupakan menu olahan kopi, butter, susu kental manis, dan krimer yang dipadu menjadi satu hingga berbusa dan disaring menggunakan alat khas kopitiam. Sama seperti montblanc, es kopi nostalgia ini disajikan dalam gelas kaca namun berukuran lebih tinggi. Untuk rasanya sendiri juga sangat enak dengan manis yang pas dan tidak terlalu pahit.
Dari yang saya perhatikan, Moetiara Sebelas Cafe sendiri menggunakan konsep yang unik dalam menu-menu yang disajikannya, terutama untuk olahan kopi. Kopinya yang disediakan di kafe ini rata-rata diolah dengan teknik ala kopitiam yakni kopi yang disaring. Selain itu, untuk menu espresso, kafe ini menggunakan alat press manual dan bukan mesin kopi listrik.
Nah, kalau ngomongin soal kopitiam saya malah ingat dengan review Mbak Dian Restu Agustina travel blogger Jakarta yang pernah membahas tentang kopitiam Lim Kok Tong di blognya. Dan ternyata warung kopi itu sekarang sudah buka di Banjarmasin. Semoga nanti saya juga bisa mampir ke sana ah biar nggak penasaran lagi.
Selain itu, nama yang diberikan untuk menu kopinya juga unik seperti kopi nostalgia, kopi warisan, kopi hampa, pelipur lara, dan beberapa menu lain dengan racikan khasnya. Ini membuat cafe ini terasa spesial karena menunya berbeda dengan cafe kebanyakan yang menunya seputar kopi gula aren, kopi hazelnut dan menu umum lainnya.
Mencicipi Chicken Shoyu Ramen dan Chicken Paitan Ramen
Jika untuk olahan kopinya menggunakan teknik kopitiam, menu makanan yang disajikan di cafe ini ternyata tidak sama dengan menu kopitiam pada umumnya. Jika kopitiam biasanya menyajikan menu roti kaya, bakmi dan bubur, maka menu makanan di Moetiara Sebelas Cafe lebih beragam mulai dari menu Indonesia seperti nasi ayam kremes, American Breakfast, salad, steak, hingga makanan Jepang seperti ramen yang saya pesan bersama Yumna dan juga udon.
Untuk menu chicken shoyu ramen yang saya pesan sendiri merupakan olahan ramen dengan kuah kaldu gurih dan toping yang cukup lengkap seperti telur, jamur, jagung dan juga potongan ayam. Ramennya disajikan dalam mangkuk berukuran besar yang pastinya cukup mengenyangkan. Kuah kaldunya berwarna kecoklatan dan memiliki rasa yang gurih
Sementara untuk chicken paitan ramen pesanan Yumna menghadirkan kuah yang lebih creamy dengan topping yang tak jauh berbeda dengan ramen yang saya pesan. Karena kuahnya yang lebih creamy, chicken paitan ramen ini memberikan rasa yang lebih gurih dan kaya dibanding menu yang saya makan sebelumnya. Untuk saya pribadi, rasa dari kedua ramen cukup enak dan cocok di lidah.
Ngomong-ngomong soal ramen, sebelumnya saya juga pernah mencoba ramen di Ramen Megumi. Menarik juga membandingkan pengalaman menikmati ramen di tempat yang berbeda, apalagi setiap tempat punya ciri khas tersendiri dalam menyajikan hidangan Jepang yang satu ini.
Mengintip Eksterior Moetiara Sebelas Cafe
Penutup
Secara keseluruhan, saya cukup menikmati pengalaman berkunjung ke Moetiara Sebelas Cafe bersama kedua anak. Kafe yang menempati bangunan rumah lama ini menawarkan suasana berbeda dengan aneka perabot vintage dan area taman yang bisa menjadi pilihan untuk bersantai.
Dari segi menu, saya cukup tertarik dengan konsep olahan kopi ala kopitiam yang ditawarkan. Nama-nama menu kopinya juga unik, dengan racikan yang berbeda dari menu kopi yang biasa saya temui di kafe lain. Untuk makanannya, pilihan menu yang beragam membuat pengunjung bisa datang bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga untuk makan berat bersama teman atau keluarga.
Hal lain yang membuat saya terkesan dengan kafe ini adalah bagaimana pelayanan yang diberikan oleh para karyawannya. Saat datang, saya disambut dengan senyum yang ramah. Lalu ketika saya selesai makan, salah satu pelayan mengambil mangkok di meja makan untuk dibawa ke dapur. Bagi saya ini merupakan sebuah pelayanan yang sangat baik dari sebuah tempat makan.
Saya sendiri senang akhirnya bisa mencoba ramen yang sejak awal membuat penasaran, sekaligus mencicipi Montblanc yang ternyata cocok di lidah. Rasanya, kunjungan kali ini bukan sekadar kesempatan untuk mencoba tempat makan baru, tetapi juga menjadi pengalaman menyenangkan karena bisa menghabiskan waktu bersama anak-anak.
Bagi saya, Moetiara Sebelas Cafe bisa menjadi salah satu pilihan tempat nongkrong di Banjarmasin, terutama bagi yang ingin mencari suasana kafe yang agak tersembunyi dengan pilihan menu yang cukup beragam.
Kalau sedang berada di sekitar Jalan Sutoyo S. dan ingin mencari tempat kuliner Banjarmasin untuk menikmati kopi atau makan bersama keluarga, Moetiara Sebelas Cafe bisa masuk dalam daftar tempat yang ingin dikunjungi.
















0 Komentar