Jepang sepertinya menjadi salah satu negara yang tidak pernah kehilangan pesonanya untuk dijadikan tujuan liburan. Ada yang ingin melihat gemerlap kota Tokyo, ada juga yang justru penasaran dengan suasana Osaka yang katanya lebih santai dan ramah. Saya sendiri kalau ditanya pilih Osaka atau Tokyo untuk liburan, rasanya akan menjawab, “Tergantung mau liburan seperti apa dulu?” Hehe.
Soalnya, meskipun sama-sama berada di Jepang, Tokyo dan Osaka punya karakter yang cukup berbeda. Tokyo identik dengan kota metropolitan yang serba modern, sementara Osaka lebih terkenal dengan kuliner, suasana kota yang lebih santai, dan tentu saja aksesnya yang dekat dengan Kyoto serta Nara.
Nah, kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Jepang dan hanya punya waktu untuk mengunjungi salah satu kota, kira-kira mana yang lebih cocok? Yuk, kita bandingkan!
Tokyo atau Osaka, Mana yang Lebih Menarik?
Kalau baru pertama kali pergi ke Jepang, Tokyo biasanya menjadi pilihan yang cukup mudah. Kota ini menawarkan banyak sekali tempat wisata yang rasanya tidak akan habis dijelajahi hanya dalam beberapa hari.
Ada Shibuya dengan persimpangan ikoniknya, Shinjuku yang selalu ramai, Asakusa dengan suasana Jepang klasik, Tokyo Skytree, sampai Akihabara yang menjadi surganya penggemar anime, manga, game, dan elektronik.
Tokyo juga cocok buat kamu yang senang mencoba banyak hal dalam satu perjalanan. Mau belanja, kulineran, mengunjungi tempat wisata modern, melihat kuil, sampai mencari taman untuk bersantai, semuanya tersedia.
Sementara itu, Osaka punya daya tarik yang sedikit berbeda. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner Jepang. Tak heran kalau Osaka sering disebut sebagai “dapur Jepang”. Dotonbori dan kawasan Namba, misalnya, menjadi tempat yang menarik untuk berburu makanan sekaligus menikmati suasana kota pada malam hari. Takoyaki, okonomiyaki, kushikatsu, sampai berbagai street food lainnya bisa dengan mudah kamu temukan di sini.
Jadi, kalau kamu lebih suka liburan yang banyak diisi dengan makan dan jalan santai, Osaka bisa jadi pilihan yang menyenangkan.
Pilih Osaka atau Tokyo untuk Liburan Kalau Suka Wisata Kota?
Nah, bagian ini sebenarnya cukup subjektif karena tiap orang punya gaya liburan yang berbeda. Kalau kamu suka kota besar dengan suasana yang sibuk, gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan besar, transportasi yang sangat terkoneksi, dan banyak pilihan tempat hiburan, Tokyo mungkin akan lebih cocok.
Tokyo itu seperti kota yang tidak pernah benar-benar tidur. Pagi sampai malam selalu ada saja aktivitas yang bisa dilakukan. Bahkan sekadar berjalan-jalan di kawasan Shibuya atau Shinjuku pun sudah menjadi pengalaman tersendiri.
Berbeda dengan Osaka yang menurut saya punya suasana lebih santai. Bukan berarti kotanya sepi, ya. Osaka tetap merupakan kota besar dan ramai. Hanya saja suasananya terasa lebih kasual. Orang-orang datang ke Osaka bukan hanya untuk mengejar tempat wisata, tetapi juga untuk menikmati kuliner dan suasana kotanya.
Nah, buat kamu yang tidak terlalu suka itinerary padat, Osaka mungkin terasa lebih nyaman.
Bagaimana dengan Tempat Wisatanya?
Kalau membicarakan tempat wisata, Tokyo memang punya pilihan yang sangat banyak. Kamu bisa mengunjungi Tokyo Disneyland atau DisneySea, Tokyo Skytree, teamLab, Senso-ji Temple, Meiji Jingu, Shibuya, Harajuku, sampai kawasan Odaiba. Belum lagi kalau kamu tertarik dengan budaya pop Jepang. Akihabara dan Ikebukuro bisa menjadi tempat yang membuat waktu liburan terasa cepat sekali berlalu karena terlalu banyak toko yang ingin dimasuki. Hehe.
Sementara itu, Osaka juga punya Universal Studios Japan yang tentunya menjadi salah satu alasan banyak wisatawan datang ke kota ini. Selain itu, ada Osaka Castle, Dotonbori, Kuromon Market, Umeda, Shinsekai, dan berbagai kawasan lain yang bisa kamu jelajahi.
Yang menarik, posisi Osaka juga membuat perjalanan menuju Kyoto dan Nara relatif mudah. Jadi, kalau ingin mendapat pengalaman Jepang yang lebih tradisional, kamu bisa menjadikan Osaka sebagai kota tempat menginap sekaligus titik awal untuk melakukan perjalanan sehari ke kota-kota tersebut.
Pilih Osaka atau Tokyo Kalau Suka Kuliner?
Kalau urusan makanan, saya rasa Osaka punya keunggulan tersendiri. Osaka sangat terkenal dengan budaya kulinernya. Jalan-jalan ke Dotonbori saja sudah cukup membuat kita bingung mau makan apa terlebih dahulu. Tentu, takoyaki menjadi salah satu makanan yang wajib dicoba. Selain itu, ada okonomiyaki, kushikatsu, ramen, sushi, hingga berbagai jajanan yang bisa kamu temukan di pasar maupun di kawasan pusat kota.
Tapi, bukan berarti Tokyo kalah soal makanan. Justru Tokyo punya pilihan kuliner yang luar biasa banyak. Mulai dari restoran murah sampai restoran kelas atas bisa ditemukan di berbagai sudut kota. Bedanya mungkin pada pengalaman yang didapat.
Tokyo lebih cocok kalau kamu ingin mencoba berbagai jenis kuliner dari restoran, kafe, sampai tempat makan populer. Osaka terasa lebih menyenangkan kalau kamu ingin berburu makanan lokal dan street food sambil berjalan-jalan.
Bagaimana dengan Belanja?
Kalau mencari elektronik, anime, manga, game, dan berbagai merchandise Jepang, Akihabara jadi salah satu kawasan yang menarik.
Osaka juga tidak kalah menarik. Kawasan Shinsaibashi dan Namba bisa jadi pilihan untuk belanja. Bahkan bagi wisatawan yang ingin mencari barang dengan harga lebih bersahabat, Osaka sering menjadi salah satu kota yang dipertimbangkan.
Jadi, kalau tujuan utama liburanmu adalah shopping, terutama untuk barang-barang fashion, elektronik, atau merchandise, kedua kota sebenarnya sama-sama menarik. Tinggal sesuaikan dengan barang yang ingin kamu buru.
Mana yang Lebih Cocok untuk Liburan Keluarga?
Kalau pergi sama keluarga, terutama membawa anak-anak, pilihan kotanya bisa kembali disesuaikan dengan itinerary. Tokyo punya Tokyo Disneyland dan DisneySea yang tentu menarik untuk anak-anak atau orang dewasa. Pilihan taman, museum, pusat hiburan, dan tempat wisata keluarga juga sangat banyak.
Osaka juga memiliki Universal Studios Japan yang bisa menjadi salah satu agenda utama. Selain itu, perjalanan ke Kyoto dan Nara juga memberikan pengalaman berbeda untuk anak-anak karena mereka bisa melihat sisi Jepang yang lebih tradisional.
Kalau waktu liburanmu cukup panjang, sebenarnya tak perlu terlalu pusing memilih. Tokyo dan Osaka bisa masuk dalam satu itinerary. Perjalanan Tokyo–Osaka menggunakan Shinkansen memang butuh waktu, tetapi pengalaman naik kereta cepat Jepang juga bisa jadi bagian dari cerita liburan itu sendiri.
Jadi, Pilih Osaka atau Tokyo?
Pilih Tokyo kalau kamu ingin merasakan suasana kota metropolitan Jepang, berburu barang, menikmati berbagai tempat hiburan, mengunjungi Disney, atau punya banyak pilihan destinasi dalam satu kota.
Sementara Osaka jadi pilihan kalau kamu lebih mengutamakan wisata kuliner, suasana kota yang lebih santai, Universal Studios Japan, sekaligus ingin menjelajahi Kyoto dan Nara.
Tapi kalau saya boleh memberi saran, jangan terlalu menganggap Tokyo dan Osaka sebagai dua kota yang harus dipertandingkan. Keduanya justru bisa saling melengkapi.
Kalau punya waktu sekitar 7–10 hari, kamu bisa membuat itinerary Tokyo–Osaka sehingga mendapatkan dua pengalaman sekaligus. Beberapa hari menikmati hiruk-pikuk Tokyo, lalu melanjutkan perjalanan ke Osaka untuk kulineran dan menjelajahi Kyoto atau Nara.
Memilih Osaka atau Tokyo untuk liburan bukan hanya soal kota mana yang lebih bagus. Pertanyaannya adalah: kamu ingin membawa pulang pengalaman liburan seperti apa dari Jepang?
Gimana? Kalau sudah menentukan kota tujuan, tentu langkah berikutnya adalah mulai menghitung budget, mencari penginapan, membuat itinerary, dan tentunya berburu tiket pesawat. Nah, kalau tujuanmu Tokyo, kamu bisa mulai mengecek pilihan tiket Jakarta Tokyo dan menyesuaikannya dengan tanggal liburan yang sudah direncanakan.
Jadi, kamu sendiri tim Tokyo atau tim Osaka?







0 Komentar