Siang itu, saya dan adik saya janjian makan siang di salah satu cafe yang letaknya tak jauh dari kantor. Berhubung masih hari kerja, maka saya membawa serta kedua anak saya yang baru pulang sekolah sementara adik saya menyusul dari tempat kerjanya di Banjarbaru. Sembari menunggu adik saya tiba, saya dan anak-anak pun langsung memesan menu untuk makan siang kami.
Ketika adik saya tiba di cafe, ia pun langsung duduk dan membuka laptop yang dibawanya. Rupanya masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Sebagai pegawai pemerintahan, pekerjaan adik saya memang termasuk fleksibel karena bisa dilakukan di mana saja selama ada laptop dan internet. Ini berbeda dengan saya yang pekerjaannya hanya bisa dilakukan di depan komputer karena aplikasi perusahaan yang bersifat internal.
Melihat adik saya yang kini sedang sibuk dengan laptopnya membuat saya menyadari bahwa bekerja dari cafe kini bukan lagi hal yang asing. Dalam beberapa tahun terakhir, kita bisa melihat semakin banyak orang yang memilih menyelesaikan pekerjaan di cafe. Apalagi saat ini banyak pekerjaan yang tidak lagi mengharuskan seseorang berada di kantor sepanjang waktu. Dengan membawa laptop dan memesan makanan atau minuman, seseorang sudah bisa mengubah sudut cafe menjadi tempat bekerja sementara.
Fenomena Bekerja dari Cafe
Seiring dengan semakin banyaknya orang yang memilih bekerja di cafe, para pengusaha cafe pun tentunya melihat peluang yang sangat besar dari tren ini. Cafe-cafe pun kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung untuk bekerja seperti colokan, wifi dengan kecepatan tinggi dan bahkan ada juga yang menyediakan ruang khusus untuk rapat.
Di sisi lain, meningkatnya tren bekerja dari cafe juga menghadirkan tantangan tersendiri. Belakangan kita cukup sering menemukan utas yang isinya tentang orang yang merasa terganggu saat bekerja di cafe.
Gangguan ini bisa berupa pengunjung lain yang terlalu ramai dan keras saat mengobrol, hingga orang tua yang membawa anak-anak ke cafe dan anak-anak tersebut ribut atau malah tantrum di cafe. Terakhir bahkan ada juga yang berharap cafe menerapkan aturan no kids allowed agar pengunjung lain bisa bekerja atau menikmati suasana cafe dengan nyaman.
Jujur sebagai ibu yang kadang membawa anak ke cafe saya jadi kepikiran apakah saya termasuk pengunjung yang mengganggu mereka yang sedang bekerja?
Padahal di sisi lain, cafe juga merupakan tempat yang sering digunakan keluarga untuk makan bersama, bertemu teman, tempat berburu kuliner atau sekadar bersantai sambil menunggu anak pulang sekolah. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan kebutuhan tersebut? Salah satu jawabannya mungkin terletak pada pemahaman mengenai etika saat bekerja dari cafe.
Alasan Orang Bekerja di Cafe
1. Suasana Lebih Mendukung untuk Bekerja
2. Fasilitas Internet yang Memadai
Koneksi internet menjadi kebutuhan utama bagi banyak pekerja saat ini. Tidak semua orang memiliki jaringan internet yang stabil di rumah, sehingga keberadaan WiFi yang cepat dan mudah diakses menjadi salah satu alasan seseorang memilih bekerja di cafe.
Dari pengalaman pribadi, bekerja dengan mengandalkan hotspot dari handphone sering kali kurang nyaman, terutama jika koneksi internet juga digunakan untuk aktivitas lain di perangkat yang sama.
3. Mencari Suasana Baru
Etika Work From Cafe yang Perlu Diperhatikan
1. Pilih Cafe yang Memang Mendukung untuk Aktivitas Kerja
2. Perhatikan Waktu Kunjungan
Setiap cafe memiliki karakteristik dan jam ramai yang berbeda-beda. Ada cafe yang sudah ramai sejak pagi karena banyak digunakan untuk bekerja, tetapi ada pula yang mulai dipadati pengunjung menjelang sore atau malam hari.
Jika memungkinkan, pilih waktu ketika cafe tidak terlalu ramai. Selain membantu kita lebih fokus bekerja, hal ini juga mengurangi kemungkinan mengganggu atau terganggu oleh pengunjung lain.
3. Jangan Lupa Pesan Makan dan Minum
4. Pilih Tempat Duduk untuk Sendiri dan Gunakan Headset Jika ada Rapat
5. Bijak Menggunakan Colokan Listrik
6. Menghormati Pengunjung Lain
Meski sering digunakan sebagai tempat bekerja, pada dasarnya cafe tetap merupakan ruang publik yang terbuka untuk siapa saja. Ada yang datang untuk bertemu dengan temannya, merayakan ulang tahun, ibu yang menunggu anak pulang sekolah atau bahkan food blogger yang sedang melakukan pekerjaannya mereview sebuah tempat makan.
Karena itu, kita tidak bisa mengharapkan suasana cafe selalu tenang seperti perpustakaan atau ruang kerja pribadi. Selama pengunjung lain masih bersikap wajar dan tidak melanggar aturan, kita juga perlu menghormati hak mereka untuk menikmati cafe sesuai kebutuhannya masing-masing.
Jika pekerjaan yang dilakukan membutuhkan konsentrasi tinggi atau suasana yang benar-benar tenang, mungkin coworking space atau ruang kerja khusus akan menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Penutup
Meski demikian, penting untuk diingat bahwa cafe bukanlah kantor atau ruang kerja pribadi. Cafe adalah ruang bersama yang digunakan oleh banyak orang dengan tujuan yang berbeda-beda. Karena itu, memahami etika saat bekerja di cafe menjadi hal yang penting agar kenyamanan seluruh pengunjung tetap terjaga.
Pada akhirnya, bekerja dari cafe bukan hanya soal mencari tempat yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai ruang dan orang lain yang berada di sekitar kita.



2 Komentar
Nah, poin pentingnya adalah: jangan lupa pesan makan dan minum. Karena jadi keingat kasus di kota lain, di mana banyak mhs yang nebeng nugas di kafe tapi numpang wifi doang. Yang datang 6 orang, yang pesan makanan dan minuman cuma 2-3 orang.
BalasHapusTapi aku prefer kerja online di coworking space sih yaa....
Bekerja atau mengerjakan seatu pekerjaan dari sebuah cafe memang membuat suasana baru dan bekerja jadi tambah semangat yaa karena tempat tidak membosankan. Tapi kita harus memilih cafe yang memang diperkenankan untuk kita melakukan pekerjaan karena pasti membutuhkan waktu lama untuk berada disana. kalau merasa terganggu karena bising menurut saya yaa gak salah juga pengunjung lain karena cafe itu kan tempat umum, jadi betul kata mbak lebih baik membawa headset biar tidak terganggu suara di sekitar. Jangan lupa WAJIB membeli makanan dan minuman di cafe tersebut yaa.
BalasHapus