
Sejak dulu, dunia game sering dianggap sebagai “wilayah” laki-laki. Anak laki-laki dianggap wajar menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar untuk bermain game, sementara perempuan kerap diposisikan hanya sebagai penonton atau bahkan dianggap tidak cocok berada di dunia ini.
Sebagai perempuan, saya tumbuh dengan anggapan serupa. Game bukan sesuatu yang dekat dengan keseharian saya. Namun seiring waktu, terutama setelah melihat perkembangan industri game dan esports, pandangan itu perlahan berubah. Dunia game hari ini tidak lagi sekadar hiburan, tetapi telah menjadi industri besar yang membuka banyak peluang, termasuk bagi perempuan.
Perempuan di dunia game bukan lagi pengecualian, melainkan bagian dari ekosistem yang terus berkembang.
Dunia Esports dan Perkembangannya
Perkembangan teknologi dan internet melahirkan esports, yaitu cabang olahraga kompetitif yang menjadikan game sebagai media utama pertandingan. Perkembangan dunia game ini tentu juga berpengaruh pada cara anak-anak mengenal game sejak dini, sehingga peran orang tua menjadi semakin penting.
Dalam kompetisi esports, pemain—baik individu maupun tim—bertanding secara profesional untuk meraih prestasi dan hadiah bernilai besar. Turnamen esports sendiri sudah ada sejak tahun 1972, ketika Universitas Stanford mengadakan kompetisi game Spacewar. Sejak awal tahun 2000-an, esports berkembang pesat dengan munculnya liga profesional dan turnamen berskala internasional.
Kini, esports tidak hanya menghadirkan atlet game, tetapi juga membuka profesi lain seperti pelatih, analis, host, caster, streamer, hingga jurnalis game. Inilah salah satu alasan mengapa dunia game semakin relevan untuk dibahas, termasuk dari sudut pandang perempuan.
Jenis-Jenis Game yang Dipertandingkan dalam Esports
Beberapa jenis permainan yang dimainkan dalam turnamen esport diantaranya:
1. Multiplayer Online Mobile Arena (MOBA)
MOBA adalah jenis game yang mempertemukan 2 tim untuk bersaing satu sama lain di area atau medan perang yang sudah ditentukan. Beberapa game yang dipertandingkan untuk MOBA adalah DOTA 2, Mobile Legends, League of Legends dan Arena of Valor.
2. Fight Person Shooter (FPS)
FPS merupakan game yang ditentukan oleh kamera sudut pandang orang pertama dari karakter yang dikendalikan. Biasanya karakter ini menggunakan senjata api atau senjata lainnya. Adapun jenis-jenis permainan FPS antara lain Global Offensive, Call of Duty,Point Blank, Doom, Overwatch, dan juga Valorant.
3. Fighting Games
Sesuai dengan namanya, fighting games merupakan jenis permainan di mana terdapat 2 pemain yang bertarung dengan berbagai gerakan tendangan, pukulan dan serangan khusus. Fighting Games sendiri termasuk jenis game klasik yang sudah dimainkan sejak zaman video game seperti Nintendo hingga Play Station. Jenis permainan fighting games ini diantaranya Tekken 7, Mortal Combat, Street Fighter, Super Mario Bros, Injustice 2.
4. Sports Games
Sport games pastinya merupakan game yang didasarkan pada berbagai jenis olahraga profesional seperti sepak bola, basket, dan baseball. Game yang sering dimainkan dalam genre ini antara lain FIFA 20, WWE 2K20, eFootball Pro Evolution Soccer 2020, NFL 20, dan game MLB.
5. Game Strategy
Game strategy adalah permainan yang menuntut pemainnya untuk memiliki analisa dan strategi yang kuat untuk bisa memenangkan permainan. Beberapa permainan yang menggunakan strategi ini antara lain Clash Royale, Clash of Clans, StarCraft: Brood War, WarCraft, Among Us
Perempuan di Dunia Esports Internasional
Di tengah dunia game yang didominasi oleh laki-laki, tentunya adalah sebuah kebanggaaan tersendiri jika kita menemukan sosok-sosok perempuan yang juga menggeluti dunia ini dan bahkan bisa mengukir prestasi. Berkarir di dunia game sendiri tidak sebenarnya melulu berpatok pada menjadi seorang pemain, namun bisa juga menjadi streamer, host bahkan juga pelatih dan bahkan wartawan khusus game.
Berikut adalah sosok-sosok wanita tangguh yang menggeluti dunia game di berbagai belahan dunia.
1. Christine "potter" Chi
Christine "Potter" Chi merupakan salah satu legenda gamer perempuan dari Amerika yang menjadi pelatih perempuan pertama yang memenangkan kompetisi utama Esport di pada jenis permainan Valoran tahun 2023 bersama timnya Evil Geniuses. Karirnya dimulai sejak tahun 2005 ketika mengikuti kompetisi Women's Counter Strike di usia 19 tahun. Hingga tahun 2012, Christine telah berhasil mengantongi 5 gelar Women’s Electronic Sports World Cup.
Di tahun 2018, Christine pensiun dari kompetisi Counter Strike setelah memenangkan berbagai penghargaan termasuk enam Electronic Sports World Cup Women’s titles and the World Electronic Sports Games 2018 Female Counter-Strike title. Setelah pensiun dari Counter Strike, Christine memulai karir baru di game Valorant hingga kemudian beralih menjadi pelatih dengan segudang prestasi.
2. Stephanie ‘MissHarvey’ Harvey
Stephanie ‘MissHarvey’ Harvey dikenal sebagai pemain Counter Strike, game developer dan juga seorang advokat yang banyak membuka jalan bagi para perempuan di dunia game. Ia memulai perjalanannya di dunia game di awal tahun 2000-an dan berhasil meraih 5 kali gelar juara dunia di kompetisi Counter Strike.
Selain bermain game, Stephanie juga mendirikan berbagai organisasi yang mendukung dan memberikan advokasi perempuan di dunia esport. Di tahun 2011, ia mendirikan tim Counter Strike perempuan bernama UBINITED yang kemudian memenangkan kompetisi the Electronic Sports World Cup Women’s Counter-Strike di tahun yang sama. Stephanie juga turut mendirikan organisasi bernama "Missclicks" yang didedikasikan untuk mendukung dan menyemangati para geek dan gamer melalui konten dan acara online-nya.
Saat ini Stepahnie meneruskan karirnya di bidang game dengan menjadi Chief Culture Officer di FlyQuest, juru bicara untuk DreamHack Montreal, dan juga kontributor untuk the International Olympic Committee’s Esports Group.
3. Frankie Ward
Siapa bilang menjadi seorang ibu akan menghalangi seorang perempuan untuk menggeluti dunia game? Frankie Ward adalah salah satu contoh gamer dan host game perempuan yang secara konsisten menyuarakan inklusi dan keberagaman di dunia game. Selain bermain game, ia juga adalah seorang presenter, advokat, interviewer dan juga produser.
Ketertarikan Frankie pada dunia game dimulai ketika ia memproduksi liputan perempat final League of Legends Worlds untuk stasiun BBC. Sejak menjadi full time host di tahun 2018, Frankie telah menjadi salah satu wajah paling dikenal di dunia Esport terutama di Inggris. Setelah menjadi seorang ibu di tahun 2021, Frankie terus berusaha untuk tetap aktif di dunia game di tengah tantangan yang harus dihadapinya sebagai seorang ibu.
4. Ashley Kang
Ashley Kang adalah seorang jurnalis dan pewawancara paling terkenal di dunia esports, dan bahkan telah menjadi ikon dari League of Legend. Di tahun 2018, ia berhenti dari karirnya sebagai software developer di New Zealand dan pindah ke Korea Selatan untuk meliput sirkuit LCK League of Legend.
Sebagai seorang wartawan, Ashley memiliki gaya wawancara yang berwawasan luas, penuh hormat dan cerdas yang membuatnya disukai banyak pemain. Lewat berbagai konten yang dibuatnya, Ashley memberikan kontribusi penting dalam menyatukan komunitas League of Legends di seluruh dunia, membuat informasi tentang berbagai wilayah dapat diakses oleh semua orang.
Platform kontennya, Korizon Esports, secara rutin menerbitkan video wawancara dengan pemain profesional dalam berbagai bahasa, menjadikan kehidupan pemain pro lebih dekat dengan penggemar dibandingkan sebelumnya.
Atas kontribusinya dalam menaikkan standar jurnalis dan usaha untuk menyatukan League of Legends Community, Ashley dianugerahi gelar Esports Content Creator of the Year pada tahun 2021 dari Esports Awards, dan juga memenangkan Esports Journalist of the Year pada tahun 2022.
Refleksi: Perempuan, Game, dan Pilihan Hidup
Melihat semakin banyak perempuan yang berkiprah di dunia game dan esports membuat saya sadar bahwa batasan sering kali bukan datang dari kemampuan, melainkan dari stigma. Dunia yang dulu dianggap maskulin kini perlahan berubah dan membuka ruang bagi siapa pun yang ingin terlibat, termasuk perempuan dan para ibu.
Perubahan ini juga ditandai dengan semakin banyaknya media yang membahas dunia game dan esports secara serius. Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan dunia game online dan esports, media seperti SurgaGame News bisa menjadi salah satu referensi bacaan untuk melihat bagaimana industri ini terus bertumbuh.
Sementara itu, sebagai perempuan dan ibu bekerja, saya percaya bahwa setiap cerita, termasuk cerita tentang game selalu bisa kita maknai dari sudut pandang kehidupan, pilihan, dan keberanian untuk melangkah di luar batasan yang selama ini dianggap wajar. Karir bagi perempuan sendiri tidak selalu berupa jabatan, namun bisa berupa pengakuan atas kemampuannya dan bagaimana ia bisa memaksimalkan kemampuannya tersebut.
Sumber tulisan :
https://esports-news.co.uk/2024/07/05/5-impactful-women-in-esports/
https://rexus.id/blogs/berita/6-genre-game-paling-banyak-dipertandingkan-turnamen-esports
Baca Juga
6 Komentar
Kereeen, mereka nggak cuma suka game tapi benar-benar bisa memanfaatkan kesukaan mereka terhadap game menjadi jalan untuk mereka lebih maju dan dikenal banyak orang
BalasHapussaya tuh tahu ada gamer terkenal cewek ikut senang soalnya dunia ini kan mayoritas cowok ya .... semoga suatu saat nanti ada cewek dari Indonesia yang bisa seperti mereka ini.
BalasHapusDulu aku kira, gamers itu didominasi oleh laki-laki ternyata perempuan juga menguasai kok ya. Seneng banget perempuan bisa produktif bahkan di dunia gamer sekalipun
BalasHapusWah..gak nyangka, ada gamer perempuan yang juga punya segudang aktivitas baik sebagai advokat maupun ibu rumah tangga. Salut!!
BalasHapusjujurly aku salah satu perempuan yang hobi main game semacam mobile legend, rasanya seru aja krn ada strategi dan cara utk memainkan setiap heronya sih, inspiring bgt deh ini sosok ashley kang, jd gada yg g mungkin ya
BalasHapusProfesinya bukan hanya gamers yaa..
BalasHapusSalut banget dengan perempuan yang bisa memberikan banyak perhatian dan edukasi untuk masyarakat tanpa menghilangkan jati diri dan hobi mereka.