Salah satu rekan kerja saya di kantor belakangan sangat suka menonton live streaming pedagang sepatu preloved atau sepatu bekas pakai di Facebook. Saya yang kebetulan duduk dengan dengan kubikel beliau kemudian iseng-iseng bertanya. 

"Kak, kok demen banget sih nonton orang jualan live gitu?" tanya saya.

"Seru ini nontonnya. Trus aku juga kemarin berhasil beli sepatu branded di sini," jawab rekan kerja saya itu.

"Lho, memang barangnya asli gitu?" tanya saya lagi. 

"InsyaAllah asli aja. Dia kan barang second hand. Nih mau lihat sepatu yang kubeli nggak? Sudah kucek sepatunya masih oke dan asli. Kemarin belinya 200 ribuan, " jawab rekan kerja saya itu sambil menunjukkan sepatu dengan logo centang miliknya yang kalau beli baru harganya jutaan.

"Hmm. Menarik juga ya, Kak. Soalnya kalau beli pas promo pun dapatnya 500 ribu ke atas kayaknya," jawab saya lagi. 

"Nah, itu. Kalau ini kan harganya murah walau keluaran lama. Sekarang aku lagi nyari tipe lain buat anak sama istriku nih. Nanti aku kasih link-nya deh kalau kamu penasaran," ujar rekan kerja saya itu lagi menutup pembicaraan kami.

Alasan Banyak Orang Memilih Membeli Barang Bekas

Membeli barang bekas belakangan menjadi trend baru di masyarakat. Biasanya barang bekas yang kerap diburu ini adalah produk fashion yang harga aslinya lumayan menguras kantog seperti tas branded atau sepatu olahraga para atlet ternama. Biasanya para pemburu barang bekas ini membeli produk incaran mereka di pasar khusus thrifting atau di live streaming yang memang menjual berbagai produk fashion secondhand. 

Jika ditelusuri lagi, ada beberapa alasan utama mengapa orang memilih barang bekas:

1. Harga lebih murah

Ini alasan paling umum. Barang bekas biasanya dijual setengah harga atau lebih murah dibanding baru, terutama untuk sepatu, tas, gadget, atau kendaraan.

2. Memiliki barang branded dengan budget terbatas

Barang yang tadinya terasa mahal kini bisa dimiliki dengan anggaran lebih rendah, sehingga lebih terjangkau bagi keluarga muda atau pelajar.

3. Ramah lingkungan

Membeli barang bekas adalah bagian dari praktik hidup minimalis. Dengan membeli bekas, kita mengurangi limbah dan energi yang terbuang dari produksi barang baru.

4. Kesempatan mendapatkan barang unik atau langka

Barang bekas terkadang punya model lama yang sudah tidak diproduksi lagi, sehingga menjadi barang koleksi yang menarik.

Awalnya, saya sendiri agak skeptis terhadap barang bekas. Kenapa harus beli bekas kalau bisa baru? Tapi setelah menikah dengan suami yang hobi beli barang bekas, mulai dari alat pertukangan hingga sepeda anak, saya mulai melihat sisi positifnya. Selain hemat, praktik ini juga mengurangi sampah dan melestarikan bumi.

Tips Membeli Barang Bekas Agar Aman dan Nyaman

Untuk bisa membeli barang bekas sendiri, sekarang sudah ada banyak media yang bisa kita pilih seperti marketplace, sosial media, thrift shop, hingga komunitas khusus jual beli barang bekas. Dalam hal membeli barang bekas, tentunya hal pertama yang harus kita perhatikan adalah kondisi dari barang bekas yang ingin dibeli karena namanya barang bekas bisa jadi kondisinya pastinya sudah tidak 100% lagi. 

Tips Membeli Barang Bekas Agar Aman dan Nyaman



Nah, agar kita bisa mendapat barang bekas dengan kualitas yang masih bagus, berikut beberapa tips yang bisa saya berikan:

1. Membeli langsung dari tangan pertama

Jika tidak ada kendala dalam hal jarak, tentunya bertemu langsung dengan penjual barang bekas akan sangat membantu dalam mengetahui kondisi barang bekas yang akan dibeli. Kita bisa mencoba dan mengetes langsung kondisi barang bekas tersebut dan memutuskan apakah akan membeli barang yang ditawarkan atau tidak. 

2. Membeli barang orang yang akan pindah rumah

Membeli barang bekas dari mereka yang akan pindah rumah juga bisa menjadi pilihan terutama untuk barang-barang besar seperti kulkas, mesin cuci, televisi hingga mungkin kasur dan lemari pakaian. Jika beruntung, kamu mungkin bisa mendapatkan bonus barang jika membeli barang bekas dari orang yang akan pindah rumah ini. 
 

3. Membeli barang yang dijual karena salah ukuran, salah spesifikasi, atau hadiah doorprize

Nah, kalau barang yang dijual merupakan barang yang salah beli atau tidak sesuai spesifikasi atau bahkan hadiah doorprize, kita bakal sangat beruntung nih karena biasanya barang yang dijual ini ini kondisinya masih baru dan bahkan mungkin belum pernah digunakan. Untuk harga tentunya tidak bisa berharap mendapat harga miring, namun setidaknya kita bisa mendapatkannya di bawah harga pasaran. 

4. Membeli barang bekas di penjual yang sudah terpercaya

Jika ingin membeli barang bekas di marketplace atau ecommerce, pastikan penjualnya merupakan trusted seller dan memberikan foto yang jelas dari barang bekas yang dijual dan juga pastinya menjelaskan kondisi barang tersebut. 

Bisa juga membeli lewat live streaming yang sekarang banyak dilakukan para pedagang online. Dengan membeli secara live ini tentunya kita bisa melihat langsung kondisi barang yang dijual tersebut.

Pengalaman Pribadi Membeli Barang Bekas

Salah satu barang di rumah yang saya beli bekas dan masih berfungsi hingga sekarang adalah oven listrik. Saat itu saya yang mulai gemar membuat kue memang membutuhkan oven listrik yang lebih praktis ketimbang oven tangkring warisan ibu saya. Saya sempat berkeliling toko dan marketplace untuk mencari oven yang diinginkan. 

Saat saya sedang pusing memikirkan beli oven yang mana, suami tiba-tiba memberi kabar kalau ada seseorang yang menawarkan oven listrik yang tipenya sesuai dengan yang saya inginkan dengan harga miring. Tanpa pikir panjang saya meminta suami untuk menghubungi penjual tersebut dan mengecek kondisi ovennya. Nah, ternyata oven tersebut masih baru dan dijual karena daya listrik di rumah penjual ini tidak mencukupi untuk pemakaian oven listrik.

Saya sendiri langsung setuju untuk membeli oven listrik tersebut. Tentunya suami juga sudah mencoba ovennya sebelum dibeli dan alhamdulillah hingga sekarang oven listrik yang dibeli bekas tersebut masih berfungsi dengan baik dan menemani saya dalam membuat aneka kue untuk suami dan anak anak. 

Dari sinilah saya akhirnya mengetahui kalau tidak selamanya membeli barang bekas itu berakhir dengan produk yang buruk. Ada juga barang bekas yang kondisinya masih sangat oke dan bisa digunakan dalam jangka panjang. Ini pastinya juga bisa lebih menghemat pengeluaran bagi ibu bekerja seperti saya. 

Kesimpulan

Membeli barang bekas bukan hanya soal hemat, tapi juga soal kepedulian lingkungan, kreativitas, dan pengalaman seru. Dengan menerapkan tips di atas, kita bisa menikmati barang berkualitas tanpa harus menguras kantong, sekaligus ikut berkontribusi dalam menjaga bumi.

Jadi, jangan ragu untuk mencoba membeli barang bekas. Mulai dari sepatu, tas, peralatan rumah, hingga gadget, semua bisa lebih terjangkau dan bermanfaat jika dipilih dengan tepat. Selain tips membeli barang bekas, kamu juga bisa membaca review buku Marie Kondo yang membantu saya dalam urusan membereskan rumah dan menerapkan gaya hidup minimalis. Semoga bermanfaat!


Baca Juga