Tips Mewarnai Rambut yang Beruban

 

Tips Mewarnai Rambut yang Beruban

Mewarnai rambut merupakan salah satu cara yang dilakukan orang-orang agar terlihat menarik. Tak hanya berhubungan dengan fashion, salah satu alasan orang mewarnai rambut adalah karena adanyauban di rambut. Begitulah yang terjadi pada saya selama beberapa tahun terakhir. Di usia pertengahan tiga puluhan, selain harus merawat wajah agar tidak pengalami penuaan dini, saya juga memiliki permasalahan seputar uban di rambut yang semakin banyak saja jumlahnya.

Ya, helaian rambut putih ini sudah hadir bahkan sejak usia saya 20-an. Dulu mungkin hanya ada 1-2 helai. Namun seiring dengan bertambahnya usia helaian uban itu semakin bertambah yang pastinya membuat saya lumayan kepikiran. Umur masih 30an kok ubannya sudah kayak umur 50? Begitu kadang saya ngebatin dalam hati.

Hadirnya uban pada rambut sendiri sebenarnya tak melulu sebagai tanda kalau seseorang sudah berumur. Kenyataannya, tak sedikit mereka yang masih berusua muda namun rambutnya sudah ada yang memutih. Contoh nyata ada pada adik saya atau beberapa rekan kerja di kantor yang usianya masih pertengahan 20-an. Munculnya uban di usia muda ini bisa disebabkan beberapa faktor antara lain: 

1. Faktor genetik

Faktor genetik bisa menjadi penyebab munculnya uban di usia muda. Jika orang tua kita memiliki riwayat tumbuh uban saat masih muda, maka bisa jadi kita pun akan mengalaminya.

2. Kekurangan vitaman B-12

Vitamin B-12 merupakan vitamin yang memiliki peran dalam memberikan pasokan energi dan menunjang tubuh yang sehat. Kekurangan vitamin B-12 pada tubuh akan mengakibatkan tubuh mengalami amenia persiosa yang membuat produksi sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke sel rambut jadi terhambat. Kurangnya asupan oksigen ke rambut ini dapat melemahkan sel rambut serta mengurangi produksi melanin.
 

3. Stres

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh New York University di Amerika Serikat dan dipublikasikan di jurnal Nature Medicine, ditemukan kalau ternyata sel yang bertugas untuk mewarnai rambut berkurang jika seseorang terkena stres. 

4. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun merupakan penyakit di mana sistem imun tubuh kita berbalik menyerang sel tubuh. Pada kasus vitiligo dan alopesia, sistem imun dapat menyerang rambut dan menyebabkan hilangnya pigmen rambut.
 

5. Gangguan pada kelenjar tiroid

Berdasarkan penelitian dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, disebutkan bahwa gangguan fungsi tiroid juga bisa menyebabkan uban muncul di usia dini.

6. Merokok

Kebiasaan merokok ternyata juga bisa menyebabkan uban tumbuh lebih cepat. Hal ini didasarkan pada penelitian yang dipublikasikan di  Italian Dermatology Online Journal pada tahun 2013, disebutkan bahwa perokok berisiko 2,5 kali lebih tinggi timbul uban sebelum usia 30 tahun dibandingkan mereka yang tidak merokok.
 

7. Bahan Kimia pada produk perawatan rambut

Bahan kimia pada produk perawatan rambut seperti hidrogen peroksida dapat merusak rambut. Bahan ini jika digunakan secara berlebihan bisa mengurangi produksi melanin dan rambut pun akan cepat memutih.


 

Mengatasi uban dengan mewarnai rambut 

Setahu saya, tidak ada perawatan rambut yang bisa mengatasi persoalan uban ini. Jika dalam perawatan wajah ada serum yang bisa mencegah atau mengurangi kerutan dan flek di wajah, nah gimana soal uban? Belum ada kan, ya produk yang dibuat untuk mengurangi atau mengubah warna ujan? Satu-satunya cara buat mengatasi uban adalah dengan cara mewarnai rambut.

Dalam hal mewarnai rambut ini tentunya ada hal-hal yang harus diperhatikan. Saya sendiri baru 2 kali mewarnai rambut sendiri di rumah. Ide untuk mewarnai rambut ini hadir ketika melihat rambut adik saya yang terlihat keren dengan warna merahnya. Karena tak ingin uban di kepala saya membuat saya kehilangan rasa percaya diri, saya putuskan untuk mewarnai rambut sendiri saja di rumah. 

Bermodal tutorial video di youtube, saya pun membeli produk pewarna rambut dengan warna coklat tua. Sayangnya mungkin karena kurang telaten dalam melakukan pewarnaan, rambut saya tak sepenuhnya berganti warna. Perubahan warna hanya terjadi para bagian permukaan rambut dan bagian rambut yang beruban. Adapun bagian dalam rambut saya tetap hitam dengan sedikit highlight coklat. Selain itu, warna yang dihasilkan juga tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Bisa jadi itu karena saya tak memperhatikan beberapa hal dalam mewarnai rambut.  

Lalu kira-kira apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam mewarnai rambut ini? Berikut beberapa daftarnya:

Hindari pewarna rambut dengan hidrogen peroksida 

Dalam proses mewarnai rambut, agar warna cat rambut yang dipilih benar-benar keluar biasanya diperlukan proses bleaching untuk melunturkan warna rambut asli. Sayangnya, dalam hal bleaching ini terdapat kandungan hidrogen peroksida yang malah dapat membuat rambut jadi rusak. Jika rambut sudah beruban, sebaiknya hindari produk hidrogen peroksida ini karena pastinya akan semakin membuat rambut kita semakin tak sehat.

Hindari keramas sebelum mewarnai rambut

Keranas sebelum mewarnai rambut ternyata malah membuat warna yang ada pada cat rambut sulit meresap ke rambut kita. Jika rambut terasa kotor, kamu bisa melakukan keramas 2-3 hari sebelum mewarnai rambut. Selain itu, kandungan minyak alami pada rambut juga bisa melindungi rambut dari paparan bahan kimia pada pewarna rambut.  

Pilih produk yang berkualitas

Dalam hal mewarnai rambut ini, tentunya kita harus memilih produk yang berkualitas agar rambut kita tetap terawat dan juga menghasilkan warna yang maksimal.

Pilih warna yang pekat

Dalam hal mewarnai rambut tanpa proses bleaching, akan lebih baik jika memilih cat rambut dengan warna pekat agar uban yang ada di rambut kita bisa tertutup sempurn. Dalam hal ini kamu bisa memilih cat rambut dengan warna yang pekat seperti coklat tua,burgundy. Jika pun kamu ingin memilih warna rambut yang terang, pilihlah warna yang 2-3 tingkat lebih terang dari warna yang diinginkan agar warnanya bisa keluar.

Demikian sedikit sharing saya seputar pengalaman mewarnai rambut dan tips mewarnai rambut yang beruban. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

Baca Juga

Post a Comment

4 Comments

  1. Mbak Antung, punten ya nanya. Mewarnai rambut kalau sudah pake berhijab apa tidak malah membuat hijabnya jadi terkena cat rambut?

    Aku tuh keturunan dari ibu yang ubannya juga banyak banget, bapakku juga. Aku pun kayaknya waktu muda udah ada 1-2 helai. Tapi kayaknya aku belum ada minat buat mewarnai rambut, hehe. Rasanya kurang percaya diri kalau terpaksa harus mengecat rambut sendiri. Takut belentong-belentong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau pas masih basah langsung dipakai jilbab ya kena jilbab, mbak. tapi kalau rambutnya sudah kering dan pewarnanya sudah jadi nggak nempel kok, mbak. aku pun gagal melulu sebenarnya mewarnai rambut ini. nggak rata warnanya yang keluar cuma di permukaan aja. hihi

      Delete
  2. Seumur-umur belum pernah ngewarnain rambut. Orang terdekatku yang pernah mungkin cuma ayahku aja kali ya hihi. Sama, alasannya juga krn beliau waktu itu sudah banyak uban. Aku sendiri pengen sih sebenernya. Cuma tipe rambutku nih kering, takut makin kering jadinya hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku baru beberapa bulan ini juga mewarnai rambutnya. soalnya risih banget lihat uban banyak banget di kepala. heu

      Delete