Banjir di Banjarmasin


Banjir di banjarmasin


"Banjarmasin itu nggak pernah banjir, adanya calap aja"

Begitu ungkapan yang kerap diselorohkan kami orang Banjar saat menghadapi situasi genangan air yang kadang terjadi saat hujan turun atau air laut pasang. Sebagai kota yang ketinggiannya berada di bawah permukaan laut, bisa dibilang warga Banjarmasin sudah terbiasa dengan naiknya air hingga ke jalan dan tak menganggapnya sebagai banjir.

Biasanya, air pasang ini biasanya hanya terjadi selama beberapa jam dan tak sampai masuk ke rumah. Kalaupun sampai masuk rumah, mungkin hanya beberapa centimeter dan hanya terjadi di beberapa rumah. Mengutip ucapan seorang pejabat, "Airnya cuma numpang lewat," begitulah kondisi air pasang yang dialami Banjarmasin selama bertahun-tahun. Selama itu pula kami terlalu jumawa dengan air yang selalu mengalir ini hingga kemudian musibah itu benar-benar datang.

Sejak awal 2021 hujan tak hentinya mengguyur Kalimantan Selatan. Semakin hari jalanan menuju rumah semakin tergenang. Dari yang hanya 5 cm menjadi 10 cm. Puncaknya, Rabu, 13 Januari 2021 hujan turun tanpa henti hingga 24 jam. Tingginya intensitas hujan yang terjadi jelas membuat saya dan semua orang khawatir. Benar saja. Paginya saya lihat satu per satu teman dan rekan kerja memasang status kalau daerah tempat tinggal mereka mulai kebanjiran.

Karena kondisi banjir yang tak diduga ini, perusahaan tempat saya bekerja memberikan keringanan absen bagi karyawan. Setelah hujan mulai mereda, saya dengan diantar suami berangkat menuju kantor. Rumah tempat saya tinggal sendiri berada di daerah persawahan. Terdapat sungai kecil tempat air mengalir. Saat hujan turun tanpa henti pada hari Rabu dan Kamis tersebut, baik sungai maupun area persawahan tertutup air seluruhnya. Jalan komplek pun sebagian sudah tertutupi air mendekati lutut.

Sepanjang jalan menuju kantor, saya lihat air mulai naik ke jalan, terutama untuk ruas A. Yani menuju arah Banjarbaru. Pun saat perjalanan pulang beberapa jam berikutnya, saya lihat genangan air yang ada di jalan utama A. Yani semakin tinggi terutama wilayah km. 6 Pramuka yang memang lumayan sering tergenang air jika hujan lebat. Jika hujan tak kunjung berhenti hingga besok hari, bisa dipastikan genangan air akan semakin meninggi di jalan utama. 


banjir di jalan a. yani banjarmasin


Pada hari Minggu, saya dan suami keluar rumah untuk menghadiri undangan pernikahan salah satu rekan kerja suami di kantor lama. Sejujurnya saya agak sangsi apakah resepsi pernikahan tersebut tetap dilaksanakan mengingat banjir yang terjadi. Meski begitu, kami memutuskan tetap berangkat ke Banjarmasin karena saya juga belum sempat mengunjungi ibu saya selama banjir beberapa hari.

Di hari keempat banjir di Banjarmasin ini, Jalan A. Yani dari km 4 hingga km 8 sudah digenangi air hingga selutut. Di sepanjang jalan, saya lihat cukup banyak posko untuk menampung bantuan dan juga orang-orang yang meminta sumbangan untuk mereka yang rumahnya terkena banjir. Tak hanya itu, di beberapa titik tampak beberapa orang sedang berusaha menghancurkan median jalan untuk mengalirkan air di sisi kanan jalan karena volume banjir di sisi sebelah kiri memang jauh lebih banyak. 

Nah, ketika memasuki jalan A. Yani km 1 hingga wilayah Sutoyo S tempat ibu saya tinggal, saya dibuat kaget karena ternyata di wilayah ini kondisi jalan kering seolah tak terjadi apa-apa di sana. Sungai tidak meluap. Banjir juga hanya terjadi di beberapa gang kecil. Pantas saja setiap kali saya tanya bagaimana kondisi ibu di rumah jawabannya baik-baik saja. Rumah kami sendiri alhamdulillah meski air sudah masuk menggenangi komplek namum rumah tidak sampai terendam air.

Berdasarkan hasil pantauan, ternyata daerah yang terkena dampak banjir paling parah di kota Banjarmasin adalah wilayah Banjarmasin Timur seperti kawasan Pramuka dan Sungai Lulut. Bahkan hingga 7 hari setelah banjir pertama, kawasan Pramuka masih belum surut ketinggian airnya. Pemerintah kota sendiri kini sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi banjir ini seperti memompa air yang menggenangi jalan dan membuangnya ke sungai. Semoga saja dengan upaya yang dilakukan ini bisa segera menyurutkan genangan air di dalam kota.

Banjir di Kabupaten lain

Selain di kota Banjarmasin, banjir juga terjadi di hampir seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan kecuali di Kotabaru dan Tanah Bumbu. Banjir tahun ini merupakan banjir terparah yang dialami provinsi Kalimantan Selatan selama 50 tahun terakhir. Rumah-rumah terendam hingga ke atap, bahkan jembatan yang menghubungkan 2 Kabupaten pun putus karena aliran air.

Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, ada 256.516 jiwa yang terdampak di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Banjar menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan total 17.996 KK dan 72.994 jiwa. Disusul Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 16.100 KK, 64.400 jiwa; Kabupaten Barito Kuala 13.568 KK, 28.400 jiwa; dan Kabupaten Tanah Laut 8.870 KK, 27.815 jiwa.

Kalau ditanya apa penyebab dari banjir, beberapa pihak menyebutkan kalau faktor hujan dengan intensitas tinggi sebagai penyebab utamanya. Namun kalau dirunut lebih dalam lagi, kita semua pasti sadar kalau faktor  semakin berkurangnya hutan yang ada di Kalimantan Selatan akibat perluasan area tambang dan kelapa sawit juga turut memberi andil dalam peristiwa ini. 

Untuk kota Banjarmasin sendiri, banjir kebanyakan menggenangi wilayah Banjarmasin Timur dan sebagian Banjarmasin Utara. Jika dilihat dari lokasinya, banjir yang terjadi di kota Banjarmasin ini merupakan kiriman dari Kabupaten di atasnya. Selain itu, faktor drainase jalan yang kurang baik dan sungai yang sudah tidak berfungsi lagi juga bisa menjadi penyebab parahnya banjir di kawasan tersebut.

Dengan terjadinya banjir di Kalimantan Selatan ini, pastinya menjadi sebuah peringatan bagi para warga kalau Kota Seribu Sungai sudah tak lagi kebal akan banjir. Peristiwa ini juga sepatutnya menjadi bahan evaluasi bagi pemimpin daerah dalam mengambil keputusan terkait penataan kota dan pelestarian hutan di Kalimantan Selatan. 

Baca Juga

Post a Comment

16 Comments

  1. Saya turut prihatin dengan banjir Banjarmasin mba.. semoga segera kembali ke keadaan normal.

    Mengenai banjir, saya jadi teringat akan alasan ibu kota akan pindah ke Kalimantan karena tidak ada banjir di sana. Ndilalah, belum kejadian pindah sudah banjir duluan ya mba..
    Masalah hutan juga semakin membuat miris. Semoga hukum untuk pelanggar sumber daya hutan juga segera ditindak. Agar ada efek jera. Selama ini terkesan hanya gertakan saja, sehingga efeknya kan menyusahkan semua masyarakat. Salah satunya ya banjir ini..

    ReplyDelete
  2. Jakarta yang bisa dibilang langganan banjir rasanya tetap gak nyaman kalau lagi banjir. Apalagi untuk daerah Kalimantan yang sudah puluhan tahun gak mengalami, ya. Jelas ini beritanya sangat mengagetkan. Kalau sekian puluh tahun kembali banjir besar, pertanda alam sedang tidak baik-baik saja. Harus introspeksi bersama

    ReplyDelete
  3. Tabah dan sabar menghadapi banjir di Banjarmasin. Mpo pernah mengalami tahun lalu 2 kali banjir kena dalam sebulan. Cape bersihin rumah

    ReplyDelete
  4. Sedih bujurlah, banjir kayak itu. Untungnya rumah piyan kada apa2 ya walaupun banjir juga.
    Kalo awal tahun kemarin Bekasi yang kena dampaknya, sekarang Banjarmasi.

    ReplyDelete
  5. ah sedih banget aku mbak
    bencana datang bertubi tubi..
    padahal masih pandemi
    semoga banjirnya cepat surut ya mbak
    dan para korban bisa segera mendapat pertolongan

    ReplyDelete
  6. Turut prihatin mbak, semoga bencana ini segera berlalu dan saya bisa merasakan bagaimana sedih dan repotnya kalau mengalami banjir, bukan hanya lelah secara fisik tapi juga emosi. Mudah-mudahan bencana banjir kali ini ngak terulang lagi.

    ReplyDelete
  7. ikut prihatin ya mbak karena mengalami banjir... saya sedih baca berita banjir parah di kalimantan.. mana sampe berhari-hari dan bantuan juga minim.. banyak yg menyalahkan banjir ini karena kesalahan manusia.. moga ke depannya gak ada lagi banjir yang parah begitu

    ReplyDelete
  8. Turut prihatin ya mbak, aku tau banget deh ini rasanya kalau rumah kebanjiran. Kebetulan rumah mamahku tahun 2020 awal lalu itu sempat kebanjiran dan masuk kedalam rumah sepaha. Sedihnya lagi saat banjir gak ada orang di rumah, semua lagi keluar kota.

    ReplyDelete
  9. semoga negeri tercinta ini bisa melewati bencana dengan baik dan kita diberi kekuatan untuk menghadapi itu semua. semangat buat semua saudara yang tinggal di kalimantan

    ReplyDelete
  10. Turut prihatin dengan musibah tersebut, semoga tidak lagi terjadi banjir di sana ya, aamiin. Dan ada solusinya untuk mencegah terjadinya banjir.

    ReplyDelete
  11. jUjur kaget banget pas baca beritanya di sana hujan padahal belum pernah ya mba sampe begitu..aku sih di Bekasi dulu biasa banget banjir sampe sering ga sekolah karena banjir hingga paha..semoga ada solusi buat kedepannya

    ReplyDelete
  12. Banjarmasin oh Banjarmasin, biasanya kena banjir pasang saja ya. Sekarang banjir beneran. Lebih tinggi dari biasanya.

    ReplyDelete
  13. ini banjirnya bikin sedih loh, itu menunjukkan kalau memang di sana hutannya udah banyak banget yang dialihfungsikan. akhirnya, dampaknya kena juga kan buat manusia..

    ReplyDelete
  14. Masya Allah .. turut prihatin yah kak atas musibah banjir di Banjarmasin ini. Semoga setelah ini tidak ada banjir banjir lagi. Kaget juga sih ..selama ini banjir langganan kan ibukota Jakarta yah. Ternyata Sekarang sampai luar pulau jawa. Mungkin penebangan hutan2 yang menjadi penyebab juga yah

    ReplyDelete
  15. Masya Allah .. turut prihatin yah kak atas musibah banjir di Banjarmasin ini. Semoga setelah ini tidak ada banjir banjir lagi. Kaget juga sih ..selama ini banjir langganan kan ibukota Jakarta yah. Ternyata Sekarang sampai luar pulau jawa. Mungkin penebangan hutan2 yang menjadi penyebab juga yah

    ReplyDelete
  16. Info tentang banjir Banjarbaru dan kalimatan selatan sekitarnya yang informatif. Kalau Banjarmasin saya sering melihat sudah sering banjir di beberapa tempat. Terima kasih infornya.

    ReplyDelete