Wednesday, January 9, 2019

#AksiFlashBunda Siap Hadapi Anak Aktif Gak Takut Lebam





Hari itu, saya mengajak Yumna menginap di rumah neneknya. Kebetulan malamnya saya ada janji dengan beberapa teman blogger dan rasanya terlalu jauh jika saya harus pergi dari rumah sendiri. Lepas magrib saya pun bersiap. Mengenakan pakaian sesuai dresscode sementara Yumna bermain-main di buffet kecil depan cermin. Ibu saya sendiri juga berada di kamar yang sama untuk mengawasi Yumna.

"Yumna, hati-hati. Nanti jatuh," begitu pesan saya ketika melihat Yumna berusaha menaiki buffet.

Namanya balita, dilarang bukannya berhenti eh malah semakin semangat dong dia naik buffet-nya. Hingga akhirnya ketika saya berpaling sedikit terdengar suara jatuh dan tangisan Yumna. Bergegas saya kembali ke kamar untuk melihat kondisi Yumna. Saat saya tiba, tampak Yumna sudah tertelungkup di lantai sementara ibu saya berusaha mengangkatnya.

Baca juga : Grow Happy : Tak Hanya Sehat dan Tercukupi Nutrisinya, Anak Juga Perlu Tumbuh Bahagia untuk Masa Depannya


"Baru juga mama mau nangkap dianya sudah jatuh," kata ibu saya kemudian.

Segera saya mendekati Yumna. "Duh bibirnya berdarah," kata saya dalam hati. Saya pun memeluk Yumna dan berusaha menghentikan tangisan plus luka di bibirnya. Alhamdulillah tak lama kemudian Yumna mau berhenti menangis dan tertidur di ayunannya. Sekarang setiap kali ditanya soal bibir, Yumna akan menunjuk bibirnya sambil berkata kalau ada luka di situ. Heu.

***

Memiliki anak berusia 2 tahun seperti Yumna memang harus siap direpotkan dengan segala kelincahannya. Selain doyan panjat-memanjat, Yumna juga kerap melakukan aksi koprol dan loncat-loncat. Untuk urusan jatuh sendiri, pastinya tak hanya satu kali Yumna terjatuh saat sedang menaiki sesuatu atau saat berlari.

Kali lain, lagi-lagi saat di rumah neneknya, Yumna sukses jatuh jungkir balik dari sebuah kursi. Untungnya saat itu posisi jatuhnya termasuk aman dan tanahnya tidak keras sehingga saat saya periksa anggota tubuhnya, tak ada tanda luka atau lebam yang perlu dikhawatirkan.


Lebam, Si Biru yang Bikin Cenut-cenut

sumber : www.healthline.com

Bicara soal lebam, pastinya kita cukup familiar dengan si biru yang satu ini. Lebam atau memar biasanya muncul saat tubuh kita terbentur sesuatu. Kayak saya nih yang lumayan sering kena lebam karena kebentur meja atau lemari. Pernah juga lebam karena jatuh dari motor yang sukses bikin susah jalan. Namun ada pula lebam yang tiba-tiba muncul begitu saja di permukaan kulit ketika bangun tidur. Kalau yang begini, kadang orang tua kita akan mengaitkannya dengan hal mistis seperti dihisap jin. Heu.

Menurut wikipedia, memar atau lebam adalah suatu jenis cedera pada jaringan tubuh, yang menyebabkan aliran darah dari sistem kardiovaskular mengendap pada jaringan sekitarnya, disebut hematoma, dan tidak disertai robeknya lapisan kulit. Memar atau lebam ini ditimbulkan oleh trauma seperti tumbukan benda tumpul dan menimbulkan rasa sakit walaupun pada umumnya tidak berbahaya.

Luka lebam sendiri bermacam-macam tingkatannya. Ada yang terbilang ringan karena cuma meninggalkan jejak warna dan ada juga yang sampai bikin bengkak dan pastinya jadi nyeri. Biasanya nih, saat kita mengalami luka memar atau lebam terjadi perubahan warna dari kulit yang lebam tersebut. Urutannya adalah sebagai berikut

Merah 
Warna ini akan muncul sesaat setelah tubuh kita mengalami benturan. Setelahnnya, kita pun akan menyadari bagian tubuh yang terbentur menjadi sedikit bengkak dan terasa nyeri ketika disentuh.

Kebiruan hingga ungu gelap
Setelah 1 hingga 2 hari, warna merah akan berubah menjadi kebiruan hingga ungu gelap. Hal ini disebabkan oleh minimnya asupan oksigen dan juga pembengkakan di area sekitar memar. Akibatnya, hemoglobin yang berwarna merah akan berubah menjadi biru.

Hijau pucat
Memasuki hari keenam, warna kebiruan akan memudar dan berganti menjadi hijau pucat. Hal ini menandakan bahwa hemoglobin yang terdapat dalam darah mulai terurai dan proses penyembuhan sedang berlangsung.

Kuning kecoklatan
Setelah 1 minggu, warna hijau pucat akan menjadi kuning kecoklatan. Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses penyembuhan memar. Memar tidak akan berubah warna lagi, melainkan menghilang secara perlahan dan kembali ke warna asli kulit.

Baca juga : Mengenal Penyakit TB pada Bayi dan Anak

#AksiFlash Bunda mengatasi Lebam

Sebagai seorang ibu, saya pastinya harus siap dan memiliki #AksiFlashBunda dalam menghadapi kondisi-kondisi tak terduga seperti jatuh dan lebam ini. Untuk luka lebam, sebenarnya dia akan sembuh sendiri selama 2 hingga 4 minggu tergantung tingkat luka lebam tersebut. Namun kita juga bisa lho mempercepat proses penyembuhan dengan melakukan beberapa cara, yakni:

  • Mengompres bagian tubuh yang terbentur dengan es
Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi lebam adalah dengan mengompres bagian tubuh yang terbentur dengan es. Suhu dingin akan meredakan proses pembengkakan dan peradangan. Selain itu, es juga membantu meminimalkan jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah kecil ke jaringan sekitar. Perlu diingat jangan menempelkan langsung es ke kulit dan disarankan untuk membungkus es dengan handuk terlebih dahulu. Lalu, kompres luka memar selama 20 sampai 30 menit.

  • Mengangkat bagian tubuh yang mengalami memar
Setelah luka memar terjadi, kita bisa mencoba untuk memposisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi dari dada. Misalnya, bila memar terjadi di kaki, kita bisa duduk atau tidur dengan menyangga area memar dengan bantal. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi aliran darah ke area yang memar sehingga meredakan pembengkakan.

  • Mengompres dengan air hangat
Setelah sekitar dua hari mengompres memar dengan es, kita bisa mengganti kompres dengan air hangat. Suhu panas dapat memperlancar aliran darah, sekaligus mempercepat perubahan warna kulit kambali seperti semula. Caranya gunakan kain yang sudah direndam air hangat. Lalu, kompres bagian tubuh yang mengalami luka memar selama 10 menit. Lakukan ini dua sampai tiga kali sehari secara rutin.

  • Menggunakan Heparin sodium
Nah, selain cara-cara tersebut, kita jkuga bisa mempercepat proses penyembuhan lebam atau memar dengan menggunakan obat oles dalam bentuk salep ataupun gel yang mengandung heparin. Heparin sodium diekstrak dari dua sumber protein hewani, yaitu porcine yang berasal dari mucosa babi dan bovine yang berasal dari mucosa sapi. Heparin ini bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan, serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.

Baca juga : 4 Tanda Si Kecil Siap Toilet Training

Thromboflash Obat Oles untuk Luka Lebam


Bagi para Bunda yang ingin menggunakan obat oles untuk mengatasi memar/lebam, sekarang sudah ada obat oles Thromboflash untuk luka dalam/memar/lebam. Thromboflash diproduksi oleh Fahrenheit dengan bahan aktifnya adalah HEPARIN SODIUM 200 IU. Tak hanya itu, Heparin yang terkandung di dalamnya diambil dari bovine yang berasal dari mucosa sapi, yang membuat Thromboflash sudah bersertifikasi halal sehingga aman dan nyaman digunakan.


Cara penggunaan Thromboflash ini sangat mudah yakni cukup dioleskan tipis-tipis 2-3 kali sehari pada luka lebam. Bisa juga dioleskan pada sepotong kain kasa lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Namun harus diingat jangan pernah mengoleskan obat ini pada luka terbuka dan area sensitif seperti mata, yaa.

Dengan manfaat yang dimilikinya, menjadikan Thromboflash wajib ada di kotak P3K di rumah kita dan menjadi sahabat keluarga. Thromboflash ini memiliki 2 ukuran kemasan yakni 10 gr dengan harga sekitar 30 ribuan dan kemasan 20 gr dengan harga sekitar 50 ribuan. Dengan adanya Thromboflash ini, pastinya Bunda jadi gak takut lebam lagi dong yaa:)


9 comments:

  1. Biasanya kalau lebam mengompres dengan es sih, Kak. Kalau Thromboflash ini cocok juga untuk orang dewasa?

    ReplyDelete
  2. wajib ada nih dalam kotak p3k aku mba. Nice info

    ReplyDelete
  3. Wah, thromboflash bisa mengurangi bengkak lebam juga yaa...??

    ReplyDelete
  4. Anakku sering banget kayak gitu, Mbak. Ditinggal meleng sedikit dia udah kejedot trus lebam. Dan freakuensinya lumayan sering karena mereka cenderung kinestetik. Untungnya ada Thromboflash ini ya, Mbak. Mana halal pula.

    ReplyDelete
  5. anak-anak emang rentan banget lebam ya, kejedot sedikit pun kadang langsung lebam, harus sedia di rumah nih <3

    ReplyDelete
  6. makasih yah Mba buat info dan pembelajarannya
    ini berguna banget buat saya dan istri nanti ketika Allah Azza Wa Jalla berikan rezeki berupa keturunan

    ReplyDelete
  7. Wah berguna banget ini infonya. Terimakasih mba

    ReplyDelete
  8. Wah ternyata Thromboflash bisa digunakan oleh orang deasa juga. Cocok buat saya yang sering memar tanpa sadar. Terima kasih informasinya.

    ReplyDelete