Berat Badan Sulit Turun di Usia 40, Pengalaman Saya sebagai Ibu Bekerja

Di usia kepala empat seperti sekarang, ada satu masalah yang masih sedang saya perjuangkan untuk diselesaikan. Apa itu? Berat badan. Sejak melahirkan anak kedua, berat badan saya tak bisa turun lagi ke berat semula. 

Sempat sih saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 4 kilo di tahun 2022 dengan metode intermitten fasting plus puasa Ramadan. Namun setelah lebaran saya kalap lagi makan hingga berat badan kembali naik dan setelah itu rasanya setiap usaha untuk menurunkan berat badan rasanya tak ada yang berhasil.

Belakangan saya menyadari kalau kelebihan berat badan yang saya alami ini juga berpengaruh pada anggota tubuh yang lain. Salah satunya adalah rasa nyeri pada lutut yang selama beberapa bulan terakhir cukup mengganggu. 

Tak hanya nyeri lutut, belakangan saya juga harus menerima kenyataan kalau angka kolesterol darah juga naik dan bahkan juga nilai asam urat yang tinggi sukses membuat tubuh saya rasanya pegal dan nyeri. Di titik ini, saya mulai sadar bahwa masalah berat badan bukan lagi soal penampilan semata, tapi sudah berkaitan langsung dengan kesehatan.

Perubahan Tubuh Seiring Bertambahnya Usia

Setelah usia memasuki kepala tiga, saya menyadari kalau tubuh saya semakin bertambah bobotnya. Padahal saya di masa remaja hingga usia 20 termasuk orang yang memiliki tubuh kurus dan susah gemuk. 

Namun nyatanya memasuki usia 20, kebanggaan saya akan tubuh yang selalu kurus menghilang karena di usia itu saya mulai menghadapi yang namanya berat badan naik. Rupanya pola hidup yang tak terbiasa olahraga dan kebiasaan makan yang sesukanya menjadi salah satu alasan mengapa berat badan saya selalu bertambah setiap tahunnya. 

Di usia 40 seperti sekarang, keinginan untuk menurunkan berat badan tentu masih ada, termasuk bagi saya yang menjalani peran sebagai ibu bekerja. Namun tantangannya terasa jauh berbeda dibandingkan saat usia 20-an. 

Waktu yang terbatas, energi yang cepat terkuras setelah seharian bekerja dan mengurus rumah, serta konsistensi olahraga yang sering naik turun membuat usaha menurunkan berat badan terasa lebih berat. Kondisi inilah yang akhirnya membuat saya mulai lebih realistis dan mencari pendekatan yang bisa dijalani perlahan, aman, dan tetap sesuai dengan ritme hidup sebagai ibu bekerja.

Beberapa Penyebab Berat Badan Sulit Turun di Usia 40

Nah, setelah saya cari tahu, ternyata ada beberapa alasan mengapa berat badan sulit turun di usia 40-an ini, antara lain:

1. Kehilangan massa otot

Ketika usia sudah melewati angka 40, maka tubuh secara perlahan akan kehilangan massa ototnya. Berdasarkan Everyday Health, jumlah otot tanpa lemak yang ada di tubuh kita akan menurun sebanyak 3-8 persen per dekade setelah usia 40 tahun. Kehilangan massa otot ini akan membuat jaringan lemak dalam tubuh meningkat. Apalagi jika kita mengkonsumsi kalori dengan jumlah yang sama dengan saat usia masih 20-an misalnya. 

2. Perubahan hormon

Perubahan hormon juga terjadi di setiap pertambahan usia kita. Bahkan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (AS), pada usia pertengahan seperti 40 tahun, seseorang akan lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. 

Bagi wanita sendiri, salah satu penyebabnya bisa jadi karena di usia 40, wanita mulai memasuki masa menopause yang mengakibatkan penurunan hormon estrogen yang signifikan. Penurunan kadar hormon estrogen ini menyebabkan berat badan cepat naik terutama di area perut.

3. Metabolisme tubuh melambat

Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar kalau setelah usia 30 tahun metabolisme tubuh akan melambat. Nah, ternyata salah satu penyebab melambatnya metabolisme tubuh ini adalah karena massa otot yang berkurang. Jumlah lemak dan massa otot akan berpengaruh pada pembakaran kalori di tubuh kita. Dengan banyaknya lemak di tubuh dan sedikit massa otot, maka otomatis pembakaran kalori di tubuh juga berkurang.

4. Kurang gerak

Alasan lain mengapa berat badan susah turun di usia 40 adalah kurang gerak atau olahraga. Olahraga merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Idealnya kita harus terbiasa berolahraga sedari muda agar bisa tetap fit saat usia menua. Maka wajarlah jika kita sulit untuk menurunkan berat badan saat usia 40-an.

Mencari Cara Menurunkan Berat Badan yang Lebih Terukur 


Untuk bisa menurunkan berat badan, biasanya bisa dilakukan dengan menerapkan pengaturan pola makan atau kerap disebut diet. Ada cukup banyak jenis diet yang bisa dicoba bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Ada yang berdasarkan golongan darah, diet keto, diet protein dan bahkan juga diet ala artis. 
 
Kita sendiri tentunya harus bisa memilih pola diet yang aman untuk menurunkan berat badan ini. Jangan sampai diet yang dipilih malah membuat kita tersiksa atau malah jadi malnutrisi karena memilih pola diet yang salah. Jika ingin menjalankan diet yang aman, kita bisa menggunakan jasa ahli gizi atau personal trainer yang bisa membantu mengatur pola makan kita termasuk juga olahraga yang bisa dilakukan untuk mendampingi program diet tersebut. 

Nah, selain dengan menggunakan jasa ahli gizi atau personal trainer, kita juga bisa sebenarnya mengatur pola diet sendiri lewat aplikasi atau mungkin website yang menyediakan fitur program menurunkan berat badan ini. 

Salah satu website yang menyediakan fitur untuk diet adalah website culinaryschool.org. Di website ini kamu bisa memulai program diet lewat 3 fiturnya yakni weight loss calculator, body fat calculator dan juga workout calculator.

Fitur di culinaryschool.org untuk Mendukung Program Diet

1. Weight Lost Calculator


Weigth lost calculator merupakan fitur di website culinaryschool.org yang dapat membantu kita menghitung berapa kalori yang sebaiknya kita konsumsi setiap harinya untuk bisa menurunkan berat badan sesuai keinginan. Pada fitur ini, kita hanya perlu mengisi data-data seperti tinggi dan berat badan, usia, target berat badan yang diinginkan dan juga frekuensi aktivitas olahraga yang dilakukan. 

Jika semua data tersebut sudah diisi maka weight lost calculator akan memberikan hasil jumlah kalori yang hingga waktu yang diperlukan untuk mencapai berat badan target dan juga jumlah kalori harian yang dikonsumsi untuk mencapai berat tersebut.

2. Body fat calculator


Sesuai dengan namanya, fitur ini digunakan untuk menentukan body fat di tubuh kita dengan cara menginput data berupa tinggi, berat badan dan juga usia. Body fat calculator kemudian akan melakukan perhitungan dan memberikan hasil persentase dari body fat tubuh yang nantinya juga bisa diinput ke fitur weight lost calculator.

3. Workout calculator

Fitur workout calculator ini digunakan untuk mengetahui jumlah kalori yang terbakar dari aktivitas olahraga yang kita lakukan. Cara mengggunakan fitur ini juga sangat mudah yakni kita hanya perlu mengisi data tinggi, berat badan dan usia serta jenis-jenis kegiatan olahraga yang dilakukan. Ada banyak pilihan olahraga yang terdapat pada fitur ini mulai dari jalan kaki, bersepeda, lari, aerobik dan olahraga lainnya. 
 

Penutup

Menurunkan berat badan di usia 40 memang bukan perkara mudah, apalagi bagi ibu bekerja seperti saya. Namun melihat teman-teman yang mulai rutin berolahraga dan tubuhnya semakin bugar, saya pun merasa kembali termotivasi.

Dengan bantuan panduan yang lebih terstruktur, proses diet terasa lebih jelas arahnya dan tidak sekadar menebak-nebak. Jika teman-teman juga sedang berjuang menurunkan berat badan di usia 40-an, tidak ada salahnya mencoba berbagai cara yang lebih realistis dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Bagi teman-teman yang juga sedang berada di fase serupa, tools sederhana seperti yang tersedia di culinaryschool.org bisa menjadi titik awal untuk mengenal tubuh sendiri dengan lebih baik sebelum menentukan langkah selanjutnya. Bukan untuk menggantikan peran ahli, tapi sebagai pendamping agar perjalanan menuju tubuh yang lebih sehat terasa lebih terarah dan tidak memberatkan.

Sumber tulisan:

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/15/111708920/5-penyebab-berat-badan-susah-turun-di-usia-40-tahun



Baca Juga