Berkunjung ke Villa Aranaway


Sudah lama sekali rasanya saya dan keluarga tidak berpiknik bersama. Seingat saya terakhir kali saya dan keluarga pergi ke luar kota bersama adalah saat melakukan ziarah ke makam ulama di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar saat usia Yafiq masih beberapa bulan. Setelahnya, Corona hadir dan kami pun tak pernah kemana-mana lagu selama hampir 2 tahun.

Jelang akhir tahun 2021, ibu saya mengusulkan untuk piknik bersama di tahun baru. Tentunya ide beliau ini saya sambut dengan penuh semangat. Apalagi sekarang kamu sudah punya transport yang cukup memadai untuk membawa ibu jalan-jalan ke luar kota jadi tidak perlu repot sewa mobil kalau mau jalan-jalan ke luar kota. 

Ibu sendiri awalnya mengusulkan agar kami mengunjungi salah satu wisata pemancingan Bincau yang di masa saya kuliah dulu sangat terkenal. Namun karena sudah lama sekali saya tidak ke sana saya pun mengusulkan tempat lain yang menurut saya lebih seru untuk dikunjungi

"Kalau ke Aranaway saja gimana, Ma?" usul saya. 

"Di mana itu? Tempat apa?" 

"Tempat wisata juga di dekat mandi angin. Di situ kita bisa masak sendiri dan ada Gazebonya juga," jawab saya. 

"Mama oke aja asal tempatnya bagus," kata ibu saya lagi. 

Liburan ke Vila Aranaway bersama keluarga


villa aranaway di kabupaten banjar

Di hari ke dua tahun 2022, saya bersama ibu, suami dan anak-anak berangkat menuju wisata Vila Aranaway. Villa Aranaway merupakan sebuah tempat wisata yang berlokasi di Desa Desa Kiram Atas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Berjarak kurang lebih 40 km dari kota Banjarmasin, tempat wisata ini menawarkan wisata alam berupa pegunungan dan juga sungai dengan bebatuan di bawahnya. 
 
Aranaway sendiri merupakan nama sungai yang terbentang dari hulu di pegunungan Desa Kiram Atas menuju ke hilir ke Desa Kiram. Kunjungan di tahun baru ini sebenarnya bukanlah kali pertama bagi saya. Beberapa bulan sebelumnya, saya dan beberapa rekan kerja juga pergi ke desa ini setelah salat Jum'at. Merasa tempat wisata ini cocok untuk dijadikan wisata keluarga, saya pun berniat mengajak keluarga ke Aranaway satu hari nanti. 



gazebo di villa aranaway


Kami sekeluarga berangkat dari rumah sekitar pukul 10 pagi. Bermodalkan peta di google maps, suami pun melajukan mobil menuju kota Banjarbaru. Untuk bisa mencapai lokasi Villa Aranaway dari kota Banjarmasin, kita bisa menggunakan 3 rute, yakni:
 
  1. Rute pertama dari kota Banjarmasin menuju kota Banjarbaru dan berbelok di simpang Brimob Polda Kalsel - Jalan Karang Rejo - Jalan Palam Raya - Jalan Taruna - Jalan Mistar Cokrokusumo - Cempaka - Vila Aranaway
  2. Rute kedua dari kota Banjarmasin - Banjarbaru lalu belok kanan di simpang empat Banjarbaru - Jalan Ir. P. M. Noor - Jalan P. Suryanata - Jalan Tahura Sultan Adam Cempaka - Vila Aranaway
  3. Rute ketiga dari Jalan Martapura Lama - Martapura - Simpang Empat Banjarbaru - Jalan Ir. P. M. Noor - Jalan P. Suryanata - Jalan Tahura Sultan Adam Cempaka - Vila Aranaway

 

 
Seperti dugaan saya, lokasi wisata Vila Aranaway sangat ramai dikunjungi masyarakat di libur tahun baru. Belasan mobil tersusun rapi di lapangan parkir yang cukup luas. Gazebo yang disediakan untuk pengunjung juga penuh terisi, begitu juga beberapa villa yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin menginap tampak sudah ditempati. Tak hanya itu, sungai kecil yang ada di bagian bawah vila juga terdapat cukup banyak orang yang mandi atau bermain air. Kami pun memasuki lokasi wisata dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,00/orang.
 
Setelah suami memarkir mobil, saya pun turun dan langsung bertanya kepada salah satu petugas di mana tempat memesan gazebo untuk keluarga. Petugas menunjuk ke arah bangunan berupa kafe yang berada di salah satu sudut yang tampak sudah dipenuhi orang-orang. Segera saya menuju ke sana untuk memastikan ketersediaan gazebo.
 
"Wah kalau gazebo sudah dipesan semua, Bu. Yang paling cepat kosong sekitar 1 jam lagi. Kalau boleh saya sarankan ibu bisa menyewa tikar dan mencari lokasi yang teduh buat duduk. Pengunjung yang lain juga begitu," saran Mbak yang menjaga meja penyewaan gazebo saat saya bertanya padanya perihal gazebo.

"Kalau sewa tikar berapa, Mbak?" tanya saya.

"Sepuluh ribu rupiah aja, Mbak," jawabnya lagi.

Saya kembali menemui anak-anak, suami dan ibu yang masih menunggu di tempat parkir. Seperti yang disebutkan oleh Mbak petugas, memang ada beberapa keluarga yang memilih duduk di bawah pohon beralaskan tikar. Bahkan ada juga yang duduk dan menikmati makan siang di tepian sungai sambil mengawasi anak-anak mereka yang sibuk bermain air. Saya pun berdiskusi dengan suami dan ibu dan diputuskan kami akan menyewa tikar namun jika ada gazebo yang kosong kami akan langsung pindah.
 
"Mbak, saya sewa tikar dulu tapi nanti kalau misalnya ada gazebo yang kosong saya minta kabari ya," kata saya sekembalinya dari diskusi dengan suami dan ibu saya.
 
Setelah tikar diserahkan, kami pun mehamparkannya di salah satu sudut dengan musalla. Maksudnya biar petugas yang kami titipi pesan tadi tidak bingung mencari kami kalau ada gazebo yang sudah kosong. Begitu melihat air sungai yang dipenuhi pengunjung, anak-anak yang rencananya saya ajak bermain sepeda langsung mengurungkan niatnya. Keduanya dengan cepat berjalan menuruni tangga yang mengarah ke tepi sungai. Akhirnya saya pun menemani kedua anak saya untuk bermain air di sungai. 


sungai di villa aranaway

 
Tak lama setelah anak-anak bermain air, ibu saya memanggil dan mengatakan kalau sudah ada gazebo yang selesai disewa. Saya pun kembali mendatangi kantor penyewaan gazebo untuk mengkonfirmasi hal tersebut dan tenyata memang benar adanya. Tanpa perlu menunggu lagi saya pun langsung mengeluarkan uang untuk menyewa gazebo yang letaknya tak jauh dari musalla tersebut. Untuk biaya sewa gazebo ini sebesar Rp. 40.000,00/ 3 jam dan Rp. 70.000.00/6 jam. 

Berhubung sudah memasuki jam makan siang, kami pun langsung mengeluarkan bekal yang sudah dibawa dari rumah. Salah satu hal yang saya suka dari Villa Aranaway ini adalah pengunjung diperbolehkan membawa makanan bahkan alat masak sendiri. Karena itu tak heran jika ada yang membawa kompor gas portable untuk masak barbeque bersama keluarganya. Bahkan di Gazebo yang letaknya di sebelah gazebo kami malah membawa speaker untuk karaokean dengan memanfaatkan colokan yang memang tersedia di setiap gazebo. 


Fasilitas makan dan musholla di Villa Aranaway


cafe di villa aranaway

Saat sedang sibuk menyiapkan makan siang berupa ayam panggang dan sop ceker, ibu saya baru sadar kalau nasi yang sedianya akan dimakan ternyata ketinggalan di rumah! Wow banget ya sudah bawa berbagai menu eh nasi ya ketinggalan. Untungnya di wisata Villa Aranaway ini menyediakan kafe dengan menu yang cukup mengenyangkan bagi para pengunjung. 

Saya pun bergegas menuju kafe untuk membeli nasi. Meski berada di tempat wisata, harga makanan di kafe Villa Aranaway ini terbilang cukup bersahabat. Nasi dengan lauk ayam rempah dijual dengan harga Rp. 25.000,00 sementara snack seperti pisang madu harganya sepuluh ribuan saja. Ada juga minuman dingin berupa pop ice dan pop mie seduh. Saya sendiri hanya membeli nasi yang seporsinya dihargai Rp. 5000,-. Untungnya saya masih kebagian nasi sebab saat saya akan memesan nasi tersebut rupanya sudah hampir habis dan hanya cukup untuk para karyawan.



musholla villa aranaway


 
toilet di villa aranaway

Setelah makan dan perut kenyang, waktunya menunaikan ibadah salat. Villa Aranaway memiliki fasilitas toilet dan mushala yang terletak tak jauh dari kantornya. Seingat saya, ada satu lagi toilet di dekat pintu masuk Villa. Baik toilet maupun musholla yang disediakan di tempat ini juga dikelola dengan cukup baik dengan kebersihan yang terjaga dan juga disediakan mukena dan sarung bagi pengunjung yang akan beribadah.


Bermalam di Villa Aranaway


villa di aranaway

Selain menawarkan pemandangan alam berupa pegunungan dan sungai dengan bebatuan, salah satu fasilitas lain yang ditawarkan oleh villa Aranaway adalah menginap di villa yang disediakan di lokasi tersebut. Ada beberapa jenis villa yang disewakan di tempat wisata Villa Aranaway ini dengan variasi harga mulai dari Rp. 500.000,- s/d Rp. 800.000,- tergantung dari jenis villa yang disewa. Villa yang ada di Aranaway ini berbentuk rumah panggung khas Banjar dengan material kayu. Villa ini cocok sekali disewa untuk keluarga yang ingin menginap di Aranaway. 




Tak hanya menginap di villa, kamu juga bisa bermalam di kawasan wisata Aranaway ini dengan menggunakan tenda atau berkemah. Dari hasil wawancara yang saya lakukan saat akan menyewa gazebo kepada karyawan yang bertugas, pengunjung diperbolehkan menggunakan area sekitar villa atau dekat sungai untuk berkemah. Sayangnya untuk kegiatan berkemah ini, tendanya tidak disediakan oleh pengelola objek wisata. Jadi untuk tendanya kamu bisa membawa sendiri dari rumah atau menyewa sendiri dari pihak lain.

Demikian sedikit kisah saya berwisata bersama keluarga ke Villa Aranaway di kawasan Cempaka Kabupaten Banjar. Semoga bisa menjadi rekomendasi bagi teman-teman yang ingin mengunjungi tempat wisata keluarga di Kalimantan selatan khususnya di kabupaten Banjar.
Baca Juga