Geoman Electrical DNY provides products such as UPS Systems (uninterruptible power supply) in Singapore, with pre-sales communication with on-time delivery and prompt after-sales support.

Bagi mereka yang lingkup pekerjaannya berada di depan komputer, terjadinya pemadaman listrik secara tiba-tiba pastilah sebuah hal yang mengesalkan. Bayangkan saat sedang serius mengerjakan pekerjaan tiba-tiba saja layar di depanmu mati sementara pekerjaan belum sempat disimpan. Kesal banget dong ya, pastinya. Duh, coba aja komputernya pakai UPS, pasti nggak bakalan hilang deh pekerjaan yang sedang dikerjakan, begitu mungkin omel kita dalam hati. 

Dalam sebuah lingkungan kerja, terutama yang berhubungan dengan komputer, keberadaan UPS memang sangatlah penting dan bermanfaat. UPS atau Uninterruptable Power Supply merupakan sebuah perangkat yang memberikan cadangan daya bagi peralatan elektronik saat listrik mati. Dengan menggunakan UPS, maka komputer akan bisa bertahan selama beberapa menit sehingga memberikan waktu bagi penggunanya untuk menyimpan data yang sedang dikerjakan. Dalam menjalankan fungsinya ini UPS menggunakan energi yang berasal dari baterai kering yang kemudian diubah menjadi tegangan AC dengan menggunakan rangkaian inverter. 

Mengenal Sebab Terjadinya Radang Sendi


Mengenal Sebab Terjadinya Radang Sendi


Sebab terjadinya radang sendi - Sendi merupakan bagian tubuh yang menghubungkan tulang dan membantu tubuh kita bergerak. Di tubuh kita, diperkirakan ada 200-250 sendi yang menghubungkan tulang-tulang. Selain menghubungkan tulang-tulang, sendi juga memiliki fungsi memberi struktur tubuh dan membantu otot menggerakan tulang.

Sebagai penghubung antara 1 tulang dengan tulang lainnya, sendi juga bisa mengalami gangguan atau terkena penyakit. Salah satu penyakit yang cukup sering menyerang sendi adalah artritis atau yang lebih dikenal dengan sebutan radang sendi.

Radang sendi merupakan sebuah kondisi di mana sendi menjadi kaku dan susah digerakkan sebagai akibat dari peradangan yang terjadi pada salah satu atau beberapa sendi. Radang sendi bisa terjadi pada berbagai usia, termasuk remaja dan anak-anak. Adapun gejala yang menyertai radang sendi ini antara lain:

  • Rasa nyeri atau sakit pada sendi
  • Sendi terasa kaku
  • Terjadi bengkak di area sekitar sendi
  • Kulit di sekitar sendi terlihat kemerahan 
  • Gerakan sendi jadi terbatas
  • Otot di sekitar sendi melemah dan mengecil

 

Sebab terjadinya radang sendi

Ada banyak hal yang bisa menjadi sebab terjadinya radang sendi, diantaranya: 

Faktor usia

Faktor usia merupakan salah satu penyebab umum terjadinya radang sendi. Saat seseorang berusia 65 tahun radang sendi akan mulai terasa karena di usia ini kepadatan tulang dan sendi mulai berkurang. 

Adanya cedera

Adanya cedera akibat benturan atau akibat yang lain pada sendi juga bisa menjadi penyebab terjadinya radang sendi. 

Gangguan pada metabolisme tubuh

Penyebab lain terjadinya radang sendi adalah adanya kandungan kalsium atau asam urat yang terlalu tinggi.
 

Infeksi sendi 

Infeksi sendi juga bisa menjadi penyebab terjadinya radang sendi.  

Autoimun 

Autoimun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh kita berbalik menyerang tubuh kita. 

Jenis-jenis radang sendi

Radang sendi yang terjadi pada tubuh kita sendiri ada bermacam-macam. Bahkan disebutkan ada 100 jenis penyakit radang sendi yang bisa dialami manusia. Beberapa jenis radang sendi yang sering ditemui antara lain:

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan jenis radang sendi yang paling sering terjadi. Radang sendi jenis osteoasthritis ini terjadi karena ada masalah pada tulang rawan dan menyebabkan tubuh jadi sulit bergerak.
 

2. Rheumatoid Arthritis (RA)

Rheumatoid Arthritis terjadi karena adanya masalah pada sistem imun tubuh atau masalah autoimun. Pada radang sendi jenis ini, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh malah berbalik menyerang jaringan yang ada pada tubuh, termasuk sendi.
 

3. Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat ternyata juga digolongkan sebagai penyakit radang sendi. Tingginya kadar asam urat dalam tubuh berakibat pada munculnya rasa nyeri di beberapa bagian tubuh kita. Salah satu sendi yang paling sering diserang asam urat ini adalah bagian jempol kaki. 
 

4. Psoriasis arthritis

Psoriasis arthritis terjadi pada mereka yang mengalami psoriaris di kulitnya. 

5. Ankylosing spondylitis

Ankylosing spondylitis merupakan radang sendi yang mempengaruhi tulang otot dan ligamen belakang. Radang sendi ini menyebabkan kekakuan dan menyatunya persendian pada tulang belakang. Tak hanya itu, radang sendi Ankylosing spondylitis ini juga bisa mempengaruhi bagian tubuh lain seperti mata.

6. Lupus

Lupus merupakan penyakit radang sendi yang juga disebabkan oleh masalah autoimun pada tubuh. 
 

7. Juvenile Idiopathic Arthritis

Juvenile Idiopathic Arthritis merupakan penyakit radang sendi yang menyerang anak-anak berusia 16 tahun dan muncul akibat kelainan autoimun yang disebabkan faktor keturunan dan virus.
 

8. Septic Arthritis

Septic Arthritis merupakan radang sendi yang umumnya terjadi di lutut dan biasanya disebabkan oleh infeksi kuman di dalam sendi.


Cara mencegah terjadinya radang sendi

Radang sendi merupakan penyakit bersifat progresif dan tidak bisa disembuhkan secara total. Penyakit ini hanya bisa dikurangi kadar nyerinya dengan mengkonsumsi obat-obatan seperti obat penghilang rasa sakit, obat non steroid anti inflamasi dan obat kortikosteroid. Jika dibiarkan terus-terusan, penyakit ini akan semakin menyebar dan bisa menimbulkan kecacatan pada tubuh.  Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan pencegahan sebelum terjadi radang sendi ini.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya radang sendi antara lain:

Menjaga pola makan

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya radang sendi adalah dengan menjaga pola makan kita. Seperti yang kita tahu, pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Pastikan Anda mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, serta tambahkah antioksidan dalam pola makan untuk mengurangi peradangan dalam tubuh.
 

Hindari obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kita terkena penyakit, termasuk juga radang sendi. Semakin berat tubuh kita, maka beban yang ditanggung tulang dan sendi juga semakin berat. Itulah sebabnya, para penderita obesitas lebih rentan terkena penyakit radang sendi. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk menjaga agar tubuh tidak kegemukan dengan menjaga pola makan dan berolahraga.

Rutin berolahraga 

Selain dengan menjaga pola makan dan menjaga berat badan, olahraga juga menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya radang sendi. Rutin berolahraga memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh termasuk kesehatan tulang dan sendi. Nah, untuk mencegah terjadinya radang sendi, sebaiknya lakukan olahraga dengan intensitas rendah dan hindari olahraga yang dapat membebani tulang dan sendi.


Demikian sedikit informasi yang bisa saya bagikan kali ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian dan semoga kita semua bisa selalu dianugerani nikmat sehat oleh Allah Swt.

Baca Juga

Post a Comment

11 Comments

  1. yesss bener, dengan rutin olahraga banyak bergerak pasti akan lebih sehat :D

    ReplyDelete
  2. wah.. banyak sekali ya yang menjadi faktor penyebabnya. semoga bisa menghindari deh.. sehat semua

    www.ipung..net

    ReplyDelete
  3. Katanya kebiasaan untuk hmm...gimana ya nulisnya, nyeklek-nyeklek jari itu juga ga bagus karena dia mengikis bantalan yang ada di persendian ya mbak. Ngeri juga sih kalo udah bantalan itu habis, terus tinggal tulang ketemu tulang, kaya apa itu sakitnya.

    ReplyDelete
  4. molly sering nih radang sendi karena suka olahraga setiap hari. kadang engselnya suka ngehang. kalo misalnya sakitnya gak ketahan ya molly makan obat pain killer.

    ReplyDelete
  5. Wah aku baru tahu kalau lupus salah satu penyakit radang sendi mbak. Aku kira beda nggak menyangkut sendi sama sekali. Karena ada tetangga sih yang kena lupus ini. Dan emang penjagaannya lumayan ketat.

    ReplyDelete
  6. Ya ampun, kebeneran banget, baca ini pas otot di atas tumit kanan berasa agak nyeri.
    Entah salah ngolet atau memang warning buat kasi badan lebih banyak lagi istirahat.
    Semangat jaga sehat bareng..

    ReplyDelete
  7. Agak ngeri gimana gitu kalau sendi sakit. Sakitnya linu banget berasa tulang itu kegesek gimana mbak. Jadi lebih tahu tentang radang sendi dan cara mencegah penyakit radang sendi.

    ReplyDelete
  8. Beberapa bulan yg lalu saya juga kena radang sendi mbak. Kata dokter saya obesitas. Alhamdulillah setelah mengatur pola makan sudah berangsud pulih. Tips yang mbak tulis ini sudah saya lakukan semua saking pengennya gak sakit lagi 😄

    ReplyDelete
  9. Duh, olahraga masih menjadi PR buatku. Kadang terasa nyeri sendi mengganggu, apalagi pas gendong anak yang semain berat. Coba kalau lebih rajin olahraga pasti kondisi fisik juga makin prima.

    Makasih tulisannya ya mba

    ReplyDelete
  10. Ibuku juga kena bagian sendinya dan kata dokter harus bersepeda setiap hari.
    Alhamdulillah,
    Ternyata memang hidup kudu seimbang dengan olahraga dan makan makanan yang bergizi.

    ReplyDelete
  11. Olahraga dan mencegah obesitas, setuju banget nih kak. Utamanya kalau udah menjelang usia senja, radang sendi kerap menyerang para lansia nih. Tak terkecuali yg masih kayak kita2. Makanya, penting banget ya kak menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Sbg modal utama persiapan di hari tua.

    ReplyDelete