Serba Serbi Bookstagrammer



Instagram saat ini bisa dibilang sebagai salah satu media sosial yang paling populer. Kalau dulunya Instagram mungkin hanya digunakan meng-upload foto para pecinta fotografi, maka saat ini Instagram sudah berubah menjadi sebuah media untuk berbagi berbagai informasi mulai dari resep masakan, kecantikan, parenting dan banyak bidang lainnya. Tak hanya itu, instagram juga sekarang bisa menjadi salah satu sumber penghasilan bagi penggunanya.

Saat ini, ada banyak niche yang kita temukan di Instagram lewat hashtag yang dibuat. Mereka yang sering mengupload foto makanan akan disebut #foodstagram, jika yang dibahas adalah kecantikan sebutannya #beautygram, ada juga #travelgram yang pastinya isinya tentang travelling, lalu ada juga #momstagram untuk para ibu yang gemar berbagi kesehariannya bersama anak, hingga #bookstagram yang dimiliki oleh para pecinta buku.

Sebagai seorang pecinta buku sendiri, saya cukup penasaran dengan serba-serbi dunia #bookstagram ini. Sebab tentunya untuk bisa menjadi seorang bookstagram kita tak cukup hanya menuliskan resensi dari buku yang dibaca namun juga harus memperhatikan unsur estetika dari foto buku yang dibahas. Nah, untuk menambah pengetahuan tentang bookstagram ini, saya pun mengikuti kulwap yang diadakan oleh Inscript bersama salah satu Bookstagrammer Annisa Fajr pada Sabtu, 16 Mei 2020 lalu. Berikut resume saya untuk kulwap hari itu:

Persiapan memulai #Bookstagram




#Bookstagram adalah wadah bagi para pecinta buku untuk ‘memamerkan’ kecintaan mereka terhadap buku dan menemukan sesama pecinta buku lewat hashtag #Bookstagram. Lalu, apa saja sih yang harus disiapkan ketika kita pengin memulai akun/unggahan tentang #Bookstagram?
1. Niat
Tentu saja kamu harus punya niat, kalau nggak ada, tentu saja nggak akan terlaksana, hehe.

2. Buku
Kalau nggak ada buku, bukan #Bookstagram dong namanya Pilih buku yang ingin kamu ceritakan baik buku fisik maupun digital dan mulailah mengambil foto

3. Gear
Apakah harus menggunakan kamera mahal? Tentu nggak harus, menggunakan kamera bawaan ponsel pun cukup jika kamu berhasil memaksimalkan foto yang kamu ambil.

Tips meresensi/review buku di Instagram

Setiap orang tentu memiliki gayanya masing-masing dalam meresensi/review sebuah buku. Nah, kalau untuk review buku di Instagram sendiri, berikut beberapa tips yang diberikan Annisa:

  1. Baca buku yang ingin kamu bagikan
  2. Berikan informasi tentang data buku yang dibahas (minimal: judul, penulis, penerbit)
  3. Bahas sedikit sinopsis tentang buku tersebut, agar si penerima informasi punya gambaran tentang buku yang sedang kamu bahas
  4. Jangan lupa membahas tentang orientasi buku tersebut, misal apakah buku tersebut sudah pernah mendapatkan penghargaan, diadaptasi jadi film, diangkat dari kisah nyata, dll
  5. Berikan rate atau bisa juga kesimpulan darimu tentang buku yang kamu bahas
  6. Tidak ada pakem yang mengharuskan kamu membagi resensi di Instagram seperti kamu membuat resensi untuk tugas Bahasa Indonesia.
  7. Kamu boleh membahas tentang tokoh, kelebihan dan kekurangan buku, apa yang membuatmu suka atau tidak suka tentang buku tersebut.

Tapi sekali lagi, tidak ada pakem tertentu tentang #Bookstagram. Kalau misalnya kamu cuma mau nulis quotes di caption, cuma naruh hashtag juga nggak masalah kok.😁

Tips sebelum mengunggah foto #Bookstagram 

Layaknya foto-foto di instagram lainnya, tentunya kita juga harus memperhatikan beberapa hal sebelum mengunggah foto. Terutama jika kita ingin foto kita bisa membuat orang tertarik untuk membaca dan memberikan beberapa tindakan untuk postingan tersebut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengunggah foto #Bookstagram adalah: 

  • Jangan lupa memasukkan hashtag terkait untuk menarik engagement orang dengan minat yang sama, bisa juga untuk mempermudah orang untuk menemukan unggahanmu.
  • Sebelum mengunggah foto bookstagrammu, coba perhatikan kembali, sudah cukup jelaskah takarir/caption yang kamu sampaikan? tanda air di foto sudah dibubuhkan kah? jika elemen sudah lengkap, maka kamu siap mengunggah karyamu!
  • Nikmati kegiatan yang kamu lakukan!


Foto indoor dan hal-hal yang perlu diperhatikan





1. Perhatikan sudut pengambilan foto,

2. Objek foto, di sini adalah buku yang akan kita foto, perhatikan! Penting untuk judul buku untuk terlihat dengan jelas.

3. Properti foto, tidak harus menggunakan properti mahal estetik yang membuatmu mengeluarkan banyak biaya, kamu bisa menggunakan cangkir teh ibumu sebagai pendamping, daun-daun kering di halaman, kertas-kertas coretan, lego mainan adikmu dan hal-hal lainnya. Memanfaatkan spot-spot ‘berharga’mu di rumah, misal kasur; kamu bisa mengganti sprei kamu dengan sprei polos atau yang minim motif untuk mendapatkan kesan estetik. Sofa di rumah, rak buku kesukaanmu, meja di samping jendela, bahkan lantai teras rumahmu.

3. Manfaatkan cahaya alami, lampu bisa jadi alternatif saat pengambilan foto di ruang gelap atau di malam hari, opsi yang kusarankan jika ingin menggunakan lampu adalah lampu tumblr.

Foto outdoor

Langkah-langkah yang digunakan kurang lebih sama seperti foto indoor, hanya saja kamu bisa melakukan segala sesuatunya lebih mudah, kamu tinggal memilih spot foto yang kamu inginkan. Misal; bangku taman, pohon yang ditebang, tumpukan daun yang gugur, atau meminta temanmu untuk membantu memegang buku di depan latar yang sudah kamu tentukan. 😁

Selain itu, untuk mempercantik foto, kamu bisa menggunakan aplikasi tambahan untuk filter atau efek kesukaan kamu. Atur brightness, contrast, saturation, highlight atau mode tune yang lain untuk mendukung hasil foto kamu. Beberapa aplikasi gratis yang mudah digunakan untuk pemula antara lain Snapseed dam Picsart.

Bagaimana jika buku yang kita baca berupa buku digital seperti Google Book atau buku dari Ipusnas? Nah, kalau untuk hal ini bisa disiasati dengan menampilkan cover buku di gadget pendukung untuk membaca buku digital. Atau bisa juga kita download/capture cover bukunya dan diedit untuk ditampilkan di lay out foto.


Keuntungan menjadi #Bookstagrammer dan Monetisasi Bookstagram

Tentunya ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari postingan #Bookstagram ini mulai dari menambah teman dengan kesukaan yang sama, bisa lebih update dunia perbukuan, melepas penatm bahkan kita juga bisa kenal dan lebih akrab dengan penulis hingga ditawari early review oleh penerbit.

Lalu apakah instagram dengan niche buku bisa dimonetisasi? Menurut Annisa, monetasi manual yang sedang berkembang di komunitas Bookstagram adalah saat mereka melakukan endorse dengan sistem paid promote. Jadi untuk buku yang dibahas ada ketentuan biaya yang ditetapkan.

Demikian sedikit yang bisa saya bagi terkait sharing session with Bookstagrammer Annisa Fajr. Semoga bermanfaat.

Post a Comment

0 Comments