Yuk, Memulai Bisnis Budidaya Ternak Ikan Nila



Beberapa waktu lalu, salah satu tetangga saya membuat kolam ikan di samping rumahnya. Kolam itu diisi beberapa bibit ikan patin dan nila. Sebagai perumahan yang masih baru, kadang sisa lahan memang dimanfaatkan untuk kolam. Setelah kurang lebih setengah tahun, kolam ikan teman saya itu pun panen. Ada cukup banyak ikan yang dipanen hari itu. Ikan-ikan tersebut kemudian dijual untuk warga komplek. Lumayan banget ya hasilnya walau cuma berupa kolam kecil.

Saat ini budidaya ternak ikan memang masih menjadi salah satu pilihan untuk investasi masa depan. Apalagi ikan juga merupakan salah satu makanan sehari-hari yang kaya akan protein. Ada cukup banyak jenis ikan yang bisa dibudidayakan. Nah, salah satu budidaya ikan yang direkomendasikan adalah budidaya ternak ikan nila. Ikan nila ini merupakan ikan tawar yang menjadi salah satu primadona budidaya ternak ikan karena memiliki banyak keuntungan. 

Selain menjadi kebutuhan nutrisi masyarakat, budidaya ternak ikan nila juga mudah dilakukan karena ikan nila mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan mudah untuk berkembangbiak. Biaya untuk memulai beternak ikan nilai juga tergolong murah dan keuntungan dari penjual ikan nila juga lumayan. Selain itu ikan nila memiliki banyak kandungan gizi seperti omega-6, fosfor, rendah kalori dan karbohidrat, rendah lemak sehingga baik untuk kesehatan tubuh.

Baca juga : Ingin Memulai Usaha Kuliner Rumahan? Perhatikan 5 Hal Berikut

Buat kamu yang ingin memulai bisnis, yuk baca tahapan penting budidaya ikan nila berikut: 

1. Pemilihan benih ikan nila

Pemilihan benih ikan nila sangat penting karena menjadi salah satu faktor penentuan keberhasilan dalam budidaya. Benih yang dipilih adalah jenis benih dengan kualitas yang baik. Disarankan untuk memilih benih ikan nila jantan karena pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina. 

Budidaya ternak ikan nila lebih mudah jika dilakukan dengan cara berkelamin tunggal atau monosex, karena ikan nila memiliki sifat mudah melakukan perkawinan sendiri. Saat ini metode monosex sudah banyak digunakan oleh para peternak ikan nila.

2. Persiapan lahan kolam budidaya 

Salah satu kemudahan dalam budidaya ternak ikan nila adalah mudah beradaptasi di berbagai jenis kondisi kolam ternak. Jenis kolam yang digunakan dapat berupa kolam tanah, kolam terpal, kolam semen, jaring terapung, ataupun tambak air payau. Dari berbagai jenis kolam tersebut, sebagian besar peternak lebih memilih kolam tanah karena pembuatannya yang mudah dan tidak menggunakan modal yang besar. 

Selain itu, dengan menggunakan kolam tanah dapat memberikan makanan alami untuk ikan. Tanah menjadi tempat tumbuhnya beberapa jenis tumbuhan dan hewan air kecil yang dapat dijadikan pakan alami ikan. Pengisian air pada kolam sekitar kedalaman 60 - 75 cm.

3. Penebaran benih ikan nila

Sebelum menebar benih ikan ke dalam kolam, ada baiknya ikan dibiarkan beradaptasi dulu dengan kondisi air kolam. Adaptasi dapat dilakukan dengan cara memasukan ikan ke dalam wadah berisi air kolam, kemudian setelah beberapa jam wadah bisa dimiringkan secara perlahan ke dalam kolam agar ikan dapat keluar dengan sendirinya. Dalam penebaran benih ikan, umumnya kolam berisi 15 - 20 ekor nila per meter persegi, dengan asumsi berat per ekor ikan 10 - 20 gram, dan dapat dipanen dengan berat ikan 300 - 500 gram per ekor. 

4. Pemeliharaan budidaya ternak ikan nila

Dalam pemeliharaan budidaya ikan nila ada beberapa hal yang harus dilakukan meliputi pengelolaan air kolam, pengendalian hama dan pemberian pakan. Pada pengelolaan air kolam, kandungan oksigen dan pH air, kadar NH3 (amoniak), CO2 dan H2S harus diperhatikan. Apabila kadar oksigen menurun, dapat dilakukan perbesaran debit air sehingga sirkulasi air semakin deras. Jika air kolam mulai berbau busuk, dapat dilakukan pergantian air karena air mengandung kadar NH3 (amoniak) dan H2S. 

Pergantian air kolam dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan air kotor sebanyak 1/3 dari air kolam, kemudian diganti air baru. Pemberian pakan ikan dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Pakan yang digunakan dapat menggunakan pallet dengan kadar protein sebesar 20-30%. Pengendalian penyakit dan hama dilakukan untuk mencegah ikan terkena penyakit karena infeksi penyakit yang dapat menular melalui air.

5. Proses panen ikan nila

Ikan nila dapat dipanen sesuai kebutuhan pasaran. Umumnya, ukuran ikan yang didistribusikan ke pasar domestik adalah ikan dengan ukuran berat 300-500 gram, namun ada pula yang sampai hampir 1000 gram. Lama pemeliharaan ikan nila untuk mencapai berat 300-500 gram adalah 4-6 bulan. Proses pemanenan ikan nila dapat dilakukan dengan cara menguras sebagian atau seluruh air kolam. Kemudian mengalirkan air bersih agar ikan tidak stres, setelah itu ikan dapat diambil menggunakan penyerok ikan yang terbuat dari jaring.

Ternyata budidaya ternak ikan nila tidak sesulit yang dibayangkan ya, selain itu keuntungan yang didapatkan juga lumayan besar. Buat kamu yang berminat membudidaya ikan nila dan masih penasaran dapat membaca informasi di https://www.cekaja.com/info/panduan-lengkap-budidaya-ternak-ikan-nila-termudah-yuk-dicek/ sebagai tambahan referensi kamu. Selamat mencoba berbisnis ternak ikan nila ya.
Baca Juga
Reactions

Post a Comment

9 Comments

  1. Akhir2 ini aku pengen banget mulai bisnis. Tapi sayangnya aku nggak punya lahan untuk budidaya ikan. Resikonya tinggi nggak sih kalau budidaya ikan?
    Btw info2 di cekaja banyak ya..

    ReplyDelete
  2. Di rumahku budidaya ikan nila, gurame, bawal hahaha. Tapi makanannya kd semuanya alami. Nukar jua makanan iwak di pasar.. Haha

    ReplyDelete
  3. Wah baru tau kalau ikan nila itu monosex, nanti kalau ada rezeki punya tanah pengen deh bikin kolam buat budidaya ikan. Paling enggak bisa buat dimakan sendiri kalau gak dijual

    ReplyDelete
  4. Ternyata memindahkan bibitnya bertahap kaya itu lah. Dulu pernah bekolam yang dari terpal tapi mungkin karena kurang ilmu panennya kurang bagu. Selain perlu persiapan perlengkapan penting cari dulu ilmunya. ��

    ReplyDelete
  5. Budidaya ikan belum pernah kepikiran. Tapi bagus juga ya soalnya mahal juga ikan nila tuh 😆

    ReplyDelete
  6. Wah. Budi daya ikan ya. Jadi inget abah mau usaha itu dulu. Akhirnya jadi usaha ayam potong. Hehe.

    ReplyDelete
  7. Wih mantap nih bisnisnya. Selama ini taunya beli, menyiangi, masak, makan hehe

    ReplyDelete
  8. Pas banget baca artikel ini, paksu lagi berencana pengen mengembangkan ikan nila di kampung, katanya memang mudah asal semua yang diperlukan sudah dipersiapkan dengan matang

    ReplyDelete
  9. Aku ga ngerti neh kalo beginian tapi kalo bapa aku dulu suka banget dah pelihara ikan-ikan. Hihi But nice info.

    ReplyDelete