Wednesday, July 25, 2018

[Cerita Lebaran] Bayi yang Menangis dan Imam yang Datang Terlambat

July 25, 2018 46
 

Pagi itu, hari Lebaran. Seperti biasa saya bersiap untuk mandi dan menunaikan salat Subuh. Hawa dingin terasa menusuk meski meski di siang hari panasnya bisa mencapai 38 derajat celcius. Sambil menahan dinginnya suhu, saya mulai membuka keran air di kamar mandi.

"Lah, kok airnya sudah nggak jalan?" kata saya dalam hati ketika keran terbuka. Ini sungguh kejutan yang tak menyenangkan. Di hari di mana biasanya para muslim mengenakan pakaian terbaiknya untuk menyambut hari raya eh saya malah harus menghadapinya dengan air yang tak mengalir. Duh!

Padahal ya, selama 1 bulan tinggal di perumahan ini, saya sudah cukup hafal dengan pola distribusi air di perumahan ini. Di siang hari, air biasanya hanya mengalir di jam-jam tertentu. Sedangkan di malam hari air akan mengalir dengan cukup deras dan baru akan mati setelah subuh. Entah apa alasan PDAM mematikan aliran air sebelum subuh tepat di hari raya. Saya akhirnya mengecek persediaan air di wadah penyimpanan. Penuh sih. Masih cukup jika dipakai mandi orang 1 rumah. Tapi harus irit.

Setelah semuanya siap, saya dan keluarga berangkat menuju masjid dekat rumah untuk melaksanakan salat Ied. Tahun ini saya dan suami memutuskan merayakan Lebaran di rumah kami sendiri alih-alih di rumah ibu seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain saya, suami dan putri kecil kami, ayah mertua saya juga turut merayakan Lebaran di rumah mungil kami tersebut.


Setiba di mesjid, tampak orang-orang kampung sudah mulai berdatangan. Takbir dan tahmid tentunya sudah dikumandangkan berkali-kali. Saya kemudian berpisah dari suami dan ayah mertua dan memutuskan untuk mengambil saf di dalam mesjid. Bersama Yumna tentunya.

Setengah jam berlalu, namun tak ada tanda-tanda salat Ied akan dimulai. Yumna yang tadinya duduk manis di samping saya mulai gelisah. Dia mulai menunjuk ke luar. Saya berusaha mengalihkan perhatiannya dengan memutarkan video youtube kesukaannya. Sayangnya usaha saya gagal. Bukannya anteng, Yumna malah semakin gelisah. Puncaknya, saat salat Ied akan dimulai, Yumna  mulai menangis.


Tak punya pilihan, akhirnya saya putuskan untuk salat sambil menggendong Yumna. Jujur ini membuat saya tak enak hati pada jamaah yang lain. Di saat imam membaca surah, anak saya malah tak mau kalah dengan mengeluarkan tangisannya. Padahal biasanya putri saya itu cukup bersemangat jika diajak salat saat di rumah. Mungkin karena saat itu kondisinya salat bersama orang banyak sehingga membuatnya sedikit ketakutan. Ah, sungguh sebuah keputusan yang salah mengambil saf di dalam mesjid.

Akhirnya setelah salam terakhir, saya langsung beranjak dari tempat duduk dan mengajak Yumna keluar. Bisa saya rasakan puluhan pasang mata menatap saya. "Hmm ini to anak yang nangis tadi," begitu mungkin kata mereka dalam hati. Sambil menunggu khotbah selesai, saya mengajak Yumna bermain-main di area masjid. 


Tak lama, khotbah selesai dan jamaah pun mulai bubar. Segera saya menggendong Yumna dan membawanya keluar area masjid. Yang agak aneh, saat saya melangkahkan kaki ke luar masjid, beberapa jamaah pria tampak  bergumam perihal imam salat kami tadi.

"Dengar nggak tadi anak kita nangis pas orang salat?" kata saya pada suami setelah kami tiba di rumah dan menyantap makanan yang sudah kami siapkan untuk lebaran.

Suami hanya tersenyum mendengar pertanyaan saya. Alih-alih menjawab dia malah mengungkapkan hal lain pada saya.

"Kamu tahu, nggak? Masa tadi imamnya baru datang setelah orang selesai salat?" kata suami kemudian. 

"Oya? Jadi tadi yang jadi imam bukan imam yang seharusnya?" tanya saya lagi.

"Yup."

"Kok kamu tahu?" tanya saya lagi pada suami.

"Ya aku kan di dalam tadi salatnya," kata suami lagi.

"Oo. Trus gimana dong jadinya?"

"Ya akhirnya imamnya baca khotbah aja."

Baca juga : Ketika Anak Susah Makan 

"Hmm pantesan tadi salatnya telat banget mulainya. Sampai bikin Yumna rewel," kata saya akhirnya. Ini juga menjawab kebingungan saya atas gumaman jamaah pria saat saya keluar dari area masjid. Samar-samar masih terdengar gumaman dari jamaah pria tersebut.

"Mungkin imamnya tadi salat di masjid lain dulu baru ke sini," begitu kira-kira yang saya dengar.

Thursday, July 19, 2018

Cara Asyik Mendapatkan Kuota Internet Gratis

July 19, 2018 55

Cara Asyik Mendapatkan Kuota Internet Gratis

Satu pagi sedikit kehebohan terjadi di kantor saya. Seorang rekan kerja ngomel-ngomel kepada rekan kerja kami yang lain. Pasalnya, hari sebelumnya ia mendapat broadcast dari rekan kerja kami tersebut tentang adanya kuota gratis sekian giga dengan mengetikkan beberapa angka. Tergiur dengan kuota gratis ini, rekan kerja saya itu pun mengikutinya. Sialnya, bukannya dapat kuota gratis, eh malah kuota miliknya yang hilang.

Saya sendiri hanya tertawa melihat pertengkaran kecil ini. Di era mobile seperti sekarang keberadaan kuota internet memang bisa dibilang nyawa dari sebuah ponsel. Mulai dari berkomunikasi hingga urusan pekerjaan saat ini dilakukan dengan menggunakan kuota internet. Semakin canggih ponselnya, semakin banyak pula kuota yang diperlukan. Semakin banyak kuota pastinya semakin besar pengeluaran untuk membeli pulsa atau paket data. Karena itulah tak heran jika ada yang langsung tergiur saat mendengar kata kuota internet gratis. 

Berbagai Cara Mendapatkan Kuota Internet


Untuk bisa mendapatkan kuota internet sendiri tentunya ada banyak cara yang bisa dilakukan. Beberapa cara yang biasanya dilakukan antara lain:

Membeli pulsa di toko ponsel atau atm dan menukarkannya dengan paket data

Ini mungkin adalah cara paling jadul yang dilakukan untuk bisa mendapatkan kuota internet. Sebelum adanya era marketplace, toko ponsel menjadi langganan saya untuk membeli pulsa yang kemudian ditukar dengan paket data sekian MB setiap bulannya.


Membeli kartu sekali pakai yang sudah ada kuotanya

Cara ini sebelumnya juga cukup sering digunakan teman-teman saya untuk mendapatkan kuota internet. Mereka akan membeli kartu perdana dari sebuah provider yang sudah terdapat kuota internet di dalamnya. Cara ini konon lebih murah ketimbang membeli kuota lewat pulsa. Namun dengan diberlakukannya sistem registrasi kartu yang baru, cara seperti ini sepertinya agak sulit dilakukan.


Membeli paket data di marketplace

Saya baru mengetahui tentang membeli paket data ini beberapa waktu yang lalu. Dan ternyata nih membeli paket data lewat marketplace jauh lebih asyik ketimbang beli pulsa atau kartu sekali pakai. Ini karena jika membeli paket data kita tak perlu register untuk mendapatkan kuota dan tentunya tak perlu bongkar ponsel untuk ganti kartu. Selain itu, kadang juga ada promo yang membuat saya bisa dapat kuota banyak dengan harga murah. Hehe.

Baca juga : 7 Tips Belanja Online Ala Konsumen Cerdas di Era Digital

Nah, 3 cara tadi adalah cara yang umum dilakukan untuk mendapatkan kuota internet dengan cara membeli. Lalu kira-kira ada nggak ya cara yang bisa dilakukan untuk mendapat kuota internet dengan gratis? Pastinya ada! Salah satunya dengan bermain kuis di web dapetin.id. Di sini teman-teman bisa mendapat kuota gratis dengan bermain kuis. Kuisnya gampang dan bikin nagih loh. 

Berikut adalah cara mendapatkan kuota gratis di web dapetin.id:
  • Daftar dengan menggunakan akun facebook. nomor ponsel dan email
  • Setelahnya akan ada pilihan main kuis dan kita bisa menjawab maksimal 10 pertanyaan kuis per hari. Setiap jawaban yang benar akan mendapat 10 point
  • Semakin sering bermain pastinya poin akan semakin banyak dan semakin besar kesempatan kita mendapat kuota gratis
Selain dengan memainkan kuisnya, teman-teman juga bisa mendapat kuota internet gratis dengan cara mengundang teman untuk ikut program ini. O ya, program ini berlangsung dari 22 Mei 2018 hingga 28 Agustus 2018. So, jangan sampai ketinggalan ya!

Wednesday, July 18, 2018

Berkenalan dengan Produk Terbaru Acer di Acer Day 2018 Banjarmasin

July 18, 2018 38
Senin, 16 Juli 2018 lalu, berlokasi di Intro Bistro Cafe yang terletak di hotel Tree Park Banjarmasin diadakan acara brand experience dari Acer yakni Acer Day 2018. Sebagai seorang blogger, saya senang sekali diberi kesempatan mengikuti acara ini bersama teman-teman media lain di Kalimantan Selatan. Selain tentunya karena bisa bertemu lagi dengan rekan sesama blogger dan wartawan, acara Acer Day kemarin juga membuat saya lebih tahu perkembangan dunia laptop masa kini.

Acara Acer Day ini sendiri digelar serentak di 12 negara di Asia Pasifik. Untuk tahun ini, Acer Day mengusung "musik" sebagai tema utama. Tema musik ini dipilih untuk mewakili anak muda jaman sekarang. Melalui tema ini Acer mengajak siapapun untuk  menjelajahi dunia Acer yang fun, trendy,  dan inovatif  dengan berbagai kegiatan seru  melalui saluran online dan offline yang terintegrasi.

Untuk Indonesia, Acer Day dimeriahkan dengan exhibition show yang digelar di 8 kota besar di Indonesia. Banjarmasin sendiri menjadi kota ke empat yang dikunjungi setelah Medan, Bandung dan Palembang. Dalam acara tahun ini Acer Day menghadirkan program Acer Day Lucky (points collection) dan berbagai penawaran lainnya. Selama periode Acer Day berlangsung (16 Juli - 18 September 2018), pembeli akan mendapatkan shopping voucher atau free Office 365 selama 1 tahun. 

Baca juga : Pengalaman Klaim Garansi Powerbank Hippo

Berkenalan dengan Produk Terbaru Acer di Acer Day 2018 Banjarmasin

Acer Day Rewards : Fun  Friends dan Fun Festival


Meski acara baru dimulai pukul 11.30 Wita, saya dan beberapa rekan blogger datang lebih pagi. Saat kami tiba, tampak panitia masih menyiapkan acara. Sambil menunggu acara dimulai beberapa teman memanfaatkannya dengan berpose ria di bagian depan cafe. Saya? Tentunya ikut berpose juga. Hehe. 

Sekitar pukul 11.30, kami semua memasuki tempat acara dan melakukan registrasi. Berbeda dengan acara-acara lain yang pernah saya ikuti, Acer Day kali ini dimulai dengan makan siang terlebih dahulu. Setelah itu, pukul 13.00, acara dibuka dengan menghadirkan bapak Nino Wirawan, General Manager Sales Acer Indonesia.

Dalam pemaparannya, bapak Nino Wirawan memperkenalkan produk terbaru Acer serta penawaran-penawaran menarik yang diadakan selama Acer Day 2018. Program pertama yang dipaparkan adalah program "FUN Friends", yakni pengumpulan poin  dengan undian dengan hadiah utama perjalanan  eksklusif ke Taiwan. Siapapun dapat berpartisipasi dengan mengikuti berbagai tantangan online menarik bertema musisetiap harinya mulai dari 21 Juli hingga 31 Agustus 2018.

Baca juga : Ngobrol Sehat Bebas Worry bersama HIJUP dan Softex Daun Sirih


Bapak Nino Wirawan memaparkan penawaran produk Acer

Untuk Indonesia sendiri, Acer Indonesia menyemarakkan Acer Day dengan menggelar program lokal “FUN Festivals” yang memungkinkan setiap orang untuk mengumpulkan poin dengan melakukan pembelian laptop selama periode campaign Acer Day berlangsung dan mendaftarkan pembelian produknya di www.acerid.com/acer-day. Pelanggan dengan poin terbanyak berkesempatan untuk mengikuti lucky draw untuk hadiah utama tiket nonton konser musik internasional di Singapura. Program ini berlangsung sejak 16 Juli - 18 September 2018.

Produk terbaru Swift 3 dan Nitro 5

Sesi kedua dari acara Acer Day hari itu diisi oleh Suryadi Hiumanbrata, Product Manager Acer Indonesia. Nah, dalam sesi ini, pak Suryadi memaparkan spesifikasi dari produk Acer terbaru yakni Nitro 5 dengan Intel® Core™ Generasi ke-8 yang hadir dengan spesifikasi yang didesain khusus untuk pasar Indonesia dan ditawarkan dengan harga spesial mulai dari Rp. 11 jutaan. Tersedia juga varian baru Nitro 5 Core i7 dan NVIDIA GeForce GTX1060 dengan harga mulai dari Rp. 17 jutaan.  Laptop Nitro 5 ini merupakan laptop yang sangat cocok digunakan untuk para maniak gamers.



Selain menghadirkan seri laptop gaming murah, Acer juga menghadirkan laptop Swift 3 Acer Day Edition, yaitu Swift 3 dengan tiga warna elegan dan sleek yang belum ada sebelumnya di pasaran; Blue, Pink dan Silver. Swift 3 Acer Day Edition dipersenjatai dengan spesifikasi terbaik menarik seperti Intel Core i3, Windows 10 Home dan 1TB HDD. Laptop seri ini tentunya sangat cocok bagi para blogger yang menginginkan laptop tipis keren yang menunjang kegiatan blog. Untul laptop seri Swift 3 Acer Day Edition ini ditawarkan dengan harga sangat kompetitif mulai Rp. 6 jutaan rupiah.


Bapak Surya Hiumanbrata memaparkan spesifikasi produk Acer terbaru
Nah, selain produk laptop, untuk para gamers, Acer juga menambahkan keluarga baru untuk Predator Warriors dengan sejumlah profesional gamers ternama di dunia gaming Indonesia seperti Melondoto - shoutcaster profesional di Indonesia dan Franzeska Edelyn - cosplayer terkenal di dunia gaming Indonesia. Hal ini tentumya semakin mengukuhkan komitmen perusahaan sebagai leader dalam industri gaming tanah air.

Wawancara dengan media

3 Perwakilan dari Acer Indonesia

Setelah sesi tanya jawab, acara hari itu ditutup dengan pembagian doorprize bagi salah satu peserta acara serta pengambilan foto bersama 3 perwakilan Acer yakni Suryadi Hiumanbrata, Nino Wirawan dan Theresia Hanydawati (Head of Consumer Product Acer Indonesia).  Setelah Banjarmasin, masih ada 4 kota lain yang akan dikunjungi Acer. Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih banyak tentang Acer Day 2018, bisa langsung mengunjungi www.acerid.com/acerday yaa.


Sesi Narsis

Bersama member Female Blogger Banjarmasin



Sunday, July 15, 2018

[Cernak] Icha Belajar Membuat Kue

July 15, 2018 56


Beberapa tahun yang lalu, saya mengikuti sebuah kelas menulis yang diadakan oleh mbak Nurhayati Pujiastuti. Saat itu saya mengambil kelas menulis cerpen untuk anak-anak. Nah, ternyata nih menulis cerpen anak itu lebih sulit dari yang saya bayangkan. Kenapa? Karena kita harus menulis dengan gaya bahasa dan berpikir anak-anak. Saya sendiri alhamdulillah berhasil mengikuti tantangan yang diberikan. Namun sayangnya kala itu cerpen anak saya tak ada yang berjodoh di media. Karena itu saya berencana memposting beberapa cerpen anak di blog ini saya, seperti yang satu ini.

***

ICHA BELAJAR MEMBUAT KUE


“Icha, bangun. Bantuin ibu bikin kue.”

Adzan subuh belum lagi berkumandang. Namun suara ibu sudah terdengar sayup-sayup di telinga Icha. Icha membuka matanya yang masih terasa berat. Setelah mengerjapkan matanya selama beberapa kali, ia pun bangun dari posisi tidurnya. Masih sambil mengucek-ucek matanya, Icha berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya.

“Kamu tuangin adonan itu ke cetakannya, ya. Habis itu tolong jagakan juga kue yang sedang ibu goreng,” kata Ibu ketika Icha sudah mendatanginya di dapur mungil mereka. Dapur itu kini dipenuhi aneka macam adonan yang sudah Ibu buat sejak malam harinya. Icha mengikat rambutnya sebelum kemudian memulai pekerjaan rutin pagi harinya.

***
“Bu, ini kue untuk hari ini,” kata Icha sambil meletakkan sebuah kotak di meja kantin sekolahnya. Seperti biasanya sebelum masuk ke kelasnya Icha terlebih dahulu mampir ke kantin untuk menitipkan kue buatan ibunya. Setelah jam pulang nanti, Icha akan kembali ke kantin untuk mengambil kue yang tersisa berikut uang hasil penjualan kue hari itu.

Sejak ayahnya meninggal dua tahun yang lalu, ibu berusaha menambah penghasilan mereka dengan menjual kue-kue basah. Kue-kue basah itu kemudian dititipkan di beberapa warung. Icha kebagian membantu Ibu di pagi hari serta menitipkan kue-kue basah tersebut di warung langganan mereka. 

Setelah Icha masuk SMP, ibu berinisiatif menitipkan kue ke kantin di sekolah Icha. Mulanya Icha agak malu dengan keputusan ibunya ini. Dulu ketika masih SD dia sering diledek karena selalu membawa kue ke sekolah. Icha tidak mau ketika masuk SMP dia mendapat ledekan yang sama dari teman-temannya. 
“Kenapa harus di kantin sekolah sih, Bu?” tanya Icha saat ia mengajukan keberatannya. 

“Ya biar kuenya cepat laku. Di sekolah kamu kan banyak siswanya. Pasti akan ada yang beli kue ibu. Apalagi kalau kamu bantu promosi,” jawab Ibu.

“Tapi kan Icha malu, Bu, dari SD kerjanya ngantar kue melulu,” kata Icha lagi dengan wajah sedikit merengut. 

“Buat apa malu sih kalau apa yang kamu lakukan tidak salah. Lagipula kan uangnya buat kamu juga nanti,” tambah ibu yang membuat Icha tak bisa mendebat lagi.

***
“Icha!” sebuah suara terdengar dari belakang Icha. Spontan Icha membalikkan badannya untuk mengetahui pemilik suara. Ternyata Dian, salah satu teman sekelasnya.

“Dian? Ada apa?” tanya Icha ketika Dian sudah berada di dekatnya.

“Habis ngantar kue, ya?” Dian balik bertanya pada Icha.

“Iya,” jawab Icha sambil refleks menganggukkan kepalanya.

“Ikut aku yuk!” tiba-tiba Dian mengajak Icha pergi.

“Ke mana?” tanya Icha dengan nada bingung. 

“Udah. Ikut aja ya,” bukannya menjawab Dian malah menarik tangan Icha dan membawanya pergi menjauhi kantin. 

***
Sebuah pengumuman tertempel di papan mading sekolah. Isinya tentang acara pekan ulang tahun sekolah mereka. Ada berbagai lomba diadakan untuk menyambut ulang tahun sekolah Icha. Salah satu lomba tersebut adalah lomba berjualan kue antar kelas. Namun syaratnya kue yang dijual haruslah diolah langsung di sekolah. 

“Nah, kamu kan pintar bikin kue, Cha. Jadi kamu aja yang jadi wakil kelas kita nanti,” kata Dian.

Icha hanya terdiam mendengar kata-kata Dian. Teman-temannya tidak tahu kalau selama ini Icha tak pernah mengetahui adonan yang dibuat ibunya. Ia hanya menuangkan adonan tersebut ke cetakan kue.

***
“Bu, ajari aku bikin adonan kue dong,” kata Icha pagi ini pada ibunya.

Ibu berhenti mengaduk adonan kue. 

“Tumben kamu tiba-tiba mau belajar bikin adonan kue,” kata ibu kemudian.

Icha kemudian bercerita tentang lomba yang sedang diadakan di sekolahnya. Ibu hanya tertawa mendengar penjelasan Icha. “Ya sudah mulai besok kamu bangunnya lebih pagi biar bisa mengaduk adonan sendiri,” kata ibu kemudian. 

***
Pekan ulang tahun sekolah sudah dimulai. Sejak pagi Icha sudah sibuk menyiapkan kue yang akan dijualnya. Untuk hari ini ia memutuskan untuk berjualan martabak manis mini. Kue ini dipilihnya karena proses pembuatan adonannya yang tidak sulit. Icha hanya perlu mencampurkan semua adonan dan didiamkan selama satu jam. Icha membawa bahan-bahan kue tersebut ke sekolah dan membuat adonannya di stand yang disiapkan di halaman sekolah. 

Untuk membuat kue ini, Icha menghabiskan satu minggu terakhir untuk mempelajari cara ibu membuat adonan martabak manis. Seperti yang diperintahkan ibunya, Icha bangun lebih pagi untuk menakar dan menuang sendiri adonan martabak manis. Tiga  hari pertama, Icha masih kesulitan menghasilkan martabak manis diinginkannya. Namun seiring seringnya ia membuat, martabak manis buatan Icha terlihat semakin cantik hingga akhirnya Icha kini bisa membuat martabak manis yang tak kalah enak dari buatan ibunya. Tak hanya itu, Icha juga menambahkan beberapa tambahan rasa untuk martabak manis buatannya.

“Icha, aku beli martabak mini satu. Pakai toping keju, ya,” kata seorang siswa pada Icha. 

“Aku juga, Cha,” kata siswa yang lain.
Sambil tersenyum Icha menuangkan adonan ke dalam tuangan martabak di hadapannya. Di sampingnya tampak Dian tak kalah sibuk menerima uang pembayaran dari siswa yang membeli kue Icha. Dian memang secara khusus diminta Icha untuk membantunya berjualan hari ini. 

“Martabak manis kamu laris manis, Cha. Kita bisa dapat untung banyak nih!” kata Dian setelah Icha menuangkan adonan terakhir ke dalam cetakan terang bulan mini miliknya.   

Icha hanya tersenyum mendengar kata-kata Dian. Sekarang dia tahu. Ternyata membuat kue itu menyenangkan!

***


Tuesday, July 10, 2018

7 Air Terjun Terindah di Thailand

July 10, 2018 51


Beberapa tahun yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Loksado, salah satu tempat wisata yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan. Saat itu saya dan puluhan rekan kantor lainnya mengikuti outbond yang diadakan kantor setiap tahunnya. Nah, saat berada di daerah Loksado ini, selain mencoba bamboo raftingnya, saya juga sempat mengunjungi sebuah air terjun kecil yang terletak di dekat salah satu resort. 

Wah, meski lokasinya kecil dan tersembunyi, air terjun ini sungguh menyegarkan dan memberikan ketenangan. Selama beberapa waktu, saya dan teman-teman menghabiskan waktu di air terjun kecil tersebut. Sambil menikmati segarnya air, saya jadi membayangkan kalau versi kecilnya sudah sangat indah, pastinya air terjun yang lebih besar jauh lebih indah.

Di Indonesia sendiri, air terjun telah tersebar ke berbagai penjuru pulau. Setiap pulau memiliki karakter air terjunnya masing-masing. Karakter tersebut dapat kita kenali ketika jutaan kubik air tersebut jatuh ke hilir. Bunyi yang muncul akibat pertemuan antara kedua air dari ketinggian yang berbeda tersebut memberikan ketenangan maksimal guna relaksasi tubuh.

Lalu bagaimana jika kita menginginkan sesuatu yang berbeda dan tidak pernah dilihat sebelumnya di Indonesia? Asia Tenggara tentunya memiliki sejuta tempat bagi mereka yang ingin mengenal keindaha alam serupa yang memiliki karakternya sendiri. Setiap air terjun yang disambangi akan memberikan momen yang berbeda. Nah, salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki pemandangan dan nuansa terbaik pada situs alam air terjun adalah Thailand. 

Baca juga : Wisata Kepulauan Indah di Pulau Kalimantan

Negeri Gajah Putih tersebut ternyata menyimpan ribuan air terjun yang patut untuk kita sambangi dan nikmati bersama keluarga. Keindahan dan relaksasi yang diberikan oleh beberapa air terjun di Thailand ini tentunya tidak bisa dilewatkan begitu saja. Siapkan waktu cuti Anda, lalu pesan tiket pesawat ke Thailand, lantas nikmatilah pemandangan alam dan bunyi relaksasi air terjun terbaik di Thailand. 

Apa saja sih air terjun terindah yang wajib dikunjungi? Berikut daftarnya: 

1. Khlong Lan


Sumber gambar : www.touronthai.com
Air terjun Khlong Lan merupakan daftar pertama air terjun di Thailand yang wajib disambangi. Air terjun dengan volume air yang sangat besar ini datang dari ketinggian yang terbilang fantastis, yakni sekitar 100 meter dan lebar 40 meter. Besaran tersebut membuat Khlong Lan hadir sebagai salah satu air terjun terbesar di Thailand. Air terjun yang berada di kawasan Kamphaeng Phet ini dapat ditempuh sekitar lima jam dari kota Bangkok.

2. Bang Pae

Sumber gambar : www.phuket.com
Phuket memang memiliki segala destinasi yang patut kita kunjungi. Mulai dari pantai, hutan, hingga air terjun pun dinilai memiliki kecantikan yang sangat “wah”. Air terjun Bang Pae dapat menambah rasa cinta Anda kepada kekayaan alam yang dimiliki oleh Phuket. Air terjun ini merupakan salah satu destinasi favorit para warga untuk melarikan diri dari kerumunan. Walaupun air terjun ini berukuran sangat kecil, namun ketenangan yang diberikan amatlah besar. Kita dapar berenang tepat di bawah air mengalir sambil menikmati ruang terbuka hijau yang amat breathtaking.

3. Khlong Chak


sumber gambar : http://backpackerstory.org/

Terletak di pulau Koh Lanta, Khlong Chak telah siap memberikan kejutan yang terbilang sopan karena kita akan diberikan ketenangan maksimal olehnya. Untuk mencapai air terjun ini, pengunjung harus menyusuri jalan setapak yang amat ramping dan melihat gajah serta monyet yang turut menyaksikan kita yang tengah berusaha mencapai air terjun Khlong Chak. Ketika sudah sampai di atas, dipastikan kesulitan dalam mencapai air terjun ini tidak akan berakhir sia-sia.  

Baca juga :  5 Hal yang Ingin Dilakukan di Pantai Pandawa

4. Phliu

Sumber gambar : Wikipedia (By KAlexey - Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=9776953)
Air terjun yang berlokasi di Provinsi Chanthaburi ini merupakan salah satu taman nasional terbaik yang ada di Thailand. Taman tersebut bernama Namtok Phlio. Untuk mencapai taman nasional ini kita butuh waktu sekitar empat jam dari kota Bangkok. Air terjun Phliu merupakan salah satu air terjun yang sudah terkenal di Chanthaburi. Kita dapat melihat rombongan ikan yang sedang berenang di sela-sela derasnya air terjun. Kita juga diperbolehkan untuk berpiknik di sepanjang tepian air terjun sambil menikmati dan menjelajahi taman.

5. Koh Luang


 
Sumber gambar : en.wikipedia.org/
Jika ingin berburu air terjun indah, utara Thailand adalah tempat yang tepat. Di sana terdapat taman nasional Mae Ping yang siap disambangi. Taman nasional tersebut juga memiliki destinasi air terjun yang tak akalah cantik. Air terjun tersebut bernama Koh Luang. Uniknya, air terjun ini memiliki tujuh jalur yang dilewati oleh air untuk menuju ke sungi. Air terjun satu ini dapat juga menjadi spot foto menarik untuk segera diunggah ke dalam feed Instagram kita.

6. Haew Suwat


 
Sumber gambar : www.world-of-waterfalls.com
Mungkin ini adalah salah satu air terjun yang dapat menjadi tempat kongkow bagi kita. Sebab, masyarakat kerap kali memanjat hingga puncak air terjun, lalu mereka saling berbincang di atas sana. Haew Swat merupakan salah satu air terjun populer yang berada di kawasan taman nasional Khao Yai.

7. Erawan

 
Sumber gambar : http://www.thailand-guide.com
Terakhir, ada air terjun yang siap membuat kita menganga setiap saat karena ukurannya yang sangat besar, yaitu air terjun Erawan. Air terjun satu ini memiliki tujuh lapis sehingga Anda dapat melihat tujuh air terjun secara langsun dalam satu momen. Jutaan kubik air di sini jatuh dan tersebar ke seluruh bagian hilir yang memiliki luas sekitar 1.5 kilometer.

Itulah dia 7 wisata Air Terjun di Thailand yang bisa kita kunjungi. Jika teman-teman berkesempatan berkunjung ke Thailand, pastikan untuk mengunjungi salah satunya ya :)

Tuesday, July 3, 2018

[Review] Mencicipi Makanan Korea di Rabenshi Cafe Banjarmasin

July 03, 2018 55
[Review] Mencicipi Makanan Korea di Rabenshi Cafe

Beberapa tahun lalu, seorang teman satu kos saat kuliah berkesempatan mengunjungi Korea Selatan, sebuah negara yang sekarang mungkin menjadi impian banyak orang untuk dikunjungi. Kepergiannya ke Negeri Ginseng tersisaebut dalam rangka program pertukaran budaya. Kala itu, demam drama Korea tentunya sudah mulai melanda kami para generasi 90-an. Karena itu tentunya saya dan teman-teman sangat bersemangat untuk mencicipi oleh-oleh yang dibawa teman kami itu sepulangnya dari Korea.

"Apa ini? Kok kayak plastik begini bentuknya?" tanya kami ketika Ros, teman kami itu menyerahkan satu bungkusan berupa makanan. Warnanya hijau dan sangat tipis.

"Makanan Korea. Nggak tahu juga apa namanya," jawab Ros.

Kami pun tanpa ragu mencicipi makanan tersebut.

"Duh, rasanya juga aneh," ucap kami spontan begitu makanan plastik menyapa lidah. Jelas makanan ini tak cocok di lidah kami.
Bertahun kemudian saya pun baru sadar kalau makanan yang kami makan kala itu adalah nori alias rumput laut yang memang menjadi salah satu bahan masakan Korea maupun Jepang. Heuheuheu.

Baca juga : 5 Alasan Susah Move On dari Drama Korea


***

Kini, seiring dengan semakin besarnya demam Korea, rasanya tak sulit lagi menemukan makanan Korea di Indonesia. Beberapa merk mie instan sudah bisa dengan mudah kita temukan di supermarket. Selain itu, di berbagai daerah juga mulai bermunculan restoran-restoran yang menyajikan makanan Korea, termasuk di kota saya Banjarmasin.

Salah satu cafe atau restoran yang cukup sering adalah menjadi rekomendasi orang-orang untuk mencicipi masakan Korea adalah Rabenshi Cafe. Dilihat dari namanya, jelas bisa ditebak kalau Rabenshi Cafe ini adalah restoran masakan Jepang. Namun mungkin karena tingginya animo pengunjung pihak manajemen memutuskan untuk menyajikan makanan Korea juga.

Saya sendiri sudah cukup lama penasaran ingin mencicipi menu makanan di Rabenshi Cafe ini. Dan akhirnya kesempatan itu datang juga setelah salah satu teman kantor mengajak kami makan siang di cafe tersebut.

Review Rabenshi Cafe Banjarmasin


Rabenshi Cafe terletak di Jalan Sultan Adam No. 10, Banjarmasin dan buka dari pukul 11.00 Wita - 23.00 Wita. Tempatnya sendiri berupa ruko yang terbilang cukup kecil dan dibagi menjadi 2 ruangan dan bagian dalamnya dihiasi gambar-gambar makanan Korea dan Jepang.


Menu makanan Korea

Menu Makanan Jepang

Seperti yang saya sebutkan di atas, Rabenshi Cafe menyediakan menu masakan Jepang dan Korea. Untuk range harganya sendiri bervariasi mulai dari Rp. 30.000,00 hingga Rp. 100.000,00 (atau lebih) tergantung menu apa yang dipilih. Mau itu menu per orangan atau menu makan bersama. Kami sendiri hari itu memilih mencicipi masakan Korea berupa Budae Jjigae atau lebih dikenal dengan nama Korean Stew dan Barbeque Grill.


Budae Jjigae



Budae JJigae

Budae Jjigae (Sup Pangkalan Militer) adalah masakan Korea yang terbuat dari sup yang dimasak dengan ham dan daging kalengan. Masakan ini tercipta setelah berakhirnya Perang Korea dan rakyat  mulai kekurangan makanan.  Pada saat itu rakyat yang tinggal di Uijeongbu, provinsi Gyeonggi, memanfaatkan kelebihan bahan makanan dari pangkalan militer Amerika Serikat yang berupa daging kalengan dan ham.

Mereka mengkombinasikan bahan-bahan ini dengan kuah masakan Korea yang berbumbu gochujang yang pedas dan merebusnya dalam panci besar.[1] Lama kelamaan masakan baru yang sederhana dan mudah dibuat ini menjadi terkenal dan sering diasosiasikan dengan kota 
 sehingga disebut juga dengan uijeongbu jjigae (sumber : Wikipedia).

Di Rabenshi Cafe sendiri, Budae Jjigaiediletakkan di atas sebuah kompor dan pengunjung tinggal menunggunya matang untuk disantap. Isiannya berupa mie, sosis, daging, ayam, bakso dan tentunya sayur-sayuran. Kuahnya sendiri ditaburi bubuk cabai dan ketika matang menghadirkan sensasi rasa asam dan sedikit pedas. Kalau kata saya sih, rasanya mirip mie instan rasa Tom Yam. Heuheu.

Budae Jjigae ini bisa kita nikmati dengan harga Rp. 130.000,00

Barbeque Grill

Menu Barbeque Grill


Selain Budae Jjigae, saya dan teman-teman juga memesan beberapa menu lain salah satunya adalah Barbeque Grill. Untuk menu yang kedua ini ini, kami disediakan bahan mentah yang nantinya akan kami masak sendiri di atas panggangan, layaknya orang Korea  gitu deh.

Isian dari barbeque Grill ini antara lain sosis, daging sapi, daging ayam, bakso ikan dan tentunya saus barbeque. Rasanya tentu saja seperti barbeque. Kalau boleh jujur sih, menu seperti ini kayaknya bisa dicoba langsung ya di rumah. Tinggal beli saus barbeque botolan aja. Hehe. Harga 1 porsi Barbaque Grill ini sendiri Rp. 100.000,00 yang tentunya bisa dinikmati bersama 3-4 orang teman.

Itulah dia sedikit pengalaman saya menikmati makanan Korea di Rabenshi Cafe Banjarmasin. Bisa dibilang saya cukup menyukai menu-menu yang disajikan dan penasaran dengan menu lainnya.  Semoga saja nanti ada rezeki untuk menikmati menu-menu lain di cafe ini. Tambahan lagi, saya berharap nantinya Rabenshi Cafe ini bisa mengurus sertifikat halal untuk restorannya sehingga pengunjung tak ragu lagi makan di sana.