Friday, May 25, 2018

Hal -hal Tidak Menyenangkan yang Terjadi Saat Buka Puasa Bersama

May 25, 2018 62



"Teman, ada rencana buka bersama nggak angkatan kita?"

Begitulah kira-kira isi pesan dari salah satu grup alumni yang saya ikuti di hari-hari pertama Ramadan ini. Bukan tanpa alasan mungkin jika agenda buka bersama ini dilontarkan di awal Ramadan. Sejak sekitar 2 tahun terakhir, angkatan saya nyaris tak pernah mengadakan acara buka puasa bersama lagi.

"Ayo aja. Tentukan aja kapan dan di mana tempatnya," jawab salah satu anggota grup.

"Yang bisa ikut tulis namanya ya." balas anggota yang lain sambil menunggu keputusan kapan dan dimana acara buka puasa bersama akan diadakan. Lalu apakah agenda buka puasa bersama ini nantinya akan terlaksana? Mari kita lihat di akhir Ramadan nanti. Hehe.

Selain ngabuburit, buka puasa bersama memang bisa dibilang salah satu tradisi yang menarik selama bulan Ramadan. Berbagai kalangan secara rutin mengadakan acara buka puasa bersama ini. Mulai dari lingkungan keluarga, pertemanan, instansi, sekolah, hingga komunitas biasanya selalu mengagendakan buka puasa bersama setiap tahunnya. 


Tempat penyelenggaraan buka puasa bersama sendiri juga sekarang semakin variatif. Kalau dulu buka puasa bersama bisa diadakan di rumah salah satu peserta, maka sekarang orang cenderung memilih berbuka puasa di rumah makan atau hotel. Mungkin salah satu alasannya agar yang punya rumah tidak ribet ya menyiapkan dan membereskan kekacauan yang terjadi setelah acara berbuka. Selain itu berbuka puasa di rumah makan atau hotel memungkinkan kita untuk mencicipi aneka jenis menu buka puasa yang enak. 

Buka Puasa di luar rumah kadang menghadirkan kejadian tak menyenangkan



Meski kerap dikaitkan sebagai ajang silaturahmi, buka puasa bersama saat ini mulai menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang kontra memberikan alasan buka bersama ini lebih banyak mudharat-nya ketimbang manfaatnya. Mulai dari membuat lalai dalam menjalankan ibadah salat, mengurangi kebersamaan dengan keluarga, hingga bisa menjadi salah satu sumber pengeluaran yang besar selama Ramadan. Apalagi kalau buka puasa bersama diadakan di mall, bisa tambah bikin kantong bolong karena bisa dipastikan pulangnya belanja dulu. He.

Saya sendiri beberapa tahun terakhir tak banyak mengikuti acara buka puasa bersama ini, kecuali jika diadakan bersama keluarga. Selain karena memang tak memiliki lingkaran pertemanan yang luas, status diri yang sudah menjadi ibu juga menjadi alasan utama dari absennya saya dari berbagai undangan buka puasa bersama, ditambah faktor pengiritan juga. Tak hanya itu, beberapa kejadian tak menyenangkan juga membuat saya berpikir 2 kali untuk mengikuti acara buka puasa bersama di luar rumah. Beberapa kejadian tak menyenangkan tersebut antara lain: 

Pelayanan kurang memuaskan karena tempat makan terlalu penuh

Sudah bukan hal baru lagi jika selama Ramadan tempat makan selalu penuh. Bahkan di beberapa tempat makan kita harus melakukan reservasi beberapa hari sebelumnya untuk bisa berbuka puasa di sana. Nah, kadang karena saking penuhnya, pelayanan di tempat makan yang kita pilih jadi tidak memuaskan deh. Entah itu makanan yang tidak sesuai pesanan, makanan yang telat diantar hingga konsumen harus menunggu lama, dan berbagai masalah lainnya. Belum lagi suasana pengap dan ramai juga bisa membuat suasana makan jadi kurang menyenangkan. 


Salat jadi telat karena musala penuh atau tidak ada tempat salat

Tidak ada tempat salat merupakan hal yang paling menyebalkan yang pernah saya alami dalam agenda buka puasa bersama. Saya sendiri pernah mengalami hal ini. Jadi beberapa tahun lalu saya dan beberapa orang rekan kantor mengadakan buka puasa bersama di sebuah rumah makan di kota saya. Setelah makan, saya bergegas mencari tempat untuk salat. Eh ternyata rumah makan tersebut tidak menyediakan tempat salat. Mana masjid lumayan jauh juga. Akhirnya saya terburu-buru pulang dan mencari masjid terdekat agar tidak ketinggalan salat magrib.

Jalan macet jelang berbuka

Situasi jalanan yang macet juga menjadi salah satu hal yang tidak menyenangkan dalam acara buka puasa bersama. Meski di bulan Ramadan beberapa kantor mempersingkat jam kerja bagi karyawannya, bukan berarti juga akan mengurangi risiko terkena macet ini saat akan mengikuti buka puasa bersama. Saya sendiri sebagai istri dan ibu tentunya harus disibukkan dengan urusan domestik dulu baru bersiap-siap untuk berangkat ke tempat acara. Nah, jelang berbuka bisa dipastikan jalan akan macet dan berpotensi membuat kita terlambat tiba di tempat acara. 

Harus menghadapi suasana canggung saat acara buka puasa bersama

Nah kalau soal canggung ini bisa berlaku jika acara buka puasa yang dihadiri merupakan buka puasa bersama komunitas, teman alumni atau menemani pasangan berbuka bersama komunitasnya. Tak bisa dipungkiri kadang berbaur dengan orang yang belum terlalu dikenal bisa menimbulkan rasa canggung. Selain itu, berbuka puasa dengan teman alumni juga bisa membuat suasana canggung karena faktor lama tak bertemu atau bahkan mungkin ada mantan yang hadir di acara buka puasa bersama alumni ini. Hehe.

Itulah dia beberapa hal tidak menyenangkan yang terjadi saat acara buka puasa bersama. Teman-teman mungkin ada yang mau menambahkan?


Monday, May 14, 2018

Tips Belanja Online Hemat di Tokopedia Selama Ramadan

May 14, 2018 42
Tips-Belanja-Online-Hemat-di-Tokopedia-Selama-Ramadan

"Eh, puasa mulainya hari apa sih? Rabu apa Kamis?"

Itulah kira-kira pertanyaan yang beberapa hari terakhir muncul di keseharian saya dan mungkin juga teman-teman yang beragama muslim lainnya. Dengan semakin dekatnya bulan Ramadan, persiapan menyambutnya pun semakin kental terasa. Masjid-masjid mulai membuka program selama bulan Ramadan. Di pinggir jalan, warung-warung sudah mulai didirikan untuk memuaskan dahaga kuliner jelang berbuka. Sebagai seorang muslim tentunya saya bersyukur bisa kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan yang mulia ini. 

Sedikit kilas balik ke Ramadan tahun lalu, saat itu pertama kalinya saya menjalaninya dengan status sebagai seorang ibu. Dengan kehadiran Yumna di keluarga kami, tentunya Ramadhan saya agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu saya hampir selalu menjalankan salat tarawih di masjid atau musalla, maka tahun lalu saya resmi salat tarawih di rumah karena harus menjaga Yumna. Tak hanya itu, beberapa target tilawah juga meleset karena perubahan status ini. Berkaca dari pengalaman tersebut, untuk tahun ini tentunya saya harus bisa lebih memanajemen diri agar bisa tetap optimal beribadah dan menjadikannya Ramadan Ekstra.

Selain soal ibadah, hal lain yang mungkin harus saya evaluasi adalah soal belanja dan pengeluaran selama Ramadan. Seperti yang kita ketahui, kadang pengeluaran di bulan Ramadan bisa lebih bengkak ketimbang bulan-bulan lainnya. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari lapar mata saat ke pasar wadai, terlalu sering berbuka di luar rumah, hingga berbelanja kebutuhan lebaran di waktu yang salah.

Baca juga : 4 Cara Berhemat di Bulan Ramadhan

Saya jadi ingat kejadian beberapa waktu lalu saat saya berbelanja ke pasar. Jadi maksud hati ingin membeli beberapa pakaian lebaran terlebih dahulu agar di bulan Ramadan saya bisa konsentrasi beribadah. Nah ternyata pakaian yang ada di pasar yang saya kunjungi modelnya tidak ada yang saya suka dan harganya mahal pula. Karena berpikirnya tidak bakalan belanja lagi akhirnya saya membeli beberapa pakaian (yang sebenarnya kurang saya suka modelnya). Belakangan saya cek ke beberapa toko online ternyata modelnya lebih bagus dan harganya juga lebih murah. Duh kalau sudah begitu rasanya pengen saya balikin saja baju yang sudah dibeli dan belanja online saja.

Belanja Online Hemat Kebutuhan Bulan Ramadhan Ekstra di Tokopedia


Ngomong-ngomong soal belanja online, tentunya kita sudah tak asing lagi dengan Tokopedia. Sebagai salah marketplace yang cukup ternama, bulan Ramadan ini Tokopedia memiliki program Ramadan Ekstra yang tentunya sangat menggiurkan bagi pecinta belanja online. Meski begitu kita tetap harus cermat dong ya dalam memanfaatkan program ini. Nah, berikut adalah tips belanja online hemat kebutuhan bulan Ramadan Ekstra di Tokopedia :

Bandingkan harga setiap toko online di Tokopedia
Layaknya berbelanjaa secara langsung di pasar, hendaknya kita juga melakukan perbandingan harga dari setiap toko online yang ada di Tokopedia. Tokopedia sendiri memiliki banyak toko online berkualitas dan cukup mudah untuk membandingkan harg dari berbagai produk yang kita inginkan. Caranya cukup tuliskan nama produk yang dibutuhkan di kolom search, maka ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli.

Pilih produk berkualitas dari kreator lokal
Sekarang bukan jamannya lagi ya membeli barang-barang branded dengan harga selangit. Kalau kita mau jeli, saat ini produk lokal juga sudah bisa bersaing dengan produk luar. Tokopedia sendiri memiliki koleksi dari berbagai produk hasil kreasi kreator lokal maupun brand terkenal dunia. Nah, salah satu keuntungan dari membeli produk lokal adalah kita bisa lebih berhemat dan tentunya mendukung produk dalam negeri. 

Cari toko online terdekat
Percuma kan ya belanja barang murah eh ternyata ongkos kirimnya malah bikin harganya jadi mahal. Saat berbelanja online, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Karena itu penting bagi kita untuk mengecek lokasi dari toko yang dipilih. Sebaiknya sih pilih toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Syukur-syukur kalau ada program free ongkir juga. Hehe.

Baca juga : 7 Tips Belanja Online Ala Konsumen Cerdas di Era Digital

Pilih cara pembayaran yang tepat
Saat ini ada cukup banyak metode pembayaran dalam berbelanja online. Mulai dari transfer bank, kartu kredit, pembayaran dengan saldo di marketplace tersebut, bayar di tempat hingga bayar di minimarket. Sebagai pembeli tentunya kita akan memilih metode pembayaran yang lebih nyaman dan efisien dilakukan.


Pilih metode pengiriman paling efisien
Biasanya nih toko-toko online di sebuah marketplace memberikan beberapa pilihan dalam hal pengiriman barang yang sudah kita pesan. Sebagai pembeli tentunya kita juga harus bijak dalam memilih metode pengiriman ini. Jika perlu barang cepat kita bisa memilih metode pengiriman kilat sebaliknya jika keperluan akan barang tersebut masih bida ditunggu kita bisa memilih metode pengiriman standar yang tentunya lebih ramah di kantong. 

Manfaatkan promo dan diskon 
Siapa yang tak suka dengan promo atau diskon? Adanya promo atau diskon bisa dibilang memberikan pengaruh yang cukup signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Tokopedia sendiri di bulan Ramadan ini memberikan serangkaian promo yang bisa digunakan untuk buat Ramadan kali ini makin Ekstra.

Nah, jika teman-teman ingin berbelanja di Tokopedia, jangan lupa akan ada kejutan pada 25 Mei nanti dari Tokopedia, yang akan membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih Ekstra, layaknya festival belanja online “Black Friday”. Duh jadi nggak sabar nih menunggu tanggal 25 Mei datang. Siapa tahu kan saya bisa dapat beberapa perlengkapan lebaran dengan lebih hemat di hari itu. Tapi tetap ingat ya jangan sampai ibadah Ramadhan jadi terganggu gara-gara menunggu kejutan Tokopedia ini :)

Friday, May 11, 2018

Yuk, Pantau Tahapan Tumbuh Gigi pada Bayi

May 11, 2018 73
Yuk-Pantau-Tahapan-Tumbuh-Gigi-pada-Bayi


"Ma, ne," begitu kata Yumna pada saya setiba kami di rumah. Tangannya berusaha menyingkap kerudung yang saya kenakan. Ya, putri kecil saya itu sedang meminta jatah menyusunya setelah seharian ditinggal bekerja.

"Tunggu sebentar ya, Nak. Mama mau ganti baju dulu," kata saya kemudian. Saya pun segera berganti pakaian dan langsung menyusui Yumna.

Sayangnya, baru beberapa menit berlalu, saya sudah dibuat meringis kesakitan. "Duh jangan gigit dong, Nak," kata saya pada Yumna. Dengan giginya yang berjumlah 8 putri saya itu Yumna menggigit puting payudara saya. Yah, meski ini bukan pertama kalinya Yumna melakukan aksi menggigit saat menyusu, tetap saja saya selalu sukses dibuat kesakitan.

Melihat saya yang protes, Yumna bukannya takut malah tertawa. Mungkin dia merasa lucu dengan reaksi ibunya ini. Untungnya Yumna bukan termasuk yang sering menggigit dengan sengaja saat menyusu jadi saya tak terlalu sering memberinya peringatan. Meski begitu, tetap saja kadang ketika menyusu gigi-geligi tersebut tetap berasa menusuk payudara saya. Kalau sudah begini mau tak mau saya harus menghentikan proses menyusui. 





Acara gigit-menggigit saat menyusui tentunya bukan hal yang baru bagi para ibu menyusui. Biasanya, saat giginya mulai tumbuh, gusi bayi akan terasa gayal dan akibatnya bayi akan berusaha menggigit benda-benda yang ada di tangannya termasuk juga saat menyusu pada ibunya. Ironisnya, sementara sang ibu meringis kesakitan, si bayi malah tertawa melihat ekspresi sang ibu. Heu.

Selain mulai berusaha menggigit benda-benda, beberapa tanda kalau bayi akan tumbuh gigi ini antara lain:
  • Banyak mengeluarkan air liur (ngeces) 
  • Gusi terlihat bengkak dan ada bayang putih di dalam gusi
  • Kadang disertai demam dan bayi menolak makan
Yumna sendiri pertama kali tumbuh gigi saat usianya sekitar 7 bulan. Saat itu gigi yang pertama kali muncul adalah 2 gigi seri bagian bawah. Selanjutnya, seiring dengan pertambahan umurnya, gigi lain bermunculan dan hingga usianya 1 tahun, Yumna sudah memiliki 8 gigi atas dan bawah.

Baca juga : Ketika Anak Susah Makan Saat Bersama Ibunya

Proses Tumbuh Gigi pada Bayi

Dalam pertumbuhan gigi pada bayi sendiri, nyatanya tak semua bayi memulai di masa yang sama. Ada yang usia 4 bulan sudah tumbuh gigi, dan ada juga yang di usia 1 tahun baru tumbuh giginya. Katanya sih, proses tumbuh gigi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti banyaknya kalsium yang diterima bayi dari ibunya, tekstur makanan yang diberikan, faktor stimulasi hingga faktor genetik. Lucunya, ada mitos yang mengatakan kalau bayi tumbuh gigi terlalu cepat makan nanti akan lambat dalam proses berjalannya.

Beberapa waktu lalu, sebuah artikel dari www.babycenter.com mampir ke email saya. Dalam artikel tersebut memuat info tentang proses tumbuh gigi bayi. Ternyata dalam proses pertumbuhan gigi ada urutan-urutan gigi mana yang baru tumbuh dan usia gigi tersebut muncul. Wah, ini benar-benar ilmu baru buat saya. Selama ini saya selalu berpikir kalau gigi bayi akan muncul secara random. Hehe. 

Berikut adalah ringkasan tahapan pertumbuhan gigi bayi yang saya dapat dari babycenter.com tersebut: 



Usia 4-7 bulan - dua gigi seri bagian  bawah

Usia 8-12 bulan - dua gigi seri atas

Usia 9-13 bulan - dua gigi di samping gigi seri akan mulai tumbuh

Usia 10 - 16 bulan - dua gigi di sebelah gigi seri bawah

Usia 13 - 19 bulan - dua gigi geraham depan atas

Usia 14 - 18 bulan - dua gigi geraham depan bawah

Usia 16- 22 bulan - dua gigi taring atas

Usia 17 - 23 bulan - dua gigi taring bawah

Usia 25 - 33 bulan - gigi geraham belakang 

Saat usianya 3 tahun, gigi bayi akan berjumlah 20 buah.

Dengan mengetahui urutan pertumbuhan gigi pada bayi ini tentunya akan sangat membantu saya dalam memantau proses tumbuh gigi pada Yumna. Misalnya di usianya yang 16 bulan, saya sedang menantikan kehadiran gigi geraham depan dan gigi taringnya muncul. Untuk sekarang sih baru 1 yang keluar. Sisanya entah di bulan ke berapa akan muncul.

Meski begitu, urutan dari tumbuh gigi pada bayi ini tentunya bukanlah hal yang mutlak. Seperti yang saya tulis di atas, setiap bayi memiliki fase tersendiri dalam pertumbuhan giginya. Ada yang cepat keluar giginya, ada juga yang agak lambat dan mungkin membuat para ibu cemas. Yang perlu diingat, ibu mungkin perlu memeriksakan anaknya ke dokter jika hingga lebih dari 1 tahun bayi belum tumbuh gigi sama sekali. 

Demikian informasi singkat dari saya. Semoga bermanfaat :)

Monday, May 7, 2018

Rekomendasi Jasa Download Gambar Shutterstock

May 07, 2018 34

Rekomendasi-Jasa-Download-Gambar-Shutterstock

Beberapa tahun yang lalu, saat masih ngeblog dengan platform gratisan, sebuah tulisan seorang blogger menyentil saya. Intinya dalam tulisannya beliau mengatakan kalau selama ngeblog, beliau selalu menggunakan gambar milik pribadi dan tidak mengambil dari internet. Saya yang biasanya kalau menyelipkan gambar di postingan selalu bermodal mbah Google pastinya tertohok dengan postingan beliau. Memang apa masalahnya kalau gambarnya ngambil dari internet? Toh sudah mencantumkan kredit juga? Begitu protes saya dalam hati. 

Nah tak lama kemudian, teman blogger lain bercerita. Beliau mendapat komplain karena menggunakan gambar orang lain sebagai ilustrasi untuk tulisannya. Padahal seingat saya foto atau gambar yang diambil itu memiliki watermark dan teman blogger ini juga sudah menuliskan kredit pada gambar tersebut. Nyatanya tetap saja beliau kena masalah. Sejak saat itu, saya pun jarang sekali menyelipkan gambar di postingan blog saya kecuali jika ada foto pribadi yang sesuai dengan isi blog.

Menggunakan Gambar Bebas Royalti untuk Blog

Dengan tidak adanya gambar ilustrasi di postingan, memang harus saya akui tulisan jadi agak sedikit hambar. Biar bagaimanapun keberadaan gambar pada sebuah tulisan cukup penting karena akan lebih menarik perhatian pembaca. Nah, begitu berpindah ke blog berbayar, saya mendapat sedikit pencerahan. Ternyata ada cukup banyak situs yang menyediakan gambar yang bisa kita gunakan untuk ilustrasi tulisan di blog seperti www.pexels.com atau www.pixabay.com.

Selama beberapa waktu, saya cukup nyaman menggunakan 2 situs ini sebagai sumber ilustrasi untuk tulisan-tulisan saya. Namun tentunya menggunakan gambar gratisan ini memiliki risiko tesendiri. Risiko yang paling sering terjadi mungkin adalah kesamaan gambar yang digunakan dengan blogger yang lain alias pasaran. Nah, kalau yang ini saya juga sudah pernah mengalaminya. Jadi agak-agak gimana gitu jadinya. Hehe.

Untuk menghindari penggunaan gambar yang pasaran kita bisa mencoba menggunakan gambar bebas royalti yang berbayar. Modal dikit, kalau kata orang. Nah, salah satu penyedia gambar bebas royalti berbayar yang cukup dikenal adalah Shutterstock. Shutterstock sendiri merupakan situs microstock dengan tingkat penjualan yang sangat tinggi. Dengan reputasinya ini, tentunya gambar-gambar yang disediakan di shutterstock sangatlah berkualitas entah itu foto atau gambar vector-nya. 

Baca juga : [Review] Blog It!, Aplikasi Ngeblog untuk Blogspot

Lalu bagaimana cara Download Gambar di Shutterstock?

Untuk bisa mendownload gambar atau vector di Shutterstock, kita bisa menggunakan jasa download gambar Shutterstock. Nah, salah satu penyedia jasa download gambar ini adalah AgenShutterstock.com. AgenShutterstock.com adalah bagian dari IDCopy yang menyediakan aneka gambar yang dibeli langsung dari situs Shutterstock dan diteruskan kepada pembeli.

Beberapa keuntungan yang bisa didapat jika membeli gambar dari AgenShutterstock.com ini antara lain:

Pembayaran mudah, bisa lewat transfer bank
Kadang salah satu hal yang membuat kita merasa kesulitan dalam membeli sebuah produk adalah sistem pembayarannya yang kadang memerlukan kartu kresit atau malah menggunakan paypall. AgenShutterstock memberikan kemudahan pembayaran dengan pilihan transfer bank yang tentunya lebih familiar bagi kita.

Proses cepat
Proses pembelian gambar di AgenShutterstock dilakukan dalam waktu 10 menit hingga 24 jam. Bagi mereka yang sibuk dan mungkin dikejar deadline, tentunya sangat dimudahkan dengan proses pelayanan yang cepat ini.

Harga bersahabat
Harga yang ditawarkan oleh AgenShutterstcok.com cukup bervariasi. Kita bisa memilih mulai dari Rp. 125 ribu/5 gambar atau mengambil paket yang cukup populer yakni Rp. 300 ribu/25 gambar.

File asli dan ukuran penuh
Tak perlu takut dengan keaslian dan ukuran gambar/vector yang akan diberikan. AgenShutterstock.com menjamin file yang dikirim asli dan dengan ukuran penuh.

Tanpa watermark dan bisa diedit
Suka sebal kan ya kalau sudah download gambar di internet eh ternyata ada watermark-nya? Ketahuan banget kalau gambarnya bukan milik kita sendiri. Nah, AgenShutterStock.com menjamin gambar yang dijual tanpa watermark dan bisa diedit.

Bebas royalti dan hak cipta
AgenShutterStock.com juga menjamin gambar yang dijual bebas royalti dan hal cipta. Jadi kita tak perlu takut akan adanya peringatan dari Google atau tuntutan pelanggaran atas hak cipta yang tentunya bisa berdampak buruk bagi blog kita.

Itulah dia rekomendasi jasa download gambar Shutterstock dari saya. Bagi teman-teman yang ingin membeli gambar keren dan bebas royalti bisa langsung meluncur ke situsnya atau menghubungi nomor +62-812-2111-657 untuk respon yang lebih cepat.