Tuesday, January 30, 2018

Mengenal Penyakit TB pada Bayi dan Anak

January 30, 2018 46


"Duh, Nak. Kasian banget kamu harus minum obat sampai 6 bulan."
Sebuah status teman mengusik saya hari itu. Lekas saya menanyakan pada teman saya itu maksud dari statusnya itu.

"Anakku kena TB," begitu jawabnya.

Saya terkejut. Setahu saya, umur anak teman saya itu baru 9 atau 10 bulan. Memang ada beberapa kali sang ibu menuliskan status anaknya yang diajak ke dokter. Namun sepengatahuan saya dokter hanya mengatakan kalau anaknya kena batuk pilek biasa.
 
"Dari mana tahu anaknya kena TB?" tanya saya lagi.
 
"Batuk, Kak. Trus berat badannya tidak naik selama beberapa bulan," jawab teman saya lagi. 

Membaca balasan teman saya ini, saya hanya bisa menganggukkan kepala. Pikiran saya kemudian melayang pada beberapa postingan yang saya baca di grup MPASI yang saya ikuti, berkaitan dengan TB dan tumbuh kembang bayi. 

Sebagai ibu dengan balita berusia 1 tahun, dua hal yang wajib saya perhatikan tentunya adalah kesehatan dan tumbuh kembang anak saya. Karena itulah saya berusaha untuk rutin mengecek berat badan Yumna setiap bulannya ke bidan. Dengan memantau grafik tumbuh kembang anak ini, saya jadi tahu apakah anak saya tumbuh dengan baik atau tidak.

Baca juga : Yumna Turning One Year Old

Nah, balik lagi ke masalah TB, dulu jika mendengar kata TB atau tuberkulosis ini pikiran saya langsung mengarah pada penyakit batuk-batuk yang diderita orang dewasa dan penyembuhannya memerlukan waktu yang lama. Tak pernah terlintas di benak saya kalau si TB ini juga bisa terkena pada bayi. 

Setelah mengikuti sebuah grup MPASI, saya baru tahu kalau TB bisa juga menyerang bayi dan anak-anak. Mbak Nia Hesti Aprilya sendiri, dalam tulisannya untuk #KEBloggingCollab grup Mira Lesmana menyebutkan penyakit ini sebagai Si Diam-diam Menghanyutkan. Ini karena gejalanya bisa menyaru seperti batuk dan sesak napas biasa namun tahu-tahu sudah menyerang ke bagian organ lain.

Dikutip dari www.idai.or.id, tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru namun dapat menyerang hampir semua organ tubuh. Penyakit TB dapat menyerang tulang, selaput otak, kelenjar getah bening, mata, ginjal, jantung, hati, usus dan juga kulit. 

Tentang penularannya sendiri, penyakit ini ditularkan oleh orang dewasa yang menderita TB aktif melalui percikan dahak yang keluar saat batuk, bicara, bersin atau bernyanyi. Percikan dahak yang mengandung kuman TB ini bila terhirup dan masuk ke paru-paru akan menyebabkan timbulnya infeksi TB. 

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Tua

Tak seperti orang dewasa, TB pada bayi memiliki gejala yang berbeda. Jika pada orang dewasa gejala TB berupa batuk berdahak yang berkepanjangan, maka pada bayi dan anak gejala utamanya berupa demam selama 1-2 bulan. Demam ini suhunya hanya sekitar 37o C - 38o C. Selain demam, gejala lain dari TB pada bayi antara lain :

  1. Nafsu makan turun, berat badan turun atau tidak naik dalam 2 bulan berturut-turut
  2. Batuk yang menetap atau memburuk > 3 minggu
  3. Anak tampak lesu dan tidak kelihatan seaktif biasanya
  4. Teraba benjolan di leher (umumnya lebih dari satu)
  5. Kontak erat dengan penderita TB paru aktif

Meskipun sudah mengetahui gejala-gejala yang muncul dari penyakit TB, namun tetap diperlukan beberapa tes untuk memastikan penyakit TB pada bayi ini. Salah satu caranya adalah dengan Tes Mantoux. Tes Mantoux merupakan pemeriksaan dengan cara menyuntikkan larutan tuberkulin (protein kuman TB) di bawah kulit (intrakutan). Hasil tes dapat dibaca antara 48-72 jam, jika timbul benjolan pada bekas suntikan dengan ukuran ‰¥ 10 mm maka dikatakan hasil tes positif. 

Hasil tes Mantoux positif menunjukkan reaksi tubuh terhadap protein kuman, artinya tubuh pasien pasti pernah terinfeksi sebelumnya dengan kuman TB. Dengan demikian sebelum seorang anak dikatakan menderita sakit TB seharusnya kita lakukan dulu pemeriksaan yang membuktikan bahwa anak tersebut telah terinfeksi TB (dengan tes Mantoux), karena tidak mungkin seseorang dapat menjadi sakit tanpa terjadi infeksi sebelumnya. 

Nah, kalau sudah mengetahui gejala penyakit TB ini, tentunya kita harus tahu juga cara mencegahnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit TB pada bayi antara lain:

* Memberikan imunisasi BCG pada bayi saat umurnya 0 - 2 bulan
* Jaga lingkungan rumah agar tetap bersih, tidak lembab dan mendapat cukup sinar matahari 
* Sering menjemur peralatan tidur di bawah sinar matahari langsung juga merupakan cara membunuh kuman TB karena mereka mati terkena cahaya matahari langsung
* Memberikan makanan bergizi dan seimbang, yang dapat meningkatkan imunitas anak  dan membantu memerangi bakteri penyebab TB
* Jauhkan anak dari sumber penularan penyakit TB

Itulah dia beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang penyakit TB pada bayi. Sebagai ibu, saya tentunya harus waspada dengan berbagai gejala yang terjadi pada anak saya, termasuk gejala TB ini. Dengan mengetahui berbagai gejala ini, saya berharap bisa menghindarkan anak saya dari penyakit berbahaya.

Tuesday, January 23, 2018

4 Hal yang Membuat Grup Alumni Tak Asyik Lagi

January 23, 2018 106

Hari itu, sebuah kabar duka masuk ke grup whatsapp alumni SMA yang saya ikuti. Salah satu teman meninggal dunia setelah melahirkan anak keduanya. Ini adalah kali kedua ada kabar kematian di grup alumni SMA. Sebelumnya, seorang teman lain harus pergi meninggalkan anak dan istrinya setelah terkena sengatan listrik.

Hanya selang beberapa hari, berita duka lain mampir ke grup yang sama. Salah satu usaha milik anggota grup terbakar. Kebakaran yang terjadi ini cukup sukses membuat kemacetan di sepanjang jalan utama di kota saya. Berita duka yang hadir berdekatan ini kemudian menggerakkan teman-teman di grup untuk mengumpulkan uang duka cita dan bantuan bagi teman-teman yang sedang terkena musibah.

Semenjak hadirnya media sosial dan aplikasi chatting online, tak bisa dipungkiri kita pun semakin dimudahkan bertemu lagi dengan orang-orang yang pernah kita kenal di masa lampau. Entah itu teman sekolah, kuliah, atau sekadar teman yang kita kenal dalam sebuah perjalanan. Bermula dari sapaan di facebook, lalu kemudian bergabung di sebuah grup dalam aplikasi chatting. Masih ingat kan iklan sebuah aplikasi chatting yang mempertemukan kembali Rangga dengan Cinta setelah sekian purnama? Yah, walaupun kesannya telat banget ya si Rangga tapi lewat iklan ini kita bisa melihat bagaimana Rangga dan Cinta akhirnya bisa berkomunikasi kembali hingga akhirnya dibuatlah AADC 2. Heu.

Saya sendiri tentunya juga memiliki beberapa grup dalam aplikasi chatting yang saya miliki. Salah satu grup tersebut adalah grup alumni. Meski sebenarnya bukan anggota yang aktif di grup, namun saya tetap berusaha mengikuti perkembangan kabar yang ada dalam grup alumni ini. Bagi saya sendiri, ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan dari grup alumni. Keuntungan tersebut antara lain:

Menyambung/mempererat tali silarurahmi antara sesama alumni. Seperti yang kita tahu, kadang setelah lulus dari sekolah atau kampus, sebagian dari kita menyebar ke berbagai penjuru daerah. Ada juga yang tinggal 1 kota namun jarang sekali bertemu. Dengan adanya grup alumni ini, tentunya akan memudahkan komunikasi antara teman sesama alumni.

Saling berbagi informasi. Adakalanya, grup alumni juga menjadi wadah bagi kita untuk berbagi berbagai informasi. Entah itu undangan akikah anak, penerimaan PNS, pemadaman bergilir, hingga info dokter gigi mana yang bagus untuk dikunjungi. Bahkan kadang saling berbagi informasi ini bisa melebar menjadi sebuah ajang diskusi yang bisa menambah wawasan kita.

Memperluas jaringan dalam usaha. Selain sebagai wadah menyambung tali silaturahmi dan berbagi informasi, grup alumni juga bisa menjadi sarana bagi mereka yang memiliki usaha untuk bisa mempromosikan usahanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan lewat grup alumni ini terjalin sebuah kerja sama bisnis antara satu teman dengan teman lainnya.

Sayangnya, adakalanya grup alumni ini juga menjadi tak asyik lagi diikuti, yang berujung pada keluarnya beberapa anggota dari grup alumni. Beberapa hal yang bisa membuat grup alumni tak asyik lagi antara lain:

Terlalu banyak perdebatan 
Di zaman sekarang, kayaknya nggak seru ya kalau tidak berdebat di media sosial. Kalau di dunia media sosial perdebatan bisa berupa hal-hal berat seperti politik, maka dalam grup alumni, perdebatan ini bisa terjadi karena hal-hal sepele seperti pertanyaan yang tak ditanggapi atau malah mempermasalahkan pelayanan dari kantor salah satu teman yang dirasa kurang memuaskan. Si teman yang dikomplain sudah berusaha memberikan konfirmasi, eh teman yang komplain tetap nyolot dengan pernyataannya. Jadilanya grup memanas karena perdebatan kedua orang ini.

Terlalu banyak bercanda dan obrolan tak penting
Satu kali, pernah ada teman di grup alumni mengajukan sebuah pertanyaan yang malah dianggap bercanda oleh teman lainnya. Akibatnya, grup sempat menjadi panas karena masalah ini. Memang kadang dalam komunikasi via aplikasi chatting ini kita sulit menebak emosi yang tersimpan dalam tulisan tersebut. Tak jarang seseorang tersinggung hanya karena sebuah komentar dari teman lain yang sebenarnya bercanda. Selain itu, kita juga kadang lupa kalau teman yang berada di grup alumni bukan teman yang sama dengan yang kita temui di masa SMA atau kuliah dulu.  

Jumlah anggota laki-laki dan perempuan tidak seimbang
Jumlah anggota laki-laki dan perempuan yang tidak seimbang juga bisa menjadi alasan grup alumni menjadi tak asyik lagi. Grup alumni kuliah saya, misalnya. Isinya rata-rata laki-laki. Akibatnya tentu saja pembicaraan di grup ini kebanyakan candaan laki-laki. Beberapa teman perempuan pun akhirnya memilih melipir dari grup atau malah jadi silent reader yang hanya nongol kalau ada berita penting.

Menyebar HOAX dan isu SARA
HOAX dan isu SARA juga merupakan salah satu penyebab tidak asyiknya lagi grup alumni. Di masa sekarang, kadang orang cenderung mudah menyebarkan berita tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Belum lagi kalau sudah musim pilkada, tambahlah panas grup alumni karena mungkin adanya perbedaan pilihan. Heu. Kalau sudah begini, biasanya saya memilih untuk mematikan notifikasi grup untuk sementara agar tak terganggu dengan panjangnya perdebatan di grup.

Terlepas dari beberapa hal yang membuatnya menjadi tak asyik lagi, bagi saya grup alumni tetap merupakan grup yang sebaiknya kita ikuti. Meski mungkin status hanya sebagai silent reader, setidaknya kita jadi tahu kabar terbaru dari kawan-kawan yang dulu pernah satu perjuangan dalam menempuh pendidikan.

Tuesday, January 16, 2018

[Review] Mooimom Stretch Mark Cream

January 16, 2018 64

"Jangan digaruk pakai tangan perutnya, nanti berbekas," begitu kata ibu begitu melihat saya mulai memegang perut bagian depan. Saat itu usia kehamilan saya sudah memasuki 5 bulan. Perut yang dulunya lumayan buncit kini semakin besar seiring dengan pertumbuhan janin dalam kandungan.

"Gatal gimana dong?" balas saya pada ibu saya.

"Kalau mau garuk pakai sisir saja, jadi nggak ada bekasnya," kata ibu saya. Entah ini benar atau tidak, namun ibu saya selalu mewanti-wanti agar anaknya tidak menggaruk perut yang sedang hamil dengan tangan, namun dengan sisir agat tidak meninggalkan bekas.

Waktu pun berlalu. Perut saya semakin besar. Sialnya, seiring dengan membesarnya perut, muncullah guratan-guratan di perut saya. Stretch mark kalau kata orang. Padahal saya berusaha untuk tidak menggaruk bagian perut yang gatal dan mengolesinya dengan body lotion yang katanya bisa mencegah munculnya stretch mark saat hamil.

Apa sih stretch mark itu?


Menurut alodokter.com, stretch mark adalah guratan yang sering nampak pada kulit bagian tubuh letak lemak terkonsentrasi, seperti di payudara, perut atas, lengan atas, pantat, dan paha. Guratan yang mulanya berwarna merah, merah muda, atau ungu ini lama kelamaan akan berubah menjadi warna putih atau kelabu, tergantung pada warna kulit.

Stretch mark sendiri ternyata bukan hanya bisa dialami oleh para ibu hamil, loh. Mereka yang berbadan gemuk juga memiliki potensi memiliki stretch mark ini. Ini karena dalam prosesnya, stretch mark terbentuk akibat adanya peregangan kulit entah itu karena penambahan berat badan atau karena kehamilan.

Stretch mark yang saya miliki sendiri bisa dibilang cukup banyak. Setelah proses melahirkan, saya sempat ngeri sendiri melihat bagaimana bentuk perut saya. Kendor dan penuh guratan berwarna kehitaman. Seiring dengan kembalinya bentuk perut, guratan stretch mark mulai mengecil dan meninggalkan tanda seperti garis-garis halus pada perut saya.

Untuk bisa menghilangkan stretch mark ini sendiri, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengoleskan krim khusus untuk menghilangkan stretch mark. Nah, bicara soal krim stretch mark ini, ternyata Mooimom juga sudah mengeluarkan produk krim penghilang stretch mark, yakni Mooimom Stretch Mark Cream.

Mooimom sendiri adalah sebuah brand yang menyediakan aneka macam kebutuhan ibu hamil dan menyusui. Nama Mooimom sendiri diambil dari kata Mooi dalam bahasa Belanda yang berarti cantik. Mooimom didirikan tahun 2015 oleh seorang designer muda bernama Carolyn yang awalnya merasa kesulitan dalam menemukan produk ibu hamil dan menyusui yang berkualitas.

Saya sendiri sudah mencoba salah satu produk Mooimom ini, yakni Seamless Maternity and Nursing Bra-nya. Bra yang didesain untuk ibu menyusui ini memiliki desain yang sangat nyaman dipakai terbuat dari atas 90% nylon dan 10% spandek. Dari segi pemakaian sendiri, Seamless Maternity and Nursing Bra memiliki desain yang bisa menyangga payudara kita dengan cukup baik, meski tanpa kawat.

Pada bagian belakang bra terdapat 3 hook atau pengikat dengan 3 kaitan pada bagian belakang bra yang bertujuan untuk mengantisipasi perubahan kondisi payudara saat kehamilan maupun menyusui. Bagi saya yang berpayudara besar, adanya 3 kaitan ini sangat penting karena bisa membantu menahan beban payudara.

Baca juga : [Review] Mooimom Seamless Maternity & Nursing Bra

Review Mooimom Stretch Mark Cream




Klaim Produk
  • Formula jernih, tidak lengket dan nyaman, cocok digunakan beberapa kali dalam sehari
  • Kemasan 30ml kecil, mudah dibawa, kapanpun dan dimanapun bisa memperbaiki kulit
  • Efektif mengembalikan elastisitas kulit dan mengurangi garis halus (stretch mark) pada masa kehamilan hingga pasca melahirkan
  • Tidak menyebabkan iritasi, tanpa alkohol, tanpa pigmen buatan dan aman untuk kulit

Kandungan

Ekstrak Edelweiss - Bunga Edelwiss tergolong langka karena hanya dijumpai di area pegunungan dengan tinggi mulai 1000 meter diatas permukaan air laut. Ekstrak dari bunga Edelweiss mengandung bahan antioksidan kuat, mencegah tanda-tanda penuaan, membantu melawan radikal bebas dan memberi efek menenangkan pada kulit.

Croton Lechleri Extract - Croton Lechleri Extract berasal dari getah pohon yang sebagian besar tumbuh di daerah Amazon. Croton Lechleri Extract mampu mengencangkan kulit, meregenerasi dan memperbaiki kerusakan sel kulit, anti-inflamasi, anti penuaan, meningkatkan elastisitas kulit, memiliki efek melembabkan yang sangat baik, memperkuat jaringan kulit, membantu menyamarkan stretch mark dan bekas luka serta menenangkan dan melembabkan kulit.

Minyak Biji Kakao Maroko - Minyak biji kakao yang kaya akan vitamin E, menjaga elastisitas kulit, mencegah kekeringan kulit dan keriput, memperbaiki masalah kulit, memperlambat garis-garis halus, mengurangi degradasi sel kulit dan mengembalikan elastisitas kulit.

Soluble Collagen Essence - Meningkatkan relaksasi kulit, memperbaiki tekstur kulit yang rusak akibat luka, memperbaiki kulit kering, meningkatkan dan menjaga kelembapan kulit, menjaga elastisitas kulit dan membuat kulit lebih berkilau dan kenyal.

Review produk

Mooimom Stretch Mark Cream dibungkus dengan kotak kardus berwarna putih dengan tulisan berwarna toska. Kemasan botolnya berukuran 30 ml dengan warna toska dan tutup berwarna bening. Pada bagian atas terdapat pump yang cukup nyaman ditekan saat akan mengeluarkan produknya.


Untuk produk cream-nya sendiri, Mooimom Stretch Mark Cream memiliki tekstur yang agak encer dengan warna putih susu. Begitu dioleskan ke kulit, produk ini menyerap dengan cepat dan tidak meninggalkan rasa lengket. Produk ini juga memiliki wangi yang lembut layaknya body lotion dan tidak menyengat.

So far, saya sangat menyukai produk terbaru dari Mooimom ini. Meski selama beberapa hari pemakaian ini saya belum menemukan hasil yang maksimal dari cream ini, namun saya sangat suka dengan teksturnya yang cepat menyerap di kulit dan tidak meninggalkan rasa lengket. Ukurannya yang travel friendly memudahkan saya untuk membawa produk ini kemana-mana. Selain itu, saya juga tidak menemukan tanda alergi atau iritasi setelah menggunakan produk Mooimom Stretch Mark Cream ini.

   

Bagi  teman-teman yang ingin mencoba Mooimom Stretch Mark Cream ini, bisa langsung membeli di website Mooimom dengan harga Rp. 299.000,00.  Dan untuk bisa lebih mengenal MOOIMOM dan produk-produknya, teman-teman bisa mengunjungi alamat-alamat di bawah ini:

Website Mooimom : www.mooimom.id

Fanspage Facebook : https://www.facebook.com/mooimomid/

Instagram Mooimom : https://www.instagram.com/mooimom.id/


Monday, January 15, 2018

5 Hal yang Ingin Dilakukan di Pantai Pandawa

January 15, 2018 53
Sumber gambar : www.spontieapp.com

Pantai apa saja yang ada di Bali? 

Kalau pertanyaan ini diajukan pada saya, mungkin saya hanya bisa menyebutkan 3 atau 4 nama. Padahal ada banyak sekali pantai di pulau Bali yang mungkin tidak akan khatam untuk didatangi. Entah itu pantai yang sudah dikenal lama, atau pantai-pantai tersembunyi yang menyimpan keindahan. 

Nah, salah satu pantai yang saat ini lumayan populer di Bali adalah Pantai Pandawa. Pantai Pandawa ini merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Dari bandara Ngurah Rai sendiri, pantai ini berjarak sekitar 24,4 km memerlukan waktu kurang lebih 1 jam untuk tiba di sana. 

Salah satu hal yang menarik dari Pantai Pandawa adalah adanya 5 patung Pandawa berukuran 5 meter dengan lebar 2,5 meter yang dipahat di dinding kapur yang melindungi pantai ini. Jalan masuknya yang diapit dua tebing batu ini juga membuat Pantai Pandawa ini kerap disebut sebagai Pantai Rahasia. Jalan menuju pantai Pandawa sendiri merupakan merupakan bekas pertambangan batu dan masih terus dikembangkan. Jadi jangan heran kalau selama perjalanan kita disuguhi pemandangan mobil-mobil crane yang sedang bekerja. 


Untuk bisa memasuki Pantai Pandawa sendiri, kita cukup membayar tiket masuk per orang Rp 8.000,00 untuk wisatawan domestik dan Rp. 15.000,00 untuk wisatawan asing. Nah, jika sudah tiba di Pantai Pandawa, kira-kira apa saja sih hal yang bisa kita lakukan di sana? Berikut daftar yang saya buat jika mengunjungi pantai Pandawa:

Menengok patung Pandawa Lima

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, di dinding menuju ke Pantai Pandawa terdapat 5 patung para Pandawa yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Kelima patung “penjaga” pantai tersebut diukir dengan indah oleh para seniman asli Bali. Di lokasi yang sama, ada pula patung Dewi Kunti yang merupakan ibu dari kelima ksatria Pandawa. Semua patung-patung tersebut berwarna putih dengan tinggi sekitar lima meter, diberikan kain warna ungu di bagian pinggang, dan berjajar menghadap ke pantai. Jika saya berada di pantai Pandawa ini, tentunya takkan melewatkan momen untuk sekadar berfoto bersama kelima Pandawa dong, ya?

Sumber gambar : blog.traveloka.com/
Menikmati keindahan pantai

Layaknya pantai-pantai lain di Bali, Pantai Pandawa juga memiliki pemandangan yang sangat indah. Pasirnya berwarna putih, ombaknya tenang dan airnya jernih. Bagi yang hobi berenang tentunya takkan melewatkan kesempatan berenang di pantai. Tapi kalau misalnya sedang tidak ingin berenang, bisa juga memandangi air laut di bawah kursi-kursi yang sudah disediakan untuk berteduh.
  
Bermain perahu Kano

Biasanya nih di pantai-pantai disediakan perahu atau banana boat bagi pengunjung yang ingin merasakan serunya mengarungi pantai. Nah, di Pantai Pandawa ternyata juga menyediakan kano untuk disewakan pada pengunjung. Untuk bisa menggunakan perahu kano ini, kita harus membayar Rp. 25. 000,00 untuk kano dengan kapasitas 1 orang dan Rp. 50.000,00 untuk kano dengan kapasitas 2 orang. Wah pasti seru banget nih mendayung sendiri mengarungi ombak di pantai Pandawa. Tapi kalau saya kayaknya memilih kano untuk 2 orang biar tidak terlalu capek mengayuh. Hehe.

Melihat Budidaya Rumput Laut

Selain sebagai tempat wisata, Pantai Pandawa ternyata juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut oleh para penduduk. Lokasi budidaya rumput laut ini sendiri ada di sisi barat pantai. Penasaran dong ya bagaimana budidaya rumput laut itu.  Di sini kita bisa melihat langsung aktivitas para petani bekerja, mulai dati mengikat bibt, menanam hingga menjemur rumput laut. Bahkan katanya, kita juga diberi kesempatan untuk turut mencoba membudidayakan rumput laut. Wah, menarik sekali! 

Berburu Suvenir

Setiap kali mengunjungi sebuah tempat baru, kegiatan yang tidak boleh ketinggalan adalah berburu suvenir, toko yang menjual pakaian, kerajinan seni, kain, serta suvenir unik khas Bali. Kalau soal harga, katanya sih tidak jauh berbeda dengan membeli di toko oleh-oleh. 


Itulah dia 5 hal yang ingin saya lakukan jika mengunjungi Pantai Pandawa. Buat teman-teman yang ingin informasi lebih banyak tentang apa saja yang bisa dilakukan di Pantai Pandawa, bisa klik info ini, ya. 
 
Nah, ngomong-ngomong soal liburan ke Bali, tentunya sebelum berangkat ke sana terlebih dahulu saya harus memesan tiket pesawat dan sebagainya. Untuk urusan tiket ini, biasanya saya memilih Traveloka untuk memesan tiket pesawat saat akan berlibur.

Baca juga : Merencanakan Liburan ke Bali
 
Ada banyak fitur yang dimiliki traveloka saat ini. Salah satunya adalah paket tiket pesawat dan juga hotel dalam 1 paket. Dengan paket ini, kita bisa pesan tiket pesawat + hotel secara bersamaan. Ini tentunya akan lebih menghemat pengeluaran terutama jika dibandingkan dengan memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Selain itu juga tentunya bisa lebih menghemat waktu pemesanan karena tidak ribet buka aplikasi lain kan ya? 

Tambahan lagi nih, dengan pesan paket pesawat+hotel secara bersamaan di Traveloka bisa menghemat uang sampai 20% tanpa kode promo apapun. Jadi, kapan nih saya liburan ke Bali?

Thursday, January 11, 2018

6 Tips Seru untuk Hijab Backpacking ke Bali

January 11, 2018 68


Liburan ke Bali memang seru. Banyaknya objek wisata yang tidak habis-habis untuk dinikmati ada di setiap sudut provinsi seperti pantai, air terjun, bukit, danau, pusat kesenian hingga pusat hiburan membuat saya penasaran sekali dengan provinsi yang satu ini. 
 
Ada banyak cara untuk bisa menikmati keindahan Bali. Mulai dari ikut perjalanan travel wisata hingga backpacking. Nah, untuk backpacing, sepertinya semakin banyak dipilih oleh para wisatawan dan turis asing. Dengan berwisata ala backpacking ini, diharapkan dapat lebih memfokuskan diri pada perjalanan dan setiap momen yang dilewati.
Backpacking sendiri dapat dilakukan oleh siapa pun, baik turis domestik, mancanegara, laki-laki, dan perempuan, termasuk yang memakai hijab. Nah, bagi teman-teman berhijab (termasuk saya) yang ingin melakukan wisata ke Bali dengan backpacking, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk lebih lengkapnya, simak tips hijab backpacking ke Bali berikut ini.

Baca juga : Merencanakan Liburan ke Bali
 
Bawa pakaian dengan bahan tidak mudah kusut 
Karena keterbatasan ruang di dalam ransel, cara efisien untuk menata pakaian adalah dengan menggulungnya. Agar tidak terlihat lecek saat kembali dibuka setelah berjejalan dengan barang-barang lain di dalam ransel, kita bisa membawa pakaian dengan bahan-bahan yang tidak mudah kusut. Pemilihan motif pun juga bisa jadi alternatif lainnya. Bila bahan baju favorit tidak terlalu antikusut, pilih bahan dengan motif yang dapat menyamarkan.
 
Hindari warna gelap dan bahan tebal
Kondisi geografis Bali membuat pulau ini memiliki cuaca relatif panas. Kita tidak mau dong acara jalan-jalan seru nan cantik jadi berantakan lantaran keringat yang tak kunjung terserap oleh pakaian.
Untuk itu, sebaiknya pilih pakaian dengan bahan-bahan yang ringan dan berwarna cerah. Sebagai antisipasi, kita bisa membawa satu buah jaket, kemeja flanel, atau outer lain yang cukup menghangatkan tanpa memberatkan bawaan. Outer ini bisa digunakan saat malam hari karena angin  yang lumayan kencang.
 
Gunakan hijab multifungsi
Tren hijab dengan two tone menjadi sangat ramai beberapa waktu belakangan. Sebabnya, hijab seperti ini dianggap lebih hemat dan praktis. Berkreasi dengan hijab tidak lagi harus menggunakan bertumpuk-tumpuk paris aneka warna. Pun untuk memadankan dengan warna dan motif baju, satu buah hijab saja cukup—hanya perlu dibolak-balik.
Bila memiliki hijab jenis ini, tidak ada salahnya dibawa. Dengan demikian, kita bisa meminimalisasi jumlah pasangan hijab dan pakaian. Bila satu hijab bisa digunakan untuk dua atau tiga pakaian, mengapa harus membawa satu per satu?

Baca juga : 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan bagi Flashpacker Pemula

Padankan footwear
Seperti hijab, urusan footwear juga tidak jauh berbeda. kita bisa menyesuaikannya dengan destinasi yang akan dicapai dan pakaian yang dibawa. Dengan begitu, kita tidak harus membawa sepasang sandal pantai, flat shoes, dan kets secara bersama-sama.
Untuk kenyamanan selama bepergian, sepatu kets masih menjadi andalan banyak orang. Apalagi dengan kondisi Bali yang cocok untuk berjalan kaki jauh, sepatu ini akan membuat perjalanan menjadi lebih maksimal. Namun bila ingin mengunjungi pantai dan ada ruang tersisa dalam ransel, tidak ada salahnya membawa sandal tipis yang stylish.
 
Manfaatkan tube kecil
Namanya wanita, tentu tetap ingin terlihat cantik meski saat bepergian. Karena itu, krim pagi, krim malam, tabir surya, parfum, dan berbagai macam skin care dan make up jangan sampai ketinggalan. Agar tidak menghabiskan tempat, kita bisa memindahkan sebagian isi masing-masing produk yang akan dibawa ke tube atau wadah yang lebih kecil. Jangan lupa untuk menyesuaikan takaran dengan jumlah hari bepergian.
 
Pilih Akomodasi yang Aman dan Nyaman
Sebagai destinasi wisata berskala internasional, bukan hal susah bagi kita untuk menemukan penginapan. Mengingat kondisi hostel yang kurang memungkinkan untuk tetap membuat privasi  terjaga, kita bisa memilih hotel sebagai tempat menginap, misalnya di Airy Rooms.

Airy Rooms menyediakan banyak hotel murah di Bali yang bisa kita pilih. Di samping harganya yang sangat ramah kantong, lokasinya tersebar di beragam titik strategis di Bali. Kita bisa memilih dan melakukan reservasinya lebih praktis melalui website atau mobile apps untuk Andoid dan iOS.
Ada tujuh kenyamanan akomodasi yang tersedia di Airy Rooms ini: tempat tidur nyaman dan bersih, AC, TV layar datar, shower air panas, koneksi internet gratis, perlengkapan mandi, dan air minum gratis. Lengkap, bukan?
 
Itulah dia enam tips backpacking ke Bali bagi para wanita berhijab. Dengan enam tips backpacking ke Bali ini, acara hijab backpacking pun jadi lebih berkesan dan menyenangkan. Doakan saya bisa segera ke Bali yaa :) Happy Bali backpacking!

Wednesday, January 10, 2018

5 Alasan Susah Move On dari Drama Korea

January 10, 2018 44


Sekitar tahun 2002, sebuah drama Korea masuk pertama kali ke Indonesia. Ceritanya tentang sepasang adik kakak yang harus terpisah karena ternyata si adik adalah bayi yang tertukar di hari kelahirannya. Setelah terpisah selama sekian tahun, keduanya bertemu lagi. Hubungan yang dulunya saudara kemudian berkembang menjadi kisah cinta. Sayangnya drama ini berakhir tragis. Sang adik divonis kanker dan meninggal.

Bagi pecinta drama Korea, terutama generasi 90-an, tentunya tahu drama apa yang dimaksud. Ya, drama tersebut adalah Autumn in My Heart, atau yang lebih dikenal dengan nama Endless Love, yang sukses membuat kita berpaling dari drama Taiwan ke drama Korea. Sejak saat itu, kita mulai melupakan kegantengan Jerry yan dan terpesona pada Won Bin. Lima belas tahun sesudahnya, kita akhirnya menyaksikan bagaimana nona Song Hye Kyo yang masih imut kini menjadi nyonya Song Joong Ki.

Sumber : Kdramalove.com

Selama kurang lebih 15 tahun ini, tak terhitung berapa drama Korea yang sudah saya tonton. Mulai dari drama yang diputar di televisi swasta, hingga kini kita bisa dengan mudahnya menonton drama Korea yang sedang airing lewat internet. Saya ingat bertahun-tahun yang lalu suasana indekos ramai di sore hari karena menunggu kelanjutan kisah Jang Geum. Lalu kemudian muncullah masa saya rela begadang karena menonton secara marathon sebuah drama yang baru saja tamat di negerinya sana, yang mengakibatkan mata seret keesokan harinya. Well, kalau yang kedua ini kayaknya masih berlaku sampai sekarang. Heu.

Menonton drama Korea mau tak mau membuat saya mengenal beberapa hal tentang negaranya. Mulai dari makanan khasnya, bahasanya, trend ponsel terbarunya, hingga tentunya wisata andalannya. Seperti yang kita ketahui, Korea Selatan memang menjadikan drama Korea sebagai salah satu sarana mempromosikan keindahan negara mereka. Akibatnya tentu saja ada yang menjadikan Korea sebagai negara yang ingin dikunjungi dan pada akhirnya berhasil menginjakkan kakinya di negeri ginseng ini. Daebak banget ya pengaruh drama Korea bagi penontonnya.

Lalu sebenarnya apa saja sih kelebihan drama Korea yang membuat penontonnya bisa jatuh cinta dan sulit pindah ke lain hati? Kalau menurut saya pribadi sih setidaknya ada 5 hal yang membuat kita susah move dari drama Korea:

Ide-idenya Kreatif

Sungguh ya saya kagum sekali dengan para penulis cerita di drama Korea. Mereka selalu memberikan ide baru dalam drama yang dibuatnya. Ada kisah cinta romance, drama keluarga, cerita anak sekolah, kedokteran, hukum, fantasi, you name it deh. Ini mungkin karena ketatnya persaingan di dunia per-drama-an antar stasiun televisinya. Seperti yang kita ketahui, di Korea, ada 3 stasiun televisi besar yang setiap minggunya menayangkan 2 drama di jam prime time. Ini belum ditambah dengan beberapa TV kabel yang juga memiliki slot drama dengan cerita tak kalah bagusnya. Jadi wajar dong ya, para penulis dituntut untuk membuat cerita semenarik mungkin. Nah, dari aneka macam drama ini, saya pun tahu bagaimana sistem hukum di Korea, beberapa istilah kedokteran, psikologi, hingga dunia penyiaran.

Episode Pendek, Tidak Membuat Bosan

Seperti yang saya tulis di atas, (sepengetahuan saya) ada 3 stasiun televisi besar di Korea. Nah, dalam 1 minggu 3 stasiun televisi ini menayangkan 2 drama utama di hari Senin-Selasa dan Rabu-Kamis. Drama-drama inilah yang kemudian biasanya ngehits di kalangan pecinta drama Korea. Nah, selain 3 stasiun besar ini, ada juga televisi kabel yang menayangkan dramanya di akhir minggu (sekarang ada juga drama Senin-Selasa-nya) yang belakangan juga jadi hits.

Biasanya, drama-drama yang ngehits ini memiliki episode yang tidak terlalu panjang. Rata-rata drama Korea memiliki episode 16-24 episode. Salah satu keuntungan dari menonton drama dengan episode tidak terlalu panjang ini tentunya kita tidak dibuat bosan dengan ceritanya. Selain itu, efek penasaran juga menjadi lebih besar ketika tahu drama udah mau habis eh ending cerita masih belum jelas. Jadilah kita sebagai penonton tak sabar menunggu episode akhir yang tayangnya besok harinya. Heuheu. Yah, intinya tidak seperti sinetron kitalah yang rating naik sedikit episode nambah sampai akhirnya lumutan nungguin akhir ceritanya.

Mengeksplorasi kekayaan lokal

Hal lain yang membuat saya kagum dengan drama Korea adalah kemampuan mereka mengeksplorasi kekayaan lokal mereka hingga menarik wisatawan. Siapa yang tidak ingin ke Pulau Nami setelah nonton Winter Sonata? Atau berkunjung ke menara Namsan untuk memasang kunci dengan nama kita dan pasangan di atasnya? Begitulah drama Korea memperkenalkan wisata lokalnya ke seluruh dunia, lewat adegan-adegan yang ditampilkan dalam drama yang mereka buat. Adegan ini bukan cuma adegan romantis loh. Bahkan lokasi untuk adegan patah hati juga bisa menjadi tujuan wisata bagi para penggemar drama Korea.



Total dan Detail dalam Menggarap Cerita

Salah satu genre drama Korea yang kerap membuat saya kagum adalah drama dengan latar belakang kedokteran. Nah, yang namanya drama kedokteran, pastilah ada adegan semacam operasi dan sebagainya. Dalam drama Korea, adegan operasi ini benar-benar membuat penasaran dan detail kalau menurut saya. Ada adegan jantung berdenyut, buka lapisan kepala dan berbagai adegan yang aslinya mungkin lumayan bikin merinding. Tak hanya di bidang kedokteran, drama dengan tema lain juga diceritakan dengan cukup detail. Misalnya ketika si tokoh adalah seorang sound engineer, maka dalam drama diperlihatkan bagaimana proses kreatif pekerjaannya. Intinya, dalam proses produksinya, para produser ini benar-benar memikirkan setting dan properti dengan detail.

Pemainnya cakep, fashionable, dan kulitnya kinclong

Alasan terakhir mengapa kita susah move on dari Drama Korea adalah ini. Entah kenapa ya, para pemain drama ini selalu terlihat cantik dan ganteng. Belum lagi gaya berpakaian mereka yang fashionable dan sesuai musimnya. Ini juga ditambah dengan kulit mereka yang kinclong bersinar, sungguh membuat iri. Tak heran kini skincare Korea menjadi primadona di negeri kita ini. Heu.
Sumber : Pinterest
Itulah dia 5 alasan yang membuat saya susah move on dari drama Korea. Kalau kamu, kenapa jadi suka dengan drama Korea?

Tuesday, January 9, 2018

[Review] QL Eyebrow Cream

January 09, 2018 22
Sebagai seorang yang punya alis minimalis, keberadaan pensil alis merupakan hal cukup krusial bagi saya sekarang. Seperti yang kita tahu, bentuk alis bisa membentuk karakter wajah seseorang. Trend alis sendiri juga berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Dulu alis dibuat tipis dengan puncak tinggi. Sekarang alis dibuat lebih tebal dengan teknik gradasi hinga ada yang seperti Sinchan.

Saya sendiri baru rutin pakai alis setelah menikah. Penyebabnya kemungkinan besar karena saya keseringan nonton video para beauty blogger. Selain itu, adik saya yang cukup pandai dandan juga turut mempengaruhi saya soal alis ini. Saya pun mulai belajar menggambar alis sendiri, dan akhirnya sekarang rasanya ada yang kurang kalau keluar rumah nggak menggambar alis.

Tentang produk alis sendiri, selama ini saya biasa menggunakan pensil alis konvensional. Beberapa merk yang pernah saya gunakan antara lain Just Miss, Fanbo, Silky Girl dan Wardah. Nah kali ini saya tertarik untuk menggunakan pensil alis jenis eyebrow cream keluaran QL. Dari beberapa review sih menyebutkan kalau eyebrow cream ini bagus. Saya sendiri membelinya saat mengunjungi acara pameran di kota saya. Lalu bagaimana pendapat saya tentang QL Eyebrow Cream ini?

Baca juga: [Review] Wardah Intense Matte 05 Easy Brownie



Kemasan QL Eyebrow Cream
Kemasan

Bungkus luar QL eyebrow cream ini berupa dus kertas berwarna biru muda dan hitam. Pada setiap sisinya terdapat berbagai keterangan tentang produk. Produknya sendiri dikemas dalam bentuk tabung berwarna hitam dengan embos tulisan berwarna biru. Pada sisi lain produk terdapat juga tanggal kadaluarsa dari produk ini. 

QL Eyebrow Cream ini memiliki dua buah tabung yang bisa dibuka. Tabung pertama merupakan penutup dari kuas aplikator, sedangkan tabung kedua merupakan wadah dari cream eyebrow. Kuas aplikatornya sendiri berbentuk miring yang memang didesain untuk menggambar alis. 



Tekstur dan warna

Dalam klaimnya disebutkan kalau QL Eyebrow cream ini merupakan eyebrow cream dengan tekstur yang halus dan tahan air. Creamnya mudah diaplikasikan dan menjadikan alis tampak lebih tebal seperti alami. Selain itu produk ini juga mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan. 

Menurut saya sendiri, eyebrow cream dari QL Eyebrow memiliki tekstur yang cukup creamy dengan warna coklat gelap dengan pigmentasi yang cukup baik. Untuk pengaplikasiannya sendiri, saya biasanya memulai dari ujung alis terlebih dahulu, baru berpindah ke bagian pangkal alis dengan cara diarsir sesuai arah tumbuh alis. Setelahnya, alis dirapikan dengan menggunakan sikat alis. 


Swatch warna
Hasil Akhir dan Ketahanan

Berhubung cream eyebrow ini cukup pigmented, maka hasil akhir dari produk ini bisa menjadi sangat intense. Saya sendiri lebih senang dengan bentuk alis yang tidak terlalu tebal. Karena itulah saya berusaha mengambil produk cream-nya sesedikit mungkin.

Hal yang saya sukai dari QL Eyebrow cream ini adalah daya tahannya. Setelah diaplikasikan, QL Eyebrow cream ini bisa bertahan seharian. Berdasarkan pengalaman saya, saat kena air untuk berwudhu, produknya akan terhapus sedikit demi sedikit namun tidak sampai membuat saya harus touch up lagi. 


Demikian review singkat saya tentang QL Eyebrow Cream ini. Secara pribadi saya sangat menyukai produk ini karena selain kualitasnya bagus, harganya juga murah. QL Eyebrow Cream bisa didapat dengan harga Rp. 35.000,00 di toko kosmetik terdekat.