Tuesday, November 28, 2017

Pengalaman Migrasi Domain dari Wordpress ke Blogspot

November 28, 2017 76

"Mbak Antung kok blognya lambat sekali ya dibuka?" tanya Ruli, salah satu teman di Komunitas FBB pada saya beberapa waktu yang lalu via Whatsapp. Kebetulan hari itu adalah jadwal share link di grup Whatsapp FBB. Dan saya termasuk anggota yang mendaftarkan tulisan saya untuk dibaca.

"Ah, masa sih?" Saya balik bertanya tanda tak percaya.

"Iya. Hampir 1 menit belum kebuka-buka juga blognya," balas Ruli lagi masih lewat pesan Whatsapp.

"Bentar aku cek dulu."

Saya pun segera mencoba membuka blog saya lewat ponsel. Memang benar, loading-nya agak lebih lama dari biasanya. Saya kemudian teringat ada situs yang bisa mengecek kecepatan loading blog kita. Saya pun segera meluncur ke situs tersebut dan alangkah kagetnya ketika mengetahui kalau kecepatan loading blog saya termasuk dalam kategori parah. Duh!

Baca juga : Cerita Di Balik Migrasi ke Top Level Domain

"Apa karena kemarin diupdate ya, wordpressnya?" tanya saya dalam hati. Sebagai pengguna Wordpress, saya memang kerap mendapat pemberitahuan untuk mengupdte Wordpress saya ke versi terbaru. Dan yang namanya update biasanya menambah pemakaian kuota kan, ya?

Untuk memastikan, saya pun akhirnya menanyakan perihal ini kepada penyedia hosting yang saya pakai. Dan ternyata jawaban dari penyedia hosting lagi-lagi sukses membuat saya kaget.

Dari hasil pengecekan melalui sisi kami, untuk isu ini di sebabkan penggunaan resource yang telah mencapai limit. Untuk detailnya dapat di cek pada cPanel -> cpu and concurrent connection usage.
Kami sarankan anda dapat mengurangi penggunaan plugin atau dapat melakukan upgrade paket hosting anda.
Begitulah jawaban yang diberikan penyedia hosting yang saya gunakan. Saya langsung mengikuti instruksi yang diberikan dan benar saja. Blog saya sudah menghabiskan 70% kapasitas yang disediakan. Ini sebenarnya ironis sekali mengingat beberapa hari sebelumnya saya baru saja menghapus cukup banyak postingan di blog TLD saya. Logikanya kan harusnya berkurang ya, penggunaan kuota hosting saya. Selain itu saya juga rasanya tidak meng-instal banyak plugin untuk blog saya. Setelah saya cek lagi, ternyata salah satu penyumbang file yang cukup besar adalah back up saat saya akan melakukan update Wordpress beberapa waktu sebelumnya.

Karena tidak ada niat menambah kapasitas hosting dan sudah kadung mantah kata orang Banjar, saya pun terpikir untuk melakukan migrasi domain dari wordpress ke Blogspot. Hal ini sebenarnya sudah cukup lama terpikir di benak saya. Salah satu alasan utamanya adalah masalah kapasitas yang terbatas. Selama beberapa bulan ini saya menggunakan hosting dengan kapasitas 1,5 GB. Nah, karena saya yang kurang pandai mengelolanya, akhirnya belum setahun sudah hampir penuh deh penggunaannya. Takutnya kalau saya tidak memperpanjang atau menambah kapasitas hosting nanti blog saya tidak bisa dibuka lagi. Sayang banget jadinya.

Saya pun menanyakan perihal migrasi domain ini ke penyedia jasa. Ternyata prosesnya cukup mudah. Saya hanya perlu memasukkan nama domain baru ke blogspot dan mengubah beberapa alamat di DNS domain saya. Jika proses ini sukses dilakukan, maka dalam sekejap blog saya sudah berpindah dari Wordpress ke Blogspot.

Setelah sukses memindahkan domain dari Wordpress ke Blogspot, hal yang saya lakukan tentunya adalah menata rumah baru saya. Tahap ini lumayan bikin pusing mengingat selama ini saya sudah terbiasa dengan platform Wordpress yang menurut saya sangat user friendly. Untungnya dulu saya pernah punya blog di blogspot jadi masih bisa ingat sedikit-sedikit cara

Langkah ketiga adalah impor tulisan. Jadi sebelum melakukan migrasi domain, saya terlebih dahulu meng-ekspor tulisan saya di Worpress. Nah ternyata file xml yang didapat dari proses ekspor ini tidak bisa langsung diimpor ke Blogspot melainkan harus dikonversi lagi dengan aplikasi pihak ketiga. Setelah berhasil dikonversi, ukuran file xml tersebut akan mengecil dan bisa langsung diimpor ke blog baru saya.

Satu hal yang perlu diingat dari migrasi yang saya lakukan ini pastinya akan banyak terjadi perubahan. Perubahan pertama tentu saja dalam hal adaptasi platform. Sebelumnya, dengan menggunakan Wordpress, saya sangat dimanjakan dengan adanya aplikasi android yang user friendly. Dengan aplikasi tersebut saya bisa membuat postingan, memasukkan gambar, membaca blog yang saya ikuti, hingga membalas komentar. Intinya all in one lah kalau di Wordpress.

Nah, di Blogspot aplikasinya ternyata tidak senyaman itu. Dari hasil bertanya sana sini rata-rata teman-teman kalau nulis lewat ponsel biasanya langsung di browser. Saya sendiri akhirnya menggunakan aplikasi Blog It untuk membuat draft di ponsel dan membalas komentar yang masuk di postingan saya.

Selain masalah adaptasi, hal lain yang terjadi adalah perubahan pada blog itu sendiri saat proses impor postingan dilakukan. Beberapa hal yang berubah ini antara lain:

Gambar di postingan lama tidak terangkut
Meski berhasil mengangkut postingan berikut komentarnya, proses impor yang saya lakukan gagal membawa serta foto-foto yang ada di postingan. Ini mau tak mau membuat saya harus meng-upload kembali gambar-gambar untuk postingan yang sudah terbit. 

URL Blog berubah
Sebelumnya, di Wordpress saya membuat permalink yang sesuai dengan SEO. Nah, begitu diimpor, postingan tersebut berubah semua permalink-nya menjadi permalink default Blogspot. Ini tentu saja berpengaruh pada pencarian di Google dan internal link yang saya buat.

Komentar berantakan
Selain gambar yang tidak terangkut, proses impor juga membuat komentar di postingan saya jadi berantakan. Jadi balasan dari komentar yang sudah masuk tidak tersusun sesuai dengan postingan aslinya

Pageview turun
Ini kayaknya sudah pasti ya kalau kita mengubah alamat blog atau melakukan migrasi maka pageview blog akan menurun. Untungnya kalau di Blogspot ini setahu saya pageview-nya lebih cepat naik ketimbang Wordpress yang ngesot. Jadi ya saya tidak terlalu merasa sedih dengan urusan pageview ini. Hehe.

Itulah dia pengalaman saya saat melakukan migrasi domain dari Wordpress ke Blogspot. Meski harus adaptasi lagi, bagi saya, apapun platform yang kita gunakan, tentunya tak mengurangi semangat kita untuk tetap berkarya lewat tulisan, bukan?

Friday, November 24, 2017

Hal-hal yang Terjadi Setelah Berkenalan dengan Dunia Make Up

November 24, 2017 48


Hari itu, sepulang dari kantor saya menyempatkan diri mampir ke salah satu toko kosmetik di kota saya. Aslinya sih, saya cuma mau membeli bedak padat untuk. Tapi begitu memasuki toko kosmetik ini, saya tergoda pada beberapa barang lain. Ada lipstik baru dengan warna yang pas banget di bibir saya. Ada juga pensil alis yang katanya bagus warnanya. Trus ada juga merk kosmetik baru yang masuk di toko itu dan berbagai jenis kosmetik yang membuat saya harus banyak menahan diri. Akhirnya saya pulang dengan membawa beberapa kosmetik lain yang ingin saya coba di rumah.

Hal seperti ini pastinya tak hanya terjadi pada diri saya seorang. Sebagai wanita, kayaknya sulit sekali melawan godaan dari berbagai kosmetik yang bisa membuat kita terlihat lebih cantik. Apalagi kalau wanita ini sudah mengenal dunia make up. Kayaknya mau nyoba semua produk yang ada di toko kosmetik yang dikunjungi. Heu.

Saya sendiri baru benar-benar melek dengan dunia make up ini setelah menikah. Awalnya karena sering membaca review para beauty blogger tentang produk yang ingin saya coba. Nah, lama kelamaan saya semakin tertarik dan mulai menonton video dari para beauty vlogger. Dari video para beauty vlogger ini saya pun mulai menimba ilmu. Dan ternyata ada banyak sekali hal yang tidak saya ketahui dalam hal per-make up-an ini. Mulai dari teknik menggunakan foundation, cara memulas eyeshadow hingga berbagai istilah yang membuat saya terkagum-kagum.

Selain belajar dari youtube, saya juga sempat mengikuti beauty class yang diadakan kota saya. Tentunya berbeda dong, ya, belajar lewat media youtube dengan belajar secara offline. Jika belajar lewat youtube kita bisa menemukan aneka teknik ber-make up, maka dalam acara beautyclass biasanya diajarkan teknik dasar dalam menggunakan make up. Kecuali kalau beauty class yang diikuti merupakan kelas lanjutan atau kelas khusus untuk tema tertentu.

Baca juga : Serunya Blogger Gathering dan Beautyclass Female Blogger Banjarmasin bersama Wardah


Nah setelah resmi berkenalan dengan dunia make up ini, tentunya ada beberapa hal yang berubah dari diri saya. Beberapa hal tersebut antara lain:

Jadi rajin dandan
Hal pertama yang terjadi tentu saja menjadi lebih sering dandan. Dulu, saya kemana-mana hanya memakai bedak. Setelah berkenalan dengan dunia make up ini, saya mulai pede menggunakan lipstik dan bahkan nggak pede keluar rumah tanpa pensil alis. Sekarang setelah mengikuti beutyclass saya juga mulai mencoba mengenakan foundation, eyeshadow dan blush on saat akan ke luar rumah. Ke depannya nggak tahu deh bakal ada peningkatan apalagi.

Mulai mencoba berbagai jenis dan merk kosmetik
Dulunya, saya cuma tahu beberapa merk kosmetik. Itu pun merk lokal yang harganya murah meriah dan pas di kantong saya. Bahkan saat menikah dulu saya tak membeli banyak peralatan make up karena yakin bakal nggak terpakai.

Nah, setelah berkenalan dengan dunia make up barulah saya tahu kalau merk kosmetik itu sekarang ada bejibun. Mulai dari yang lokal hingga impor. Saya juga jadi tahu ada yang namanya kosmetik drugstore dan high end. Karena banyaknya merk kosmetik dan pengaruh dari para beauty influencer, maka saya pun tergoda untuk mencoba berbagai jenis kosmetik ini. Akibatnya jelas. Dana pengeluaran untuk make up saya jadi bertambah sekarang.

Baca juga : [Review] Wardah Exclusive Matte Lipcream No. 14, 16 & 17


Mulai peduli pada kondisi kulit wajah
Karena mulai suka mencoba berbagai kosmetik, maka mau tak mau saya pun mulai peduli pada kondisi kulit wajah. Sebenarnya dari dulu saya sudah lumayan peduli soal kondisi kulit wajah ini, namun pedulinya cuma sebatas rajin cuci muka dan pakai krim siang biar terlihat putih (walau tetap belang kulitnya hingga sekarang)

Nah, setelah berkenalan dengan dunia make up, saya jadi tahu ada teknik skin care ala Korea yang 10 langkah dan membuat wajah kinclong itu. Saya juga jadi tahu pentingnya toner dalam proses membersihkan wajah. Intinya, setelah berkenalan dengan dunia make up, saya jadi lebih telaten dalam merawat wajah yang tentunya berefek pada bertambahnya jumlah skincare yang saya gunakan. 

Jadi ingin berbagi
Yup, setelah berkenalan dengan dunia make up dan mencobanya, saya jadi ingin berbagi kepada orang-orang. Berbagi di sini bisa dalam bentuk review singkat produk yang saya pernah gunakan atau sekadar berbagi foto hasil mencoba sebuah produk. Dengan berbagi sedikit pendapat atau pengalaman yang didapat setelah mencoba sebuah produk saya berharap bisa memberi manfaat kepada orang lain. Dan seperti yang kita ketahui, para beauty blogger saat ini menjadi salah satu acuan orang-orang dalam membeli sebuah produk kosmetik.

Itulah dia 4 hal yang terjadi pada saya setelah berkenalan dengan dunia make up. Meski bisa dibilang telat mengenalnya, namun saya senang bisa berkenalan dengan dunia make up dan menjadi cantik karenanya.

Friday, November 17, 2017

Toilet: Ek Prem Katha, Ketika Urusan Toilet Mempengaruhi Keutuhan RumahTangga

November 17, 2017 40

gambar : wikipedia

Salah satu negara yang selalu ingin saya kunjungi adalah India. Hal ini mungkin terpengaruh dari kebiasaan saya menonton film Bollywood di masa kecil dahulu, saat salah satu televisi swasta rutin menayangkan film-film Bollywood tahun 80-90an. Dalam bayangan saya, India itu adalah negara yang indah dan penuh warna. Selain itu saya tentunya juga jatuh cinta pada ketampanan dan kecantikan para aktor dan aktrisnya di masa itu.

Sayangnya seiring dengan bertambahnya umur, saya pun sadar kalau keindahan yang ditawarkan dalam film lagu-lagu di film Bollywood itu tak selalu berasal dari negara asalnya. Negara India yang asli bisa dibilang merupakan negara yang kumuh dan sangat padat penduduknya. Meski tentu saja ada beberapa tempat-tempat indah untuk dikunjungi, namun kebanyakan lagu-lagu dalam film Bollywood direkam di luar negeri. Setahu saya, baru beberapa tahun terakhir perfilman Bollywood benar-benar menggunakan lokasi asli di negaranya. Salah satunya yang terkenal adalah Kashmir yang memang sudah tak diragukan lagi keindahannya.

Belakangan, satu fakta baru juga saya ketahui. Setelah membaca tulisan para traveler yang pernah mengunjungi India, saya jadi tahu kalau di negara itu, orang-orang biasa membuang hajat sembarangan. Entah itu di pinggir jalan atau bahkan di dekat rel kereta. Awalnya saya berpikir kalau hal ini disebabkan karena kurangnya toilet dan banyaknya jumlah penduduk di India. Namun kemudian saya pun mengetahui kalau hal ini ada juga kaitannya dengan agama tradisi yang mereka anut. Dari mana saya mengetahui tentang hal ini? Dari sebuah film berjudul Toilet: Ek Prem Katha.

Baca juga : Hindi Medium, Cerita tentang Pencarian Sekolah Terbaik untuk Anak



Plot

Film Toilet Ek Prem Katha adalah sebuah film tahun 2017 yang terinspirasi dari kisah sepasang suami istri bernama Shivram Narre dan Anita Narre. Dalam film ini bercerita tentang Jaya yang seorang gadis terpelajar yang menikah dengan Keshav, putra seorang pandit yang sangat teguh memegang ajaran agama dan tradisinya.

Hanya selang sehari setelah pernikahannya, Jaya menyadari satu hal. Di rumah mertuanya tidak ada toilet. Jadi ceritanya dini hari di malam pernikahannya, Jaya dibangunkan oleh para ibu-ibu tetangga. Rupanya para ibu-ibu ini mengajaknya untuk pergi ke ladang agar bisa membuang hajat. Jaya yang di rumahnya memiliki toilet tentu saja tak bisa mengikuti apa yang dilakukan para ibu-ibu ini. Ia pun pulang dengan kemarahan dan memaksa Keshav untuk membuatkan toilet untuknya.

Keshav yang mencintai Jaya melakukan berbagai cara untuk bisa memenuhi keinginan istrinya. Sayangnya usaha Keshav terbentur dengan kepercayaan dan tradisi yang dianut ayahnya yang meyakini kalau orang tidak boleh membuang kotoran di dalam rumah. Merasa kecewa dengan suaminya ini, Jaya pun memutuskan untuk pergi dari rumah mertuanya dan tinggal di rumah orang tuanya.

Kepergian Jaya dari rumah mertuanya tentu saja menjadi sebuah skandal besar di tempat mereka tinggal. Meski mendapat tentangan dari sana sini, Keshav tetap berusaha mewujudkan keinginan istrinya untuk membangun toilet di lingkungan tempat tinggal mereka. Tak hanya berusaha membujuk tetua kampung, Keshav bahkan datang ke kantor pemerintahan untuk meminta bantuan.

Ironisnya, setelah mendatangi kantor pemerintahan ini, Keshav baru tahu kalau sebenarnya pemerintah sudah menganggarkan pembangunan toilet di lingkungan tempat tinggalnya. Sayangnya karena benturan kepercayaan agama dan tradisi ini, toilet-toilet tersebut tak berfungsi sebagaimana mestinya. Masyarakat tetap dengan kebiasaannya membuang hajat di luar rumah.

Atas saran dari kepala dari kantor yang ia datangi, Keshav pun mengajukan permohonan pembangunan toilet untuk kampungnya. Sayangnya untuk bisa merealisasikan rencana ini memerlukan waktu hampir 1 tahun. Merasa tak ada jalan lain, Jaya akhirnya mengajukan permohonan cerai. Berhasilkah usaha pasangan ini untuk membangun toilet di kampung mereka?

Baca juga : The Founder, Kisah Tragis di Balik Kesuksesan McDonald’s

Opini

Menonton film ini, mengingatkan saya pada beberapa belas tahun lalu, saat saya menghadiri pernikahan salah satu paman. Pernikahan beliau diadakan di salah satu desa di Kabupaten Tanah Laut. Lokasinya bisa dibilang cukup terpencil mengingat ini kampung transmigrasi. Nah, di malam jelang pernikahan, saya kebelet BAB. Dan alangkah terkejutnya saya saat mengetahui kalau untuk untuk buang hajat di kampung tersebut dilakukan di padang rumput. Duh ya, saya asli lupa deh gimana kelanjutan ceritanya waktu itu. Untungnya sekarang di kampung istri paman saya itu sudah dibangun toilet jadi nggak perlu ke padang rumput lagi kalau kebelet.

Lain di gunung, lain pula di darat. Di kota saya sendiri, permasalahan toilet lebih kepada sistem pembuangannya. Jadi berhubung kota kami dibelah oleh sungai, maka masih banyak rumah-rumah yang pembuangan toiletnya langsung ke sungai. Ini tentunya bisa mengganggu ekosistem sungai. Selain itu masih ada juga terdapat jamban-jamban di pinggir sungai yang tentunya riskan sekali untuk digunakan. Bayangkan saat kita sedang BAB tahu-tahu ada klotok lewat. Pasti was-was kan ya? Karena itulah saat ini pemerintah kota melalui dinas terkait getol sekali mengkampanyekan sistem instalasi air limbah untuk rumah-rumah.

Film Toilet: Ek Prem Katha sendiri merupakan film yang sangat inspiratif. Melalui tokoh Jaya, film ini memberi pesan bagi para wanita untuk memperjuangkan apa yang menjadi haknya. Film ini juga memberikan pesan betapa pentingnya keberadaan toilet di sebuah rumah. Kalau untuk beberapa orang bahkan mungkin kebersihan toilet juga menjadi hal pertama yang harus diperhatikan dari sebuah rumah. Bukan hal yang salah dong ya, mengingat toilet kan tempat membuang kotoran jadi harus dijaga kebersihannya.

Sebagai penutup, saya ingin menuliskan kuote menarik yang disampaikan melalui film ini. Kuote tersebut adalah, "Jika kau ingin punya istri, kau harus punya toilet."

Judul film : Toilet: Ek Prem Katha

Produser : Aruna Bhatia, Shital Bhatia, Prernaa Arora, Arjun N. Kapoor, Arjun N. Kapoor

Sutradara : Shree Narayan Singh

Skenario : Siddharth Singh, Garima Wahal

Pemeran : Akhsay Kumar, Bhumi Pednekar, Anupam Kher, Divyendu Sharma

Durasi : 155 menit

Produksi : 2017

Rating : 4/5

Monday, November 13, 2017

Mengurus Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Kena Denda (Pemutihan) di Samsat II Banjarmasin

November 13, 2017 26

Hari itu saya menyempatkan diri mengunjungi Samsat Corner yang ada di Duta Mall Banjarmasin. Tujuan saya adalah untuk membayar pajak kendaraan bermotor yang selama ini saya gunakan sehari-hari.  Saat di Samsat Corner, segera saya tunjukkan kelengkapan pembayaran berupa BPKB, STNK dan KTP asli pemilik motor. Sayangnya saat berkas-berkas saya diperiksa, petugas menolaknya.

"Ini telat ya bayar pajaknya?" tanya petugas ketika mengecek surat-surat tersebut.

"Iya,  Pak," jawab saya pendek. Saya memang telat membayar pajak kendaraan bermotor karena saat pajak tersebut jatuh tempo saya masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan.

"Wah, kalau begitu Ibu harus bayar pajaknya langsung ke kantor Samsat yang di Kayu Tangi," kata petugas itu lagi.

Seperti yang kita ketahui, jika telat membayar pajak, maka denda akan diberlakukan. Untungnya, ternyata sejak bulan Agustus lalu ada program pemutihan bagi mereka yang terlambat membayar pajak kendaraan bermotor. Saya sih berpikirnya bisa saja membayar pajaknya di Samsat Corner atau mobil Samsat yang biasanya ada di beberapa lokasi di kota Banjarmasin.

"Nggak bisa di sini, ya, Pak," tanya saya lagi berusaha menego.

"Nggak bisa," jawab petugas menutup pembicaraan kami.

Baca juga : Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajarkan Anak Mengendarai Motor

Akhirnya, beberapa hari kemudian, saya pun mengunjungi Samsat II Banjarmasin yang berlokasi di Jalan Hasan Basri Kayu Tangi. Samsat II Banjarmasin merupakan bangunan baru Samsat yang melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor untuk wilayah Banjarmasin Utara, Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Tengah.

Tanpa berlama-lama, saya pun langsung menanyakan proses pembayaran pajak untuk motor saya. Beberapa berkas yang perlu disiapkan dalam pembayaran pajak kena denda (pemutihan) ini antara lain:

1. Fotokopi KTP pemilik kendaraan
2. Fotokopi STNK
3. Fotokopi BPKB
4. Surat kuasa jika diwakilkan

Saya pun menyiapkan semua berkas yang diperlukan. Setelahnya, saya langsung menuju gedung tempat pengurusan pajak ini. Ada cukup banyak orang di dalam ruangan yang cukup luas tersebut. Untuk memudahkan pengunjung, pada bagian dinding terdapat keterangan loket-loket yang harus dikunjungi selama proses pembayaran pajak. Kepada satpam yang bertugas, saya tanyakan kemana saya harus mengurus pembayaran pajak. Satpam tersebut langsung mengarahkan saya ke loket pendaftaran yang terletak di pojok sebelah kiri.

Adapun urutan dari proses pengurusan pembayaran pajak ini antara lain:

Pendaftaran

Pada proses pendaftaran ini, saya meletakkan berkas yang saya siapkan di wadah yang sudah disediakan. Setelahnya, petugas nanti akan memanggil nama yang tertera di STNK dan diberikan formulir pendaftaran untuk diisi.

Penetapan

Setelah formulir diisi, saya berpindah ke loket di sebelahnya dan meletakkan berkas + formulir yang sudah diisi di wadah yang sudah disediakan. Untuk kali ini, ada 2 wadah yang tersedia. Wadah pertama adalah untuk pajak 5 tahun dan wadah kedua untuk pajak 1 tahun. Karena saya membayar pajak untuk 1 tahun, tentunya saya meletakkan berkas di wadah kedua untuk diverifikasi.

Pembayaran

Jika verifikasi telah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah pembayaran pajak kendaraan bermotor. Untik pembayaran pajak ini, disediakan 3 loket untuk melayani para pengunjung.



Penyerahan STNK dan bukti pajak

Nah, jika pajak sudah dibayar, kita akan diarahkan menuju loket selanjutnya untuk menerima STNK dan bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah STNK dan bukti pajak di tangan selesai deh proses pengurusan pajak kendaraan bermotornya.

Jika dihitung-hitung, dalam pengurusan pembayaran pajak kendaraan bermotor kena denda ini saya menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam. Ini tentunya tergantung pada jumlah orang yang datang hari itu dan sepagi apa kita datang ke kantor Samsat.

Nah itulah dia sedikit pengalaman saya mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor kena denda (pemutihan) di Samsat II Banjarmasin. Semoga bermanfaat.

Tuesday, November 7, 2017

Mengintip Keseruan Gosh Birthday Bash ke-20 di Duta Mall Banjarmasin

November 07, 2017 31


Ada yang berbeda di counter Gosh lantai 3 Duta Mall pada Sabtu, 4 November 2017 lalu. Beberapa orang tampak sibuk wara-wiri di sekitar counter sementara seorang gadis dengan kostum cosplay tampak berdiri di depan counter. Di dalam counter Gosh sendiri terpajang tulisan diskon 20% untuk semua produk yang dipajang. Sementara itu, di depan counter, sebuah area photobooth bertuliskan "Gosh Birthday Bash" lengkap dengan fotografer dan printernya sudah siap menunggu. Ya, hari itu adalah perayaan ulang tahun Gosh ke-20 di kota Banjarmasin.

Saya sendiri beserta beberapa anggota Female Blogger Banjarmasin berkesempatan menghadiri acara ulang tahun Gosh yang ke 20 tersebut. Dimulai dari pukul 15.00 WITA, acara ini cukup sukses menarik minat para pengunjung hari itu. Ya, siapa coba yang tidak tertarik dengan diskon 20% untuk semua produk? Apalagi produk Gosh ini memang dikenal trendi dan berkualitas baik. Selain itu, Gosh juga memberikan special gift kepada mereka yang berbelanja 3 buah produk Gosh di hari itu.

Baca juga : Bijak Bermedia Sosial, Flashblogging bersama Kominfo


Bicara tentang Gosh, saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu saat pertama kali mengetahui merk ini. Saat itu, saya naksir berat dengan tas milik salah satu teman adik saya. Saya lihat merk Gosh terpampang di bagian luar tas tersebut. Saya kemudian iseng menanyakan di mana membeli si tas lucu? Jawabannya sukses membuat saya kecewa. Kenapa? Karena si adik membeli tas tersebut di Surabaya, kota yang berada di seberang pulau Kalimantan.

Untungnya sekarang para penggemar Gosh di Banjarmasin tak perlu kesulitan lagi untuk mendapatkan produk-produk Gosh ini. Sejak beberapa tahun lalu counter Gosh sudah hadir di Duta Mall Banjarmasin. Bahkan seiring dengan tingginya minat pembeli, counter-nya pun bertambah menjadi 2 buah. Memang ya kalau soal belanja orang Banjar ini agak susah dilawan, Hehe.

Gosh sendiri berdiri di Indonesia sejak tahun 1998. Brand yang lekat dengan anak muda ini dikenal dengan gaya Harajuku dan Kpop Style-nya. Kualitasnya sendiri tentu tak perlu diragukan lagi karena Gosh ini menggunakan desain material dan standar produksi Italia. Untuk model produknya sendiri, Gosh lebih dikenal dengan produk tas dan sepatu wedges-nya.

Baca juga : Serunya Blogger Gathering dan Beautyclass Female Blogger Banjarmasin bersama Wardah



Selain memberikan diskon 20% untuk semua produk, rangkaian acara Gosh Birthday Bash hari itu juga diramaikan dengan adanya mini fashion show yang diperagakan oleh beberapa model. Ada juga beberapa game yang dibuat untuk para pengunjung yang berbelanja hari itu. Tak hanya itu, Gosh juga mengundang 3 orang selebgram yang ada di Banjarmasin yakni Lyla Sabine (@sabine_lyla), Eka Putri Susanti (@puput_eps) dan Nina Nurlina (@ninanurlinaa) yang juga merupakan salah satu juara Putri Kalsel.

Selain di Banjarmasin, acara Gosh Birthday Bash ini juga sudah diadakan di kota-kota lain seperti Malang, Semarang, Jogja, Makassar, Surabaya, dan Solo. Event di Banjarmasin sendiri menjadi penutup dari rangkaian acara ulang tahun Gosh ke-20 tahun ini.  Semoga nanti ada acara seru lain ya dari Gosh :)

Friday, November 3, 2017

5 Menu Rumahan Urang Banjar yang Perlu Diketahui

November 03, 2017 49


Sebagai negeri yang terdiri dari berbagai provinsi, tentunya sudah bukan hal yang baru jika Indonesia memiliki aneka macam makanan khas daerah. Mulai Makassar dengan Coto Makassarnya, Padang dengan rendangnya, Yogyakarta dengan Gudegnya, Bali dengan Ayam Betutu dan berbagai makanan khas daerah lainnya yang mewakili daerah tersebut. Untuk Kalimantan Selatan sendiri, setahu saya ada 2 makanan khasnya yang cukup dikenal, yakni Soto Banjar dan Ketupat Kandangan.

Di kota saya sendiri, Soto Banjar bisa dibilang merupakan makanan wajib di acara pernikahan. Komposisinya terdiri dari ketupat, kuah soto yang kaya akan bumbu dan tentunya potongan/suwiran ayam dan telur. Adapun Ketupat Kandangan merupakan masakan khas kabupaten Hulu Sungai Selatan. Masakan ini terdiri atas ketupat, kuah santan yang gurih dan lauk ikan haruan yang dipanggang. Uniknya, meski dimakan dengan lontong, Ketupat Kandangan lebih afdol dimakan langsung dengan tangan.

Selain Soto Banjar dan Ketupat Kandangan, menu khas Banjar yang cukup bisa dicoba adalah nasi kuning dan lontong dengan sambal masak habang. Jika Soto Banjar identik dengan acara pernikahan, maka lontong dan nasi kuning merupakan menu sarapan yang kerap dipilih orang Banjar. Lauknya bervariasi mulai dari telur, ayam dan ikan haruan. Tentunya dengan sambal masak habang sebagai pelengkapnya.

Baca juga : 5 Menu Asam Manis untuk Sahur


Untuk kali ini, saya ingin lebih membahas menu masakan rumahan orang Banjar yang juga banyak dijual di warung-warung khas masakan Banjar. Tak seperti masakan Padang yang kaya akan santan dan bumbu, atau masakan Sunda yang dikenal dengan lalapannya, masakan Banjar termasuk masakan yang sederhana. Ada sih beberapa yang bersantan namun setahu saya pembuatannya juga tidak ribet. Nah, berikut adalah beberapa menu rumahan yang patut dicoba jika teman-teman berkunjung ke Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin:


Gangan Asam Banjar


Salah satu menu yang selalu saya suka tentunya adalah gangan asam Banjar. Berbeda dengan sayur asam Jawa yang banyak sayurnya dan berwarna kuning kemerahan, Gangan Asam Banjar menggunakan bumbu kuning. Isiannya berupa kacang panjang, tomat, kol, potongan cabai dan kadang dilengkapi juga dengan kepala ikan patin atau haruan.

Kali ini lg kangen bgt sm Masakan Banjar kampung halamanku, kmrn nemu ikan Patin di Supermarket langsung beli nga mikir 2x. Di olah jd 2 macam Menu Masakan Gangan Asam Banjar dan Ikan Patin Bakar, aku share resep gangan asam dulu ya, resep nyokapku nich yg udh aku hapal di luar kepalaπŸ˜πŸ˜‰πŸ‘Œ #ganganasambanjar #ganganasamkepalapatin #masakankhasbanjar #homemade #homecooking #doyanmasak #fotomasak #resepmasakan #berbagiresep #shareresep #foodphotography #instafood #foodstagram #kitchenheartbyicha GANGAN ASAM PATIN BANJAR Bahan : - Ikan Patin atau kepala patin cuci bersih beri perasan jeruk nipis + garam sedikit sisihkan - Kol 1/4 biji potong segiempat - Kacang Panjang 1 ikat potong2 - Cabe Hijau Besar 2 belah miring jadi 2 - Cabe Merah Besar 2 belah miring jadi 2 - Ketimun 2 kupas potong2 - Tomat 1 potong2 - Sereh 2 btg keprek - Daun Salam 2 lembar - Lengkuas seibu jari keprek Bumbu yang dihaluskan : - Bawang Putih 3 - Bawang Merah 5 - Kemiri 3 - Kunyit 1 ruas jari - Terasi 1/2 sdt - Cabe merah besar 1 - 1 sdt asam jawa campur dengan air, ambil airnya saja Cara Membuat : Tumis bumbu yg sdh dihaluskan. Masukkan sereh, lengkuas dan daun salam. Kemudian masukkan 1 sdm garam dan 1/2 sdm gula pasir (sesuai selera). Masukkan ikan patin, diamkan sampai dengan bumbu agak mengering dan keluar minyak. Kemudian tambahkan air kira 750 ml atau lebih, diamkan sampai dengan mendidih baru masukkan sayuran kol, kacang panjang, ketimun, cabe merah besar, cabe hijau besar dan tomat. Rasakan kuahnya bila sdh pas rasanya, mendidih, angkat dan sajikan.
A post shared by Icha Chairunnisa (@ichachairunnisa54) on


Gangan Humbut


Humbut merupakan salah satu bagian ini dari pohon kelapa yang kerap dijadikan sayur oleh orang Banjar. Gangan Humbut ini biasanya disajikan dengan santan dan potongan labu. Rasanya manis dan gurih. Gangan Humbut ini biasanya juga disajikan saat akan mengadakan acara perkawinan. Untuk bumbunya mungkin bervariasi tergantung lidah pembuatnya. Paling sederhana sih bawang merah dan bawang putih saja sepertinya.
Selamat baisukan πŸ˜† Ini namanya "GANGAN HUMBUT" Salah satu sayur kuah khas urang Banjar yg biasanya jg dicampurkan dengan haliling (tutut kalo kata orang bandung).. Rasanya gurih2 seger lamak sintal πŸ˜‹πŸ˜†πŸ˜„ Humbut itu mirip dengan rebung. Humbut adalah bagian batang pohon kelapa yang masih sangat lunak yang terletak di ujung atas pohon kelapa.. Gangan humbut banyak di temui di warung makan Banjar dari Hulu sampai Hilir. . . GANGAN HUMBUT . Bahan : 250 g Humbut 15 buah kacang panjang 1 lonjor labu kuning 4 siung bawang merah, iris 3 siung bawang putih, iris 1 batang serai geprek 1 lembar daun salam Bubuk ketumbar Bubuk laos Santan kental (tergantung selera) Garam Gula . Cara membuat : 1. bersihkan humbut. Potong tipis.rendam dengan air garam, begitu juga dengan kacang panjang dan labu kuning..(air garam berfungsi meluruhkan kotoran pada sayuran)πŸ€“ 2. Rebus air dalam panci hingga mendidih..masukkan duo bawang, humbut, labu kuning, serai dan daun salam..biarkan mendidih beberapa saat 3. Masukkan kacang panjang dan santan kental..aduk sesekali agar santan tidak pecah 4. Beri garam, gula, bubuk ketumbar dan laos secukupnya. Tes rasa 5. Done dan dapat di sajikan dengan sambal acan/ sambal binjai..πŸ˜‹πŸ˜‹ . Nb. bisa ditambah potongan jagung dan rajangan cabe besar merah hijau. Dan jangan lupa kasih buat aku jg yaa.hahaπŸ˜„πŸ˜„ . #masakannusantara #masakanbanjar #khasbanjar #makananbanjar #instakalsel #doyancooking #reseplezat #doyanbaking #humbut #ganganhumbut #banjarmasinfood
A post shared by eritta octavia (@erittaoc) on


Gangan Keladi


Keladi atau talas juga termasuk salah satu menu rumahan orang Banjar. Ibu saya sangat menyukai menu yang satu ini. Bahan isian gangan keladi terbilang ramai. Ada keladi, jantung pisang, kangkung rawa, buah pisang mentah, daun supan-supan dan bisa juga ditambahkan kepala ikan agar lebih nikmat. Untuk mengolahnya sendiri termasuk tricky karena kadang si keladi bisa membuat lidah gatal. Sedikit trik yang bisa dipakai adalah dengan merendam keladi dengan air asam Jawa, air hangat dan garam. Untuk bumbu halusnya terdiri atas bawang merah, bawang putih, kemiri dan terasi.

A post shared by Ni'matul Husna (@nikmah_husna) on

Gangan Waluh


Gangan Waluh juga merupakan salah satu menu rumahan khas Banjar. Sesuai namanya, gangan ini menggunakan labu sebagai bahan utamanya mulai dari pucuknya hingga si buah labu kuning. Tampilan Gangan Waluh ini bisa dibilang sebelas dua belas dengan Gangan Humbut. Ini karena Gangan Waluh juga menggunakan santan yang menjadikan cita rasanya gurih.


Garih Batanak


Garih Batanak juga merupakan salah satu menu dengan kuah santan. Bahan utamanya sendiri terdiri dari ikan asin haruan, telur, belimbing wuluh, tomat, cabe merah, cabe hijau, kunyit, laos dan serai. Proses pembuatannya sangat mudah karena bumbunya cuma perlu diiris-iris tipis. Sayangnya, sependek pengetahuan saya, tak banyak warung masakan Banjar yang menyediakan menu ini.


(Bonus) Cacapan Asam


Cacapan asam sejatinya bukanlah sayur. Dia merupakan perpaduan antara bawang merah dan bawang putih yang diiris tipis, ditambahkan air, cabe rawit, asam jawa, garam dan vetsin bagi yang suka. Menu ini adalah menu kepepet saat tak ada sayur di rumah. Cacapan asam ini paling nikmat dinikmati bersama ikan asin dan nasi hangat tentunya. Rasanya asamnya segar dijamin bisa menambah selera makan kita.

Itulah dia 5 menu rumahan Urang Banjar yang patut dicoba. Oya, tulisan ini adalah tanggapan dari postingan Mbak Sulis dalam tulisannya tentang Enam Kuliner Jogja yang Makin Istimewa di #KEBloggingCollab grup Mira Lesmana.

Thursday, November 2, 2017

[Review] Wardah Exclusive Matte Lipcream No. 14, 16 & 17

November 02, 2017 6

Sudah cukup lama rasanya saya tidak mereview lipstik. Terakhir kali mereview lipstik adalah Purbasari Daily Series Lipstik. Padahal lipstik merupakan salah satu kosmetik yang saya sering khilaf membelinya. Sayangnya kadang lipstik yang dibeli tak sesuai harapan. Jadilah rencana untuk membuat review gagal total.

Nah, untuk kali ini saya akan mereview 3 lipcream Wardah yang baru saja saya miliki. Alhamdulillah kemarin dapat rezeki sewaktu mengikuti blogger gathering dan beautyclass yang diadakan oleh komunitas Female Blogger Banjarmasin yang bekerja sama dengan Wardah. Untuk kali ini, 3 warna yang akan saya review adalah no. 14 (My Honey Bee), 16 (Heart Beet) dan 17 (Rosy Cheek).

Kemasan

Dari segi kemasan luar, lipcream Wardah terbaru ini sedikit mengingatkan saya pada kemasan lipstik Wardah lainnya yakni Wardah Intense Matte yang sempat dirilis beberapa waktu yang lalu. Bedanya mungkin dari segi ukuran kemasannya. Kemasan luarnya ini mewakili warna dari lipstiknya, jadi tentunya kita tidak perlu repot dong ya menebak-nebak warna apa yang ada di dalam kotak.

Untuk kemasan lipstiknya sendiri, Wardah tetap mempertahankan desain lama dengan wadah berbentuk silindernya. Tutupnya berwarna perak dan di badan tabung terdapat tulisan Wardah Exclusive Matte Lip Cream. Selain itu, pada bagian lain juga terdapat tanggal kadaluarsa dari lipstik. Pada bagian bawah wadah terdapat label yang menginformasikan nomor seri dari lipstik tersebut. Sedangkan untuk aplikatornya, berbentuk lurus dengan ujung sedikit meruncing.

Kandungan

Wardah exclusive matte lip cream ini dalam diklaim menghasilkan velvet matte with color binding pigment & enriched vitamin E. Adapun kandungan dari lipcream ini antara lain:

Cyclopentasiloxane, Isododecane, Trimethylsiloxysilicate,Diisostearyl Malate,Synthetic Beeswax, Trisiloxane, Caprylyl Methicone, Alumunium Starch Octenylsuccinate, Disteardimonium Hectorite, Dimethicone, Propylene Carbonate, Cetyl Dimethicone, Silica Dimethyl Silylate, Tocopheryl Acetate, Ascorbyl Tetraisopalmate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Propylparaben, Fragrance. Aluminium Hydroxide, Triethoxycaprylysilane, talc.

Swatch dan tekstur

Saat disapukan ke punggung tangan dan bibir, ketiga lipstik Wardah ini menghasilkan 3 warna yang berbeda. My Honey Bee menghasilkan warna coklat nude, Heart Beet sesuai namanya memberikan warna pink keunguan sedangkan Rosy Cheek menghasilkan warna pink nude yang cocok sekali dipakai sehari-hari.

Untuk teksturnya,  lipcream terbaru Wardah ini setahu saya memiliki formula baru yang lebih baik dari yang sebelumnya.  Lipcream ini teksturnya tidak terlalu kental dan sangat mudah dibaurkan. Jika dibandingkan dengan produk yang lama proses keringnya lumayan cepat. Setelah kering lipstik Wardah ini terasa ringan dan tidak membuat bibir kering.



Ketahanan

Salah satu kelebihan yang biasanya ditawarkan oleh produk lipcream adalah ketahanannya menempel di bibir kita. Untuk Wardah sendiri,  lipcream terbarunya ini bisa bertahan 6-8 jam. Nah kalau dipakai makan dan minum, warnanya akan memudar sesuai jenis makanan yang kita makan. Selain itu, lipcream Wardah ini juga tidak transferproof alias masih nempel di gelas kalau minum.

So far,  dari ketiga warna terbaru lipcream Wardah ini favorit saya adalah no. 17 yakni Rosy Cheek. Warna pink-nya benar pas dan menutupi warna kehitaman yang ada di bibir saya. Untuk warna My Honey Bee masih terlalu pucat untuk wajah saya sedangkan Heart Beet rasanya masih belum terlalu percaya diri memakainya. Berikut adalah penampakan bibir saya memakai lipcream dari Wardah. Kalau kamu,  suka yang mana?

Wednesday, November 1, 2017

Serunya Blogger Gathering dan Beautyclass Female Blogger Banjarmasin bersama Wardah

November 01, 2017 17


Minggu, 22 Oktober 2017, pukul 11 siang saya dan motor kesayangan melaju di salah satu jalan di Kota Banjarmasin. Tujuan saya hari itu adalah Street Food Festival, sebuah tempat makan yang berada di kawasan jalan Sultan Adam Banjarmasin. Hari itu, saya bersama komunitas Female Blogger Banjarmasin akan mengadakan blogger gathering yang juga merupakan puncak acara ulang tahun FBB yang pertama. Tak hanya gathering, hari itu kami juga akan mengikuti beautyclass bersama salah satu brand kosmetik papan atas kita, Wardah.

Setiba di Street Food Festival, saya langsung menuju lantai 2 tempat acara kami akan berlangsung. Begitu memasuki ruangan, beberapa teman sudah berkumpul di salah satu meja. Warna pink dan putih menjadi dresscode kami hari itu. Di sudut lain, tampak 3 orang tim dari Wardah. Oh, ya, selain diikuti oleh anggota Female Blogger Banjarmasin, acara hari itu juga diikuti oleh 2 orang pemenang Give Away yang diadakan FBB dalam rangka ulang tahun pertama kemarin. Saya langsung menyapa teman-teman tersebut dan seperti biasa, foto-foto dulu bersama mereka.

Setelah dirasa peserta sudah cukup lengkap, acara pun dimulai. Tim Wardah hari itu diwakili oleh Mbak Vira dari tim marketing Wardah, Mbak Inoy yang akan menjadi MUA hari itu dan Devi yang merupakan Wardah Beauty Ambassador. Kami pun mulai memperkenalkan diri masing-masing. Ada 12 anggota Female Blogger Banjarmasin yang datang ke acara gathering hari itu. Tak hanya dari Banjarmasin, anggota FBB ini ada yang datang dari Banjarbaru, Rantau dan Amuntai loh.

Baca juga: Satu Tahun Bersama Female Blogger Banjarmasin

Setelah makan siang, acara langsung dilanjutkan ke sesi beautyclass yang memang sudah ditunggu-tunggu. Kami semua berkumpul di meja panjang di tengah ruangan. Di hadapan kami sudah disiapkan peralatan yang diperlukan untuk beautyclass hari itu. Mulai dari apron, kapas untuk membersihkan wajah, beberapa kuas make up dan beberapa palet make up.  Selain itu, masing-masing dari kami juga mendapat goodie bag berupa 3 buah lipstik terbaru dari Wardah. Yay!



Untuk acara beautyclass ini, mbak Inoy selaku MUA memberitahu kami langkah-langkah membuat make up natural dengan Devi sebagai modelnya. Langkah-langkah tersebut antara lain:

Membersihkan area mata dan bibir dengan pembersih khusus mata dan bibir. Biasanya kita menggunakan make up yang tahan air untuk area mata dan bibir ini. Karena itu diperlukan pembersih khusus untuk menghilangkannya. Entah itu dengan lip & eye remover atau yang sedang hit sekarang berupa micellar water.

Membersihkan wajah dengan milk cleanser. Dalam tahap ini, kita juga sekalian melakukan pemijatan pada wajah. Nah dalam membersihkan wajah dengan milk cleanser ini sebaiknya jangan terlalu lama karena nanti milk cleansernya akan mengering dan susah dibersihkan. Setelah dirasa cukup bersih, angkat sisa dengan menggunakan tisu yang ditempelkan ke wajah kemudian dilepas perlahan. Kenapa menggunakan tisu dan bukannya kapas? Ini karena kapas memiliki banyak serat yang kemungkinan bisa menempel lagi di wajah.

Mencuci wajah dengan sabun wajah dilanjutkan dengan menepuk-nepukkan toner ke wajah kita. Penggunaan toner ini berguna untuk mempersiapkan wajah sebelum ditimpa dengan skin care lain dan make up.

Memakai alas bedak atau BB cream. Untuk acara hari itu, kami semua menggunakan BB Cream dari Wardah dengan shade natural. Satu hal yang perlu diingat, dalam menggunakan BB Cream ini, cara meratakannya adalah mengikuti arah tumbuhnya rambut di wajah. Nah, untuk mengeset/mengunci BB Cream ini, gunakan bedak tabur di seluruh wajah. Bedak tabur ini juga berfungsi untuk mengontrol minyak pada wajah.

Memulai make up pada wajah, mulai dari eye shadow, eye liner, maskara, membentuk alis, memulaskan bedak padat, blush on dan sedikit shading pada hidung. Nah, untuk bagian hidung ini, cara membuat shadingnya adalah dengan menyapukan bagian ibu jari dan telunjuk kita yang sudah ditempelkan pada eyeshadow coklat membentuk angka 11 dari pangkal hidung menuju ujung hidung.

Langkah terakhir tentunya adalah memoleskan lipstik. Di sini saya belajar membuat teknik ombre dengan memadukan 2 lipstik terbaru dari Wardah seri Honey Bee dan Rosy Cheek.


Setelah sesi beautyclass plus foto-foto selesai, pihak Wardah memberikan bingkisan kepada 2 orang pemenang Give Away plus 1 orang pemenang lomba yang sudah diadakan oleh Female Blogger Banjarmasin dalam menyambut ulang tahun pertamanya. Oh ya, sebelum pulang tak lupa kami semua memotong dan menikmati kue ulang tahun yang sudah disiapkan oleh pengurus Female Blogger Banjarmasin.


Jelang sore hari acara kami pada hari itu pun selesai. Alhamdulillah dengan adanya blogger gathering dan beautyclass ini bisa membuat saya bertemu dengan teman-teman baru dan tentunya mendapat ilmu baru di dunia per-make up-an. Tentang beauty class sendiri, jika teman-teman ingin mengikuti beautyclass dari Wardah bisa menghubungi pihak marketingnya dengan mengumpulkan 15 orang dan biaya IDR 100.000 yang nanti akan diganti dengan produk Wardah. Menggiurkan banget kan yaa.

Sekian dulu review saya tentang blogger gathering X beautyclass Female Blogger Banjarmasin bersama Wardah. Semoga saja ke depannya komunitas ini bisa mengadakan acara seru lainnya yaa.