kreasi kraft crolette untuk sahur

Selama bulan Ramadan, sahur merupakan kegiatan sunnah yang kita lakukan sebelum memulai berpuasa di hari tersebut. Menu sahur sendiri biasanya bermacam-macam tergantung dari kebiasaan di keluarga tersebut. Ada yang terbiasa dengan menu sahur lengkap layaknya makan keluarga ada juga yang mungkin terbiasa sahur sederhana dengan buah, sayur atau bahkan roti dan kurma saja.

Saat masih lajang dulu, saya termasuk orang yang tak pernah bermasalah dengan yang namanya makan sahur ini. Apapun yang disediakan oleh ibu saya selalu saya makan dengan lahap, terutama itu jika menunya ikan telang asam manis atau ikan pindang. Nggak ada yang namanya tidak selera makan atau perut yang tidak nyaman setelah makan sahur.

Begitu saya hamil anak pertama, perubahan mulai terjadi. Hormon kehamilan membuat saya mual-mual saat harus menyantap menu sahur terutama yang berbumbu terlalu banyak seperti bumbu sop ala Banjar. Bahkan beberapa tahun terakhir saya harus berjuang untuk melawan rasa malas untuk sahur karena setelah menyantap menu sahur bikinan saya sendiri eh di pagi harinya perut saya malah jadi tak nyaman.

Menu yang sebaiknya dihindari saat sahur

Tak ingin terus-terusan merasa tersiksa saat puasa karena menu sahur yang salah, saya pun mulai mencoba berbenah. Nah, setelah mencari tahu, ternyata ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur agar puasa kita lancar tanpa rasa lemas atau lapar dan haus yang berlebihan. Bahan makanan yang sebaiknya dihindari tersebut antara lain:

Terlalu banyak karbohdrat

Sebagian orang mungkin berpikir agar bisa puasa dengan lancar kita harus banyak makan nasi agar tidak kelaparan. Ternyata terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat di saat sahur seperti nasi, mie atau roti malah membuat jadi cepat lapar karena jenis karbohidrat ini akan cepat dicerna menjad gula oleh tubuh kita. Jika ingin mengkonsumsi karbohidrat, disarankan berupa karbohidrat kompleks seperti beras merah, ubi, jagung dan yang lainnya.


Minum teh atau minuman mengandung kafein lainnya

Selama bertahun-tahun, saya dan keluarga terbiasa mengkonsumsi teh manis untuk diminum saat sahur. Nah, belakangan saya baru tahu kalau mengkonsumsi teh dan minuman berkafein lain juga tidak dianjurkan saat sahur karena kandungan kafein yang ada di dalamnya malah bisa membuat badan jadi lemas. Selain itu teh juga memiliki sifat diuretik yang membuat kita jadi sering buang air kecil.


Makanan dengan kandungan garam tinggi

Makanan asin juga dulu kerap jadi menu favorit saya untuk sahur karena lebih meningkatkan selera makan di jam tersebut. Namun ternyata masakan dengan kandungan garam tinggi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi pada tubuh sebab kemampuan tubuh untuk menyerap cairan akan terganggu.

Makanan pedas dan makanan berlemak

Tak hanya makanan dengan kandungan garam tinggi, makanan pedas dan makanan berlemak juga sepertinya menjadi favorit beberapa orang saat menyantap sahur. Namun lagi-lagi ternyata kedua jenis makanan ini juga tidak baik dikonsumsi saat sahur. Makanan berlemak dapat menyebabkan perut terasa begah karena kandungan lemak jenuh yang ada di dalamnya. Sedangkan untuk makanan pedas, juga tidak dianjurkan karena bisa membuat asam lambung meningkat hingga risiko terjadi diare yang pastinya akan menghambat puasa kita.

Makanan manis

Jenis makanan lain yang juga sebaiknya dihindari saat sahur adalah makanan yang terlalu manis karena dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Jika kadar gula dalam darah kita meningkat, maka pankreas akan melepas hormon insulin yang membuat kadar glukosa bisa turun lagi hingga di bawah normal sehingga bisa menyebabkan seseorang merasa lemas, capek dan mudah mengantuk. 

 

Kreasi telur dan keju sebagai menu sahur

Agar bisa menjalankan puasa dengan lancar dan tetap bertenaga, kita dianjurkan untuk lebih banyak mengkonsumsi serat dan protein saat sahur. Sumber serat bisa kita dapatkan dari sayur, buah dan karbohidrat kompleks seperti oat, beras merah, gandum utuh dan bahan karbohidrat kompleks lainnya. Sedangkan untuk protein tentunya bisa berasal dari daging, ikan, susu, kacang-kacangan, tempe hingga telur.

Bicara tentang telur, tentunya kita sepakat kalau bahan makanan yang satu ini merupakan salah satu sumber protein yang biasanya selalu ada di dapur kita. Selain untuk dijadikan lauk, telur juga merupakan salah satu bahan penting dalam pembuatan aneka macam kue. Sebagai salah satu sumber protein hewani, telur kaya akan kandungan omega 3, fosfor, selenium, vitamin D, B6, B12 dan kandungan bermanfaat lainnya. Telur juga merupakan salah satu menu favorit anak-anak yang bisa dikreasikan menjadi berbagai macam makanan.

Mengkonsumsi telur saat sahur memiliki banyak manfaat diantaranya:

  • Membuat tubuh lebih bugar karena kandungan protein di dalamnya dapat membangun dan memperbaiki jaringan otot
  • Menjaga kesehatan otak
  • Membuat perut kenyang lebih lama
  • Membangun membran sel otak
  • Menambah energ

Selain telur, kita juga bisa menambahkan produk keju dalam menu sahur. Keju merupakan produk olahan dari susu yang juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Rasanya yang gurih membuat keju disukai anak-anak. Keju dikenal memiliki kandungan kalsium yang bagus untuk kesehatan tulang dan gigi kita. Selai itu, keju juga memiliki manfaat lain seperti menyehatkan saluran pencernaan, menurunkan tekanan darah, serta meredakan peredangan pada tubuh.

Seperti yang kita tahu, telur dan keju merupakan 2 bahan makanan yang biasanya disukai anak-anak. Berhubung tahun ini Yumna putri sulung saya mulai belajar berpuasa, maka saya berinisiatif untuk membuatkan menu kreasi keju dan telur padanya agar Yumna lebih bersemangat makan di saat sahur. Salah satu menu yang menarik untuk dicoba dan lagi viral adalah crolette atau crown omelette yang dibuat dengan perpaduan antara telur dan keju cheddar Kraft. Adapun bahan dan cara pembuatannya adalah sebagai berikut :


bahan membuat kraft crolette


Bahan untuk
  • 2 butir telur
  • Keju KRAFT Cheddar 30 gr
  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat

  • Kocok telur hingga rata, tambahkan garam dan merica jika dirasa perlu
  • Panaskan pan teflon dan tuang telur yang sudah dikocok sampai matang, lipat dan sisihkan
  • Parut Kraft Cheddar mini di atas pan teflon yang kering, kemudian letakkan telur di atasnya. Masak dengan api sedang selama 2 menit
  • Angkat dengan spatula, sambil dibentuk crown hingga keju kaku
  • Sajikan

kraft crolette


Kalau dari instruksi sepertinya mudah sekali ya membuat KRAFT crolette ini. Namun bagi saya yang tidak terlalu piawai di dapur untuk bisa menjadikan 1 KRAFT Crolette ini perlu mencoba beberapa kali, loh. Mana baru juga selesai berhasil membuat crolette dan diletakkan di piring, Yafiq putra bungsu saya tahu-tahu nongol dan mengambil separuh dari crown yang ada di telur. 
 
Jadilah hasil akhirnya crown dari omelette-nya cuma ada setengah. Hehe. Memang anak-anak di rumah doyan sekali dengan keju makanya semangat banget saat dibuatkan KRAFT Crolette untuk makan mereka. Oh, ya untuk bisa mendapatkan hasil maksimal, keju yang digunakan adalah keju KRAFT Cheddar yang memiliki kandungan Keju cheddar di urutan pertamanya, ya, Mom. 

Tips Memilih keju cheddar

Keju cheddar merupakan salah satu jenis keju yang sangat mudah kita temui entah itu di supermarket ataupun pasar hingga warung dekat rumah. Keju yang berasal dari desa Cheddar, Somerset Inggris ini memiliki tekstur yang keras dengan warna kuning pucat hingga putih gading. Rasanya yang gurih membuat keju cheddar menjadi salah satu produk keju yang disukai anak-anak. 

Berhubung saat ini ada banyak sekali jenis keju Cheddar yang ada di pasaran, sebagai ibu saya harus pintar dalam memilih produk keju untuk anak-anak. Untungnya sudah pernah mengikuti kampanye #kejuaslicheck yang menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih keju cheddar untuk konsumsi keluarga. Beberapa kriteria tersebut yakni:

Pastikan keju cheddar berada di urutan pertama komposisi produk 

Saat akan membeli sebuah produk makanan, sebaiknya kita mengecek terlebih dahulu komposisi dan kandungan dari produk makanan tersebut. Untuk keju cheddar sendiri, ternyata tidak semua produk keju cheddar yang dijual di supermarket menggunakan keju cheddar di urutan pertama komposisi bahannya. 

Padahal dalam komposisi bahan di sebuah produk, urutan kandungan sebuah komposisi menunjukkan jumlah kandungan bahan tersebut. Semakin di awal urutan kandungan tersebut maka berarti kandungannya semakin banyak. Nah, untuk itu saat akan membeli keju cheddar pastikan bahan keju cheddar berada di urutan pertama komposisi bahan makanan, bukan air atau bahan lainnya. 


Memiliki klaim nutrisi pada kemasannya

Hal kedua yang perlu diperhatikan saat akan membeli keju cheddar adalah mengecek klaim nutrisi pada kemasan keju. Klaim nutrisi pada sebuah produk memberikan informasi tentang kandungan gizi yang terdapat pada produk tersebut per sajian kemasan. Dengan adanya informasi nilai gizi dan klaim nutrisi pada produk keju pastinya akan sangat membantu ibu dalam menghitung kalori yang masuk ke tubuh. 

Keju cheddar KRAFT merupakan produk olahan keju cheddar yang pastinya sudah sangat akrab di telinga kita. Keju Kraft Cheddar ini diolah dari keju asli New Zealand pada urutan pertama dan dilengkapi dengan nutrisi Calcimilk yang kaya akan kalsium, serta sumber protein dan Vitamin D. 
 
Dengan kandungan yang dimilikinya ini, tentunya tidak salah jika kita menjadikan KRAFT Crolette sebagai salah satu bahan dalam menu sahur atau berbuka terutama untuk si kecil yang sedang belajar berpuasa. Kandungan yang ada pada Kraft Crolette ini dapat memenuhi 50% kebutuhan protein dan 40% kebutuhan kalsium pada tubuh.

Nah, teman-teman sudah mencoba menu KRAFT Crolette ini belum? Yuk bikin juga kreasinya dan berikan keluarga kita sajian yang bernutrisi bersama keju cheddar KRAFT!

Suka dengan tulisan ini? Yuk baca tulisan lain di www.ayanapunya.com!


Baca Juga