Green Jobs, Peluang Kerja Masa Depan bagi Anak Muda

Pertengahan Januari 2021 yang lalu, provinsi tempat tinggal saya mengalami bencana banjir yang paling parah sejak 50 tahun. Sebelas Kabupaten terendam banjir tak terkecuali kota Banjarmasin. Dari data terakhir yang saya dapat, banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan mengakibatkan 21 orang meninggal dengan 403.405 orang terdampak dan 79.636 rumah rusak atau terendam banjir. 

Terjadinya banjir di Kalimantan Selatan disebutkan karena hujan yang terjadi terus-menerus selama beberapa hari. Meski begitu tak bisa dipungkiri semakin berkurangnya hutan karena dijadikan tambangbatubara di daerah Hulu Sungai turut ambil serta dalam bencana banjir yang terjadi. Seperti yang kita tahu, hutan memiliki fungsi sebagai penahan air hujan. Dengan berkurangnya hutan otomatis air hujan yang turun akan langsung menuju daerah bawah tanpa diserap terlebih dahulu oleh hutan. 

Sebagai salah satu provinsi penghasil Batubara di Indonesia, adanya penambangan di beberapa daerah adalah hal yang sulit dihindari. Batubara selama ini dikenal sebagai bahan baku Pembangkit Listrik merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Selain untuk pembangkit listrik, Batubara juga diperlukan dalam industri baja, aluminium hingga industri semen. 

Namun perlu diingat, sebagai sumber energi, batubara merupakan bahan tambang yang tidak bisa diperbarui. Batubara terbentuk dari sisa-sisa fosil tumbuhan yang kemudian mengendap berjuta-juta tahun lalu dan mengalami proses pembatubaraan di bawah pengaruh fisika, kimia maupun geologi. Adanya pengerukan yang terus menerus akan membuat sumber energi ini habis entah sepuluh atau dua puluh tahun lagi. Selain itu, proses pengerukan bahan tambang batubara ini memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar. 

Selain berkurangnya hutan akibat perluasan lahan, masalah lain yang dihadapi bumi adalah sampah yang semakin banyak. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Kementerian Hidup dan Kehutanan yang dirilis pada Februari 2019, setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah yang 60%nya dibuang ke TPA, 10% didaur ulang dan 30% tidak dikelola dan mencemari lingkungan.

Kebijakan Berbagai Negara terkait pelestarian lingkungan

 
Adanya perubahan iklim sebagai akibat dari pemanasan global telah mendorong beberapa negara maju untuk semakin peduli dengan penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Negara seperti Korea Selatan, Inggris dan Jerman telah membuat kebijakan terkait upaya pelestarian bumi diantara:

  • Korea Selatan 
Pada Juli 2020 Korea Selatan membuat kesepakatan strategi untuk menciptakan 659.000 pekerjaan dan membantu mengatasi krisis ekonomi sambil mengatasi tantangan iklim dan lingkungan. Korea Selatan akan menghabiskan dana sebesar 61 milyar USD dalam 5 tahun (2020-2025() untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dari 12,7 GW di tahun 2019 menjadi 42,7 GW di tahun 2025 dan memperluas armada mobilitas ramah lingkungan menjadi 1,33 juta elektrik kendaraan bertenaga hidrogen.
 
Rencana tersebut juga menjanjikan perbaikan rumah-rumah publik dan sekolah untuk membuat energi-nol, dan mentransformasi wilayah perkotaan menjadi kota-kota pintar


  • Inggris
Untuk mencapai target bersih nol emisi gas rumah kaca di tahun 2050, emisi dari pemanas gedung perlu dikurangi secara signifikan. Dalam rencananya diumumkan sekitar 2 miliar poundsterling akan digelontorkan untuk mendukung pemilik rumah dan tanah dalam membuat rumah mereka lebih hemat energi pada 2020-2021. Pendanaan ini dapat mendukung 100.000 Green jobs

  • Jerman
Pemerintah Jerman akan menyiapkan 130 milyar Euro sebagai paket stimulus ekonomi untuk menstimulasi perbaikan hijau dan membina ekonomi rendah karbon di Jerman. Milyaran Euro juga akan dihabiskan untuk "hidrogen hijau" yakni sumber energi yang dapat membantu bahan bakar industri dan untuk menyubsidi kendaraan elektrik. Di tahun 2023, rencana pemulihan hijau ini akan menciptakan 626.0000 lapangan pekerjaan di Jerman (1,1 kali lebih banyak dibanding skenario VAT). 

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Dalam Rpjmn 2020-2024, pemerintah telah merumuskan beberapa skala prioritas terkait pembangunan rendah karbon, diantaranya:

  • Sustainable energy development (new and renewable energy, energy efficiency and conservation)
  • Sustainable land restoration
  • Waste management
  • Green industry development
  • Low carbon coastal and marine

 

Green Jobs sebagai upaya melestarikan lingkungan 

Selasa, 09 Februari 2021 yang lalu saya mengikuti webinar yang diadakan oleh Koaksi Indonesia dan komunitas Indonesian Social Blogpreneur dengan tema "Memahami Green Jobs dan Peluangnya di Indonesia" dengan narasumber Siti Koitomah yang merupakan periset dari Coaction Indonesia dan moderator teh Ani Berta. Koaksi Indonesia merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berperan sebagai simpul jejaring dan simpul pembelajaran ide-ide inovatif untuk berkontribusi pada program-program pembangunan berkelanjutan di seluruh nusantara.
 
Dalam berbagai kegiatan yang diadakannya, Koaksi Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan para penggerak muda untuk memberikan solusi dan aksi konkrit dalam rangka percepatan pengembangan energi terbarukan. Kampanye yang dilakukan oleh Koaksi Indonesia ini meliputi sosialisasi energi terbarukan, Energi Muda dan Green Jobs yang bisa menjadi peluang kerja bagi kaum generasi Z.

Sebelum membahas peluang Green Jobs, penting bagi kita untuk memahami pengertian dari Green Jobs tersebut. Menurut ILO, Green Jobs merupakan pekerjaan yang berkontribusi dalam menjaga atau mengembalikan lingkungan, baik itu dalam sektor tradisional seperti manufaktur ataupun konstruksi atau dalam hal baru seperti energi terbarukan atau efisiensi energi. 

Dalam praktiknya, Green Jobs ini dapat membantu dalam berbagai hal sebagai berikut:
  • Melindungi dan mengembalikan ekosistem
  • Meningkatkan energi dan efisiensi material mentah
  • Mengurangi sampah dan polusi 
  • Membatasi emisi gas rumah kaca
  • Mendukung adaptasi pada perubahan iklim


Di era industri 4.0 seperti sekarang, Green Jobs memberikan peluang bagi kaum muda untuk membuka lapangan pekerjaan baru, melestarikan lingkungan, menumbuhkan perekonomian dan menjaga keberlanjutan kehidupan. Beberapa bidang pekerjaan yang tercakup dalam Green Jobs antara lain :
  • Manajemen sampah (pemanfaatan sampah plastik menjadi barang yang bisa dijual kembali) 
  • Energi terbarukan (panel surya, air, angin
  • Agrikultur dan kehutanan (urban farming)
  • Energi (Smart grid, consultant, electricity)
  • Transportasi rendah karbon (mobil listrik) 
  • Konstruksi hijau (Green architect) 
  • Efisiensi energi

 

Bank Sampah, upaya untuk mengedukasi masyarakat dalam memilih sampah

Salah satu bidang Green Jobs yang bisa dilakoni adalah dalam hal pengelolaan sampah. Di kota Banjarmasin, kini telah hadir bank sampah yang dikelola oleh para pengurus masjid Al Jihad di bawah naungan Banua Green Masjid. Banua Green Masjid sendiri didirikan oleh Dendy Primanandi Rifani, seorang pemuda Banua yang aktif dalam bidang lingkungan. Kegiatan ini telah mendapat izin dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin dan telah berjalan sejak tahun 2020 yang lalu. Pengumpulan sampah dilakukan setiap hari Sabtu pukul 08.00-11.00 wita di Masjid Al Jihad Banjarmasin.
 
Untuk bisa menabung sampah di Bank Sampah Masjid Al Jihad Banjarmasin ini sangatlah mudah. Masyarakat hanya perlu membawa sampah yang telah dipilah sesuai jenisnya, lalu sampah tersebut akan ditimbang dan dicatat di buku tabungan. Di kemudian hari, uang yang didapat dari hasil membuang sampah ini dapat ditarik oleh nasabah Bank Sampah. Sampah yang diterima oleh Bank Sampah ini berupa kertas (buku dan majalah, botol plastik, kaleng, aluminium, besi, tembaga, botol kaca hingga rak telur. Sampah yang sudah dikumpulkan nantinya akan dikirim ke pengepul sampah/industri rumah tangga sektor. 


 

Adanya inisiatif dari pemuda seperti Banua Green Masjid ini merupakan sebuah langkah awal dari upaya pelestarian bumi. Ke depannya pastinya kita berharap Bank Sampah seperti yang ada di Masjid Al Jihad Banjarmasin bisa terus diadakan dan menyebar ke tempat-tempat lainnya.  

 

Aplikasi dan praktik Green Jobs dalam kehidupan sehari-hari

sumber gambar : Koaksi Indonesia

 

Jika dilihat dari bidang yang dicakupnya, mungkin orang akan berpikiran kalau Green Jobs hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki keahlian dan ketertarikan khusus dalam bidang pengolahan dan pelestarian lingkungan. Apalagi beberapa profesi yang berkaitan dengan Green Jobs ini masih terbilang belum banyak dikenal seperti solar panel tecnician atau profesi lainnya. Lalu apakah mereka yang bidang pekerjaannya tidak berhubungan dengan lingkungan tidak bisa berpartisipasi dalam Green Jobs?

Seperti yang disebutkan oleh ILO, Green Jobs sejatinya kegiatan yang berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Oleh sebab itu, Green Jobs sejatinya bisa diaplikasikan dalam berbagai sektor pekerjaan. Di lingkungan kantor misalnya, perusahaan dapat mendukung misi Green Jobs dengan mengurangi pemakaian kertas dalam urusan administrasi seperti surat tugas dan slip gaji yang dikirim secara elektronik. Selain itu perusahaan juga dapat membangun infrastruktur bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Dalam hal rumah tangga, kita dapat berkontribusi dalam kampanye Green Jobs dengan mengurangi penggunaan plastik saat berbelanja pasar tradisional, mengelola sampah rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan sampah anorganik serta melakukan penghematan dalam penggunaan listrik rumah tangga. Kita juga bisa membantu mengurangi polusi dan menghemat bahan bakar dengan menggunakan transportasi publik saat akan bepergian.

Untuk bisa lebih mengenalkan Green Jobs kepada masyarakat, kita juga bisa memanfaatkan sosial media yang dimiliki untuk berbagi informasi dan mengkampanyekan upaya pelestarian bumi seperti Green Jobs dan energi terbarukan. Apalagi di masa seperti sekarang peran influencer cukup besar dalam mengkampanyekan berbagai hal positif. Dengan semakin banyaknya orang mengetahui informasi tentang Green Jobs dan energi terbarukan maka semakin terbuka peluang bagi anak muda untuk menggeluti pekerjaan di bidang Green Jobs ini.  

 
Sumber tulisan : 
https://www.dendyprima.com/2020/02/bank-sampah-al-jihad-untuk-menurunkan.html
Materi webinar Koaksi Indonesia dan website koaksi Indonesia
www.mongabay.co.id
Baca Juga