Beberapa hari terakhir, saya menonton sebuah drama berjudul Go Back Couple. Drama dengan 12 episode ini bercerita tentang pasangan yang sudah 14 tahun menikah dan akhirnya memutuskan bercerai. Alasan dari perceraian mereka adalah karena keduanya merasa tidak bahagia. Sang istri yang menjadi ibu rumah tangga merasa tidak bahagia dengan kondisi keluarganya. Sementara suami yang bekerja sebagai sales obat juga merasa tertekan dengan pekerjaannya yang kadang memaksanya melakukan hal yang tidak ia sukai.

Setelah bercerai, mereka kemudian tiba-tiba terlempar ke masa 18 tahun yang lalu saat mereka pertama kali dipertemukan. Berkaca dari kegagalan berumah tangga yang mereka alami, keduanya bertekad untuk tidak terlibat lagi satu sama lain. Namun rupanya kembalinya keduanya ke masa lalu ini menjadi sebuah cara bagi mereka untuk memperbaiki kembali hubungan mereka.

Selain Go Back Couple, drama Korea lain bertema kehidupan rumah tangga yang saya tonton adalah My Wife's Having An Affair This Week. Nah dalam drama ini, dikisahkan seorang suami yang tanpa sengaja mengetahui kalau istrinya akan bertemu dengan pria lain di sebuah hotel. Keduanya sudah menikah selama 7 tahun dan dikaruniai seorang putra. Mengetahui hal ini, sang suami pun merasa bingung. Selama ini dia merasa kalau rumah tangganya baik-baik saja. Mereka adalah pasangan yang menikah karena saling mencintai. Lalu kenapa sang istri tiba-tiba selingkuh?

Berbeda dengan Go Back Couple yang tokoh sang istri adalah ibu rumah tangga, maka dalam  My Wife's Having An Affair This Week ini sosok istri digambarkan sebagai seorang wanita karir. Meski bekerja, namun ia masih sempat mengurus rumah tangga dengan baik. Sayangnya, terlepas dari karir yang lumayan sukses dan urusan rumah yang beres, si istri tetap merasa kosong.

Setelah memiliki anak, si istri dia merasa dia bukan lagi dirinya. Kesibukannya sebagai istri, ibu dan karyawan telah memakan sebagian besar waktunya. Si istri bahkan tak sempat menyelesaikan buku yang dibacanya. Nah, si pria yang juga adalah rekan kerja sang istri datang di saat yang tepat. Sang istri pun merasa nyaman dengan kebersamaannya dengan si pria dan mulai sering bertemu di luar jam kantor.

***

Sebagai seorang pecinta drama Korea, menonton drama dengan tema kehidupan rumah tangga selalu memberikan kesan tersendiri bagi saya. Melalui drama bertema rumah tangga ini saya mendapat cukup banyak pemahaman baru seputar kehidupan setelah pernikahan. Bagi mereka yang sudah menikah, pastinya tahu kalau pernikahan tak semudah yang dibayangkan, bukan? Dua orang yang berbeda bertemu dan hidup bersama. Tak cukup hanya cinta, ada berbagai kompromi dan kesabaran yang harus dimiliki dalam menjalani sebuah pernikahan. Karena itulah seperti kata orang, kita perlu terus menumbuhkan cinta dalam sebuah pernikahan.

Dalam tulisannya yang berjudul Laki-laki Hidup Lebih Bahagia, Kok Bisa? Mbak Nurin Ainistikmalia menyebutkan sebuah fakta menarik. Jadi berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, disebutkan kalau Indeks Kebahagiaan Indonesia penduduk laki-laki sebesar 71,12, nilainya lebih tinggi dibandingkan penduduk perempuan yang sebesar 70,30. Hal ini didasarkan pada hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang sudah dilakukan oleh BPS.

Menurut mbak Nurin lagi, salah satu alasan kenapa wanita bisa kurang bahagia adalah karena kehidupan mereka yang penuh tekanan, kecemasan, kekhawatiran. Bisa jadi benar tuh. Sebagai seorang ibu saya sendiri juga cukup mendapat tekanan seputar perkembangan bayi sendiri. Dan itu tekanan dari diri sendiri loh, bukan orang lain. Selain itu, alasan lainnya juga mungkin karena wanita memiliki kemampuan multitasking-nya mampu memikirkan banyak hal dalam satu waktu. Bisa jadi bukan hal itu turut berpengaruh dalam kadar kebahagiaan yang mereka rasakan.

Hal-hal Sederhana yang Membuat Ibu Tetap Bahagia

Lalu, dengan berbagai tekanan yang harus dihadapi, bagaimanakah caranya agar ibu tetap bahagia? Nah, saat ini, cukup sering kita dengar istilah Me Time untuk para ibu, terutama mereka yang berstatus ibu rumah tangga. Me Time ini bertujuan agar para ibu bisa tetap "waras" di tengah kesibukannya di rumah. Saya sendiri cukup setuju dengan adanya Me Time ini. Kesibukan mengurus keluarga dan tetek bengeknya pastilah sangat menguras energi dan emosi.

Nah, bagi saya pribadi, ada 5 hal yang bisa dilakukan agar bisa tetap bahagia. Hal tersebut antara lain:

Berkumpul bersama teman dekat

Dalam drama Korea yang kerap saya tonton, tokoh utamanya biasanya memiliki satu atau sahabat yang menjadi tempat curhat si tokoh utama. Dalam kehidupan nyata, kita juga pastinya memiliki sahabat yang kerap menjadi tempat curhat dong, ya. Entah itu di dunia nyata atau di dunia maya. Nah, jika sahabat yang dimiliki ini berada satu kota dengan kita, tentunya tak salah dong kita sesekali berkumpul dengan mereka untuk saling bercerita atau sekadar ngopi bareng.  

Menjalani hobi

Setiap orang pasti memiliki hobi. Ada yang suka memasak, merajut, berkebun. Nah, bagi para ibu, menjalani hobi ini juga bisa menjadi sarana Me Time yang bisa menenangkan pikiran. Tambahan lagi, kalau hobi tersebut bisa mendatangkan rezeki buat ibu. Pastinya semakin membuat senang dong, ya?

Melakukan perawatan tubuh dan kecantikan

Salah satu kegiatan lain yang juga bisa membuat rileks adalah melakukan perawatan tubuh dan kecantikan. Sekarang ini, perawatan tubuh juga tak harus dilakukan di salon. Sudah ada jasa salon yang bisa datang ke rumah. Tak hanya membuat rileks, perawatan tubuh juga membuat para ibu merasa lebih cantik dan bersinar. Dan percaya atau tidak, menjadi cantik itu bisa membuat bahagia loh.

Mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan

Meski kedengarannya konsumtif, namun kadang mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan ini cukup efektif dalam memberikan rasa bahagia bagi para wanita. Saya sendiri kadang kalau sedang suntuk memilih pergi ke toko buku untuk sekadar window shopping. Senang saja rasanya melihat deretan barang-barang yang disusun rapi di etalase toko. Namun mungkin ada baiknya saat berbelanja ini ditemani oleh teman yang bisa mengontrol agar kita tak belanja berlebihan.

Rekreasi

Rekreasi juga bisa menjadi sarana Me Time bagi para ibu agar tetap bahagia. Rekreasi ini bisa dilakukan bersama keluarga atau juga sendirian. Tentunya tak perlu memikirkan tempat yang jauh-jauh dulu kalau mau rekreasi. Bagi saya sih, jalan-jalan di taman kota juga sudah bisa disebut rekreasi. Hehe.

Itulah dia 5 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Para Ibu Agar Tetap Bahagia versi saya. Tulisan ini merupakan tanggapan atas tulisan mbak Nurin Ainistikmalia dalam dalam KEBloggingCollab untuk grup Mira Lesmana. 
Baca Juga