Sekitar 9 bulan yang lalu, suami saya mendapat undangan untuk menghadiri sebuah acara yang katanya sosialisasi pariwisata. Undangannya sendiri disampaikan lewat telepon dan sms yang entah dari mana bisa mendapatkan nomor telepon suami saya. 

Untuk bisa lebih menarik minat suami, diberikan juga voucher menginap di hotel bintang 4 di Bali jika suami menghadiri acara tersebut. Mendnegar kata Bali, saya dan suami tentunya tertarik dong dengan penawaran ini. Apalagi untuk saya, yang merasa ini bisa menjadi bahan tulisan untuk blog. Dalam pikiran saya, acara yang ditawarkan ini semacam seminar atau obrolan tentang wisata.

Maka dengan penuh persiapan saya (yang saat itu hamil tua) dan suami pun berangkat ke lokasi acara yang lokasinya juga di hotel bintang 4 di kota saya. Begitu tiba di hotel, saya agak bingung kenapa kok formatnya kayak orang wawancara atau konsultasi begitu? Jauh sekali dengan bayangan saya akan sebuah seminar. 

Begitu memasuki ruangan, barulah saya ngeh kalau undangan yang kami hadiri ini adalah program rekrutmen sebuah klub wisata. Jadi dalam programnya ini, anggota yang berhasil direkrut diiming-imingi akan bisa berlibur ke berbagai tempat dengan cara mengumpulkan poin-poin tertentu. Poinnya sendiri tentunya dihitung dari uang yang diangsurkan setiap bulannya. Yah intinya nabunglah.

Dengan kemampuan marketing mereka yang mumpuni, para marketer ini berhasil membuat saya dan suami menjadi anggota klub wisata mereka. Yah, iming-iming bisa liburan memang cukup berhasil menggoda iman kami. Namun kemudian saya sadar kalau keuntungan yang kami dapatkan sangatlah sedikit. A

khirnya setelah berdiskusi dengan suami, saya putuskan untuk keluar dari klub tersebut meski voucher menginap di salah satu hotel Bali sudah ada di tangan kami. Dengan demikian, hilang juga kesempatan saya untuk mengunjungi Bali di tahun ini.

Merencanakan Liburan ke Bali

Bali memang merupakan salah satu pesona terbesar di negara kita. Saking terkenalnya, dia bahkan lebih terkenal dari negaranya sendiri. Saya sendiri juga selalu memimpikan bisa mengunjungi Pulau Dewata ini. 

Apalagi beberapa anggota keluarga di rumah juga sudah pernah mengunjungi Pulau Dewata. Adik saya waktu dia SMA, trus suami juga sudah pernah waktu di tempat kerjanya yang lama. Terakhir, ibu saya yang berkesempatan ke Bali dalam rangka ziarah. Tinggal saya doang dan adik laki-laki yang belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Dewata.

Untuk bisa merealisasikan rencana liburan ke Bali, tentunya ada beberapa hal yang harus dilakukan. Untuk saya beberapa hal tersebut antara lain:

1. Menyiapkan dana

Namanya liburan, pastinya perlu biaya. Kalau jaman saya masih lajang kemarin sih rasanya santai aja menghabiskan sekian juta buat jalan-jalan. Lain halnya dengan setelah memiliki keluarga. Tentunya ada banyak hal (pengeluaran)yang harus dipertimbangkan. Nah, dari beberapa artikel yang saya baca, untuk bisa berlibur sebuah keluarga sebaiknya menyimpan dana khusus untuk itu.

2. Menentukan jadwal liburan

Jika dana sudah terkumpul. hal berikutnya yang bisa dilakukan adalah menentukan jadwal liburan. Untuk saya, biasanya jadwal liburan yang dipilih adalah saat dekat-dekat akhir minggu. Alasannya jelas dong biar nggak banyak izin dari kantor. 

Lalu untuk durasi liburan saya memilih 4 hari 3 malam. Nah, berhubung untuk tahun ini saya sudah 2 kali terbang ke luar Kalimantan, maka untuk rencana liburan ke Bali saya rencanakan untuk tahun depan saja sekitar bulan Februari.


3. Menentukan destinasi tujuan

Setelah tanggal keberangkatan ditentukan, maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah menentukan destinasi mana saja yang ingin dikunjungi. Dengan sempitnya waktu rasanya tidak mungkin bisa mengunjungi banyak tempat di Bali. 

Apalagi saya juga membawa anak saya masih berusia balita. Pastinya perlu dipertimbangkan lokasi mana saja yang cocok untuk balita. Beberapa tempat yang ingin saya kunjungi saat berada di Bali antara lain:

 Wisata Pantai Ramah Keluarga

Bali identik dengan pantainya. Untuk keluarga dengan anak kecil, pantai dengan ombak tenang tentu lebih aman, seperti:

  • Pantai Sanur, cocok untuk jalan santai dan bermain pasir

  • Pantai Nusa Dua, bersih dan tertata rapi

Pantai-pantai ini juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap sehingga lebih nyaman untuk keluarga.

Taman Rekreasi dan Edukasi Anak

Agar anak tidak bosan, taman rekreasi bisa menjadi pilihan menarik, seperti:

  • Bali Safari & Marine Park, anak bisa mengenal satwa sambil belajar

  • Waterbom Bali, cocok untuk keluarga dengan area khusus anak

Tempat Belanja dan Oleh-Oleh

Liburan ke Bali rasanya kurang lengkap tanpa belanja oleh-oleh. Beberapa area yang menarik untuk dikunjungi:

  • Pasar Seni Sukawati

  • Krisna Oleh-Oleh Bali

  • Beachwalk Shopping Center untuk belanja sambil santai


Memesan tiket pesawat dan hotel

Langkah terakhir yang harus dilakukan sebelum liburan adalah memesan tiket. Beberapa tahun yang lalu, untuk bisa mengunjungi sebuah tempat wisata, orang-orang kita memilih ikut paket tur dari travel. Nah, di jaman serba digital ini, liburan ala flashpacking kerap menjadi pilihan. Itu artinya kita memesan sendiri tiket pesawat maupun hotel tempat kita menginap nanti. Selama ini saya juga terbiasa memesan tiket lewat aplikasi Traveloka. Nah, saat akan mengecek harga tiket untuk bulan Februari 2018, saya baru ngeh kalau ternyata ada paket pesawat+hotel di Traveloka. Maka saya pun mencoba paket wisata traveloka ini untuk tanggal 8 Februari - 11 Februari 2018.

Saya kemudian memilih hotel Atanaya by Century Park sebagai tempat menginap. Hasilnya, untuk paket wisata ke Bali selama 3 hari 3 malam, perkiraaan dana yang harus siapkan untuk pesawat dan hotel adalah 5 juta rupiah dengan hotel bintang 4. Kalau dibandingkan jika saya memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah, angka ini lebih murah loh! Selain itu dengan adanya paket wisata ini juga bisa menghemat waktu saat memesan tiket pesawat. Tahu sendiri kan, kadang kita suka galau mau pilih penerbangan jam berapa.

Penutup: Liburan ke Bali Jadi Lebih Realistis dan Menyenangkan

Meski perjalanan ke Bali saya sempat tertunda, pengalaman ini justru membuat saya belajar bahwa liburan perlu direncanakan dengan lebih bijak. Bali tetap menjadi destinasi impian, terutama untuk liburan keluarga yang ingin menikmati pantai, budaya, dan fasilitas wisata yang lengkap.

Bagi teman-teman yang sedang merencanakan liburan ke Bali, terutama bersama keluarga, paket wisata seperti yang ditawarkan Traveloka bisa menjadi solusi praktis. Selain Bali, tersedia juga paket ke destinasi lain seperti Bandung, Lombok, Jogja, hingga Kuala Lumpur.

Dengan perencanaan yang matang, liburan ke Pulau Dewata bukan lagi sekadar mimpi, tapi tujuan yang realistis dan menyenangkan.

Baca Juga