Wednesday, March 29, 2017

Berkata "IYA, BOLEH" pada Anak, Kenapa Tidak?

March 29, 2017 20


Sabtu, 25 Maret yang lalu, saya berkesempatan menghadiri Seminar Parenting yang diadakan oleh Dancow Parenting Center di Hotel Golden Tulip Banjarmasin. Ini adalah kali kedua saya menimba ilmu parenting melalui Dancow Parenting Center. Jika pada seminar sebelumnya membahas tentang perlindungan yang optimal bagi tumbuh kembang si Kecil, maka untuk seminar kali ini, tema yang diangkat adalah Berkata IYA BOLEH Untuk EKSPLORASI Si Kecil.

Acara seminar dimulai sekitar pukul 09.30 Wita, dengan pengisi acara yang tentunya sudah ahli di bidangnya. Acaranya sendiri dibuka oleh Shahnaz Haque, yang pada kesempatan hari itu membawa serta salah satu putrinya yang katanya nih suka main drum juga seperti ayahnya.

Adapun para pengisi materi pada hari itu adalah DR. Dr. Rini Sekartini, Sp(A)k yang berprofesi sebagai dokter anak, Bunda Vera Itabiliana Hadiwidjojo S. Psi., Psi yang akan membagikan materi seputar psikologi dan Bunda Sari Sunda Bulan, AMG, yang merupakan seorang ahli gizi.

Materi yang diangkat pada seminar Dancow Parenting kali ini tentunya berkaitan dengan tumbuh kembang si Kecil. Jadi, secara umum, ada 3 hal yang diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil. Ketiga hal tersebut adalah nutrisi, cinta dari orang tua, dan stimulasi. Nah, ketiga aspek inilah yang kemudian dijabarkan oleh para nara sumber yang mengisi seminar Dancow yang saya ikuti. Sok lah mari kita bahas ketiga aspek tersebut secara rinci.

Dr. Rini memberi materi tentang tumbuh kembang anak
Nutrisi

Seperti kita ketahui, dari mulai hari pertamanya lahir, si Kecil sudah memerlukan nutrisi berupa ASI yang kemudian dilanjutkan dengan MPASI dan makanan penunjang lain sesuai pertambahan umurnya. Untuk memantau tumbuh kembang si Kecil, dapat dilakukan dengan cara mengecek tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala si Kecil secara rutin dan dilakukan hingga si Kecil berusia 6 tahun. Pengecekan ini dilakukan agar fisik si Kecil tumbuh sesuai dengan usianya.

Terkait dengan pemberian nutrisi, Bunda Sari Sunda Bulan memberikan beberapa tipsnya seputar hal-hal yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain:
  • Atur dan disiplin terhadap jadwal & kebiasaan makan. Perlu juga diatur porsi yang akan dikonsumsi si Kecil. Misal untuk nasi ukurannya sekepal tangan anak, sedang untuk lauk dan buahnya disesuaikan ukuran telapak tangannya.
  • Si kecil juga harus dibatasi pemberian garam, gula dan minyak. Jadi bukan hanya orang dewasa loh yang harus dibatasi garam gula dan minyaknya.
  • Pilih nutrisi yang dapat memberikan perlindungan advanced untuk mendukung proses belajar utk tumbuh kembang si kecil
  • Buat suasana makan yang menyenangkan untuk pemberian nutrisi bagi si kecil. Bisa jg membuat menu berganti-ganti/menu 10 hari
  • Si kecil juga bisa dilibatkan dalam menyiapkan makan untuk dirinya. Misalnya diajak memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi

Cinta orang tua

Sebagai orang tua, tentunya kita akan memberikan cinta kepada buah hati kita. Dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil, cinta yang diberikan ini bisa dijabarkan sebagai berikut:
  • Cinta berarti terus belajar mengenali, menghadapi dan membimbing si Kecil.
  • Cinta juga berarti memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan tumbuh kembang si kecil
  • Cinta juga bisa berwujud pola asuh yang tepat, mendukung eksplorasi si kecil
Eksplorasi  sendiri sangat dibutuhkan untuk sensori motorik, komunikasi, sosioemosional, kemandirian, kognitif & kreativitas si Kecil. Dalam sesi ini, Bunda Vera memberikan contoh sebuah kasus yang pernah ditanganinya. Jadi ada orang tua yang datang kepada beliau bersama buah hatinya. Si Kecil ini memiliki masalah dalam sensori motoriknya. Jika diletakkan sebuah barang ke tangannya, si Kecil tidak bisa menggenggam barang tersebut. Ternyata setelah ditanyai baru ketahuan kalau orang tuanya sangat protektif pada anaknya. Si Kecil dilarang memegang barang dengan tangan. Alih-alih mereka memakaikan sarung tangan pada si Kecil tersebut. Akibatnya si Kecil jadi tidak memiliki kemampuan sensori motorik yang baik.

Dalam hal pengasuhan sendiri, ada 4 pola asuh yang umumnya digunakan para orang tua. Pola asuh tersebut antara lain:
  • Pola asuh otoriter, yang cenderung keras
  • Pola asuh permisif, yang cenderung longgar
  • Pola asuh ignoran, yang cenderung tidak peduli
  • Pola asuh demokratis. Pola asuh adalah yang paling ideal digunakan dalam pengasuhan si Kecil

Stimulasi

Setelah nutrisi dan cinta orang tua, hal lain yang diperlukan bagi tumbuh kembang si Kecil adalah stimulasi. Stimulasi yang diberikan bisa berupa mengajak anak bermain entah itu di taman atau di rumah, bisa juga dengan mengajaknya mengikuti kegiatan harian kita seperti berbelanja. Sayangnya saat si Kecil sedang melakukan eksplorasi, kadang Bunda susah mengatakan "IYA, BOLEH" pada si kecil karena takut anak sakit, rumah berantakan, dan anak kenapa-kenapa.
Bermain sebagai salah satu cara Si Kecil ber-eksplorasi

Kecemasan berlebihan yang dimiliki Ayah Bunda bisa jadi memberikan akibat yang kurang baik bagi tumbuh kembang si Kecil. Pertama, kecemasan Bunda bisa membatasi perkembangan anak dan membuat dirinya merasa tidak mampu. Kedua, kecemasan Bunda bisa juga membuat anak ikut cemas dan akhirnya anak jadi kurang percaya diri, penakut dan tergantung pada orang tua.

Lalu, apakah Ayah dan Bunda tidak boleh cemas? Tentu saja boleh. Namun ada hal-hal yang harus diingat seperti tidak boleh cemas berlebihan, jangan ditunjukkan di depan anak, arahkan rasa cemas untuk amankan si Kecil. Kecemasan juga bisa dialihkan dengan cara fokus pada sekitar anak bukan hanya pada anak. Misalnya saat anak jatuh berarti kesempatan belajar agar tidak jatuh.

Untuk mendukung ekplorasi anak sendiri, bisa dilakukan dari luar maupun dari dalam. Dukungan eksplorasi dari luar bisa berupa mengenali aktivitas si Kecil untuk mengetahui bahayanya, pastikan safety dan childproof. Bisa juga dengan mengajarkan, contohkan dan latih anak melakukan dengan benar, sampaikan batasan dan resikonya pada anak. Sedangkan dukungan eksplorasi dari dalam berupa memberikan perlindungan melalui nutrisi seimbang.

Tentunya ada banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengatakan "IYA, BOLEH" pada si Kecil. Manfaat tersebut antara lain:
  • Anak mempunyai kesempatan belajar melalui eksporasi
  • Anak merasa hidup di lingkungan yang positif
  • Anak belajar aturan/batasan yang membuat dirinya aman dan nyaman
  • Anak merasa dipercaya dirinya mampu
  • Anak menjadi berani menghadapi tantangan dan tidak mudah frustrasi
  • Anak menjadi percaya diri
Selain berbagi materi seputar dunia parenting, dalam seminar hari itu pihak Dancow juga memperkenalkan produk terbaru mereka yakni Dancow Advanced Excelnutri+ yang merupakan penyempurnaan dari produk sebelumnya. Bagi para bunda yang ingin nambah-nambah ilmu seputar dunia anak, bisa mampir ke http://www.dancow.co.id/dpc atau bergabung di facebook Dancow Parenting Center dan bisa juga mem-follow twitter @dancowcenter.

Jadi, dengan nutrisi yang seimbang plus dukungan yang baik dalam pemberian stimulasinya, Ayah Bunda tentu tidak perlu ragu lagi berkata "IYA, BOLEH," pada buah hatinya.

Friday, March 24, 2017

Ketika si Kecil Mengalami Growthspurt

March 24, 2017 15
"Duh, De, kamu kok minumnya nggak kenyang-kenyang? Mama sudah capek banget nih," kata saya pada bayi berusia satu bulan yang sedang berada di pangkuan saya. Sudah hampir 2 jam dia menyusu namun tiap kali dia akan menangis tanda masih lapar. Tak terhitung pula sudah berapa kali saya berganti-ganti posisi menyusui bayi tersebut.

"ASI-nya kurang mungkin," kata ibu saya melihat saya yang terlihat kusut masai.

Saya hanya terdiam. Jujur saat itu separuh hati saya juga sudah mulai ragu dengan stok ASI yang dimiliki tubuh saya. Jangan-jangan memang ASI yang saya produksi sedikit dan membuat Yumna tak kunjung kenyang.

"Ah, nggak. Insyaa Allah cukup aja ASI-nya," kata saya meyakinkan diri.

***

Setelah berhasil menyusui Yumna langsung, saya dihadapkan pada masalah baru. Yumna menyusu sangat lama dan seperti tidak pernah kenyang. Setiap dia menyelesaikan satu sesi menyusu, Yumna akan merengek kembali minta disusui. Begitu terus sampai seharian. Asli pinggang ini mau patah rasanya. Belum lagi pekerjaan yang terbengkalai. Untungnya saat ini saya masih tinggal bersama ibu saya, jadi untuk urusan rumah tangga masih bisa dibantu. Bayangkan kalau tidak.

"Mungkin anakmu sedang growthspurt," begitu kata seorang teman ketika saya menceritakan masalah yang sedang saya hadapi.

Ah, ya. Growthspurt. Saya pernah mendengarnya. Growthspurt ini adalah kondisi di mana bayi mengalami percepatan pertumbuhan. Tanda-tandanya antara lain :
  • Bayi menyusu lebih sering dari biasanya. Hal ini bisa terjadi setiap jamnya.
  • Bayi lebih rewel dari biasanya di siang dan malam hari.
  • Bayi mengubah pola tidurnya lebih sering terbangun tengah malam, bahkan di beberapa bayi mereka tidak tidur sama sekali.
  • GS pada beberapa bayi justru ditandai dengan si kecil yang lebih banyak tidur.

Biasanya growthspurt ini terjadi pada saat usia bayi 7-10 hari, minggu ke-2, ke-3, ke-4, ke-6, dan berlanjut lagi di usia 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan. Adapun lamanya dari masa growthspurt ini sekitar 2-3 hari, namun ada juga yang sampai 1 minggu.

Saat sadar kalau bayi saya kemungkinan sedang growthspurt, saya mulai tenang. Ah, paling sehari dua hari, begitu pikir saya. Kenyataannya, Yumna mengalami growthspurt ini selama 2 bulan! Saya yang mulanya optimis bakal bisa mengumpulkan ASIP pelan-pelan mulai frustasi dan kerap merasa kalau ASI saya kurang. Untuk menghindarkan diri dari rasa menyerah, saya kembali bertanya kepada beberapa teman. Alhamdulillah ada teman yang pernah mengalami masalah yang sama. Katanya, memasuki bulan ke tiga bayinya sudah mulai normal pola menyusunya.

Seiring dengan pertambahan usianya, frekuensi menyusu Yumna mulai berkurang. Dari yang awalnya seolah tak pernah kenyang, berkurang menjadi setengah jam sekali, lalu satu hingga setengah jam sekali. Saya yang awalnya khawatir tidak bisa menyiapkan ASIP yang cukup saat kembali bekerja pun mulai optimis kembali.

Dalam menghadapi masa growthspurt pada bayi, ada beberapa hal yang bisa saya jadikan catatan:

Pertama, ibu harus tetap yakin kalau ASI yang diproduksinya cukup untuk bayi meski bayi terlihat selalu lapar. Jika masih merasa ragu, ibu bisa mengecek tanda kecukupan ASI pada bayi yang bisa dilihat dari berapa kali bayi pipis setiap harinya. Jika pipisnya lebih dari 7 kali sehari maka Insya Allah bayi sudah cukup mendapat ASI

Kedua, carilah teman seperjuangan atau memiliki pengalaman yang sama. Selama periode growthspurt Yumna, saya tak henti-hentinya bertanya pada beberapa teman yang sudah berpengalaman. Untungnya saya ketemu yang pengalamannya persis dengan saya yang membuat saya bisa tetap yakin kalau masa growthspurt pasti akan berlalu.

Ketiga, siapkan ASIP. Selain untuk stok saat akan bekerja, ternyata ASIP yang saya kumpulkan sejak satu minggu setelah melahirkan sangat berguna saat menghadapi Yumna yang growthspurt. Saat saya sudah kelelahan karena duduk seharian, stok ASIP bisa digunakan sementara saya beristirahat sejenak. Memang sih saya sempat bete karena stoknya seolah nggak nambah-nambah sementara selama siang hari saya nyaris tak punya kesempatan memompa payudara. Tapi akhirnya saya pun menyiasatinya dengan memompa payudara di tengah malam.

Keempat, perbanyak minum, makan makanan bergizi dan kalau diperlukan konsumsi booster ASI. Ada banyak sekali produk yang dipercaya bisa meningkatkan produksi ASI. Mulai dari daun katuk, susu kedelai, hingga suplemen khusus ibu menyusui. Nah, saat ini, ada satu produk yang katanya bisa meningkatkan produksi ASI hingga 900%. Nama produk ini adalah ASI Booster Tea. Meski namanya teh, komposisi dari ASI Booster Tea ini ternyata tidak mengandung teh sama sekali. Sebaliknya, ASI Booster Tea ini mengandung berbagai bahan seperti Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS, Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda yang dipercaya bisa meningkatkan produksi ASI.



ASI Booster Tea dapat langsung diminum biasa, bisa ditambah gula, madu, krimer. Bisa juga dibuat campuran minuman kesayangan dengan dicampur jus, susu, dibuat milkshake. Cara membuatnya sendiri dapat dilihat pada video di bawah ini.



Bagi saya pribadi, masa menyusui ini harus diakui sebagai masa yang cukup melelahkan. Selesai satu masalah muncul lagi masalah lain. Alhamdulillah-nya hingga saat ini saya masih bisa melewatinya dengan cukup baik dan saya berharap bisa menyusui Yumna hingha usianya 2 tahun. Jadi, bagi ibu-ibu yang sedang stress menghadapi bayi yang sedang growthspurt, jangan patah semangat! Dengan modal keyakinan dan usaha, insya Allah masa tersebut akan bisa terlewati.

Friday, March 17, 2017

March 17, 2017 0


Nama saya Antung Apriana, biasa dipanggil Antung. Saya merupakan ibu dari seorang putri. Sehari-hari saya bekerja di sebuah BUMD di kota Banjarmasin. Blog ini berisikan berbagai kisah keseharian dan pengalaman yang berkesan dalam hidup saya. Sesekali saya juga membuat review film, produk, juga tempat-tempat yang pernah saya kunjungi. Saya dapat dihubungi melalui email ayanapunya@yahoo.co.id

Pengalaman Menggunakan Nipple Shield

March 17, 2017 26
Bisa memberi ASI langsung kepada buah hati sudah menjadi cita-cita saya sejak dulu. Ini mungkin karena saya beserta kedua adik berhasil diberi ASI hingga 2 tahun oleh ibu kami. Jadi ya ceritanya nggak mau kalah sama ibu. Sayangnya ternyata setelah melahirkan baru saya tahu kalau memberi ASI itu tidak semudah yang dikira. Layaknya ibu-ibu lain, saya pun sempat mengalami drama dalam pemberian ASI ini. Drama yang saya hadapi tersebut bernama puting datar.

"Waktu hamil kemarin nggak ditarik-tarik ya putingnya?" Tanya beberapa orang saat saya bercerita tentang kondisi payudara saya. Saat itu saya sedang berusaha mencari solusi untuk bisa segera memberi ASI kepada anak saya.

Saya hanya menggeleng. Selama hamil saya hanya berpegang teguh pada pedoman kalau bentuk puting tidak mempengaruhi pemberian ASI. Sekarang, kalau boleh jujur saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Karena, setelah tanya dan googling sana-sini, ternyata ibu-ibu yang memiliki puting datar atau tenggelam kebanyakan mengalami kesulitan dalam pemberian ASI. Ada yang berhasil dengan berbagai usaha, ada yang akhirnya memberikan ASIP pada anaknya, ada juga yang akhirnya memberikan susu formula pada anaknya. Jadi, mungkin seharusnya disebutkan saja kalau ada jenis puting yang perlu usaha ekstra dalam proses menyusuinya. Dengan begitu, ibu-ibu dengan puting datar bisa menyiapkan dirinya sebelum masa melahirkan nanti.

Saya sendiri tidak mau menyerah dengan keadaan dan berusaha mencari tahu cara agar bisa tetap memberikan ASI pada anak saya. Sumber informasi terdekat tentunya adik saya sendiri. Seperti saya, dia juga memiliki puting datar plus anaknya sempat minum ASI pakai dot di awal kelahirannya. Kondisi yang kemudian membuat dirinya sukses menjadi mama eping selama hampir setahun. Oke, ini bisa jadi pilihan, kata saya dalam hati saat itu. Namun kemudian setelah googling sana sini, saya mendapat sedikit pencerahan.

Cara paling utama agar ibu berputing datar bisa menyusui adalah dengan membuat si puting datar itu muncul. Caranya bisa dengan ditarik menggunakan nipple puller, rajin memompa dengan pompa ASI, atau juga menggunakan suntikan yang dipotong ujungnya. Selain itu, ada juga cara lain jika ibu ingin tetap menyusui anaknya meski memiliki puting datar, yakni dengan menggunakan media bernama nipple shield. Nipple shield ini pelindung puting yang digunakan bagi ibu yang putingnya lecet. Namun nipple shield ini juga bisa digunakan oleh ibu berputing datar.

Saya pun meminta suami membelikan nipple shield di toko bayi langganan kami. Sepulang kerja, suami menyerahkan nipple shield dari Pigeon yang dibelinya kurang lebih delapan puluh ribu rupiah. Saat membuka kotak, saya agak kaget dengan ukuran nipple shield tersebut. Berbahan membran isoprone, nipple shield Pigeon ini memiliki diameter bawah 7 cm, diameter puting 1,5 cm dan panjang puting 2 cm. Kalau kata saya sih ukuran puting ini agak terlalu panjang. Untuk menggunakannya, nipple shield tinggal dipasang di payudara ibu. Nah, karena ukuran si puting palsu ini lumayan panjang, saya sempat mengalami kesulitan untuk memasukkan nipple shield ini ke mulut anak saya. Yah, intinya tidak seperti video yang saya tonton di youtube.



Selama beberapa waktu, saya menyusui Yumna dengan menggunakan nipple shield ini. Agar lebih mudah, saya menyusui dengan gaya football hold. Tujuan saya menggunakan nipple shield ini sendiri semata agar anak saya tidak melulu menyusu dari botol yang mungkin akan membuat dia menolak payudara saya nantinya. Selain itu saya juga berharap penggunaan nipple shield ini bisa mempercepat munculnya puting saya selain dengan penggunaan pompa. Dari pemakaian selama kurang lebih satu bulan ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan terkait penggunaan nipple shield ini:
  • Agak repot. Hal ini karena selama digunakan, kita harus terus memegangi si nipple shield ini selama menyusui agar tidak lepas atau berubah posisi
  • Posisinya bisa berubah setelah terkena ASI dan kalau posisinya sudah berubah agak sulit untuk membetulkannya lagi karena nipple shield menjadi licin dan susah nempel di payudara
  • Bikin lecet. Ini kedengarannya ironis sekali, ya. Nipple shield kan seharusnya digunakan untuk melindungi puting ibu yang lecet. Eh, di saya malah bikin lecet. Ini mungkin karena anak saya pelekatannya belum benar dan adanya gesekan antara kulit dengan si nipple shield ini.
Setelah kurang lebih satu bulan, alhamdulillah saya sudah bisa menyusui langsung tanpa nipple shield. Kondisi puting yang lecet membuat saya akhirnya ngotot melepas nipple shield ini. Untungnya juga saat itu puting saya sudah mulai muncul. Meski di awal-awalnya anak saya sering ngamuk karena mulutnya susah nempel di aerola, namun pelan tapi pasti akhirnya kami bisa bekerja sama. Jadi, kalau ditanya apakah saya merekomendasikan penggunaan nipple shield ini, mungkin jawabannya tidak.

Trus gimana dong biar bisa tetap menyusui? Ya kalau menurut saya tetap berusaha memunculkan puting dulu dengan menggunakan pompa atau nipple puller. Selain itu jangan lupa paksa bayi biar mau menyusu ke badan kita. Insya Allah lama-lama bayi akan mau menyusu. Kalau ternyata masih gagal? Maka menjadi mama eping bisa menjadi pilihan.