Catatan Perjalanan Kehidupan Tahun 2025

 


Tahun 2025 tinggal menghitung hari dan seperti biasa di akhir tahun saya akan membuat rangkuman perjalanan kehidupan di sepanjang tahun 2025 ini. Jelang tahun 2026 ini sendiri saya menemukan konten menarik di salah satu sosial media tentang pencapaian terbaik di tahun 2025 dan salah satu konten kreator menjawabnya dengan jawaban, "Waras, sehat, hidup." Menonton konten tersebut saya pun langsung merasa relate karena memang bisa dibilang pencapaian terbaik saya tahun ini adalah hal-hal yang kadang lupa kita syukuri.

Riwayat kesehatan di tahun 2025 

Pada tulisan tentang perjalanan hidup di tahun 2024, saya sempat menuliskan kalau saya mengalami nyeri lutut yang cukup menganggu dan ternyata nyeri lutut tersebut masih saya rasakan hingga sekarang dan bahkan semakin menyiksa jika saya melakukan aktivitas jalan yang cukup intens. Karena rasa nyeri yang tak kunjung hilang, akhirnya saya putuskan untuk meminta rujukan ke dokter agar kaki saya dirontgen dan menurut dokter saya menderita osteoarthritis grade 2. Dokter memberi opsi apakah saya mau difisioterapi atau dilakukan tindakan suntik dan saya memilih tindakan suntik lutut.

Karena memilih tindakan suntik lutut, saya pun dijadwalkan untuk suntik oli lutut per 1 minggu sekali sebanyak 5 kali baik lutut kiri maupun lutut kanan. Ini sebenarnya di luar prediksi karena saya pikir hanya lutut kiri yang disuntik namun kata dokter lutut kanan saya juga mengalami osteoarthritis jadi setelah lutut kiri selesai disuntik sebanyak 5 kali, giliran lutut kanan yang disuntik selama 5 minggu berikutnya. Jadi bisa dibilang totalnya 12 kali saya bolak-balik rumah sakit untuk suntik lutut ini.

Setelah selesai tindakan suntik lutut sebanyak 5 kali, dokter kemudian menjadwalkan saya untuk menjalani tes darah dan USG pada minggu berikutnya. Jujur saya bingung kenapa harus dilakukan tes darah dan USG (bukannya harusnya rontgen kaki?). Selain itu sebenarnya saya juga sudah melakukan medical check di tahun ini yang diadakan oleh perusahaan dan hasilnya yah lumayan mepet sih angka-angkanya. Hehe.

Namun ya karena dokter yang memberi rujukan akhirnya saya ikuti saja arahan dokter dan ketika hasilnya dibacakan, dokter kemudian memberikan obat kolesterol yang diminum setiap malam setiap hari karena kolesterol saya yang berada di atas angka 200. Untuk hasil USG alhamdulillah tidak ada yang mengkhawatirkan dan untuk lutut, kata dokter saya tidak perlu datang lagi padahal ya jujur kondisi lutut saya masih nyeri sampai sekarang. Entah ya mungkin tahun depan saya akan mencoba periksa ke dokter spesialis lagi siapa tahu ada diagnosa yang terlewat.

Selain menjalani pengobatan untuk nyeri lutut, di akhir tahun 2025 ini saya memberanikan diri untuk mengikuti tes HPV DNA yang diadakan oleh salah satu klinik di kota Banjarmasin dan alhamdulillahnya tesnya gratis. Tes HPV DNA ini dilakukan untuk mendeteksi materi genetik DNA dari virus HPV tipe risiko tinggi di leher rahim (serviks). Saya sendiri sudah pernah melakukan tes pap smear kira-kira di tahun 2015 dan waktu itu alhamdulillah hasilnya aman. 

Awalnya saya pikir tes HPV DNA ini akan sama dengan tes pap smear yang pernah saya coba yakni menggunakan alat cocor bebek untuk membuka v*gina dan mengambil sampel dari leher rahim. Nah, ternyata untuk tes HPV DNA yang saya ikuti, pengambilan sampel hanya menggunakan sejenis stik yang mirip cotton bud raksasa dan dimasukkan sedikit ke dalam v*gina untuk mengambil sampel. 

Prosesnya ini bisa dibilang sangat singkat jika dibandingkan dengan menggunakan cocor bebek tadi. Dan berdasarkan beberapa informasi yang saya dapat, tes HPV DNA lebih efektif dalam mengetahui gejala kanker serviks karena yang dideteksi adalah virus sementara pap smear mendeteksi perubahan sel pada leher rahim.

Kurang lebih 1 minggu setelah pengambilan sampel HPV DNA, saya pun mendapat pesan terkait hasil tes tersebut. Pastinya saya gugup sekali dengan hasil tes ini karena saat pengambilan sampel saya sedang mengalami keputihan. Namun alhamdulillah setelah dokumen dibuka tidak ditemukan virus berbahaya di leher rahim saya. 

Kehidupan pribadi dan perjalanan di tahun 2025 



Bicara tentang kehidupan pribadi, ada beberapa kejadian besar yang terjadi pada saya dan keluarga di tahun 2025 ini. Pertama-tama Yafiq, anak ke dua saya tahun ini masuk SD setelah menyelesaikan pendidikan pra sekolahnya dengan hasil yang cukup memuaskan. Yafiq sendiri saya daftarkan di sekolah yang sama dengan kakaknya agar saya maupun suami tidak repot saat mengantar jemput keduanya. Selain itu Yafiq juga saya daftarkan di TPQ agar lebih lancar mengajinya. Alhamdulillah di 1 semester pertama sekolahnya ini Yafiq bisa beradaptasi dengan baik di sekolah maupun tempat mengajinya.

Tahun 2025 sendiri menandai tahun ke-10 saya bekerja di perusahaan sekarang. Sesuai dengan ketentuan dari perusahaan, di awal tahun 2025 saya dan rekan-rekan lain yang masuk di angkatan yang sama mendapatkan penghargaan pengabdian untuk masa kerja 10 tahun tersebut. Penyerahan penghargaan ini biasanya dilakukan berbarengan juga dengan puncak ulang tahun perusahaan.

Selain anak ke dua yang masuk SD, saya juga mendapat momen menyenangkan saat akhinya bisa travelling lagi lewat outbond yang diadakan perusahaan. Pada outbond ini saya dan puluhan rekan kerja lain berangkat ke Surabaya lalu dilanjutkan ke Malang yang menjadi pusat kegiatan outbond. Dalam acara oubond ini saya akhirnya bisa naik ke Bromo dan bertemu sesama rekan blogger di kota Malang. Setelah outbond selesai, perjalanan saya lanjutkan bersama 2 teman menuju kota Yogyakarta sebelum akhirnya pulang ke Banjarmasin.

Tak lama berselang setelah perjalanan saya ke Yogyakarta, keluarga kami sempat dibuat takut ketika ibu saya harus dirawat di Rumah Sakit karena penyakit hipertiroidnya kambuh. Saat itu ibu saya sempat terjatuh di dapur dan untungnya saat itu suami saya sedang berada di rumah Ibu sehingga kami bisa langsung membawa beliau ke dokter. Tak disangka besoknya ibu saya harus dibawa ke IGD karena beliau mengalami halusinasi. Untungnya setelah dirawat di Rumah Sakit kondisi ibu membaik dan Ibu diizinkan pulang setelah menginap 4 hari di rumah sakit dan alhamdulillah kondisi ibu sudah stabil hingga sekarang.

Setelah kondisi Ibu membaik, kami pun berangkat ziarah ke Martapura sebagai bentuk rasa syukur Ibu saya atas kesembuhannya. Pada kesempatan ini kami juga menyempatkan diri mengunjungi salah satu tempat wisata di kota Banjarbaru yang sempat viral yakni Danau Seran. Selain ke Danau Seran, saya juga sempat berwisata ke tempat wisata lain di Banjarbaru yakni D'Legenda di momen perpisahan sekolah Yafiq.

Di bulan Agustus, saya dan kedua anak saya juga menyempatkan diri untuk staycation di salah satu hotel di kota Banjarmasin. Kami hanya menginap bertiga karena ayah anak-anak mendadak ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Anak-anak sendiri tentunya sangat senang dengan agenda staycation ini dan malah request mau menginap di hotel lain yang ada di kota Banjarmasin. Eaa.

Blog dan literasi 

Dunia blog dan literasi tentunya juga menjadi salah satu cerita perjalanan yang tidak mungkin saya hilangkan dari tulisan ini. Selama hampir sepuluh tahun, blog ini sudah menjadi tempat saya berbagi cerita dan pengalaman. Dan di tengah naik turunnya traffic blog, alhamdulillah hingga akhir tahun ini saya masih tetap aktif menulis.

Sayangnya keaktifan saya menulis di blog ini mungkin jauh menurun dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya saya bisa menulis hingga 10 artikel per bulan, maka di tahun 2025, tercatat saya rata-rata hanya menulis 5 artikel per bulannya yang artinya 1 minggu hanya 1 artikel. Tak hanya jumlah artikel yang berkurang, traffic blog saya juga mengalami kemerosotan yang sangat signifikan yang jujur sedikit berpengaruh juga pada semangat saya ngeblog. Namun setidaknya saya masih bersyukur karena di tahun 2025 masih mendapat beberapa job tulisan baik itu content placement ataupun blog review.

Untuk dunia bacaan, salah satu pencapaian saya tahun ini adalah bisa mencapai target membaca buku tahun 2025 yakni 20 buku bahkan lebih. Jadi berdasarkan data yang saya ambil di akun Goodreads, tahun ini saya berhasil menamatkan 22 buku yang kebanyakan adalah buku fiksi. Kebanyakan buku yang saya baca tahun ini berasal dari aplikasi digital dan meminjam buku di perpustakaan kota Banjarmasin. Senang sekali rasanya tahun ini saya bisa membaca buku-buku fiksi yang membuat saya penasaran lewat perpustakaan ini. Untuk lebih detailnya buku-buku yang sudah saya baca akan saya buatkan tulisan tersendiri.

Tak hanya target bacaan yang terlampaui, di tahun 2025 impian saya untuk bertemu langsung dengan salah satu penulis favorit terkabul. Dalam sebuah acara bedah buku yang diadakan di Perpustakaan Daerah, saya berkesempatan bertemu langsung dengan Dee Lestari yang karyanya pastinya sudah tak asing lagi bagi pecinta buku. Tak hanya bertemu muka, saya bahkan juga sempat berfoto dan minta tanda tangan mbak Dee Lestari di hari itu. 

Itulah dia sedikit rangkuman perjalanan kehidupan saya di tahun 2025. Seperti yang saya tuliskan di awal, pencapaian terbesar saya tahun ini adalah masih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Selamat tinggal 2025 dan mari kita sambut tahun 2026 dengan semangat menjadi lebih baik! 

 

Baca Juga

Posting Komentar

46 Komentar

  1. Sehat-sehat selalu ya mbak Antung. Memang namanya hidup kadang naik turun. Yang penting bagaimana kita memaknai hidup ini. Aku sendiri sepertinya juga terkenal osteoarthritis cuma belum periksa

    BalasHapus
  2. Salut sama konsistensi mba antung dalam menulis, pantesan setiap minggu tulisannya selalu ada. Kereen. Dan namanya hidup ya, setiap ada cerita baik ada juga cerita buruknya. Huhu, semoga lekas sembuh nyeri lututnya ya mba antung

    BalasHapus
  3. Masya Allah, 2025 sudah kita lewati dengan segala hiruk-pikuk yang menyertai. Semoga 2026 Kak Antung dan keluarga diselimuti dengan keberkahan, kesehatan paripurna, semakin sehat dan tambah sukses, Aamiin. Keep spirit Kakak.

    BalasHapus
  4. Tahun ini seru dan byk moment indah ya mbak, semoga 2026 ini nanti makin seru dan lebih baik lagi tercapai semua target amin

    BalasHapus
  5. Setiap tahun ada cerita up n down nya ya mba,,,,ada bahagia dan sedih yang datang silih berganti...dan yang penting akhrinya bisa jalan2 juga ke jawa dan langsung ke beberapa kota besar jugaa duhh senangnyaaa...
    Ngomongin nyeri lutut sodaraku juga ada mbaa jadi dia juga mesti suntik oli gt beberapa kali dan katanya sampai sekarang juga masih sering sakit2an...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tambahan semoga di tahun 2026 ini memberi kita lebih banyak kebahagiaan dan kesehatan dan kita bisa melewati hari2 dengan menjadi versi terbaik kita..semangat!!!!

      Hapus
  6. Ikut degdegan saat baca tentang riwayat kesehatan tahun lalu, dan dari tulisan ini aku baru ngeh soal suntik oli di lutut ini. Untuk tes kankernya alhamdulillah negatif ya mbak. Semoga selalu sehat dan jangan lupa mulai nabung otot (kaki) biar makin enak dipake jalan lututnya.

    Tentang kebiasan ngeblog, seminggu 1 tulisan aja udah bagus banget. Aku kadang sebulan belum tentu ada 1 tulisan >.< makanya tahun ini berharap bisa lebih rajin aku nulisnya. Sayang soalnya biaya domainnya mahal hahaha.

    BalasHapus
  7. Kesehatan di tahun 2025 bagiku sulit dan harus dijaga dengan baik. Apalagi sekarang di tahun 2026. Apakah bakalan sampe akhir tahun ini? Harus tetap aware dengan kesehatan....

    BalasHapus
  8. Kyknya permah mendengar juga mbak tentang tes HPV DNA ini. Kapan hari ibu2 di komplek rumah bikin agenda tes kesehatan itu. Tapi pas aku gak bisa.
    Ternyata lebih simple ketimbang papsmear ya. Tapi pada prinsipnya sebenarnya sama nggak sih buat tujuannya?
    Btw keren banget itu 5 tulisan blog dlqm sebulan. Aku nih masih angot2an. Gak tahu kenapa kek nggak sesemangat dulu.
    Tapi yaa yang penting blog nggak nganggur ya. Usahakan selalu diisi karena sayang dah bayar domain haha.

    BalasHapus
  9. sehat-sehat ya mbak....
    keren banget udah konsisten ngeblog sepuluh tahun lamanya
    dan dalam fase naik turunnya kehidupan, semoga selalu tercipta kisah indah yaa

    BalasHapus
  10. Wah banyak hal yang kita harus syukuri untuk terus menjadi diri penuh makna untuk diri sendiri dan keluarga terutama

    BalasHapus
  11. Selalu ada yang disyukuri dibalik semua kejadian yaa, ka Antung.

    Syafakillahu..
    Semoga yang sakit sakit, diangkat semua penyakitnya di tahun 2026.

    Dan untuk dunia blogging, ini aku juga ngerasain banget up and down nya..kudu meweek rasanyaa.. huhu..

    BalasHapus
  12. Gimana sekarang kondisi lututnya, Mbak? Semoga makin membaik ya. Ibunda juga semoga sehat selalu. Alhamdulillah 2025 memberi banyak warna, cerita, dan hikmah ya, Mbak. Semoga 2026 lebih bersahabat yaa. Sehat-sehat ya Mbak...

    BalasHapus
  13. Selamat tahun baru ya mba. Dengan segala ceritanya, 2025 pamit juga ya.
    ikut senang dengan penghargaan 10 tahun bekerja, semoga hari-hari kedepan segala hal berjalan lancar.

    Terutama kesehatan dan untuk nge-blog, semoga tahun 2026 ini kita semakin semangat ya. Selamat menghidupi 2026.

    BalasHapus
  14. Nah, mamaku tuh cerita. Pas kerja di malaysia, pernah beliau merasa lututnya sakit gitu. Lalu, periksalah di rumah sakit di Malaysia. Katanya, beliau disuntik lututnya gitu. Habis itu nggak pernah sakit lagi lututnya selama bekerja di sana.

    Sementara kalau di Indonesia, beliau kalau periksa nggak pernah yang disuntik lutut gitu. Mungkin harus rontgen juga kali ya mamaku.

    BalasHapus
  15. Gapapa mbak, 2025 itu yang penting bisa bertahan saja, buatku sudah patut disyukuri. Karena memang banyakkk sekali yang mengalami kejatuhan dan kemerosotan selama satu tahun kemarin. Pun begitu juga dengan daku dan semangat blogku, yang sama-sama ambyar wkwkwkw. Jadi dirimu tidak sendiri mbak.
    Tapi yaaa... Mari kita sambut 2026 dengan semangat baru ya mbak. Insya Allah, tahun ini akan jadi waktunya kita jadi lebih baik dan bersinar.

    BalasHapus
  16. Waah mbaaa, aku berasa ikut ngilu yg baca suntik lutut 😞. Soalnya dulu almarhum mama mertua juga rutin suntik lutut Krn osteo. Dan mama bilang sakit, makanya aku lgs kebawa ngilu 😔. Sayangnya masih tetap terasa ya mba. Semoga bisa ketemu dokter yg sesuai dan nanti bisa sembuh lagi yaa.

    Syukur kondisi ibu juga membaik yaaa. Semoga di tahun 2026 mba sekeluarga diberkati kesehatan.

    Kalau soal literasi, aku juga mau aktif lagi di reading challenge mba. Sebenarnya yg namanya membaca aku rutin dari dulu, cuma kalau ga dibikin target, suka lamaaaaaa. 1 buku bisa sebulan. Beda kalau pake target. Bacanya juga JD LBH semangat

    BalasHapus
  17. Terima kasih sudah menuliskan pengalaman HPV DNA mba. Diriku baru pap smear aja pakau program dari RS. Next, mungkin coba yang ini ya, less deg-degan.

    BalasHapus
  18. Kadang justru kegagalan kecil yang paling banyak ngajarin arah hidup. Penghujung tahun 2025 dunia terasa runtuh ketika Bapak berpulang jumat 26 desember. Ngejalani hari2 berasa hampa. Al fatihah ila ruhi bapak sugiono bin margiance

    BalasHapus
    Balasan
    1. Al fatihah buat almarhum bapaknya, Mbak. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kesabaran

      Hapus
  19. Sama mba, aku tahun di 2025 juga kurang produktif di blog jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan trafik jadi menurut. Memang kita nggak bisa mengandalkan tulisan lama aja yah, trafik akan menurun kalau kita jarang update. Tapi aku juga masih bersyukur masih bisa menulis dan dapat tawaran kerja sama blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi kayaknya kalau soal trafik emang sejak ada perubahan algoritma Google dan AI ya mbak. Tapi bener sih kalau kita sering update blog perlahan2 tulisan juga naik, walaupun mungkin belum bisa drastis kembali pada kejayaan PV zaman blogger dahulu. Kuncinya keknya di konsistensi ngeblog ya. Aku pribadi kek merasa sayang bayar domain hosting kalau nggak diisi blognya :D

      Hapus
  20. Masyaallah banyak sekali hal baik yang terjadi di 2025 ya mbak. Walaupun tetap ada cobaannya seperti sakit lutut dan ibu yang juga sakit. Semoga sakit lututnya lekas sembuh dan ibunya juga sehat selalu.

    Tahun ini aku juga pengen lebih banyak membaca. Semoga dimudahkan.

    BalasHapus
  21. Lekas sembuh untuk lututnya kak.. semoga keluarga selalu diberkati kesehatan ya. Amin. Aku jadi teringat sewaktu mudik Tahun Baru kemarin. Jujur, aku emang kurang suka mudik ke Wonosobo sebab dinginnya.. Tapi abang ajak buat tahun ini kesana karena sudah lama sekali.

    dan benar aja, kampungku ini super dingin karena lokasinya ada di gunung. Setiap malam kabut. suhu kaya 16-18 dercel. dan hari ketiga. Otot kakiku kaku sampai2 kalau mau berdiri abis jongkok itu nggak bisa sama sekali. Otomatis khawatir kan abang. kita kerumah sakit tuh, dan iyaa, otot kakiku ini tegang dan kaku akibat kedinginan. uhhh drama banget pokoknya sebab beneran kaya kaki nggak ada tenaga gtu kak.. untungnya enakan setelah dokter suntik apa gtu di area kaki. dan infared juga..

    duh jadi curhat. maaf ya kak. hehe

    btw seru amat kak Staycation bareng keluarga.. sayang Ayah nggak ikut yaa karena kerjaan. semoga ada kesempatan lain buat staycation full member ya kak. Amin..

    sehat selalu kak..

    BalasHapus
  22. Selalu ada hal baik yang patut kita syukuri, sekecil apa pun itu. Semoga tahun ini, semua harapannya tercapai yah Mbak. Terutama kesehatan. Alhamdulillah hasil tes untuk tahu tentang kanker serviks negatif. Aman.

    BalasHapus
  23. Baca tulisanmu tuh jadi merasa bahwa tiap tahun selalu ada pasang surutnya ya mbak. Dan pas mendekati di akhir tahun begitu, kadang mulai agak sentimentil dengan pertanyaan apakah hidupku sudah baik? Sudah dapat apa saja? Sudah lancarkan selama ini? Karena gimana² tolak ukurnya ya medsos yang kadang tampak selalu baik.😅

    Pas baca blogmu ini, aku kayak ngerasa 'oh ternyata, ya aku baik² aja. Nggak sendiri dengan pasang surutnya tahun'. Heheh.. 🥰🥰

    BalasHapus
  24. Hingga penghujung tahun 2025 daku juga agak menurun menulis di BLOG, karena ada kegiatan di dunia nyata yang jadinya pecah konsentrasi hehe. InsyaAllah tahun 2026 bisa mengatur waktu lebih oke lagi. Cuss sehat² buat kita semua dan #SemangatCiee menulis lagi

    BalasHapus
  25. Sehat selalu Mbak
    Aku tuh juga di 2025 beruntung diberi lebih banyak kesehatan
    Bahkan aku berusaha menjalankan hidup lebih sehat
    Jalan pagi
    Minum herbal
    Bahkan mengurangi jajan kalau ga penting
    2026 makin sehat ya Mbak

    BalasHapus
  26. masya Allah ya teh perjalanan 2025 itu sesuatu ,kesehatan kaki teth semoga membaik ,tidak teteh ajah beserta keluarga aamiin.
    oh iya pap smear teh pembersihan ya teh kalau pakai kb iud? merinding aduh
    tetteh 2025 aku sdikit bangeut , dan karena eror juga gara2 beli domain tapi g brhasil duh jadi aja ngefek ke mood ( uhmm )

    BalasHapus
  27. Puji syukur saat ini mbak sekeluarga sudah sehat-sehat ya. Memang lepas usia 30 harus lebih ekstra jaga kesehatan, karena ada lebih banyak risiko kesehatan yang mengintai.

    Tahun 2025 aku sempat jarang menulis, tapi beberapa bulan terakhir jadi naik lagi karena ada banyak job content placement juga. Puji syukur.

    BalasHapus
  28. MasyaAllah, ternyata 2025 cukup banyak tantangannya ya mbak
    Alhamdulillah semua bisa terlewati, semoga 2026 ini membawa banyak keberkahan ya

    BalasHapus
  29. Dalam perjalanan setahun ini, pastinya beragam hal ini alami ya, Mbak Antung. Baik. Suka dan bikin bahagia ataupun sebaliknya. Tapi itulah kehidupan. Semua saling berdampingan. Dan semua harus dijalani dengan semangat dan pastinya penuh syukur. Untuk blog. Menulis seminggu sekali itu sudah sangat bagus Mbak. Jadi Terus semangat ngeblog Mbak Antung.

    BalasHapus
  30. Selamat Tahun Baru. Semoga 2026 bisa lebih sukses dan pastinya lebih sehat lagi sekeluarga. Banyak pencapaian yang lebih baik lagi. Ngeblog nya udah bagus sebulan 5. Banyak yang sebulan 1 bahkan blognya jadi sarang laba-laba. Hahhaa. Semangat ya Mbak Antung

    BalasHapus
  31. Terima kasih telah berbagi tulisan refleksi akhir tahun yang sangat menyentuh dan inspiratif dari Mbak Antung Apriana ini. Membaca catatan perjalanan hidup tahun 2025 di blog Ayanapunya, terlihat jelas bahwa meskipun ada tantangan kesehatan dan dinamika kehidupan, rasa syukur tetap menjadi fondasi utamanya.

    BalasHapus
  32. Selamat tahun baru ya, Mbak Antung!
    Sehat selalu! Melihat tulisan Mbak Antung terkait refleksi tahun baru tuh.... nyentuh banget :')
    Gakpapa, menulis seminggu sekali itu jauh lebih baik banget, sebulan sekali itu saja tidak apa-apa kok! Yang penting adalah konsistensinya!

    BalasHapus
  33. 2025 tahun yang penuh lika liku dan jatuh bangun, di tahun yang baru ini 2026 semoga lebih baik meskipun nanti menghadapi masalah lainnya tetapi kita bisa jauh lebih bijak menyikapinya. Semangat semua.

    BalasHapus
  34. aku ngebayangin suntik lutut mbak, sakit banget pasti ya
    soalnya aku sendiri kadang juga merasa lututku cukup sering nyeri gitu, lupa dari penyebabnya karena apa
    mengenai dunia blogging, targetku di tahun 2025 kemarin lumayan nurun banyak nih semangatnya, biasanya aku usahakan nulis per bulan diatas 5, ehh sekarang malah ga sampe 5
    semoga keluarga mba Antung selalu diberi kesehatan dan keberkahan di tahun 2026 ini. Amin

    BalasHapus
  35. Mba Antung, ,,,,sehat sehat selalu yaa,,,semoga sakit lututnya gak kambuh-kambuh lagi, sehat seterusnya. Semoga mbak Antung di 2026 ini terkabul semua harapan dan doa-doa.

    BalasHapus
  36. Loh, ternyata kita sama nih sakit lutut juga ya?
    Sakit Lutut dan ditinggal ibu untuk selama-lamanya adalah momen yg tidak akan saya lupakan di tahun 2025
    Semoga tahun 2026 semuanya lebih baik ya. Kita selalu yg sehat, aamiin...

    BalasHapus
  37. Hidup memang penuh perjuangan ya. Kadang kita sibuk mengejar pencapaian, padahal waras, sehat, dan tetap hidup saja sudah merupakan pencapaian besar. Dan mungkin memang begitu… hidup bukan melulu soal prestasi, tetapi juga soal menjaga kewarasan dan koneksi kita dengan sesama.

    Buat Mba Antung semoga sakit lututnya cepat pulih dan tahun 2026 menjadi lebih cerah dan ceria ya...

    BalasHapus
  38. Aku ngikutin ceritamu pas sakit lutut, Mbak. Kebayang sakitnya. Btw, aku pengen juga ikut tes HPV DNA. Ada yang gratis dari puskesmas, tapi ternyata aku gak memenuhi syarat, hahaha. Jadi ya sudahlah. Semoga kita semua sehat-sehat ya

    BalasHapus
  39. Tahun 2025 memang penuh cerita ya mbak. Dan aku salut banget baca buku 22 itu udah bagus banget mbakkk. Yang penting, bacanya dengan happy. Semua pasti menyenangkan.. :D

    Selamat tahun baru 2026, semoga ada banyak kebaikan sepanjang tahunnn.. :D

    BalasHapus
  40. Tahun 2025 memang penuh dar der dor ya mbak
    Semoga tahun 2026 ini semuanya semakin lancar dan dimudahkan

    BalasHapus
  41. Ngomongin lutut jadi bikin ciyut, karena daku pernah nyeri di lutut gegera cedera kaki. InsyaAllah sehat-sehat ya kita semua

    BalasHapus
  42. Pencapaian 'sehat dan waras' itu emang yang utama. Semoga nyeri lututnya lekas membaik ya, Mbak!

    BalasHapus