Jum'at, 13 Oktober 2017 lalu saya berkesempatan untuk menghadiri acara Flashblogging "Bijak Bermedia Sosial" yang diadakan di hotel Mercure Banjarmasin. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo dan dihadiri oleh para blogger yang ada di Banjarmasin. Sesuai dengan judulnya, dalam acara ini materi yang dibahas adalah bagaimana kita nemanfaatkan media sosial dalam menyebarkan sebuah berita.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan beberapa sambutan.  Setelahnya, materi pertama langsung diberikan. Materi pertama dalam acara Flashblogging ini disampaikan oleh Asrari Puadi salah satu penulis dari GNFI (Good News from Indonesia).

Dalam materinya ini, Asrari membawakan tema "Teknik Menulis Kreatif bagi Para Blogger". Seperti yang kita ketahui, saat ini kekuatan era digital kini menjadi kekuatan yang cukup besar. Berbagai macam gerakan muncul melalui media sosial entah itu yang bernuansa politik, ekonomi juga kesehatan. Bahkan saat ini dikenal profesi bernama buzzer yang pekerjaannya adalah membuat sebuah gerakan/berita menjadi viral di mana-mana.
Asrari Puadi menyampaikan materinya


Sayangnya, tak semua berita viral bisa kita terima mentah-mentah. Kadang ada kelompok-kelompok yang membuat sebuah berita viral namun sebenarnya isinya palsu yang kita kenal dengan nama hoax.

Masyarakat sendiri dalam hal ini pembaca terbagi atas 3 kelompok, yakni supporters, silent majority dan haters. Para kelompok yang termasuk haters sampai kapanpun tidak bisa dihilangkan. Sedangkan kelompok yang termasuk silent majority adalah masyarakat yang harus dilindungi dari paparan berita hoax .

Nah, untuk melindungi para silent majority ini dari berita hoax, salah satu caranya adalah dengan membuat sebanyak-banyaknya "Good News" dengan sistematis dan kontinyu. Goodnews sendiri bisa didefinisikan sebagai berita-berita yang isinya bisa membangun kepercayaan bagi pembacanya. Dalam membuat konten berupa Goodnews ini kita menghidari 3 hal, yakni intervensi politik, agama dan kepentingan pribadi/kelompok.

Tentang konten viral sendiri, satu hal menarik yang disampaikan oleh Asrari adalah konten viral itu bisa diciptakan. Dalam hal membuat sebuah konten menjadi viral ini, tentu harus memperhatikan beberapa hal seperti pemilihan judul dan kemampuan tulisan dalam mempengaruhi emosi pembacanya. Selain judul yang menarik, kita juga harus mengimbanginya dengan konten yang berkualitas. Entah itu dengan menyisipkan gambar, video, hingga infografis yang akan menarik perhatian pembaca.
Bapak Andoko Darto dari Tim Komunikasi Presiden
Data juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah konten berkualitas. Sebagai seorang penulis, kita harus yakin tulisan yang kita buat bisa dipertanggungjawabkan. Karena itulah sebelum membuat sebuah tulisan kita harus melengkapinya dengan data-data. Jangan sampai di kemudian hari tulisan kita menjadi bumerang dan merugikan diri kita sendiri.

Sebagai blogger, salah satu tanggung jawab kita adalah membuat konten yang berkualitas. Lalu adakah hubungannya konten berkualitas dengan Indonesia? Tentu saja ada. Dalam materi kedua yang berjudul "Sudut Istana",  bapak Andoko Darto selaku salah satu Tim Komunikasi Presiden memaparkan beberapa video yang menggambarkan rencana kerja dan pencapaian pemerintahan Presiden Jokowi selama 3 tahun terakhir.

Selain itu, seperti yang kita tahu, saat ini Presiden Jokowi juga memiliki channel youtube yang menampilkan kegiatan yang beliau lakukan selama menjabat. Nah adanya channel youtube ini tentunya bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang pencapaian dari rencana kerja yang sudah beliau buat selama ini.
Bapak Sukardi Rinakit menyampaikan pesan untuk para blogger
Selain bapak Andoko Darto, pembicara terakhir pada hari itu adalah bapak Sukardi Rinakit, yang juga merupakan salah satu Staf Khusus Presiden. Dalam acara hari itu, bapak Sukardi menyampaikan beberapa pesan untuk para blogger. Pertama, jangan mudah kecewa. Kalau bagi blogger, jangan mudah kecewa ini bisa diterapkan saat tulisan kita tidak dapat banyak view misalnya atau yang paling sering tidak menang lomba. Pesan berikutnya seperti kata beliau adalah jangan mudah tergoda persepsi dan selalu lakukan cek dan ricek dalam membuat sebuah konten.




Untuk melengkapi rangkaian acara Flashblogging hari itu, di akhir acara dilakukan lomba Flashblogging berkaitan dengan materi yang diberikan pada hari itu. Lomba ini menghasilkan 4 pemenang yakni www.curhatde.com, www.syunamom.com, www,banjarbaru.info dan www.ahyari.net. Berikut adalah video singkat acara Flashblogging yang diadakan di hotel Mercure Banjarmasin.


Baca Juga