Tips Ngemil Bijak Agar Keluarga Tetap Sehat


Tips ngemil bijak


Jam dinding di ruangan saya menunjukkan pukul 10 pagi. Di depan saya, layar komputer menampilkan data-data dari surveyor yang harus saya input. Sialnya, di jam-jam itu, mata saya mulai mengantuk dan perut mulai berteriak minta diisi. Di meja saya hanya ada sebotol air putih. Akhirnya saya bertanya kepada rekan kerja di meja sebelah, "Ada cemilan yang bisa dimakan nggak, nih?"

Memang jam-jam kosong antara sarapan dan makan siang itu bisa dibilang jam kritis buat perut kita. Perut yang mungkin sudah penuh saat sarapan mulai kosong dan minta diisi. Masalahnya, kita tak mungkin makan berat di jam kosong ini. So, pilihannya adalah mengisi perut yang kosong dengan cemilan. Biasanya nih, cemilan yang dipilih bisa berupa biskuit, snack, kue, hingga mungkin gorengan.

Tak hanya di kantor, di rumah, saya selalu berusaha menyediakan cemilan untuk keluarga. Di rumah, anak-anak terbiasa melewati pagi dengan ngemil biskuit atau gabin bersama ayah mereka. Kadang kalau bangun tengah malam dan kelaparan, cemilan juga jadi penyelamat untuk perut saya yang doyan makan.

Namun kadang orang menganggap cemilan itu bisa menambah berat badan. Hmm, jujur saya juga termasuk yang agak percaya dengan anggapan ini. Maklum saja, setelah melahirkan anak kedua 15 bulan lalu, berat badan saya tidak turun-turun, malah cenderung naik. Apalagi di masa WFH kemarin di mana saya lebih banyak berada di rumah ketimbang di kantor. Makan lebih banyak dan akhirnya berat badan nambah lagi deh.


Karena berat badan yang tak kunjung turun, akhirnya saya putuskan meniadakan cemilan pagi di kantor. Maksudnya biar nggak terlalu banyak makan. Tapi setelah dipikir-pikir dengan tidak ngemil di jam ngemil saya malah jadi tidak fokus dengan pekerjaan karena ngantuk dan lapar. Belum lagi karena terlalu lapar ini kadang pas jam makan siang saya seolah tidak kenyang-kenyang setelah makan.

Saya pun mulai mencari tahu benar tidak sih ngemil itu bisa menaikkan berat badan. Ternyata nih, ngemil merupakan salah satu cara untuk menjaga metabolisme tubuh selama jeda menuju jam makan besar. Selain itu, ada banyak manfaat yang ternyata bisa didapatkan dengan ngemil, diantaranya adalah:
  • Menambah daya konsentrasi
  • Mengendalikan nafsu makan (Binge Eating)
  • Membantu metabolisme tubuh
  • Mengontrol kadar gula darah
  • Memperbaiki mood

Tips #Ngemilbijak agar berat badan terjaga




Sabtu 22 Agustus 2020 lalu saya mengikuti webinar yang diadakan oleh IIDN bersama Mondelez International. Acara yang dimulai pukul 19.00 - 21.30 wib ini mengundang Tara De Thouars, seorang Psikolog Klinis sebagai pembicara, lalu ada juga Ketua Divisi Blog IIDN Mbak Alfa Kurnia dan Khrisna Fitriasari, Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia. Hmm, pas banget nih acaranya buat saya yang lagi penasaran soal cemilan.

Ngemil bijak sendiri merupakan kampanye yang diadakan oleh Mondelez di masa pandemi yang bertujuan agar orang-orang tidak berlebihan dalam hal ngemil. Seperti yang kita ketahui, selama masa pandemi masyarakat lebih banyak berada di rumah aja. Rasa bosan selama berada di rumah membuat frekuensi ngemil lebih banyak dari biasanya dan pastinya sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. 




Dalam webinar ini, dipaparkan sebuah survey yang membeberkan alasan orang-orang ngemil, yakni:

  • Untuk meningkatkan mood
  • Untuk menemukan momen tenang untuk diri sendiri atau me time
  • Untuk mendapatkan rasa nyaman
  • Untuk memanjakan/menghadiahi diri sendiri
  • Untuk beristirahat/menenangkan diri/menghilangkan kegelisahan
  • Untuk merasa terhubung dengan orang lain
  • Untuk tetap merasa berenergi
  • Untuk menjaga tubuh/untuk kebutuhan nutrisi
Di Indonesia sendiri, peringkat nomor satu alasan seseorang ngemil adalah untuk meningkatkan mood




 
Agar bisa lebih bijak dalam urusan ngemil ini, Mbak Tara membagikan 3 tips #ngemilbijak, yakni:

  1. Kenali alasan kita ingin ngemil, apakah karena lapar atau karena ingin mengembalikan mood
  2. Tentukan camilan apa yang akan dimakan sesuai dengan isyarat dari tubuh, tentunya dengan memperhatikan porsi dan waktu ketika ngemil
  3. Perhatikan bagaimana Anda ngemil dengan memaksimalkan semua indera kita, dengan begitu kita tahu kapan harus berhenti
Lalu bagaimana cara mengenali sinyal tubuh ini? Berikut penjelasannya:

Cek sinyal tubuh





Coba tanya pada diri sendiri, apakah saya lapar? Seberapa banyak saya membutuhkan ini? Apakah ini physical atau emosional hunger? 

Relaksasi



Lakukan pertama tarik nafas 4 detik lalu lepaskan selama 4 detik. Ulangi kegiatan ini sambil tanyakan pada diri sendiri:

Apakah ini tepat untuk saya?
Apakah ini terbaik untuk saya?
Sesuaikah dengan kebutuhan saya?
Action apa yang diperlukan?

Mindful Eating dan Snacking



  • Lihat makanan dengan sesama. Perhatikan bentuk, penataan, warna dan tekstur makanan. Nikmati bentuk dan keindahan makanan
  • Cium dan nikmati bau yang keluar dari makanan. Rasakan sensasi aroma yang muncul dari makanan
  • Sentuh, raba, remas tekstur dari makanan
  • Rasakan makanan yang masuk ke dalam mulut dengan seluruh permjukaan lidah anda. Nikmati dan perhatikan berbagai rasa yang muncul
  • Dengarkan bunyi yang muncul ketika anda mengunyah makanan. Fokus pada sensasi bunyi bukan pada suara dan komentar di sekitar Anda

Tunggu sebentar

Setelah makanan masuk ke mulut, tunggu sekitar 15 - 20 menit untuk mengetahui apakah kita perlu tambah lagi atau tidak

Bersyukur

Langkah terakhir dari proses ngemil bijak ini adalah dengan bersyukur atas apa yang sudah masuk ke tubuh kita. Setelahnya kita bisa merencanakan cemilan berikutnya. 
 


Peran ibu dalam kebiasaan ngemil di keluarga

Sebagai seorang ibu, pastinya kita bertanggung jawab atas makanan yang disiapkan di rumah. Mulai dari menu harian hingga cemilan yang disiapkan untuk mengisi perut di jam-jam kosong. Ibu juga memiliki peran sebagai role model dalam membentuk kebiasaan makan dalam keluarga. Jika ibu terbiasa makan makanan sehat pastinya anak-anak juga akan terbiasa dengan makanan sehat.

Selain itu, momen ngemil bersama keluarga juga bisa menambah bonding antara para anggota keluarga. Di rumah saya, momen ngemil ini biasanya dilakukan di pagi hari sambil menikmati secangkir teh bersama anak-anak. Kadang kami ngemil roti atau biskuit yang disukai anak-anak. Meski kadang akhirnya malah bikin berantakan rumah karena si kecil makannya masih berantakan. Heu. 

Dalam menyiapkan cemilan untuk keluarga, beberapa hal yang saya lakukan antara lain:

Membuat sendiri cemilan untuk keluarga

Cemilan sebenarnya tak harus yang mahal. Kadang saya membeli singkong untuk direbus atau digoreng sebagai cemilan sore. Kadang kalau rajin saya membuat kue kering atau cake yang mudah dibuat. Dengan membuat sendiri cemilan ini pastinya akan lebih sehat karena kita bisa memilih bahan yang segar dan pastinya juga bisa lebih menghemat pengeluaran. 


Menyiapkan cemilan dalam bentuk produk jadi

Kadang jika tak sempat membuat cemilan sendiri, saya menyetok beberapa cemilan seperti biskuit dan malkist untuk dimakan bersama keluarga. Biasanya saya memilih produk-produk dengan angka kecukupan gizi yang tinggi dengan begitu anak-anak bisa tercukupi nutrisinya. 


Mengurangi cemilan berupa permen atau snack dengan perasa sintetis

Namanya anak-anak pasti tidak menolak jika diberi permen atau snack dengan perasa sintetis. Saya sendiri sebagai orang dewasa juga doyan dengan snack seperti ini. Namun tentunya bukan hal yang baik jika saya terlalu sering membelikan anak permen atau snack ini. Apalagi Yumna juga sekarang giginya mulai bermasalah. Saya harus terus mengingatkan agar dia tidak terlalu sering mengkonsumsi permen. Untungnya karena memang jarang diberi permen sejak kecil, Yumna tidak terlalu bermasalah jika dilarang makan permen. 

Setelah mengikuti webinar tentang ngemil bijak bersama IIIDN dan Mondelez Internasional kemarin, saya jadi tahu bagaimana agar saya bisa tetap ngemil tanpa takut gemuk. Semoga aja nih setelah ini saya juga bisa untuk menerapkan tips-tips yang diberikan oleh narasumber di acara tersebut. Nah, kalau teman-teman bagaimana? Sudah menerapkan ngemil bijak belum? 





Baca Juga
Reactions

Post a Comment

8 Comments

  1. Bener sih, ningkatin mood ngemil itu, aku biasanya kalo males banget, cari cemilan dulu yg bisa ningkatin mood terus abis itu baru mau makan yg lainnya. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah hati-hati kalau ngemilnya kebanyakan malah nggak jadi makan. hehe

      Delete
  2. Bener banget, ngemil itu salah satu me time kalo buat aku sih, snacking sambil ngopi2 kayanya fresh aja. Itu si ading mirip banget sama mba antung ya

    ReplyDelete
  3. Aku tim cemilan praktis mba. Hehehe
    Tapi kalau pas banyak waktu libur sering bikin camilan sendiri biar sehat gitu.
    Apalagi kalau pas DL dan kerjaan banyaaaak. Beuuuuh sebelum ngedraf wajib bgt tuh mba siapin camilan

    ReplyDelete
  4. Bahas cemilan, aku tim suka buat cemilan buat anak anak aku mbak. Soalnya kalo mereka lagi males buat nyuap makanan besar, kadang tak buatin cemilan..
    Yaa walau ujung2nya emaknya yang makanin.

    ReplyDelete
  5. Waaaah berbicara cemilan ini makanan wajib kalo aku lagi sendiri, atau nonton tv, atau mau makan, atau bisa juga ngumpul sama teman teman hihi.

    Malah program ngemil menjadi kegiatan sehari hari yang aku lakukan, untuk program naik berat badan mbak hihi

    ReplyDelete
  6. Eh aku selama pandemi dan WFH jd sering banget ngemill. Sampe rasanya tenggorokan kering kebanyakan makan micin, akhirnya aku memutuskan bikin sendiri cemilanku yaitu pentol atau salad wkwk. Biar sehat ngemilnya buah 😁

    ReplyDelete
  7. Point memaksimalkan indra saat ngemil ini bener banget mba. Tp pd praktiknya suka banget ngemil sambil nonton film. Akhirnya ambyar, mie sebungkus n sebungkus chiki.. 🤣

    ReplyDelete