Mengolah Sampah Menjadi Kerajinan dari Limbah Plastik

 

Mengolah Sampah Menjadi Kerajinan dari Limbah Plastik

Mengolah Sampah Menjadi Kerajinan dari Limbah Plastik - Sampah merupakan salah masalah besar yang dihadapi oleh bumi. Di antara sampah yang dihasilkan manusia, sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling banyak dibuang ke TPA. Sampah plastik yang dihasilkan ini kebanyakan berasal dari sampah rumah tangga. Memang tidak bisa dipungkiri banyak sekali kebutuhan rumah tangga yang menggunakan plastik sebagai media pembungkusnya. Mulai dari deterjen dan sabun mandi yang digunakan hingga kemasan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, hampir semuanya menggunakan plastik. 

Tak hanya sulit diurai, sampah plastik juga bisa membahayakan makhluk hidup lainnya. Kita tentu sudah pernah mendengar berita tentang adanya sampah plastik dalam perut ikan hingga burung yang terjebak mengkonsumsi sampah plastik. Selain itu sampah plastik dapat mencemari tanah dan air tanah serta menimbulkan polusi udara saat sampah plastik tersebut dibakar.

Untuk bisa mengurangi sampah plastik yang ada di bumi, tentunya diperlukan partisipasi dari banyak pihak. Namun sebagai pribadi yang peduli akan lingkungan, setidaknya kita bisa membantu mengurangi sampah plastik ini dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan prinsip 3R yakni Reduce, Reuse & Recycle dalam penggunaan bahan plastik. Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip 3R ini bisa dipraktikkan dengan hal-hal sebagai berikut:


Membawa kantong belanja/wadah sendiri saat berbelanja

Kebijakan untuk tidak memberikan kantong plastik kepada pembeli sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu di negara kita, namun hanya berlaku untuk supermarket. Sedangkan untuk pasar tradisional hal ini masih belum diterapkan. Karena itu tak heran jika setiap kali berbelanja di pedagang pasar tradisional kita akan menerima kantong plastik sebagai pembungkus barang belanjaan.
 
Untuk meminimalisir penumpukan kantong plastik ini bisa dilakukan dengan membawa tas belanja atau wadah sendiri saat berbelanja ke pasar tradisional atau supermarket. Saya sendiri selama beberapa tahun terakhir cukup konsisten membawa wadah plastik untuk menampung ikan basah dan tas kain untuk menampung belanjaan lainnya saat berbelanja ke pasar. Saya juga menolak jika diberi kantong plastik berukuran kecil karena plastik kecil begini biasanya tidak bisa digunakan kembali. 
 
 

Memilah sampah plastik dan menggunakan kembali bahan yang bisa digunakan

Pisahkan sampah plastik dan sampah organik yang ada di rumah tangga. Kemasan plastik berupa botol minuman atau wadah es krim bisa digunakan kembali untuk menyimpan makanan di rumah. Adapun sampah plastik seperti bekas kantong minyak goreng atau pencuci piring bisa digunakan kembali sebagai media tanam pengganti polybag. Adapun sampah plastik yang tidak digunakan kembali bisa disetorkan ke bank sampah agar bisa dikelola atau dikirimkan ke penampung sampah plastik agar bisa diolah menjadi barang yang berguna.

Membuat kerajinan dari limbah plastik

Cara lain dalam upaya kita mengurangi sampah plastik di lingkungan rumah tangga adalah dengan melakukan daur ulang dari sampah plastik yang ada di rumah. Bagi yang memiliki jiwa kreatif, sampah plastik dapat diolah menjadi kerajinan dari limbah plastik yang juga bisa bernilai jual. Beberapa kerajinan yang bisa kita hasilkan dari limbah platik antara lain:

1. Kerajinan dari botol bekas


Botol plastik bekas termasuk salah satu jenis plastik yang sering dijadikan kerajinan tangan. Dari botol plastik ini kita bisa membuat pot bunga, wadah alat tulis, kerajinan bunga hias, celengan bahkan botol bekas juga bisa dijadikan wadah untuk ecobrick.

2. Kerajinan tas tangan dari plastik kemasan deterjen atau makanan

 
Punya banyak stok plastik bekas deterjen atau kopi? Dua jenis plastik ini bisa diolah menjadi aneka macam tas dan dompet sesuai kreasi pembuatnya. Untuk membuat tas dari plastik ini, kita bisa membuatnya dalam bentuk anyaman atau menjahit langsung kemasan plastik tersebut dengan menambahkan risleting pada pola yang sudah dibentuk.

3. Kerajinan dari sedotan plastik

Tak hanya plastik bekas bungkus makanan atau deterjen, sedotan yang kerap digunakan untuk minuman juga bisa dikreasikan kembali menjadi berbagai hiasan dan pajangan. Beberapa kerajinan tangan yang bisa dihasilkan dari sedotan plastik antara lain hiasan dinding, taplak meja, bunga hias, hingga lampu hias.

4. Kerajinan dari tutup botol minuman

Selain badan botolnya, tutup botol minuman juga bisa dijadikan kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Beberapa hasil kerajinan yang bisa dihasilkan dari tutup botol minuman antara lain lampu hias, jam dinding, tirai dinding, tempat alat tulis, dan berbagai kerajinan lainnya.

5. Kerajinan dari sendok plastik

Sampah plastik lain yang kerap kita dapatkan dari rumah tangga adalah sendok plastik yang biasanya diberikan pada pembagian makanan. Jika sendok plastik ini tak digunakan kembali, maka bisa dikumpulkan dan dijadikan kerajinan seperti vas bunga, hiasan dinding, tempat lilin, hingga lampu hias.

Selain ide-ide di atas, tentunya masih banyak kerajinan lain yang bisa dibuat dari sampah plastik yang kita gunakan sehari-hari. Bagi kamu kaum milenial yang berjiwa kreatif, mengolah sampah plastik menjadi kerajinan yang bernial jual tinggi bisa menjadi pilihan profesi yang pastinya turut mendukung kelestarian lingkungan.
Baca Juga

Post a Comment

10 Comments

  1. Masalah utama dalam merubah limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat adalah apakah hasil akhirnya bisa dijual atau tidak.

    Bukan berarti hal itu tidak bermanfaat, tetapi sesuatu yang harus diterima juga adalah fakta kalau hasil kerajinan itu sendiri tidak bisa memberikan hasil berbentuk materi, akan sangat sedikit sekali orang yang mau terlibat.

    Oke lah, limbah plastik bisa dibuat menjadi kerajinan, tetapi kalau tidak bisa dijual, pertanyaannya adalah apakah yang membuat kerajinan akan mau terus bertahan.

    Saya pikir kalau mau limbah plastik berkurang, selain membangun kesadaran, juga menyediakan sebuah sarana, jalur, atau apapun namanya agar limbah plastik bisa diubah menjadi "uang".

    Tanpa itu, perjalanan mengurangi plastik di Indonesia akan tetap seperti suara nyaring saat bedug ditabuh dan kemudian hilang ditelan angin.

    ReplyDelete
  2. wah bagus nih ide2 pemanfaatan sampah plastiknya, tapi perlu ketrampilan ya hehe.. Selama ini saya baru mampu sebatas reuse saja..

    ReplyDelete
  3. Memang harus bijak ya mbak ketika kita membeli barang2 yg terbuat dr plastik. Saya pun sedang membiasakan memilah sampah plastik walau ada saja kendalanya. Dan harus telaten juga jika ingin daur ulang menjadi barang yg bisa dimanfaatkan utk hal lain

    ReplyDelete
  4. Kalau untuk no.1 saya sudah menerapkannya. Saya menggunakan gelas kopi plastik untuk tempat pensil. Tapi nggak saya hias-hias lagi sih, hanya polosan saja. Ya minimal masih ada gunanya ya daripada dibuang percuma.

    Lebih dari itu, saya sendiri sudah mengurangi pemakaian plastik jika memang tidak dibutuhkan.

    ReplyDelete
  5. Betul kita bisa reuse sampah plastik jadi kembali bisa digunakan, cuma butuh telaten juga untuk mengolah kembali ya, untuk beberapa item seperti kantung kresek dsb

    ReplyDelete
  6. molly pernah diajarin buat kerajinan dari kantong plastik. hasilnya bisa jadi daun monstera. sebenarnya barang-barang bekas bisa diolah lagi jadi sesuatu yang bermanfaat kalau ada kemauan.

    ReplyDelete
  7. Menarik ide-idenya, walaupun perlu effort sepertinya untuk membuat keterampilan-keterampilan itu, dan ketelatenan.

    ReplyDelete
  8. Sampah plastik memang sebisa mungkin kita hindari ya mbak, karena merupakan bahan yg tidak terurai
    makanya selain mencegah, ya klo bisa dikelola sampah plastiknya ya mbak

    ReplyDelete
  9. Saya punya nih tas yang terbuat dari bungkus bekas shampo, sabun..jadinya bagus dan unik selain itu kuat, jahitannya juga rapi.

    ReplyDelete
  10. Aku ini termasuk yang paling jarang bikin aneka kerajinan dari plastik. Kebetulan ada bank sampah, lebih sering langsung aja disetor ke sana. Baca artikel ini jadi kepikiran untuk buat ini itu dari botol dan kemasan plastik yang ada di rumah. Terima kasih idenya ya Mbak.

    ReplyDelete