Saat Bayi 1 Tahun Menolak Minum ASI Perah



"Yumna hari ini tidak mau minum susunya," begitu kata ibu yang menjaga putri saya ketika saya datang ke rumahnya untuk menjemput Yumna. Susu yang dimaksud beliau adalah ASI Perah atau ASIP yang biasanya saya siapkan setiap harinya untuk Yumna. Saat itu, Yumna putri saya baru saja melewatkan ulang tahunnya yang pertama dan pertama kalinya diantar lagi ke rumah si ibu setelah 6 hari full bersama saya di rumah.

"Waduh nggak mau minum sama sekali?" tanya saya lagi.

"Iya. Akhirnya tadi lebih banyak minum air putih. Tapi tadi dicoba minum susu anakku dia mau minum. Mungkin Yumna pengen minum susu formula," kata ibu itu lagi.

Saya hanya terdiam. Opsi memberikan susu tambahan bagi putri saya belum terpikir di benak saya karena saya merasa saya masih bisa mencukupi kebutuhan ASI-nya dengan pumping setiap hari. Selain itu, selama ini Yumna termasuk anak yang sangat banyak minum ASIP. Bahkan di saat masa MPASI yang katanya bayi akan berkurang minum ASI, Yumna tetap minum ASIP 3-4 botol sehari.

"Lihat besok lagi ya, Bu. Kalau besok nggak mau juga minum susu nanti ulun belikan susu formulanya," kata saya akhirnya sebelum meninggalkan rumah beliau.

Setiba di rumah, saya pun segera mencari tahu tentang kebutuhan ASI bagi bayi berusia 1 tahun. Nah dari berbagai artikel yang saya baca, termasuk grup MPASI yang saya ikuti, ternyata setelah 1 tahun kebutuhan gizi bayi lebih banyak dipenuhi oleh makanannya. Bahkan dari jadwal makan yang saya lihat, diperlihatkan kalau setelah usianya 9 bulan, bayi hanya perlu minum ASI 1-2 kali sehari.

Untuk lebih memastikan, saya pun bertanya pada seorang teman yang juga konselor ASI. Jawabannya senada dengan informasi yang saya dapatkan di internet. Tambahan lain dari teman saya, setelah usianya 1 tahun, bayi memang ada kemungkinan menolak ASI Perah yang diberikan. Ini mungkin disebabkan karena mereka sudah mengenal rasa. Jadi untuk menggantikan ASI ini bisa diberikan jus buah pada bayi sebagai selingan. Berbekal informasi ini, saya pun meyakinkan diri untuk tetap memberikan stok ASI Perah (ASIP) saja pada Yumna untuk keesokan harinya.

Sayangnya rencana tinggal rencana. Keesokan harinya ternyata kondisi yang sama berulang. Yumna menolak minum ASIP. Saya bahkan sampai harus pulang siang hari untuk menyusuinya. Dan benar saja, Yumna terlihat sangat kehausan karena belum ada minum ASI. Saya mulai galau. Akhirnya sore harinya saya pun membeli sekotak kecil susu formula untuk anak saya.

Baca juga : Yumna Turning One Year Old

"Gimana Yumna hari ini? Mau nggak minum susunya?" tanya saya keesokan harinya.

"Masih nggak mau. Kayaknya salah rasa," kata ibu asuh Yumna pada saya. 

Saya menghela nafas. Baiklah kita coba rasa yang lain, kata saya dalam hati.

Hari ketiga, kami memberikan susu formula dengan rasa yang berbeda. Hasilnya, Yumna tetap menolak meminum susu yang baru dibelikan tersebut.

Nah, meski sudah membelikan susu formula alias susu pertumbuhan, saya tetap kekeuh memberikan ASI Perah untuk Yumna. Karena si susu pertumbuhan sudah 2 kali ditolak, akhirnya saya sarankan agar ASI Perah yang tetap diberikan tidak usah dihangatkan namun diberikan dalam keadaan dingin. Bagaimana hasilnya? Sama. Yumna tetap menolak ASIP.

Saya kembali memutar otak. Apa iya Yumna menolak ASIP karena rasanya sudah tak suka dengan rasanya? Seperti yang  kita tahu, ada banyak alasan yang membuat bayi menolak minum ASI Perah. Entah itu karena baunya, rasanya, hingga mungkin medianya.

Saya mendadak ingat ini bukan pertama kalinya Yumna menolak minum ASIP. Beberapa bulan sebelumnya, saat usianya sekitar 9 bulan Yumna juga sempat menolak ASIP yang saya siapkan. Saat itu setelah diperiksa ternyata dot yang digunakan sobek dan membuat Yumna selalu tersedak saat meminumnya.

"Jangan-jangan dia sudah tidak mau minum pakai dot lagi," kata saya lagi.

Baca juga : Pengalaman Menggunakan Nipple Shield

Tak ingin penasaran, saya pun pergi ke toko perlengkapan bayi dan membeli sebuah training cup. Seperti diketahui, training cup ini didesain untuk melatih kemampuan bayi minum sesuai pertambahan umurnya dengan berbagai media. Ada dot biasa, dot pipih, sedotan, hingga langsung dari gelas. Saya sendiri ingin mencoba memberikan ASIP pada Yumna dengan menggunakan sedotan mengingat sejak usianya 11 bulan Yumna sudah lumayan sering dilatih minum dengan menggunakan sedotan. Oh, ya, selain membelikan training cup untuk Yumna, saya juga akhirnya membeli sekotak susu UHT untuk berjaga-jaga kalau Yumna tetap tak mau minum ASIP dengan menggunakan sedotan.
Sumber gambar : www.duniabayi.co.id

"Alhamdulillah hari ini Yumna sudah mau minum susunya pakai sedotan," begitu kabar baik yang saya terima keesokan harinya.

Ternyata dugaan saya benar. Yumna sudah bosan minum dengan menggunakan dot. Akhirnya untuk hari-hari selanjutnya, kami menyiapkan ASIP dengan media sedotan dan susu UHT untuk Yumna. Jadi sekarang, selain minum ASIP, Yumna juga mendapat tambahan susu UHT. Oh ya, kalau ada bertanya kenapa saya akhirnya memilih susu UHT dan bukan susu pertumbuhan, jawabannya simpel saja. Saya tidak ingin ribet membuat susu untuk Yumna. Saya sih berharap semoga meski mendapat tambahan susu UHT Yumna tetap mau meminum ASI entah itu langsung maupun perah hingga usianya 2 tahun nanti. 
Baca Juga
Reactions

Post a Comment

69 Comments

  1. Tuh kaaaan karena media nya wong asipnya GazaRo ajah di minum kok kwkwkw

    ReplyDelete
  2. iya kadang dotnya yang jadi masalah mba tapi dulu anak pertama sejak 1 tahun kupakekan gelas mba uda ogah pake dot beda2 kali yah klo ponakanku sampe skrg kelas 2 SD masih ngedot wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama dong, mbak anaknya juga sudah ogah pakai dot pas umur setahun. Padahal katanya kalau dot susah menyapihnya. Heu

      Delete
  3. Yumna pinter, mau nambah skill minum ya, belajar minum sendiri pelan2. Untung ga langsung hopeless ya emaknya, jadi tau Yumna maunya apa. Mudahan lulus S3 ya, Na

    ReplyDelete
  4. Yumma, sudah kenal rasa yaa, pingin yang praktis praktis saja. Sehat terus ya Yumma,

    ReplyDelete
  5. Alhmdulillah akhirnya ketemu ya mbk musababnya.
    Sehat selalu yumna amiiinnn

    ReplyDelete
  6. Anak pintar..hehe. gak mau lama lama ngedot dia. Moga sehat selalu Yumna dan mamahnya 😗

    ReplyDelete
  7. Mbak aku pernah ngalamin mbak... Nolak asih kerah dan nolak DOT. Maklum rayyan anak asi tapi lewat DOT seringnya. Alhasil nyari cara pakai gelas dan sedotan. Lama2 capek Gonta ganti sedotan plastik, akhirnya beli pigeon yang diatas. Awet smpe skrg, dan dipegangnya gampang. Alhamdulillah skrg udah minum di gelas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah tos kalau begitu. Iya nih ternyata training cup berguna banget yaa

      Delete
  8. Aduh si yumnaaaa Gemes banget ��, Kayanya si Pigeon ini memang favorit nya Dede bayi deh, ponakan aya juga pakai ini ��

    ReplyDelete
  9. Anak-anakku dulu juga susu UHT Mbak..enggak pernah susu bubuk. Selain praktis juga, -pernah baca- kandungan gizinya lebih terjaga, karena enggak melewati proses yang panjang sejak dari susu segar.
    Lagian pas, anak kedua-bayinya di Amerika, mereka di sana enggak terbiasa susu bubuk lho-hampir enggak ada bahkan. Setelah susu formula(pengganti ASI) langsung susu cair di sana (UHT kalau di Indonesia) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya cuma di Indonesia yang setiap umur ada susunya. Hihi

      Delete
  10. ajaib ya mba anak-anak, ternyata mereka udah punya pilihan sendiri walau sesederhana milih minum susu pakai dot atau pakai sedotan. alhamdulillah ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Alhamdulillah jadinya anak saya nggak ketergantungan sama dot :)

      Delete
  11. jadi ingat pas anak saya usia setahun, udah ga mau asi. maunya makanan ringan gitu, seperti biskuit.

    ReplyDelete
  12. Anakku sempat juga menolak minum ASI Perah. Teryata setelah di cek, dot botolnya kekecilan jadi asip keluar nggak lancar. Hhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi kalau dotnya kekecilan sementara anaknya sudah lumayan gede memang bisa bikin anaknya marah-marah kayaknya, mbak

      Delete
  13. Subhanallah mba, makasih sharingnya ya

    ReplyDelete
  14. Ya Allah, nyampe segitunya ya perjuangan kaum ibu merawat anaknya, sehat selalu ya!
    Ini nih enaknya kalo mampir ke momblogger, selalu dapet pelajaran agar selalu dan makin sayang sama ibu dirumah,,,

    ReplyDelete
  15. Hai mbak, better memang pakai training cup saja. Coba dilatih minum pakai gelas juga mba :D anakku sejak 9 bulanan minum asipnya disendok atau diminum dari gelas, alhamdulillah sudah lama lepas dot

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sudah dari 9 bulan ya minum asip nya nggak pakai dot lagi. Kalau gelas anakku buat minum air putih. Hihi

      Delete
  16. Dulu anakku jg pas 1 thn dikasih susu uht, paling byk 2 kotak sehari. Setahuku boleh umur setahun minum uht/fresh milk 500 ml sehari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anakku masih 1 kotak aja sih sehari susu uhtnya. Tapi nggak tahu deh nanti

      Delete
  17. Yumna sudah pandai memilih deh anak maniss

    ReplyDelete
  18. Wah ilmu baru nih mbak. Alhamdulillah ya masih mau asi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Jadi kalau siang dia minum asip sedikit tapi malam yang banyak

      Delete
  19. Lucunyaa Yumna dah ngga mau ngedot..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Alhamdulillah nggak ribet lagi sama dot. He

      Delete
  20. Mantap...padahal anak segitu susah benget lepas dari dot...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Alhamdulillah anaknya sendiri yang ngelepas dot

      Delete
  21. Pinternya adek Yumna nggak mau mimik pakai dot.
    Semoga sehat dan ceria selalu ya dek...

    ReplyDelete
  22. Wah. Samaan
    Aku juga lebih milih UHT daripada susu bubuk. Walapun anaknya masih ngASI tapi sering juga dikasi UHT sebagai jajanan aja. Sehat-sehat untuk Yumna 😘

    ReplyDelete
  23. Wah,,, ternyata bayik bisa bosan juga ya minum susu pke dot, karena udah gede kali ya Mbak jadi udah punya pilihan, pingin minum susu pake sedotan... hehhe

    ReplyDelete
  24. Klo bicara asi saya selqlu cemburu. Saya terpaksa menambah sufor utk si kecil krn jumlah asi yg sedikit

    ReplyDelete
  25. Annasya juga per ha mengalami itu, tapi kalo emaknya gak ada , terpaksa mau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak kalau ada emaknya mah pasti mau langsung ke pabriknya. Hehe

      Delete
  26. Mesti aku ga ngantor. Tapi sering juga nyimpen asi. But stok soalnya banjir sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Apalagi kalau masih awal melahirkan. Kalau nggak dipompa malah bikin bengkak

      Delete
  27. apalah dayaku yang tidak banyak mengerti soal ini, intinya adalah tetap AL-Qur'an dan sunah sebagai tuntunan, yakni menyusui anak 2 tahun :D #UdahGituAja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa tahu nanti tulisan ini bisa berguna pas jadi ayah. Heuheu

      Delete
  28. Seru ya suka duka punya anak. Dulu Fatih di day care Alhamdulillah suka ASIP dan pas 2 th baru susu kotak, jadi belum mengalami hal ini

    ReplyDelete
  29. Emak kudu kreatif dan tahu kemauan anak ya mbak biar anak tetap mimik susu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Harus benar-benar dicari tahu penyebab anak nggak mau minum asip

      Delete
  30. Semoga terus sehat dek Yumna. Bersyukur bgt ASI lancar, ke3 anakku malah gak minumASI, bukan krn gak mau, tp gak keluar ASI, sudah dicoba berbagai cara,tetep ajah gak keluar...akhirnya pake susu formula

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau memang nggak bisa keluar sama sekali ya mau nggak mau harus sufor ya, mbak

      Delete
  31. Noted nih, intinya dicoba berbagai macam cara dulu ya mba, deg-degan anak saya udah hampir 5 bulan, sebulan lagi MPASI, semoga gak menolak ASI 😊

    ReplyDelete
  32. Susu UHT emang kandungan gizinya masih lebih bagus daripada susu bubuk ya mom. Tapi sayang anakq yg sulung gak tawar susu sapi, soya jg gak mau. Akhirnya aq ganti air madu

    ReplyDelete
  33. Pusing juga ya Mbak kalau belum tau penyebab si kecil tiba-tiba gak mau ASI/ASIP. Kudu observasi dulu dengan sabar. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Sedih juga soalnya kan stop asipnya masih lumayan waktu itu

      Delete
  34. Kasusnya sama kayak anakku mba. Bukan ini dia setahun. Tiap saya titipin dia ga mau ninum asi. Waktu iru 10 jam saya tinggal dan ternyata ia lebih milih ga minum. Oalah ternyata begitu ya.. thanks for sharing mba.

    ReplyDelete