Untuk bisa masuk ke sekolah atau kampus terbaik ini sendiri juga bukan hal yang mudah. Ada ratusan bahkan ribuan anak yang juga berjuang mendapatkan tiket yang sama. Kadang belajar secara mandiri tak lagi cukup dan anak-anak pun harus mengikuti les atau
. Dan orang tua yang ingin anaknya sukses, takkan segan-segan mendaftarkan anaknya ke bimbingan belajar tersebut.
Saya sendiri jadi ingat pada pengalaman saya sewaktu SMA dulu. Saat itu karena orang tua penghasilannya masih pas-pasan, maka saya tak cukup berani untuk meminta didaftarkan les atau bimbingan belajar. Padahal kala itu beberapa teman sekolah. Dan memang pada akhirnya saya agak kesulitan dalam memahami pelajaran Fisika yang selalu menjadi momok anak IPA pada umumnya.
Di era sekarang, bimbingan belajar tak lagi harus dijalankan dengan sistem tatap muka. Berkat adanya kecanggihan teknologi, sekarang anak-anak sudah bisa mengikuti bimbingan belajar secara online yang semakin berkembang di era Covid-19. Adanya sistem bimbel secara online ini juga sangat membantu bagi anak-anak yang tinggal di daerah dan mungkin mengalami kesulitan dalam akses ke kota.
Menariknya, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di India, kisah perjuangan membangun bimbel online bahkan diangkat menjadi sebuah serial inspiratif berjudul Hello Bachhon. Berikut adalah sinopsis dan review serial India Hello Bachhon
Sinopsis Serial Hindi Hello Bachhon
Serial Hello Bachhon terinspirasi dari kisah nyata Alakh Pandey, pendiri platform bimbingan belajar online Physics Wallah. Sejak awal pendiriannya, Physic Wallah memiliki visi agar anak-anak bisa mendapatkan bimbel dengan harga terjangkau dan bahkan gratis lewat youtube. Dan visi ini jualah yang membuat nama Physic Wallah cepat dikenal di kalangan pelajar, terutama yang berasal dari kalangan kelas bawah.
Alakh sendiri memulai bimbelnya ini dari kamarnya yang kecil dan sebuah handphone. Meski dirinya sendiri tak sempat menyelesaikan kuliahnya di perguruan tinggi bergengsi di India, Alakh memiliki kemampuan mengajar yang baik, terutama pelajaran Fisika dan mampu memotivasi para pelajar untuk terus belajar.
Sayangnya, idealisme yang dimilikinya membuat Physic Wallah sempat mengalami kesulitan dalam mendapat investor. Alakh yang sejak awal visinya adalah agar semua anak bisa mendapat bimbel murah menolak menaikkan harga bimbelnya dari 4000 rupee menjadi 25 ribu rupee. Padahal menurut investor angka tersebut masih lebih murah dibandingkan bimbel lain di India.
Bahkan ketika mereka berhasil mendapat pendanaan besar dengan status unicorn, Alakh akhirnya melepaskan kesempatan itu karena diberi syarat semua kelas gratis harus dihapus. Tentunya hal ini mengancam keberadaan Physic Wallah sebagai lembaga bimbel. Tak hanya kehabisan sumber daya uang, para pengajar pun mulai mundur dari start up miliknya.
Belakangan Alakh pun tersadar kalau selama ini mereka salah dalam mencari investor. Investor yang mereka datangi adalah investor yang hanya memandang bimbel sebagai sebuah bisnis. Hal ini sangat bertentangan dengan visi Alakh.
Akhirnya ia pun memutar haluan dan mencari investor yang benar-benar sevisi dengan Physic Wallah. Apakah akhirnya Alakh dan tim menemukan investor yang diharapkannya?
Kesan Setelah Menonton Hello Bachhon
Awalnya saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa saat mulai menonton drama Hello Bachhon ini. Satu-satunya alasan saya menonton adalah rating yang tinggi dan temanya tentang pendidikan. Siapa sangka ternyata saya pun larut dalam perjalanan Alakh membesarkan start up miliknya. Cerita dalam drama ini berjalan dinamis dan plotnya juga tidak terasa membosankan.
Dalam drama ini, penonton tidak hanya disuguhi cerita tentang perjuangan Alakh mencari investor untuk Physics Wallah. Di setiap episode, penonton juga diperkenalkan pada kisah para murid yang belajar melalui platform tersebut dan berhasil mengubah kehidupan mereka. Sebagian besar dari mereka berasal dari latar belakang sederhana—ada yang ibunya bekerja sebagai buruh kasar, ada pula seorang anak perempuan yang hampir dinikahkan setelah lulus SMA, namun justru berhasil meraih nilai tertinggi di sekolahnya.
Menariknya, Hello Bachhon sendiri merupakan sapaan dalam bahasa Hindi yang berarti “Halo, anak-anak”.
Sebagai orang tua, saya juga merasa cerita ini sangat relate dengan kondisi saat ini. Di tengah perkembangan bimbingan belajar online yang semakin pesat, kita dihadapkan pada banyak pilihan, namun juga berbagai pertimbangan. Tidak hanya soal kualitas, tetapi juga biaya dan kecocokan dengan kebutuhan anak. Dari drama ini, saya jadi melihat bahwa yang terpenting bukan hanya di mana anak belajar, tetapi bagaimana proses belajar itu benar-benar bisa membantu mereka berkembang.
Pesan Moral Serial Hell Bachhon
 |
| Alakh Pandey |
Beberapa pesan moral yang bisa diambil dari drama Hello Bachhon ini yakni:
1. Idealisme Itu Penting, Tapi Perlu Strategi
Memiliki visi yang kuat adalah hal baik. Namun, mempertahankannya juga membutuhkan strategi yang matang agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan. Seperti yang harus dihadapi oleh Alakh yang sangat teguh memegang idealisme dan visinya hingga akhirnya menemukan strategi yang tepat agar bisa mendapatkan investor tanpa menggadaikan idealismenya tersebut.
2. Pendidikan Seharusnya Bisa Diakses Semua Orang
Serial ini mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang kesempatan yang setara bagi semua kalangan. Bimbel kini tak hanya bisa diikuti oleh kalangan menengah ke atas, namun juga masyarakat kelas bawah yang bercita-cita untuk menjadi sukses.
3. Kegagalan Bukan Akhir dari Segalanya
Alakh menghadapi banyak penolakan dan kesulitan, namun ia tidak berhenti. Justru dari kegagalan itulah ia belajar untuk mengambil keputusan yang lebih tepat.
4. Pentingnya Memilih Partner yang Sevisi
Dalam membangun sesuatu, terutama bisnis, kesamaan visi dengan partner atau investor sangatlah krusial agar tidak kehilangan arah. Alakh dalam hal ini memiliki partner Prateek Maheswari yang tetap percaya padanya dan bersabar dengan sifat keras kepala Alakh.
5. Keterbatasan Bukan Penghalang Memulai Sesuatu
Berawal dari kamar kecil dan peralatan sederhana, Alakh membuktikan bahwa niat dan konsistensi bisa membawa perubahan besar dan melahirkan lembaga bimbel yang membantu banyak anak. Hal yang sama mungkin juga dilakukan oleh pendiri start up lainnya di berbagai belahan dunia.
Penutup
Setelah menonton drama ini, saya sadar Hello Bachhon bukan sekadar drama tentang perjalanan sebuah bimbingan belajar online, tetapi juga gambaran nyata tentang perjuangan, idealisme, dan pentingnya akses pendidikan bagi semua kalangan.
Bagi orang tua, terutama ibu bekerja, serial ini menjadi pengingat bahwa memberikan pendidikan terbaik untuk anak tidak selalu harus mahal. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap mendukung proses belajar mereka, baik melalui fasilitas yang ada maupun kehadiran kita sebagai pendamping.
Di era digital seperti sekarang, peluang belajar terbuka semakin luas. Mulai dari bimbel online hingga materi gratis di internet, semuanya bisa dimanfaatkan untuk membantu anak berkembang sesuai potensinya.
Kalau kamu juga sedang mencari cara mendampingi anak belajar di rumah, kamu bisa baca juga artikel saya tentang tips membantu anak belajar di rumah. Semoga artikel ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap usaha kecil yang kita lakukan hari ini, akan berarti besar untuk masa depan anak-anak kita nanti.
19 Komentar
Baca ini jadi merasa bersedih, hiks. Karena jujur mbak, dulu di sekitar tahun 2015an, aku pernah ikut terlibat dalam proyek pengadaan aplikasi untuk bimbingan belajar digital seperti ini. Sayangnya proyek itu kandas, dan akhirnya gak dilanjutkan lagi. beberapa tahun kemudian, barulah muncul RuangGuru yang punya konsep serupa dan eksekusi yang lebih matang.
BalasHapusMirip seperti ini, kurasa ada satu hal penting yang perlu digarisbawahi. Bahwa idealisme itu penting, dan jadi dasar atas semuanya. Tapi dalam mengejar pertumbuhan, terkadang kita juga harus bisa bertoleransi jika beberapa poin dalam idealisme kita harus gugur, atas nama profitabilitas.
Lari pagi ke pondok aren
Hari kamis ketemu pak untung
Ideologi itu amatlah keren
Tapi bisnis kudu tetep untung
Artikel ini menginsipirasi. Ternyata sosok di balik itu orangnya gigih, kirain di India ga ada orang yang se Gigih itu. memanglah pendidikan harusnya bisa diakses siapa saja, bukan cuma yang punya uang. Hak semua orang untuk mendapat pendidikan, dan kewajiban semua orang untuk belajar
BalasHapusIni mantabb bangettt message yg disampaikan.
BalasHapusJadi inget duluuu bgt ada pilem 3 Idiots.
amanah/lesson learned nya baguusss pol.
India itu dibalik cerita-cerita street foodnya yang rada antimainstream punya film yang menurutku luar biasa dan unforgetable. Banyak kisah-kisah nyata yang difilmkan dan nggak flop. Aku pernah nonton yang soal bimbel tapi aku lupa film ini apa bukan ya, karna dah lama banget. Tapi mau kisah nyata maupun enggak, dari segi garapan, film India tetap menarik apalagi yang era-era sekarang, menari di bawah hujan dan mengelilingi pohon sudah tidak ada lagi. Film India sekarang lebih idealis, mengangkat kondisi sosial masyarakat setempat. AKu paling suka kalau temanya pendidikan, bikin darah membara gitu :)
BalasHapusDi era yang apa2 mudah diakses dengan teknologi digital gini emang kerasa les2 bahkan les2 online pun mahal, makanya aku bersyukur ada kreator konten yang kasi ilmu cuma2 di sosmed, semoga pahalanya mengalir.
BalasHapusSoalnya makin dikit yang kyk gitu, karena zaman serba susah akhirnya mau gak mau pada jualan kelas haha.
Jadi ini temanya tentang pendidikan gitu ya mbak. Menarik juga nih buat ditonton, lama bener aku nggak nonton pilem Bollywood, terakhir nonton dulu yang tema serupa 3 Idiots keknya judulnya hehe.
saya jadi ikut terbawa nostalgia zaman sekolah yang penuh perjuangan dengan pelajaran Fisika.
BalasHapusSerial Hello Bachhon ini sepertinya memang wajib tonton, ya. Kisah Alakh Pandey yang mempertahankan idealisme demi pendidikan murah itu sangat inspiratif, apalagi di tengah komersialisasi pendidikan saat ini. Benar kata Mbak, pendidikan memang kunci untuk menaikkan derajat hidup.
Begitulah kehiduapn ini. Terkadang idealis, terkalahkan, bahkan terhapus oleh keinginanan. Padahal awalnya visi mendirikan bimbingan Belajar ini agar terjangkau bahkan gratis. Namun kemudian kendala datang lewat investor. Dilema memang, Diambil, tapi visi utama hilang. Ditolak, Bimbel tidak berkembang. Saya jadi pengin nonton serianya nih, Mbak. Pasti sanget menginspirasi.
BalasHapusBagus banget ini Serial Hello Bachhon, beneran menginspirasi sekali. Pendiri start up di bidang pendidikan dan bimbel kan emang lumayan bisnis banget di era sekarang ya. Ternyata ada lho pendiri bimbel online yang care sama anak-anak dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, salut banget sih sama foundernya.
BalasHapusBeneran banyak inspirasi dan pesan moral, bagus Serial Hello Bachhon. Jujur aku pun tertarik buat nonton.
Bagus POV filmnya, nggak melulu memikirkan soal bisnis ya tatkala mendirikan bimbel. Dan kudu komitmen dengan juga kalau memang dari awal itu gratis, maka seterusnya pun demikian.
BalasHapusPesan yang ingin disampaikan ngena nih, jadi penasaran pengn ikutan nonton juga, belum pernah lihat seri drma India
BalasHapusBiaya bimbingan online memang lebih terjangkaudibandingkan offline. Hasilnya bagaimana? balik lagi ke kemampuan anak untuk menangkap pembelajaran
aku yg gak pernah les dimanapun hiks tpi jujur sih knapa harus ada les les gitu ( dulu ) kenpa enggak guru yang optimal meberikan materi sampai ngerti ( ini dulu pas jaman sekolah )
BalasHapuspov tentng bimbel ya : setelah kejadian itu aku beberpa kali mencari tahu plus nyaa les atau beljr tambbhan itu apa ya ? lebih privat , waktu bljr tmbhan , ini point pentingnya
mungkin guru di sekolah karena trbatas waktu ngjar jdinya ya gitu ngjllasinya tterbtas
ada guru yg ketika ngejelasin murid2 pada mudeng ( sestelah belajar teori pembelajaran pas kuliah )
conclusionn soal bimbel atau les : maksimal kan pendampingan di rumah atau bisa dtempat les
kaitanya dengan film india diatas adalah les tuh jgn dibuat mahal jagn dibuat jadi pasar tertentu conttohlah alakh dia ingin anak2 yg bukan kurg mampu secara matteri saja tapi juga yg mungkin orng tua nya enggak bisa bantu bisa ikut beljar tmbhan mau online ataupun offline
Gara-gara baca ini saya baru tahu kalau di India juga ada bimbingan belajar dan memang kalau kita-kisah perjuangan soal pendidikan itu pastinya membuat kita terharu dan juga terinspirasi. Betapa beruntungnya orang-orang yang punya akses pendidikan dan bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk masa depannya nanti
BalasHapusJadi tamparan keras bgt buat dunia yang menganggap pendidikan sbg sbuah kapitalis yg perlu materi tinggi biar hasilnya maksimal. Namun Wallah berhasil mengubah itu meski hrs jungkir balik dlm membesarkan bimbingan online buatannya ya kak Antung.
BalasHapusAku dulu jg dr keluarga sederhana. Ga pernah mengenyam les/bimbingan khusus. Alhamdulillah masih juara 2 sekelas wkwk. Doa emak emg juara.
Film India tuh bagus-bagus, ya. Temanya juga beragam sekali. Hello Bachhon menarik banget premisnya tentang bimbingan belajar. Tapi memang di India setahuku pendidikannya juga oke. Orang-orang concern sama pendidikan dan banyak juga orang-orang India yang punya karier global.
BalasHapusSenengnya dari film ini jadi ngeliatin ke kita betapa pendidikan itu hak anak. Alakh idealismenya kuat banget, sampai-sampai nggak mau nutup yang kelas gratisnya ya. Dia pasti pingin makin banyak anak-anak yang kurang mampu dan kurang terjamah pendidikan layak bisa pinter juga. Andaaaiiiii ya pejabat-pejabat di Konoha punya idealisme kayak Alakh juga.. :D
Jadi inget Jerome yaah..
BalasHapusTapi pas kasus yang dia ditipu itu bukan dari investor usahanya yang di bidang pendidikan siiyh..
Tapi kompleksitas sebuah bisnis dan tempat bimbel ini nyata.
Akupun menyaksikan pertumbuhan sebuah bisnis yang sekolah yang kini berlomba-lomba mendapatkan siswa dengan rate harga gak masuk akal. Tapi toh, ada aja pasarnya kan yaa..??
Bikin salut bagi praktisi di dunia pendidikan yang berusaha membagikan ilmu dengan cuma-cuma dan mengajak anak-anak tetap bersemangat dalam belajar untuk meraih cita-cita yang mereka impikan.
Wah, menarik ide ceritanya ya
BalasHapusSangat relate dengan kondisi saat ini
Dimana bimbel menjadi sebuah kebutuhan untuk mendukung pendidikan
Dan digitalisasi memberikan kesempatan untuk bertumbuhnya bimbel online
Sepertinya seru dramanya. Apakah penuh air mata?
BalasHapusAlakh Pandey ini keren ya visi misinya. Ingin memberikan pendidikan bagi yang kurang mampu. Penasaran endingnya dia berhasil atau enggak
baru kali ini aku tau ada tontonan yang mengambil tema gak biasa, kalau tema pendidikan mungkin udah ada, cuman diambil secara spesifik lagi mengenai dunia bimbel, sepertinya baru ini deh.
BalasHapusDan kisahnya juga bagus, dari perjuangan si owner yang mempunyai idealisme untuk visinya, keren sih ini. Layaknya kita yang punya cita-cita dan ingin mencapainya, sehingga terus berusaha
Jujur saya akhir - akhir ini lagi ga ada semangat nonton heheh, tapi baca ulasan ini saya jadi penasaran karena drama india ini kok kayaknya beda dan ceritanya relate dengan kondisi sekarang, nonton juga ah
BalasHapus