Tips Menjaga Kebersihan Selama Menstruasi

"Ma, mama kok pakai popok sih?" Yumna, putri saya yang berusia 4 tahun bertanya ketika melihat saya mengambil pembalut dari salah satu laci di lemari pakaian saya. 

Saya tersenyum mendengar pertanyaan putri saya tersebut. Sebagai 

"Iya, Mama lagi berdarah nih op*snya jadi harus pakai popok," jawab saya kemudian berusaha menjelaskan. Saya memang masih belum biasa menyebutkan kata vagina kepada Yumna karena beberapa alasan.

"Oo, jadi mama lagi luka ya makanya pakai popok," kata Yumna lagi.

"Iya. Nanti kalau sudah nggak luka lagi Mama nggak pakai popok lagi," jawab saya menutup pembicaraan.

***

Bagi beberapa ibu, berbicara seputar menstruasi kepada anak perempuannya mungkin merupakan hal yang agak riskan. Padahal sebagai ibu, sudah sepatutnya kita menjadi orang pertama yang memberikan informasi seputar menstruasi ini kepada anak sebelum mendapat mens pertamanya. Hal perlu dilakukan agar anak tak merasa bingung ketika mereka mendapati ada darah di celana dalamnya. 

Saya sendiri pertama kali mengalami menstruasi saat berusia 12 tahun dan duduk di kelas 6 SD. Saat itu, reaksi pertama saat mengetahui adalah panik. Ya, saya berteriak histeris dari dalam kamar mandi dan memberitahukan ibu saya kalau saya mendapat haid. Ibu saya kemudian mengambil pembalut dari dalam lemari dan menyerahkannya kepada saya.

Sebagai seorang remaja, jujur tak banyak yang saya ketahui tentang kebersihan menstruasi di kala itu. Saya hanya tahu kalau kita harus pakai pembalut dan dicuci jika ingin dibuang. Sayangnya saya tidak tahu kalau pembalut itu harus sering diganti dan hal lainnya seputar kebersihan menstruasi yang bisa mempengaruhi kesehatan organ kewanitaan saya.

Kenyataannya, tak hanya saya, dari data disebutkan kalau 1 dari 4 anak perempuan di Indonesia tidak mendapatkan informasi seputar menstruasi sebelum menarke pertamanya. Tak hanya itu, dari SDKI tahun 2017 diketahui bahwa 1 dari 6 anak perempuan tidak tahu kalau menstruasi adalah tanda bahwa secara fisik mereka sudah bisa hamil. Informasi ini saya dapatkan ketika mengikuti webinar seputar yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia yang diadakan dalam rangka memperingati Menstrual Hygene Day atau Hari Kebersihan Menstruasi yang jatuh pada tanggal 28 Mei lalu. 


Pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi

 

Menstruasi merupakan sebuah proses keluarnya darah dari vagina sebagai akibat dari luruhnya dinding rahim karena sel telur yang ada di sana tidak dibuahi oleh sperma. Biasanya menstruasi ini terjadi setiap 28 hari sekali dengan durasi 3-7 hari. Dalam agama Islam, menstruasi merupakan tanda kalau seorang wanita sudah memasuki masa akil balig. Sementara dalam hal reproduksi, menstruasi menandakan kalau seorang perempuan sudah siap bereproduksi. Darah haid sendiri merupakan lapisan dalam rongga rahim yang dipersiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi, yang selanjutnya akan berkembang menjadi janin.

Selama masa haid, pastinya kita merasa tidak nyaman. Darah yang keluar terus menerus, belum lagi kadang hormon haid membuat penampilan juga terasa tidak enak dipandang. Ironisnya, hal ini diperparah dengan berbagai mitos seputar haid yang membuat kita terkesan jorok seperti tidak boleh keramas dan mitos lainnya. 

Padahal justru di masa haid ini kita harusnya lebih dalam memperhatikan kebersihan tubuh terutama organ kewanitaan. Prof. Dr. dr. Dwiana Ocvianty, SpOG(K), MPH dalam pemaparannya memberikan penjelasan tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) yang merupakan pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Manajemen Kebersihan Menstruasi ini antara lain:
  • Perempuan harus dapat menggunakan pembalut yang bersih dan dapat diganti sesering mungkin selama masa menstruasi
  • Memiliki akses untuk pembuangan pembalut bekas, serta dapat mengakses toilet, sabun dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi yang nyaman dan privasi terjaga. 

Lalu bagaimana cara menjaga kebersihan selama masa menstruasi? Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

cara menjaga kebersihan menstruasi

Selain 6 hal di atas, kita juga perlu memperhatikan hal-hal lain seperti menggunakan air yang bersih saat membersihkan vagina, memastikan arah membersihkan vagina sudah benar yakni dari depan ke belakang dan jika menggunakan cairan pembersih vagina gunakan produk yang memiliki pH sesuai pH normal vagina.

Dengan selalu memperhatikan kebersihan vagina ini, akan bisa menghindarkan kita dari berbagai penyakit yang bisa mengenai organ kewanitaan kita seperti vaginitis, vaginosis bakterialis yang memiliki gejala keputihan dan gatal, kandidosis vulvovaginalis, infeksi saluran kemih dan penyakit lainnya.

 

Peran ibu dalam memberi informasi seputar menstruasi kepada anaknya

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, para ibu kadang merasa sulit untuk memulai pembicaraan seputar menstruasi ini kepada anaknya sebelum datangnya menarke atau haid pertama. Saya sendiri memiliki putri berusia 4 tahun yang dengan kritisnya selalu bertanya tentang banyak hal termasuk kenapa ibunya menggunakan popok seperti adik laki-lakinya di masa tertentu. Tentunya sebagai ibu saya ingin anak saya mendapat informasi yang benar seputar menstruasi ini.

Ada banyak alasan yang membuat para ibu tidak bisa. Beberapa alasan tersebut antara lain:
  • Tabu, para ibu masih merasa kalau menstruasi merupakan topik yang tabu untuk dibicarakan kepada anaknya
  • Ibu bingung memulai dari mana harus memberikan informasi seputar menstruasi 
  • Ibu kurang memiliki pengetahuan tentang menstruasi 
  • Remaja ragu akan pengetahuan ibunya 
Padahal banyak manfaat yang bisa didapat jika ibu membicarakan seputar menstruasi kepada anaknya, diantaranya adalah:
  1. Kesehatan reproduksi remaja lebih baik
  2. Menunda hubungan seksual pertama 
  3. Mengurangi risiko masalah kesehatan mental terkait seksualitas 
  4. Relasi ibu-anak lebih dekat
Lalu bagaimana cara yang efektif untuk memberikan informasi seputar menstruasi ini kepada anak kita? Berikut beberapa tips yang diberikan oleh Mbak Anna Surti Ariani, S. Psi, M. Si., selaku pemateri kedua dalam webinar tersebut:
 

1.Ibu merupakan sumber informasi pertama

Yakinlah kalau ibu merupakan sumber informasi pertama yang diharapkan anak dalam hal menstruasi ini. Karena itulah sebagai ibu kita wajib membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang menstruasi termasuk Manajemen Kebersihan Menstruasi hingga mitos dan fakta seputar menstruasi. Dengan demikian anak tidak akan ragu bertanya kepada ibunya jika haid pertamanya datang
 

2. Pembicaraan seputar menstruasi bukan hal yang tabu

Yakini kalau berbicara seputar menstruasi itu bukanlah hal yang tabu. Sebaliknya pembicaraan seputar menstruasi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan generasi penerus bangsa.

3. Lakukan berulang kali

Pembahasan tentang menstruasi sejatinya tidak bisa dilakukan sekali. Ibu bisa mulai membicarakan seputar menstruasi ini saat anak menunjukkan tanda-tanda pubertas atau sebelumnya. Dalam membahas seputar pubertas ini sebaiknya jua disesuaikan dengan usia anak.

4. Bersikap positif

Pembahasan seputar menstruasi bisa jadi merupakan hal yang sensitif bagi anak-anak. Meski demikian, ibu sebaiknya tetap bersikap positif dan tidak membuat topik ini menjadi semakin menakutkan bagi anak. 

5. Banyak bertanya dan berdiskusi

Dalam memberikan informasi seputar menstruasi kepada anak, ibu sebaiknya melakukannya dengan banyak bertanya dan berdiskusi dengan anak. Alih-alih memberikan ceramah panjang, ibu bisa memulai diskusi dengan pertanyaan seperti apa itu menstruasi dan bagaimana ciri-cirinya. Ibu juga bisa berbagi pengalamannya seputar menstruasi yang pastinya membuat anak lebih nyaman diajak bicara.
 

 

6. Jelaskan secara konkrit

Agar anak bisa lebih mengerti tentang menstruasi, ibu bisa menggunakan gambar anatomi tubuh sederhana sembari menjelaskan apa itu menstruasi. Bisa juga dengan menggunakan game yang menjelaskan tentang menstruasi seperti menstrual maze. Selain itu, ibu juga bisa menunjukkan cara memakai pembalut kepada anak agar tak bingung nantinya.


7. Jelaskan juga kepada anak laki-laki

Anak laki-laki juga perlu diberi informasi tentang menstruasi agar mereka dapat lebih memahami dan menghargai perempuan. Anak laki-laki diharapkan tidak mengejek atau mempermalukan anak perempuan yang sedang menstruasi. 


Dukungan pemerintah dalam Manajemen Kebersihan Menstruasi

Dengan adanya fakta seputar kurangnya informasi yang didapat anak perempuan terkait menstruasi, pemerintah pun membuat berbagai program untuk edukasi menstruasi ini. Dalam paparannya, dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian PenyakitDinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta menyebutkan beberapa program yang mendukung kesehatan reproduksi remaja yang sudah dilaksanakan di Jakarta antara lain:

UKS

UKS atau Unit Kesehatan Sekolah tentunya bukan hal yang asing kita temui saat bersekolah dulu. Nah, dalam program kesehatan ini, UKS bekerja sama dengan Puskesmas dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan  lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah.
 

Posyandu Remaja

Jika selama ini kita mengetahui Posyandu hanya untuk balita, maka saat ini Pemerintah juga mulai menggalakkan Posyandu Remaja yang merupakan wadah pos kesehatan remaja yang memfasilitasi dalam memahami seluk beluk selama masa puber.
 

Aku Bangga Aku Tahu 

Program ini merupakan program penyuluhan rutin ke sekolah terkait kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi Menular Seksual
 

Vaksinasi HPV

Menjadi salah satu pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah dengan sasaran anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko Kanker Serviks.
 
 

 

Betadine Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita

Salah satu cara untuk menjaga kebersihan area kewanitaan saat menstruasi adalah dengan rajin membersihkan vagina dan mengganti pembalut setiap 4-5 jam sekali. Selain dengan air bersih, kita juga bisa menggunakan sabun khusus area kewanitaan yang memiliki pH sesuai pH normal vagina seperti produk dari Betadine Feminine Hygene.

Sebagai produk yang dibuat khusus untuk area kewanitaan, Betadine Feminine Hygene memiliki rangkaian lengkap yang bisa digunakan untuk harian, saat haid hingga saat vagina kita mengalami infeksi. Selain itu, produk dari Betadine Feminine Hygene juga memiliki formula #yangideal untuk area kewanitaan kita dan pastinya sudah memiliki sertifikat halal dari MUI. 




Beberapa produk dari Betadine Feminine Hygene antara lain:
  • Betadine Feminine Hygene Daily Protection yang bisa digunakan untuk sehari-hari
  • Betadine Feminine Hygene Red Days yang digunakan saat menstruasi. Produk ini memiliki kandungan antiseptik PVI 10%  dapat mengatasi gejala infeksi kewanitaan (Keputihan, Iritasi Ringan, Bau Tak Sedap, Gatal) 
  • Betadine Vaginal Douche merupakan obat pembersih vaginal yang mengandung Povidone Iodine 10%. Produk ini dapat digunakan untuk mengobati vaginitis yang disebabkan oleh candidal, trichomonal, infeksi non spesifik atau infeksi campuran, atau sebagai desinfektan pre-operasi vaginal
  • Betadine Feminine Wipes, merupakan tissue khusus area kewanitaan yang dapat digunakan saat bepergian
Produk Betadine Feminine Hygene ini bisa didapatkan e-commerce kesayangan kamu seperti Shopee atau Tokopedia.


Kesimpulan

Area kewanitaan merupakan salah satu bagian tubuh yang wajib selalu kita jaga kebersihannya. Terutama di masa haid, area ini seharusnya mendapat perhatian lebih karena darah yang mengandung bakteri bisa saja membawa penyakit pada tubuh kita. Dengan adanya Manajemen Kebersihan Menstruasi pastinya akan memudahkan para wanita dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi. 

Selain itu penting sekali bagi para ibu untuk menyiapkan putrinya menghadapi haid pertamanya dengan memberikan informasi seputar menstruasi sebelum anak mendapat haid pertama agar anak tidak bingung nantinya.
Baca Juga