Kesalahan Umum Menata Ruang Kerja di Rumah yang Bikin Cepat Lelah

Kesalahan Umum Menata Ruang Kerja di Rumah yang Bikin Cepat Lelah

Bekerja dari rumah kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama bagi freelancer, pekerja remote, hingga pelaku bisnis digital. Bagi ibu bekerja dari rumah, kondisi ini terasa semakin ideal karena tetap bisa produktif sambil mendampingi anak dan mengatur waktu dengan lebih leluasa.

Ironisnya, bekerja dari rumah justru kadang sering menimbulkan kelelahan lebih cepat baik fisik maupun mental. Salah satu penyebabnya adalah ruang kerja tidak ditata dengan tepat. Tanpa disadari, beberapa kesalahan kecil dalam menata ruang kerja dapat memengaruhi fokus, kesehatan, dan produktivitas ibu bekerja secara signifikan.

Kesalahan Umum Menata Ruang Kerja di Rumah yang Bikin Cepat Lelah

Berikut ini adalah kesalahan umum menata ruang kerja di rumah yang sering terjadi dan membuat tubuh serta pikiran cepat lelah.

1. Pencahayaan Ruang Kerja yang Tidak Optimal

ruang kerja dengan pencahayaan minim


Pencahayaan adalah faktor penting yang sering diremehkan. Banyak ruang kerja di rumah hanya mengandalkan satu lampu utama dengan cahaya redup atau terlalu kuning. Akibatnya, mata cepat lelah, kepala terasa berat, dan konsentrasi menurun.

Idealnya, ruang kerja memiliki pencahayaan yang cukup terang namun tetap nyaman di mata. Kombinasi cahaya alami dari jendela dan lampu meja kerja sangat dianjurkan. Saat memilih lampu, pastikan instalasinya rapi dan aman, termasuk penggunaan kabel lampu led yang berkualitas agar pencahayaan stabil dan tidak mengganggu aktivitas kerja jangka panjang.

2. Posisi Meja dan Kursi yang Tidak Ergonomis

Kesalahan klasik lainnya adalah menggunakan furnitur seadanya. Kursi tanpa sandaran, meja terlalu rendah, atau posisi laptop yang tidak sejajar dengan mata dapat menyebabkan nyeri leher, bahu, dan punggung. Kondisi ini membuat tubuh cepat lelah meski jam kerja belum terlalu lama.

Gunakan kursi kerja ergonomis dan atur tinggi meja sesuai postur tubuh. Posisi duduk yang benar membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari dan mengurangi risiko pegal berlebihan.

3. Ruang Kerja Terlalu Sempit dan Berantakan

Ruang kerja di rumah yang tidak ideal untuk bekerja dari rumah karena berantakan dan menyatu dengan ruang keluarga


Ruang kerja yang penuh dengan barang tidak terpakai sering menimbulkan stres visual. Tumpukan dokumen, kabel berserakan, atau peralatan kerja yang tidak tertata membuat otak bekerja lebih keras untuk fokus.

Mulailah dengan decluttering sederhana. Simpan barang yang jarang digunakan dan rapikan area meja kerja. Ruang kerja yang bersih dan lega terbukti membantu meningkatkan fokus serta membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

4. Ventilasi Udara yang Buruk

Bekerja di ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik bisa membuat tubuh cepat lemas dan mengantuk. Udara pengap serta suhu ruangan yang tidak nyaman mempercepat kelelahan fisik dan mental.

Pastikan ruang kerja memiliki ventilasi atau jendela yang dapat dibuka. Jika menggunakan pendingin ruangan, atur suhu secukupnya. Menambahkan tanaman indoor juga bisa membantu menyegarkan udara dan menciptakan suasana kerja yang lebih hidup.

5. Terlalu Fokus pada Estetika, Mengabaikan Fungsi

Banyak orang menata ruang kerja hanya demi tampilan estetik ala media sosial, tanpa mempertimbangkan fungsi dan kenyamanan. Meja kecil yang cantik, kursi minimalis tanpa sandaran, atau rak dekoratif berlebihan justru membuat ruang kerja tidak efisien.

Fokus utama ruang kerja seharusnya adalah kenyamanan dan fungsi. Estetika boleh menjadi nilai tambah, tetapi jangan sampai mengorbankan kesehatan dan produktivitas.

6. Menggunakan Peralatan Kerja Berkualitas Rendah

Peralatan kerja seperti lampu, meja, kursi, hingga aksesori penunjang yang berkualitas rendah bisa menjadi sumber masalah jangka panjang. Misalnya, lampu cepat panas, kabel mudah rusak, atau furnitur tidak kokoh.

Tak sedikit orang memilih peralatan kerja dengan harga terjangkau melalui platform global, bahkan menggunakan jasa import China untuk mendapatkan produk dalam jumlah banyak dengan variasi desain yang lebih beragam. Namun, penting untuk tetap memperhatikan standar kualitas dan keamanan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

7. Minim Ruang untuk Bergerak dan Beristirahat

Bekerja terlalu lama tanpa ruang untuk bergerak adalah penyebab kelelahan yang sering tidak disadari. Ruang kerja yang terlalu sempit membuat tubuh jarang berdiri, melakukan peregangan, atau sekadar berpindah posisi.

Sisakan sedikit ruang kosong di sekitar meja kerja agar Anda bisa bergerak dengan leluasa. Biasakan melakukan stretching ringan setiap satu hingga dua jam untuk menjaga sirkulasi darah dan stamina tetap terjaga.

Ruang Kerja Nyaman, Energi Kerja Lebih Tahan Lama

Menata ruang kerja di rumah bukan hanya soal desain, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan mental. Kesalahan seperti pencahayaan buruk, posisi duduk tidak ergonomis, hingga pemilihan peralatan yang kurang tepat dapat membuat tubuh cepat lelah dan produktivitas menurun.

Dengan memperhatikan detail kecil dan menata ruang kerja secara lebih fungsional, Anda bisa menciptakan suasana kerja yang nyaman, efisien, dan berkelanjutan. Ruang kerja yang baik bukan hanya membantu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, tetapi juga menjaga energi dan fokus tetap optimal setiap hari.


Baca Juga

Posting Komentar

20 Komentar

  1. Ini aku sampe sekarang masih gagal si. Padahal udah beli meja, setting barang dan layout juga udah. sering beberes pula. Tapi ya, mungkin karena ada anak yaa.. jadinya sering ada distraksi dengan intensitas lumayan sering.
    Alhasil, kalo lagi butuh urgent banget, pasti aku melipir ke cafe deket rumah aja hahahahaha

    BalasHapus
  2. Ruang kerja saya jadi satu dengan ruang main anak, jadi memang lebih sering berantakan. Dan secara kondisi emang bikin saya sendiri kadang kewalahan mengerjakan yang mana dulu. 😂

    Tapi saya setuju kalau ruangan dengan ventilasi baik, selain bagus untuk paru², juga baik untuk ketenangan saat kerja. Kayak bikin lega aja dengan udara yang masuk.. 😍😍

    BalasHapus
  3. kalau dibilang meja kerja aku jauh bangeut , pc aku yg biasa aku ppake bersatu samaa ruang keluaarga nonton tv, tpi kalau pas kerja dulu karena di tatain orng jadi ya enak

    BalasHapus
  4. Urusan pencahayaan ini ada benarnya deh. Di tempatku sebenarnya cahayanya itu bagus, cuma mungkin karena memantul dari warna cat dinding atau warna lampunya yang nggak bulet putih, jadinya bikin mata cepat lelah semisal kerja di ruangan itu huhu

    BalasHapus
  5. Menata ruangan dengan baik juga berpengaruh positif dengan mood, apalagi bagi kita yang suka menulis. ini sangat berpengaruh sekali jika ingin memunculkan inspirasi

    BalasHapus
  6. Meja dan kursi yang ergonomis memang penting sekali. Beda kerjaan, beda juga meja kerja dan kursi yang dibutuhkan. Kalau nggak ergonomis jadi gampang pegal. Kerapian dan pencahayaan ruang kerja juga sangat penting, terutama pengaruhnya pada konsentrasi.

    BalasHapus
  7. Aku sama suami yang sama-sama kerja di rumah cuma punya kamar untuk ruang kerja, ahaha. Jadi di kamar ada meja kerja kami berdua deh. Dari ruangan yang serba terbatas ini kami usahakan ventilasinya juga cukup. Alhamdulillahnya kami memang tinggal di rumah lama yang ventilasinya masih terbilang bagus banget karena cahaya matahari bisa masuk dari banyak sisi.

    Nah, giliran meja dan kursi yang ergonomis nih yang paling penting. Apalagi buat suami yang hampir seharian kerjanya duduk. Jadi dia memang invest di kursi yang bagus sekalian. Terbukti sih, dulu sempet sakit punggung, tapi sekarang udah gak pernah lagi.

    Selain memang karena lebih rutin latihan dan olahraga teratur ya, kursi ergonomis ini menunjang posisi yang lebih baik saat kerja.

    BalasHapus
  8. Meja kerja tu bagian yang harus diperhatikan karena mempengaruhi suasana kerja banget yaa.
    Kalau bisa emang barang2 yang tidak terlalu terpakai nggak usah ada di atas meja supaya tidak bikin sumpek, sehingga berisiko mendistraksi kerjaan.
    Paling seneng kalau ruang kerja, misal di rumah atau di kantor bisa ngadep jendela yang bisa dibuka, ventilasinya udah pasti OK tu, juga dengan pencahayaan.
    Trus emang printilan di tempat kerja tu sebaiknya pakai yang bagus sekalian. Salah satunya menurutku yang penting tu kursi, pilih kursi mahalan gpp, karena biar nyaman dan inves kesehatan tulang juga.

    BalasHapus
  9. Pengen punya impian ruang kerja yang nyaman dan seru. Tapi apa daya kalau masih menumpang dirumah keluarga. Bakalan males buat menata nya...

    BalasHapus
  10. Soal Terlalu Fokus pada Estetika, Mengabaikan Fungsi, ini menarik sekali untuk diperhatikan, estetika memang kadang bikin mood naik dalam ruang kerja, tapi menurutku, hal itu tidak akan baik tanpa poin 1 dan 4. Cahaya dan udara itu hal yang paling penting untuk semua ruang, apalagi untuk bekerja.

    BalasHapus
  11. dari beberapa poin di atas yang paling sering saya rasakan adalah saat berantakan dan ga ada ventilasi udara yang cukup, benar-benar membuat proses kerja ga nyaman dan ga betah, termasuk juga merusak fokus, jadi memang penting banget menata ruang kerja senyaman mungkin agar proses kerja nyaman, fokus, dna tidak terganggu ya Mba Ayana

    BalasHapus
  12. Bener nih mbak, peralatan yang tidak ergonomis membuat punggung sakit, cepat lelah dan kadang sampai sakit. Namanya juga di rumah ya, yang memang tidak didesain untuk kerja yang nyaman, hanya menggunakan peralatan seadanya memang resikonya seperti itu. Beda lagi kalau memang didesain untuk kerja mungkin akan mempertimbangkan hal tersebut

    BalasHapus
  13. Ruang kerja memang gat mempengaruhi semangat kerja. Jadi memang harus ditata agar mood terus naik, Kalau saya kendalanya mungkin ruang kerja yang sempit. Jadi barang kadang tumplek plek di sana, bikin berantakan dan akhirnya pusing kepala hahaha. Makanya saya rencana mau cari perabot yang simpel, tapi multifungsi. Terus cat ruangan juga sangat mendukung. Saya pengin ruang kerja saya tahun ini catnya kuning atau oranye, biar terang dan menyala semangat menulisnya hehehe.

    BalasHapus
  14. Setuju banget, mbak. Menata ruang kerja supaya nyaman memang penting. Tahun 2020 sampai tahun 2024, aku pernah lebih besar porsi WFH nya. Jadi emang mesti merhatiin details kenyamanan meja kerja di rumah.

    Sampai aku beli kursi dan meja kerja yang nyaman. Terkait pencahayaan pun nggak kalah penting ini tuh. Apalagi buat yang jam kerjanya lebih panjang alias sampai malam, pun dengan ventilasi udara, emang sengaruh itu ke produktifitas.

    BalasHapus
  15. Iya, setuju banget kenyamanan ruang kerja mempengaruhi produktivitas ya.. satu lagi ruang kerja sebaiknya terpisah dari ruang tidur hihi punyaku masih menyatu jadi bawaannya pengen rebahan melulu..

    BalasHapus
  16. Aku tipe orang yang kalau punya meja harus luas dan kosong, karena aku orangnya tidak bisa diam. Makanya pernak-pernik kecil, hiasan, bahkan lampu meja bisa sangat menggangguku. Sayang, kamarku terlalu kecil untuk meletakkan meja, jadi sebagian besar pekerjaan aku lakukan di atas kasur menggunakan meja kecil. Mungkin suatu hari nanti 😔🙏

    BalasHapus
  17. Saya setuju dengan poin-poin di atas karena memang kadang-kadang keterbatasan membuat kita pilihannya terbatas juga tapi sebenarnya kita bisa mengakalinya sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan tapi juga bisa mendukung supaya maksimal efisien dan juga estetik. Jadi pinter-pinternya kita saja untuk memilih supaya hasilnya lebih baik

    BalasHapus
  18. Wah aku kayaknya punya masalah ini juga. Yang paling kerasa kayaknya dari peralatan yang berkualitas rendah. Kirain Dan meja yang gampang patah misalnya. Beneran melelahkan banget itu.

    BalasHapus
  19. Ruang kerja yang nyaman tuh emang modal banget buat Produktivitasnya kita ya Mbaaa.. Aku kalau udah stres liat lokasi pabaliut auto tambah stres sih. Jadi emang ya ada seni dan ilmunya semua tuh

    BalasHapus
  20. Anehnya aku, justru seringkali mejaku berantakan dan sengaja membuat distraksi agar otakku bisa menjangkau semuanya. Terlalu kosong justru membuat pikiranku liar hehe. Aneh ya?

    BalasHapus