Beberapa waktu lalu sempat viral tentang seorang penghuni kamar indekos yang ketika kamarnya dibuka ternyata isinya penuh dengan sampah yang tak pernah dibuang. Entah ke mana dan apa saja yang dilakukan pemilik kamar hingga tak pernah membuang sampahnya ini. 

Apakah terlalu sibuk atau malas untuk membuang sampah sehingga memilih menumpuk semua sampah di kamarnya? Atau orang ini memiliki suatu kondisi di mana ia merasa berat untuk membuang barang dan lebih suka menimbun barang? 

Mengenal Hoarding Disorder, Kondisi Suka Menimbun Barang

Ternyata nih, ada sebuah kondisi yang disebut dengan hoarding disorder. Kondisi ini mengacu pada orang-orang yang suka menimbun barang dan merasa sayang untuk membuangnya. Akibatnya barangnya jadi menumpuk di rumah dan membuat ruangan menjadi tak nyaman untuk ditinggali terutama bagi mereka yang terbiasa dengan kondisi rumah rapi. 

Sementara bagi pengidap hoarding disorder, kondisi tersebut mungkin bukanlah hal yang mengganggu dirinya. Inilah yang membuat kondisi ini sering kali luput disadari hingga akhirnya menimbulkan dampak serius terhadap kualitas hidup.Mengapa Kita Sulit Melepas Barang?

Mengapa Kita Sulit Melepas Barang?

Terlepas dari adanya kondisi hoarding disorder ini, bagi sebagian orang memang ada benda-benda yang sulit untuk dilepaskan atau dibuang meski kondisinya sudah sangat buruk dan tak bisa digunakan. Ada orang yang masih menyimpan baju bayi anaknya, boneka kesayangan di masa kecil, hadiah yang diberikan sahabat serta hal-hal lain yang memberikan kenangan tersendiri. 

Bahkan mungkin saking beratnya melepas sebuah benda, si pemilik bisa menangis saat akan membuang atau memberikannya pada orang lain.

Pengalaman Pribadi: Antara Sayang dan Kebutuhan Nyata

Saya sendiri sebenarnya juga kerap memiliki rasa sayang untuk membuang beberapa benda yang saya miliki. Contohnya seperti pakaian rumah yang sudah mulai sobek sana sini, benda-benda yang pernah saya beli namun sudah tak terpakai, pakaian dan mainan anak serta barang-barang lainnya yang menumpuk di berbagai sudut rumah. 

Namun bagi saya, alasan dari rasa sayang melepas barang ini sebenarnya bukan hal yang sentimentil karena saya bukan tipe yang suka menyimpan kenangan melainkan lebih pada pemikiran kalau barang tersebut masih bisa digunakan.

Karena pemikiran inilah, hingga kini ada banyak barang yang menumpuk di meja kerja saya. Bahkan meski saya sudah berkenalan dengan metode Konmari yang dipopulerkan oleh Marie Kondo, sejujurnya saya masih belum benar-benar bisa membuang banyak barang dari lemari dan meja kerja saya. 

Kadang ada nota pembelian barang yang tak kunjung saya buang, koleksi buku yang bahkan masih berbungkus plastik, kertas HVS yang sebenarnya tidak diperlukan datanya dan bahkan beberapa celana kerja yang tidak terpakai masih menumpuk di lemari pakaian saya. Hehe.

Metode Konmari: Benarkah Semudah Itu Membuang Barang?

Memang sejatinya tidak mudah untuk bisa membuang barang yang menjadi bagian dari hidup kita, kecuali mungkin barang-barang pemberian mantan yang hanya membuat sebal saat mengingatnya. Hehe. Apalagi jika barang tersebut memiliki kenangan tersendiri. 

Bahkan Marie Kondo sendiri juga tidak memaksa diri untuk membuang barang yang menurutnya memiliki kenangan karena sesuai dengan prinsipnya jika barang tersebut memancarkankan kebahagiaan bagi pemiliknya maka barang itu bisa dipertahankan.

Cara Melepas Barang Tanpa Baper

cara melepas barang tanpa baper



Lalu bagaimana caranya agar kita bisa melepas barang-barang tanpa harus merasa baper? Beberapa cara ini mungkin bisa dicoba:

1. Kumpulkan dan Pilah Barang yang Memberi Rasa Bahagia

Berdasarkan metode Konmari, untuk bisa membuang barang-barang di rumah langkah yang perlu dilakukan adalah dengan mengumpulkan semua barang sesuai kategori lalu pilihlah yang benar-benar bisa memberikan rasa bahagia bagi diri kita. Terdengar mudah ya, namun bisa jadi bagi sebagian orang itu sulit karena berbagai alasan.

Nah, jika teman-teman tidak bisa langsung membuang barang tersebut maka bisa menggunakan metode kedua yakni mengumpulkan barang-barang yang belum ingin dibuang dalam 1 wadah dan tunggu hingga beberapa waktu. Jika selama beberapa waktu kita tidak ingat atau tidak memerlukan barang tersebut maka itu artinya barang tersebut tidak terlalu penting dalam hidup kita. 

2. Ucapkan Terima Kasih dan Salam Perpisahan

Layaknya berpisah dengan orang, kita juga bisa mengucapkan salam perpisahan pada barang-barang yang ingin dilepaskan. Selama digunakan, barang-barang ini pastinya sudah memberikan manfaat bagi kita karena itu mungkin akan sedikit lebih melegakan jika sebelum berpisah kita mengucapkan salam perpisahan dan ucapan terima kasih pada barang tersebut. 

3. Berikan pada Orang yang Bisa Memanfaatkannya

Jika kita memutuskan melepaskan barang favorit untuk diberikan kepada orang lain, maka pastikan orang yang menerima barang ini adalah orang yang bisa memanfaatkan dan memelihara barang tersebut dengan baik. Dengan demikian pastinya kita akan merasa lebih tenang untuk melepaskan barang yang kita sayangi tersebut. 

4. Abadikan dalam Bentuk Foto

Cara lain yang bisa dilakukan untuk bisa tetap mengenang barang yang kita sayangi adalah dengan mengabadikannya dalam bentuk foto. Foto memang dikenal sebagai salah satu media untuk mengabadikan kenangan kita. 

Kenangan tentu saja tidak selalu berupa momen penting dalam hidup namun bisa juga berupa barang-barang yang memberikan arti dalam hidup. Maka ketika barang tersebut harus berpisah dari kita dan kita masih ingin mengenangnya, menjadikannya foto adalah salah satu cara terbaik.

Penutup

Melepas barang memang bukan perkara mudah, apalagi jika sudah lama menemani perjalanan hidup kita. Namun, dengan niat dan cara yang tepat, proses ini bisa menjadi pengalaman yang melegakan dan menenangkan.

Semoga beberapa tips di atas bisa membantu teman-teman untuk lebih ikhlas dan tidak baper saat harus berpisah dengan barang kesayangan. Rumah yang lebih lega, hati pun ikut terasa lapang 🤍

Baca Juga