Tren belanja online selalu berubah dari masa ke masa. Seiring dengan perkembangan teknologi, kita bisa berbelanja dengan aman lewat berbagai platform belanja. Kalau dulu mungkin kita berbelanja online hanya bisa lewat website resmi dari sebuah brand atau mungkin malah lewat facebook, maka sekarang ada banyak sekali pilihan media untuk belanja online ini. Pembeli tinggal memilih platform mana yang dirasa cocok dan nyaman untuknya berbelanja.

Masa pandemi sendiri bisa dibilang sebagai era di mana tren belanja online mengalami kenaikan pesat. Kebijakan pemerintah yang membuat masyarakat harus tetap berada di rumah membuat orang-orang mulai beralih dari berbelanja offline ke berbelanja online. Menurut Bank Indonesia, hingga akhir tahun 2021 diperkirakan terjadi peningkatan terhadap transaksi e-commerce sebanyak 48,4% menjadi Rp.395 triliun. Sementara untuk semester pertama di tahun 2021, terjadi peningkatan sebanyak 63,4% untuk transaksi e-commerce dengan nilai Rp.186,7 triliun. 

Berdasarkan data dari katadata.co.id, Indonesia berada di peringkat ke-5 sebagai negara yang paling banyak berbelanja online dengan persentase pengguna internet pelanggan e-commerce sebanyak 36%. Tentunya ini juga menjadi sebuah pertanda bagaimana besarnya prospek jualan online di negara kita. 

Pengalaman berjualan online

Untuk memulai sebuah bisnis online saat ini memang bisa dibilang lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika dulu mungkin untuk membuat sebuah website dari toko online seseorang perlu membeli hosting khusus, maka saat ini ada cukup banyak platform yang bisa dipilih untuk memulai bisnis online kita. Ada cukup banyak kelebihan yang bisa didapat dengan memulai usaha secara online ini, terutama dari segi modal. Seperti yang kita ketahui, bisnis online membutuhkan modal yang lebih sedikit dari bisnis offline karena tidak memerlukan sewa tempat atau toko. Bahkan kita juga bisa memulai bisnis online dengan menjadi seorang reseller atau droshipper yang modalnya bisa dibilang sangat minim. 

Sebagai seorang konsumen, saya sendiri juga pernah merasakan menjadi seorang penjual online. Waktu itu, di sekitar tahun 2011 atau 2012, saya memulai usaha jualan sweter bersama adik perempuan saya. Saat itu adik saya tertarik dengan sebuah sweter yang dilihatnya di sebuah toko. Saya pun iseng mencari produk tersebut di internet dan ternyata ada yang menjual dengan harga lebih murah dengan pembelian minimal 3 produk. Setelah melakukan survey, kami melihat peluang untuk menjual kembali produk sweter tersebut dengan harga lebih murah dari pasar. "Yuk jualan online," begitu akhirnya saran saya pada adik saya.

Sebagai langkah awal, saya kemudian membuat sebuah akun jualan khusus di facebook untuk mempromosikan usaha produk tersebut. Selain itu, promosi juga dilakukan lewat status di BBM dan pasti juga lewat adik saya yang rutin menawarkan kepada teman-temannya. Di masa itu, bisa dibilang penjualan dari produk saya tersebut cukup menjanjikan. Saya mendapat pembeli yang cukup rutin berbelanja produk sweter saya ini. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan salah satu toko di pasar untuk numpang menjualkan sweter tersebut. 

Sayangnya setelah beberapa waktu, usaha online saya ini tidak dilanjutkan lagi karena minimnya orderan yang didapat. Selain itu, di masa itu juga sudah mulai bermunculan toko-toko lain yang menjual produk yang saya pasarkan dengan harga yang lebih murah dari yang saya jual. Karena keuntungan yang menipis akhirnya usaha online pertama saya harus ditutup.

 

Pentingnya mengikuti tren belanja online dalam memulai usaha



tren belanja online indonesia

Dari pengalaman saya membuka toko online, ada sebuah pelajaran yang bisa diambil. Untuk bisa terus bertahan dalam sebuah usaha, salah satu hal yang harus dimiliki seorang pebisnis adalah harus selalu mengikuti perkembangan zaman. Dari masa ke masa, kita bisa menyaksikan bagaimana sistem berbelanja online yang mengalami perubahan dari yang cukup sederhana hingga semakin terstruktur. Jika dulu untuk pembayaran misalnya hanya bisa lewat transfer bank maka sekarang kita bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan dompet digital dan payment gateway.

Tak hanya itu, metode promosi yang digunakan juga selalu mengalami perkembangan. Jika dulu promosi hanya dilakukan lewat status pendek, maka seorang penjual online sekarang juga harus memiliki kemampuan digital marketing yang baik untuk mempromosikan produknya. Lalu dalam hal pilihan platform berjualan juga mengalami perubahan yang cukup besar selama 20 tahun terakhir. Berikut adalah tren belanja online yang hadir di Indonesia selama 20 tahun terakhir:

Belanja online melalui forum jual beli

Salah satu pelopor dari belanja online lewat forum jual beli adalah Kaskus. Di tahun 1999, Andrew Darwis membuat sebuah forum jual beli bernama Kaskus. Untuk bisa melakukan interaksi hingga transaksi jual beli di forum ini, pengguna harus mendaftarkan dirinya terlebih dahulu. Meski sudah dibuat sejak tahun 1999, baru di pertengahan tahun 2000-an Kaskus mulai dikenal sebagai forum jual beli berbagai produk. 

Sebagai generasi pertama dalam sistem belanja online, tentunya proses jual beli di Kaskus masih terbilang sangat sederhana. Untuk mencari produk yang diinginkan, calon pembeli hanya perlu mencarinya di search bar. Setelah produk ditemukan, calon pembeli bisa menghubungi penjual yang nantinya akan memberikan detail dari produknya lewat email ataupun percakapan SMS. Jika deal, pembeli tinggal mengirimkan uang ke nomor rekening penjual dan penjual akan mengirimkan produk yang dibeli tersebut.

Belanja online langsung di website resmi

Selain lewat forum jual beli, dulu para pembeli juga bisa berbelanja online lewat website resmi dari sebuah brand atau produk. Untuk bisa berbelanja di website resmi ini, calon pembeli biasanya tak perlu membuat akun terlebih dahulu. Kita bisa langsung mengunjungi website resmi dari produk yang ingin dibeli, memilih barang yang akan dibeli, kemudian mengisi data-data yang diperlukan untuk transaksi jual beli. Salah satu kelebihan dari berbelanja di website resmi ini tentunya adalah barang yang dibeli sudah terjamin keasliannya dan transaksi jual beli juga lebih aman.

Belanja online lewat facebook

Era berikutnya dari sistem belanja online adalah saat hadirnya sosial media bernama facebook di pertengahan tahun 2000-an. Selain menjadi tempat curhat para penggunanya, facebook juga dimanfaatkan sebagai tempat promosi bagi mereka yang memiliki usaha jual beli. Tentunya facebook di masa itu belum seperti sekarang yang sudah memiliki fitur cukup lengkap untuk berjualan seperti fitur toko hingga live untuk berjualan. 
 
Seperti yang saya lakukan saat berjualan online dengan facebook dulu, penjual akan meng-upload foto barang dagangannya di album foto yang ada di facebook. Calon pembeli yang berminat dengan produk tersebut bisa langsung menanyakan lewat fitur pesan di facebook dan melanjutkan transaksi jika harganya sesuai.

Berbelanja lewat e-commerce dan marketplace

Fase berikutnya dari sistem berbelanja online adalah kehadiran e-commerce yang memiliki berbagai kelebihan dibanding jual beli di forum, website atau sosial media. Di Indonesia, berbelanja lewat e-commerce ini sendiri baru mulai booming setelah tahun 2010. Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh e-commerce dan marketplace ini adalah adanya fitur toko online yang membuat kita bisa membuka toko secara gratis di marketplace tersebut. Selain itu, e-commerce juga menyediakan berbagai produk dan brand yang bisa dipilih oleh pembeli. Jadi, jika diibaratkan e-commerce adalah sebuah mall yang bisa membantu pembeli mendapatkan berbagai produk yang diinginkannya. 

Berbelanja lewat fitur live streaming

Memasuki era pandemi, muncul tren terbaru dalam belanja online yakni berbelanja lewat siaran langsung atau yang dikenal juga dengan sebutan live streaming. Untuk bisa berjualan dan berbelanja lewat fitur live streaming ini, kita bisa menggunakan berbagai aplikasi yang memiliki fitur live streaming entah itu di media sosial seperti facebook, Tiktok dan juga e-commerce. 

Saat akan berbelanja lewat live streaming, pembeli bisa melihat secara langsung produk yang ingin dibeli dan jika tertarik untuk membeli bisa memberi komentar saat live tersebut berlangsung. Pihak penjual kemudian akan langsung mencatat nama pembeli dan menginformasikan hal-hal terkait pembayaran dan juga proses pengiriman produk kepada pembeli tersebut.
 
 

Memulai Usaha dengan Mengikuti Tren Belanja Online 

yuk jualan online

Jika melihat bagaimana sekarang orang-orang berhasil dengan bisnis online-nya, ingin sekali rasanya saya mengajak suami yang sedang merintis usaha untuk yuk jualan online saja dalam rangka menambah pemasukan keluarga kami. Untuk bisa mengembangkan usaha online yang dimulai ini, tentunya saya juga akan mengikuti tren belanja online yang berlangsung sekarang yakni menggukan platform e-commerce untuk berjualan.
 
Saat ini ada cukup banyak e-commerce yang bisa dipilih bagi mereka yang ingin berjualan online, salah satunya adalah Lazada. Lazada sebagai e-commerce menyediakan berbagai produk mulai dari kecantikan, fashion, handphone dan produk-produk lainnya yang pastinya cukup lengkap dengan harga cukup bersaing dengan e-commerce lain. Selain itu Lazada juga memiliki fitur livestreaming yang saat ini cukup populer dalam usaha online. 
 
Tentunya teman-teman penasaran dong kenapa sih kita sebaiknya memulai usaha online dengan jualan di Lazada? Nah, berikut adalah beberapa keuntungan yang didapat jika jualan di Lazada untuk memulai usaha yuk jualan online kita:

Proses pendaftaran mudah

Sebagai salah satu e-commerce yang sudah memiliki nama besar, proses untuk mendaftar sebagai seller di Lazada sangatlah mudah dan hanya memerlukan waktu beberapa menit. Tentunya sebelumnya kita juga harus menyiapkan kelengkapan yang diperlukan untuk pendaftaran ini. Adapun langkah-langkah pendaftaran seller di Lazada adalah sebagai berikut:
  1. Buka website lazada.co.id dan klik pilihan menjadi seller
  2. Klik daftar penjual dan pilih apakah ingin menjadi penjual Lazada atau Penjual Lazmall
  3. Isi data yang diperlukan yakni KTP dan buku tabungan bagi perorangan
  4. Pastikan sudah membaca Ketentuan layanan (penjual), Perjanjian Jasa Logistik dan Kebijakan Privasi sebelum melakukan checklist
  5. Akun seller sudah jadi dan kamu sudah mulai bisa mengupload produk

 

Pendampingan seller selama 90 hari

Bagi mereka yang mendaftar sebagai seller baru di Lazada, ada program pendampingan seller selama 90 hari oleh tim Lazada sehingga toko kita bisa memiliki performa yang oke. Beberapa hal yang diajarkan pada program ini antara lain bagaimana cara mengupload foto produk hingga cara menaikkan penjualan. Lazada juga menyediakan fitur promosi produk terbaru di mana seller dapat mempromosikan produk terbarunya untuk mendapatkan traffic dan penjualan yang lebih cepat.  

Selain program pendampingan seller lewat tim inkubasi Lazada, di Lazada juga terdapat fitur Lazada University di mana seller dapat menonton berbagai video pembelajaran untuk meningkatkan penjualan tokonya. Selain itu terdapat juga jadwal webinar yang bisa diikuti setiap Senin hingga Jum'at pada pukul 14.00 WIB atau 16.00 WIB melalui seller center. 


Gratis ikut promo/campaign

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan online di e-commerce adalah dengan mengikuti promo atau campaign yang diadakan oleh e-commerce tersebut. Nah, di Lazada, seller bisa mengikuti promo atau campaign secara gratis dengan syarat memiliki 12 pengunjung selama 30 hari terakhir dan memiliki content score minimal 80%.
 

Dapat subsidi ongkir dan iklan total 1,5 juta

Salah satu faktor yang membuat orang tertarik untuk berbelanja secara online adalah adanya program gratis ongkir yang diberikan oleh toko yang dipilih. Nah, di Lazada setiap seller yang mendaftar akan mendapat subsidi ongkir dan iklan dengan total nilai 1,5 juta rupiah. Syaratnya adalah toko tersebut sudah disetujui oleh Lazada dan memiliki minimal 3 produk.

 

Kesimpulan

 
jualan di Lazada


Itulah dia sedikit cerita bisa saya bagikan terkait merintis usaha jualan online dan pentingnya untuk mengikuti tren belanja online dalam memulai usaha kita. Semoga bermanfat dan bisa memberikan bayangan terkait langkah awal dalam memulai usaha kita. Nah, buat yang masih penasaran seputar langkah awal dalam bisnis online kamu bisa baca artikel terkait tren belanja online dan artikel lainnya di blog Jualan Online dari Lazada. Di sini kamu bisa mendapatkan banyak informasi terkait bisnis dan peluang usaha online yang bisa dicoba. Selain itu di blog ini kita juga bisa membaca kisah-kisah para seller di Lazada yang sukses membangun usahanya.

Yuk jualan online di Lazada!

 

Sumber tulisan:

https://www.merdeka.com/uang/belanja-online-meningkat-saat-pandemi-ini-daftar-e-commerce-paling-banyak-dikunjungi.html 

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/02/14/daftar-negara-paling-sering-belanja-online-indonesia-peringkat-ke-5

Baca Juga