"Mama, Yafiq mau potong-potong juga," kata Yafiq putra bungsu saya saat dilihatnya saya sedang berkutat dengan berbagai bahan makanan yang ada di dapur.

Saya berhenti sejenak dari kegiatan memotong buncis yang rencananya akan ditumis bersama tempe. Saya buka kulkas dan mengambil sepapan tempe dan menyerahkannya kepada Yafiq. Tak lupa juga saya serahkan pisau pemotong kue untuknya beserta talenan agar Yafiq bisa mulai memotong tempe tersebut. Tak lama, putra saya itu sudah memotong tempe dalam bentuk yang tak beraturan. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuannya ini.

Di usianya yang menginjak 3 tahun, Yafiq memang sangat gemar mengeksplorasi sekitarnya termasuk juga area dapur di rumah. Kalau saat ke dapur dia melihat saya memblender bumbu dia juga akan mengambil bawang dan meminta saya untuk mengambil blender untuknya. 

Kalau saya mau membuat kue dan menggunakan mikser, dengan cepat juga Yafiq mendekat untuk membantu. Tak jarang anaknya juga ngotot mau memecahkan dan menggoreng telur sendiri. Dan seperti ucapan yang saya tuliskan di atas, jika saya sedang memegang pisau, maka Yafiq juga akan memcari pisau dan mengambil bahan apa saja yang bisa dipotong-potong.

Sebagai ibu saya berusaha untuk memfasilitasi eksplorasi yang dilakukan Yafiq dengan mengizinkannya menggunakan pisau atau gunting. Namun tentunya pisau yang saya berikan bukan pisau tajam layaknya yang biasa saya gunakan, melainkan pisau khusus memotong roti yang lebih tumpul. Selain itu tentunya sebagai orang tua saya tetap harus mengawasi anak-anak saat memegang benda tajam seperti pisau dan gunting tersebur. 

Anti panik saat anak luka dengan produk penanganan luka dari Betadine



Meski sudah melakukan berbagai tindakan preventif saat anak sedang bermain atau memegang benda tajam, kadang ada saja kejadian tak terduga yang terjadi dalam keseharian anak-anak saya. Hari itu, misalnya, Yafiq dan Yumna sedang bermain dengan gunting dan tiba-tiba saja Yafiq menghampiri saya sambil menunjukkan jarinya yang sedikit terluka. Untungnya tidak banyak darah yang keluar dari luka tersebut dan saya hanya perlu menempelkan plester di jarinya.

Ada juga kejadian lain di mana Yafiq terjatuh saat sedang berlari dan lututnya berdarah cukup banyak. Nah, kalau sudah berdarah begini tentunya saya harus melakukan perawatan ekstra seperti membersihkan area luka, memberikan cairan antiseptik hingga akhirnya menutup luka tersebut. Karena itulah di lemari penyimpanan obat di rumah selalu tersedia berbagai produk perawatan luka salah satunya dari Betadine.

Betadine sendiri merupakan brand untuk produk antiseptik yang sudah dipercaya oleh masyarakat dan tenaga kesehatan di seluruh dunia selama lebih dari 50 tahun. Kiprah Betandine dalam dunia antiseptik ini dimulai dari tahun 1969 saat ketika Betadine menjadi produk antiseptik yang digunakan NASA untuk membersihkan Apollo XI. 

Di Indonesia sendiri Betadine memiliki 4 kategori produk yakni Wound Care (Produk Penanganan Luka), URTI Care (Produk untuk Mulut, Hidung dan Tenggorokan), Feminine Care (Produk untuk Area Kewanitaan), dan Protective Care (Produk untuk Membersihkan Tubuh). Tentunya kita semua sudah familiar dong yang dengan produk-produk Betadine ini.

Adapun untuk produk Wound Care atau penanganan luka dari Betadine terdiri atas 4 macam, yakni:

Betadine Antiseptic Solution



Betadine Antiseptic solution adalah Antiseptik untuk Membunuh Kuman Penyebab Infeksi dengan kandungan Povidone-Iodine 10% w/v. Cara penggunaan produk ini cukup dioleskan atau dikompres pada bagian luka.

Betadine Antiseptic Ointment

Betadine Antiseptic Ointment merupakan salep antiseptik untuk membunuh kuman penyebab infeksi pada luka seperti luka bakar, luka tersayat, luka bekas sunat, luka tergores dan luka kecil lainnya. Produk ini memiliki kandungan Povidone-Iodine 10% w/v. Untuk cara penggunaan Betadine Antiseptic Ointment ini pertama-tama bersihkan luka dengan air bersih, kemudian oleskan Betadine Antiseptic Ointmen 1-2 kali sehari di seluruh permukaan luka dan terakhir tutup luka dengan plester agar terlindungi.

Betadine Antiseptic Solution Stick



Betadine Antiseptic solution stick merupakan solusi praktis antiseptik pada luka untuk membunuh kuman penyebab infeksi pada luka seperti lecet,  terkelupas, tergores, terpotong & terkoyak dengan kandungan Povidone-Iodine 10% w/v. Betadine Antiseptic Solution Stick ini berbentuk seperti cotton bud dan penggunaanya cukup patahkan kapas biru, kemudian oleskan bagian kapas putih yang mengandung Povidone-Iodine 10% ke luka tersebut. Terakhir jangan lupa tutup luka agar terlindungi.

Betadine Plaster



Betadine Plaster merupakan plaster yang tidak melekat pada luka, steril dan kedap air sehingga bisa menghindari infeksi pada luka. Betadine Plaster ini memiliki 3 varian yakni Betadine Plaster Elastic Fabric, Betadine Plaster Junior dengan desain lucu untuk anak-anak dan Betadine Plaster Waterproof Transparent. 

Itulah dia produk penangan luka dari Betadine yang sebaiknya selalu tersedia di kotak atau lemari P3K di rumah kita. Dengan adanya produk penanganan luka dari Betadine ini tentunya ibu tidak perlu panik lagi saat anak terluka saat bermain. Untuk informasi lebih lengkap terkait produk-produk Betadine teman-teman bisa langsung kunjungi website resminya di https://betadine.co.id/ ya! 

Suka dengan tulisan ini? Yuk mampir ke tulisan lain di www.ayanapunya.com!

Baca Juga