Pengalaman Pasang Crown Gigi Geraham

 


Setelah memutuskan untuk cabut gigi bungsu di tahun 2021 lalu, saya memutuskan kembali ke dokter gigi di awal tahun 2022. Saat itu rencana saya hanya ingin menambal gigi geraham atas yang kata dokter saat pemeriksaan sebelumnya lubangnya sudah cukup besar sehingga setiap kali saya menyantap makanan manis atau panas akan terasa sangat ngilu. Namun alangkah terkejutnya saya ketika dokter mengatakan kalau kondisi lubang pada gigi geraham atas saya itu sudah terlalu besar sehingga jika ditambal pun kemungkinan akan lepas lagi tambalannya.

"Saya sarankan untuk pakai mahkota atau crown gigi saja. Soalnya kalau ditambal biasa ada kemungkinan tambalannya nggak tahan lama," saran dokter kemudian pada saya.

Saya terdiam sejenak, berusaha mencerna saran dokter gigi yang sudah 3 kali saya kunjungi tersebut. Perawatan mahkota gigi rasanya sudah pernah saya dengar namanya namun tidak tahu bagaimana prosedurnya. "Maksudnya bagaimana, Dok?"

"Nanti gigi Ibu bakal dikecilkan trus dipasang mahkota baru. Mahkota gigi ini dicetak dulu di Jawa dan nanti baru jadi sekitar 3 minggu. Nah, selama menunggu mahkota gigi selesai ibu giginya ditutup dulu nanti kalau sudah jadi akan dihubungi kembali untuk memasang mahkotanya," dokter tersebut memberi penjelasan pada saya.

"Biayanya berapa?" tanya saya lagi.

"Tiga juta rupiah," dokter menjawab singkat dan lugas.

Saya melongo. Untuk pasang crown gigi geraham saya harus membayar 3 juta? Apakah saya harus melakukannya atau ditambal saja gigi yang berlubang itu? Tanya saya dalam hati. Saya sempat bertanya apakah untuk crown gigi ini tidak bisa menggunakan asuransi pemerintah yang kebetulan juga difasilitasi oleh klinik tersebut? Sayangnya dokter menjawab tidak bisa. Mungkin akan beda ya jawabannya kalau saya datang ke Rumah Sakit pemerintah. Hehe.

Di lain pihak saya ingat kalau perusahaan saya sebenarnya memberikan tunjangan kesehatan di luar asuransi pemerintah kepada karyawannya termasuk dalam hal perawatan gigi ini. Tunjangan yang diberikan ini nilainya tidak terlalu jauh dengan harga yang disebutkan oleh dokter gigi di hadapan saya. Akhirnya setelah berpikir sejenak, saya putuskan untuk menyetujui saran dokter memasang mahkota atau crown gigi di mulut saya.

 

 Apa itu crown gigi?


Sebelum melanjutkan cerita tentang proses pemasangan crown gigi geraham saya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang mahkota atau crown gigi ini. Jadi menurut hellosehat.com, mahkota gigi atau dental crown merupakan prosedur pemasangan selubung gigi di atas gigi yang rusak dengan menggunakan mahkota atau gigi tiruan. Pemasangan mahkota gigi biasanya dilakukan dengan beberapa tujuan, diantaranya:

  • Memperbaiki penampilan gigi yang rusak atau patah
  • Melindungi gigi yang rentan rusak akibat pembusukan atau karies gigi
  • Menutupi bentuk gigi yang rusak atau berubah warna
  • Melindungi dan mendukung susunan gigi bila ada yang copot
  • Melindungi posisi implan gigi

Adapun untuk bahan dari crown gigi yang akan dipasang, ada beberapa jenis yang bisa digunakan, yakni:

  1. Stainless steel, yakni mahkota pre-fabricated sementara yang digunakan untuk melapisi gigi susu yang rusak pada anak-anak 
  2. Logam, bahan ini biasanya digunakan untuk menutupi gigi yang tidak tampak dari luar seperti gigi geraham karena warnanya yang tidak sama dengan warna gigi kita. Bahan ini termasuk kuat dan tidak mudah rusak.
  3. Campuran porselen dan logam. Mahkota gigi dengan bahan porselen yang dicampur logam biasanya memiliki warna paling mendekati warna gigi kita. Namun mengingat bagian dalam mahkota gigi ini terbuat dari logam, bisa jadi bagian logam tersebut akan terlihat di sela-sela gusi kita
  4. Resin, mahkota dengan bahan ini biasanya harganya lebih murah dibandingkan bahan yang lain namun juga lebih rentan patah dibandingkan mahkota berbahan porselen
  5. Keramik atau porselen, bahan ini juga menjadi pilihan untuk mahkota gigi depan dan cocok untuk mereka yang memiliki alergi terhadap material logam

 

Proses pemasangan crown/mahkota gigi geraham

Begitu saya setuju dengan tindakan pemasangan mahkota gigi untuk gigi geraham atas, dokter pun memulai prosedur. Langkah pertama yang dilakukan dokter adalah membius gusi atas saya dan kemudian mengikir gigi geraham yang berlubang agar ukurannya mengecil. Untuk proses mengikir gigi ini seingat saya memakan waktu kurang lebih 20 menit

Setelah gigi sudah dikikir, dokter kemudian membuat cetakan untuk crown gigi yang akan dipasang nantinya. Jadi dalam prosesnya, 3 gigi atas dan gigi bawah saya ditutupi semacam lapisan, kemudian dokter meminta saya mengatupkan gigi seperti menggigit sesuatu selama kurang lebih beberapa detik agar cetakan gigi terbentuk sempurna.

Setelah dirasa sudah cukup, cetakan gigi tersebut dilepaskan dari gigi saya. Langkah selanjutnya adalah menutup gigi geraham yang sudah dikikir dengan mahkota sementara. Saya kurang tahu mahkota sementara ini terbuat dari apa yang pastinya mahkota sementara ini berfungsi melindungi gigi saya selama menunggu mahkota gigi yang asli selesai dicetak dan dikirim ke Banjarmasin. Oh, ya, sebelum meninggalkan ruang praktik dokter, saya diberitahu jenis mahkota gigi yang akan digunakan untuk gigi saya yakni bahan porselen bercampur logam.

Kurang lebih 2 minggu setelah kunjungan pertama, saya pun dihubungi pihak klinik yang mengabarkan kalau mahkota gigi saya sudah jadi.dan diminta membuat jadwal pemasangan mahkota gigi. Saya pun menyebutkan tanggal yang saya putuskan untuk memasang crown gigi dan datang ke klinik sesuai tanggal tersebut. 
 
Begitu tiba di klinik, dokter pun langsung menjalankan prosedur pasang crown gigi geraham. Seperti biasa, saya diminta duduk di dental chair dan membuka mulut. Dengan cepat dokter gigi melepas mahkota sementara yang menutupi gigi geraham saya selama kurang lebih 2 minggu terakhir. Begitu mahkota tersebut dilepas, duh ternyata ngilunya sangat terasa. 
 
Memang sih selama menggunakan mahkota gigi sementara kadang hadir rasa ngilu di gigi saya. Nah, setelah mahkota sementara dilepas ngilu yang saya rasakan 2 kali lipat karena bagian email gigi sudah dihilangkan dari gigi geraham saya. Selain rasa ngilu, saya juga bisa mencium bau tidak sedap dari mulut saya begitu mahkota sementara tersebut dilepas.

Nah, setelah mahkota sementara ini dilepas gigi saya kemudian dibersihkan dari sisa mahkota sementara. Selanjutnya dokter pun mulai melakukan pemasangan crown gigi geraham yang sudah jadi. Proses pemasangannya sendiri dilakukan dengan mengoleskan lem di leher crown gigi buatan, kemudian dipasangkan ke gusi di atas geraham saya. Saya diminta untuk mingkem selama beberapa detik untuk memastikan crown gigi tersebut menempel dengan baik.
 
Tak sampai setengah jam, proses pemasangan crown gigi geraham saya selesai dilakukan. Senang sekali rasanya sekarang gigi geraham saya tidak berlubang dan tidak terasa ngilu lagi. Meski tentu saja tekstur dari crown gigi yang saya pakai berbeda dengan gigi asli, setidaknya saya tidak harus repo

Hal yang perlu diperhatikan terkait pasang crown gigi

Seperti yang saya tuliskan di atas, crown gigi merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga kesehatan dan kecantikan gigi. Terkait pemasangan crown pada gigi ini, ada beberapa hal yang perlu  kita perhatikan diantaranya:

  • Setelah pemakaian crown gigi mungkin akan ada sedikit rasa ngilu di sekitar gigi yang dilapisi crown tersebut. InsyaAllah rasa ngilu ini akan menghilang seiring bejalannya waktu. Namun jika seandainya rasa ngilunya hadir terus-menerus mungkin perlu dilakukan pemeriksaan ke dokter
  • Crown gigi memiliki risiko terlepas jika lemnya tidak kuat atau karena faktor usia crown gigi. Sebaiknya lakukan kontrol secara rutin untuk mengecek posisi crown gigi kita
  • Jangan menggunakan gigi yang dilapisi dengan crown untuk menggigit makanan yang keras. Namanya juga gigi pasangan pasti ada risiko pecah atau patah karena tindakan yang tidak semestinya
  • Reaksi juga mungkin bisa terjadi untuk jenis crown berbahan logam. Reaksi alergi ini bisa berupa sensasi terbakar pada mulut atau gusi, peradangan pada mulut atau gusi dan beberapa reaksi alergi lainnya
  • Memasang crown pada gigi juga bisa memicu timbulnya masalah pada gusi seperti gingivitis. Karena itu penting sekali bagi kita untuk tetap selalu menjaga kebersihan gigi dan gusi setiap harinya
Demikian sedikit cerita saya terkait pengalaman melakukan pemasangan crown gigi geraham. Semoga bermanfaat bagi teman sekalian. 

Sumber tulisan 
5 Efek Samping yang Bisa Muncul dari Prosedur Crown Gigi - Hello Sehat

Baca Juga
Reactions

Post a Comment

33 Comments

  1. Bayanginnya udah ngilu banget. Demi gigi yang lebih sehat, kudu rutin ketemu dokter gigi ya.

    Pesan crown juga jauh ke Jawa ya.

    Semoga sehat terus Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa ngilu banget kalau giginya habis dikikir gitu. Mungkin di Banjarmasin memang belum ada ahlinya bikin crown jadinya harus dikirim ke jawa dulu. Hehe

      Delete
  2. Pasang crown itu masuk kecantikan apa kesehatan ya? Kalo masuk kecantikan bisa2 nggak dicover ama asuransi deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang tahu juga saya, mbak. Soalnya kasus saya kan giginya berlubang jadi dokternya nyaranin dikasih crown harusnya masuk ke kesehatan sih. Semoga aja sih bisa masuk ke kesehatan tergantung dari kondisi giginya

      Delete
  3. Waduu saya bacanya ikut deg-degan dan ngilu mbaa. Semoga pasang crown jadi langkah terbaik untuk gigi Mba ya. Tinggal merawat dengan semaksimal mungkin supaya nggak timbul efek sampingnya..

    ReplyDelete
  4. Memang ya, Mbak..saat mendengar tarif perawatan gigi itu bikin terganga..ya ampun gigi seuprit tapi tambal, cabut, behel, crown...sesuatu harganya.
    Syukur ada tunjangan kesehatan jadi terbantu dan yang terpenting sekarag giginya sudah bermahkota lagi

    ReplyDelete
  5. ya ampun aku baru tahu soal crown gigi ini mbak. btw, membayangkan giginya dikikir tuh ngilunya sampai sini, wkwkwk
    beberapa tahun yg lalu, aku juga cabut gigi geraham bawah, uhu sakitnya luar biasa setelah bius abis

    ReplyDelete
  6. Wah kayak pas Luna ya, pasang crown gigi. Giginya dia yang dulu gigis sekarang jadi rapih, senyumnya jadi maksimal lagi. Untung dulu pakai BPJS, jadinya gak pelru bayar lagi. Gak kebayang kalau harus bayar

    ReplyDelete
  7. Sangat bermanfaat sekali Kak. Saya juga punya masalah serupa, dan langsung mikir seribu kali pas dikasih tahu harganya jutaan rupiah. Nyesel dulu jarang memerhatikan kesehatan dan kebersihan gigi.

    Sekarang masih nabung dulu saja, karena kalau dibiarkan terus menerus malah makin bahaya.

    ReplyDelete
  8. nah ini aku juga sama mbak kasusnya geraham atasku udah lobang besar
    mau ditambal udah gamungkin dan kata dokter mending dikasih crown aja
    ngilu sih tapi ngilu ke biayanya hahahhaa
    akhirnya aku beranikan untuk pasang meski ya gitu deh
    cuma mending daripada pas makan atau minum dengan suhu esktrem ampun ngilunya
    eh itu sampe nunggu dulu nyetaknya di jawa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mas. sebelum dipasang crown gitu ampun deh nggak bisa kena air dingin ngilunya bukan main. kalau sekarang alhamdulillah sudah nggak ngilu lagi giginya

      Delete
  9. Gigi-gigi geraham mendadak ngikut ngilu pas mbaca tiga paragraf teratas.
    Tapi, jadi tahu, lubang di gigi sekarang pilihannya bisa dipasangi 'mahkota'. Gigi pun jadi terselamatkan dari pencabutan.

    ReplyDelete
  10. Beda ternyata pemasangan mahkota ini dengan tambal yaa Mbak dan perlu dicetak juga. Baca tulisannya aku ikut ngebayangin, soalnya pernah tambal gigi rasanya jga ngilu2 gtuu tapi pemasangan agak beda yaa Mbak

    ReplyDelete
  11. Ternyata pemasangan crown gigi ini terbilang perawatan yang mahal yaa..
    pembuatannya lama ga, kak Antung?
    Biasanya artis-artis tuh pakai crown gigi gini biar keliatan bersih dan cantik yaah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekitar 2 minggu, mbak soalnya harus dicetak dulu di Jawa. mungkin kalau tinggal di Jawa prosesnya bisa lebih cepat

      Delete
    2. Kayanya aku ada wacana juga nih mau crown gigi.
      Soalnya iya, gak worthed banget pas makan makanan keras, giginya pecah. Padahal makanannya sejenis krupuk, yang harganya bikin nyengir, kalo gigi uda patah.
      hiiks~

      Delete
  12. Ibarat hape ini tuh kayak softcase gitu ya hehehe.
    Sayangnya kalo udah urusan sama per-gigian biayanya memang luar biasa ya. Tiga juta rupiah itu belum biaya ini itunya, akhirnya bisa lebih banyak habisnya sih ya.

    ReplyDelete
  13. Terimakasih sudah berbagi pengalaman yang sangat berharga ini. Saya punya geraham belakang yang sudah bolong dan goyang. Saat konsultasi ke dokter disuruh menambal. Saya masih bingung. Adanya Pengalaman ini banyak mencerahkan nih

    ReplyDelete
  14. Wah berarti memasang ini bisa membuat gigi menjadi bagus lagi dan tidak bolong-bolong yah.. Tapi kira-kira kalau ikut tes militer gitu ketahuan gak ya kalau itu palsu hha..

    ReplyDelete
  15. Nah, ini kayanya gigiku banyak yang butuh dimahkotai. Karena nggak telaten merawat gigi, banyak berlubang di sana sini. Yang terbaru di bagian geraham kanan nih, ngilunya nggak ketulungan, sampai bikin sakit kepala. Hmm, tapi biaya masang crown mahal juga yaa.... kalau pakai tunjangan kesehatan sih cukup membantu.

    ReplyDelete
  16. Wah, samaan Mbak. Saya juga baru saja perawatan syaraf dan pasang crown gigi. Huhuhu paling deg-degan itu begitu tanya biayanya. Di luar harga crownnya, prosesnya juga lumayan panjang, saya sampai lebih dari 5 kali bolak balik ke dokter gigi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba proses dari crown sementara ke crown permanen brpa lama? Aku lg nunggu crown permanen jadi nunggu dihubungin udah 11 hari nunggu😞

      Delete
  17. Baru tahu ada yahg namanya crown gigi. Tapi perawatan dan pengobatan gigi tuh memang gak bisa diremehkan. Sakit satu gigi, cekot-cekotnya ke kepala, telinga. Lalu ngilu dan gak bisa ngapa-ngapain.

    ReplyDelete
  18. Terimakasih sudah berbagi pengalamannya kak. Kebetulan kita senasib 🤭 cerita saya juga habis cabut gigi geraham bungsu, ternyata gigi geraham depannya bolong terlalu besar dan pecah setengah alhasil disarankan pasang crown juga. Bahan yg saya pasang pun sama. Urusan gigi ini memang repot ya kak haha masih agak blm terbiasa dengan gigi baru ini, senoga crown kita awet ya kak 😊

    ReplyDelete
  19. Aku sempat punya masalah dengan geraham tapi ga sampai disuruh pasang crown gigi. Akhirnya ditambal tapi ya itu, bolak balik ke rumah sakit, hihihi.

    ReplyDelete
  20. Baca artikelnya, ngilu-ngilu sedap ya
    Kesehatan gigi dan mulut tuh penting banget biar makin pede kalau ketemu orang

    ReplyDelete
  21. Wahh, ngilu juga baca artikel ini
    Emang ya mbak, ketemu dokter gigi secara rutin itu perlu
    Agar kesehatan gigi selalu terawat

    ReplyDelete
  22. Ya ampuun pas banget sih mbak baca artikel ini saat aku sedang merasakan Gigi yang Suka ngilu. Curiga lubang giginya sudah membesar Dan harus pasang crown juga hihihi

    ReplyDelete
  23. Mbaknya yang sakit gigi, kenapa saya yang baca jadi ikutan ngilu ya. Hahahah. Mungkin karena emang pernah pengalaman sakit gigi yang maha dahsyat juga, gigi berlubang, dan udah parah. Huhuu. Sama dokternya disuruh cabut aja karena emang gak bisa dipertahankan lagi.

    ReplyDelete
  24. Saat gigi bungsuku dulu diambil, sama dokter juga disarankan pake crown ini mba. Cuma sampai sekarang kok aku belum berani pasang yaaa.. takut ngilu lagi. Baca artikel ini jadi agak berkurang nih takutnya. Ntar habis lebaran coba ah konsul sama dokter untuk pasang crown gigi agar tidak ompong lagi nih di bekas gigi bungsu yang dicabut.

    ReplyDelete
  25. MasyaAllah, baca ceritanya jadi ikut terasa ngilu Mbak. Saya juga ada gigi lubang, tapi belum putuskan mau diapakan.

    Baca tulisan Mbak, jadi ada pencerahan tindakan untuk gigi saya nanti. Hehe

    ReplyDelete
  26. Ternyata crown gigi itu kayak pengganti geraham gigi gitu ya, Kak. Menurutku yang nggak ngerti kesehatan mah mending emang pasang crown gigi kalau lubang giginya udah parah. Cuma ya kita kan nggak tahu ya parahnya kayak apa. Hehehe

    ReplyDelete
  27. Wah sama bgt ka lg nunggu crownya jd ngecilin gigi dri tgl 8 maret smpe skrmg msh nunggu kabar si crown permanen ini jadi 😞

    ReplyDelete